Tag Archives: Video Kisah Nyata

Kasih Tuhan Membuatku Mengampuni


Video Kisah Nyata Pengampunan

Setelah menikah tak setetespun kebahagiaan yang ia rasakan. Ia melalui hari-harinya bersama seorang suami yang kejam dan otoriter. Hanya penderitaan dan caci maki yang ia terima. Hanya karena salah masak, ia menerima tamparan dari suaminya. Ia tidak bisa melampiaskan amarahnya pada suaminya karena suaminya akan lebih marah. Ia hanya bisa memendamnya dalam hati.

Ditengah dirinya yang merasa teraniaya, ia harus tetap melayani suaminya walaupun bukan berdasarkan rasa cinta. Suaminya selalu memukul. Tetapi sesakit apapun ia tidak menjerit, ia hanya menangis. Karena ia malu bila didengar tetangga. Pernah suatu hari ia dicambuk memakai ikat pinggang karena tidak mau melayani suaminya. Badannya memar dan tidak dapat bergerak karena terlalu sakit.

Semakin lama kebiadaban suaminya semakin nampak. Hanya karena ia tidak sempat membersihkan kertas-kertas yang menjadi mainan anak-anaknya, ia dimarahi suaminya. Suaminya menyuruhnya memakan semua kertas-kertasnya, dan menodongkan golok ke leher Yun In. Yun In pasrah. Akhirnya suaminya tidak jadi membacoknya.

Bukan hanya Yun In, tetapi anak-anaknya pun menjadi korban kekejaman ayahnya. Pada suatu hari mereka sekeluarga ingin pergi makan malam bersama keluar, Ay chen, salah satu dari anaknya tidak ikut. Lalu akhirnya Ay Chen tinggal dirumah. Pada saat mereka pulang Ay Chen terlalu lama membukakan pintu. Akhirnya Ay Chen ditampar dan di bilang pelacur.

Walaupun ia mengalami banyak tekanan, cacian, makian dan perlakuan kasar ia tetap sabar dan tidak pernah menyesal akan pernikahannya sejak tahun 1970 Itu. Hal yang paling menyakitkan adalah karena ternyata suaminya telah menikahi perempuan lain di Batam dan berniat membawa istri barunya itu tinggal bersama-sama dengan mereka. Yun In tidak setuju dan meminta cerai. Karena suaminya tidak ingin menceraikan, akhirnya suaminya tidak jadi membawa istri barunya itu.

Karena kesulitan keuangan suaminya menyuruh Yun In untuk bekerja di Kali Jodo sebagai pelacur. Yun In tidak setuju, akhirnya ia pun mendapat pukulan dari suaminya. Setelah itu ia mulai menyadari bahwa ia terlalu tersiksa dengan perlakuan suaminya. Ia juga akhirnya harus mengurus anak dari istri baru suaminya.

Akhirnya pada suatu hari kondisi kesehatan suaminya mengalami penurunan. Karena kebenciannya Yun In mengusir suaminya dan mengungkapkan kemarahannya bahwa ia tidak akan pernah memaafkan suaminya bahkan sampai liang kubur.

Suami Yun In tinggal dipinggir jalan sampai pada suatu saat kondisinya semakin lemah. Akhirnya Yun In membawa suaminya pulang. Pada saat dirumah, mereka mendapatkan kunjungan dari teman-temannya. Itulah sat pertama kalinya suami Yun In mengucapkan kata maaf karena telah menyiksa dan memukul Yun In. merekapun didoakan. Walaupun kaget, Yun In merasa iba dan bisa mengucapkan kata pengampunan, tetapi masih menyimpan benci dalam hati.

Ditengah kebencian yang belum padam, anak-anak Yun In tetap berusaha untuk berada disamping ayah mereka yang semakin kritis. Mereka berdoa supaya Tuhan mengampuni kesalahan papa mereka.

Sepeninggal sang suami, Yun In dan anak-anaknya belum sepenuhnya memaafkan sang ayah. Pada kesempatan yang berbeda terjadi sesuatu yang luar biasa dalam hidup keluarga Yun In. Yun In berdoa untuk dipulihkan dan mengampuni suaminya. Setelah itu Yun In merasakan damai sejahtera yang luar biasa. Ay Chen, sang anak berdoa untuk bisa mengampuni ayahnya. Dan dalam doanya ia melihat ayahnya menangis, lalu setelah ia melepaskan pegampunan, ia melihat ayahnya tersenyum.

“Seandainya papa saya masih bisa denger, saya ingin bilang, saya juga sayang sama dia.” Kata Ay Chen sambil menangis

Akhirnya Yun In dan keluarganya dapat merasakan kebahagiaan yang sempurna. Karena mereka telah mengampuni.

“Arti Yesus buat saya adalah segala-galanya, karena Dia saya ada damai sukacita, karena Dia, saya bisa hidup seperti ini didunia ini.” Ungkap Yun In dengan penuh sukacita.

Sang anak yang ditinggal ibu kandungnya pun mengungkapkan isi hatinya bahwa kerinduannya adalah ingin bertemu dengan keluarga kandungnya. (Kisah ini ditayangkan pada 10 Agustus 2010 dalam acara Solusi Life di O’Channel).

sumber kesaksian:
Li Yun In (jawaban.com)

Kisah Takluknya Nono Sang Pemburu Kebahagiaan


Video Kisah Nyata Kecanduan Narkoba & Seks

Hanya demi mendapatkan kesenangan dan pengakuan dari teman-temannya, Nono Tjokro merusak hidupnya dengan minuman keras. Ketika masih duduk di Sekolah Menengah Pertama (SMP), Nono berkenalan dengan minuman keras yang kemudian membawanya kepada narkoba, perkelahian dan juga seks bebas.

“Siapa sih laki-laki yang ngga bangga kalau kita punya nama? Kita dikenal…?” demikian ujar Nono mengungkapkan alasannya menjalani semua kebejatan itu.

Berkelahi adalah salah satu cara untuk menunjukkan kejantanannya sehingga bisa mendapatkan penghormatan baik oleh kawan maupun lawan.

“Waktu itu saya sekolah di SMA 2. Ada seorang teman yang menelpon saya.”

“Eh..ada anak baru nih..”

“Emang kenapa?” Tanya Nono.

“Ngga..sombong aja..”

Hanya dengan alasan seperti itu, Nono tega menghajar orang lain yang tidak dikenalnya.

“Karenanya mereka tahu kalau saya suka berkelahi..”

Mabuk-mabukan dan berkelahi sudah menjadi hal biasa bagi Nono. Bahkan ketika ia bekerja di luar daerah kelakuannya pun semakin menjadi-jadi.

“Waktu saya mau ke kantor, saya harus konsumsi ganja dulu.. supaya saya merasa fit. Narkoba sudah menjadi seperti suplemen buat saya. Ketika saya sampai dikantor, saya duduk dan meminta rekan saya memutar lagu. Lalu saya denger lagu, sambil saya ngelinting di depan mereka!! Saya sudah tidak peduli dengan pendapat orang. Saya bertumbuh menjadi orang yang berpikir ‘Udah deh, kalau saya mau mati, mati aja..’ Yang saya tahu, saya cuma mau senang. Jadi kalau saya bisa konsumsi ganja, atau saya bisa konsumsi jenis narkoba yang lain itu berarti saya ngga bakalan sedih. Saya pasti senang dan saya harus senang.”

Kesenangan demi kesenangan terus dicari Nono, sampai akhirnya ia terjerumus dalam dunia malam.

“Saya mulai masuk di diskotik. Saya merasa ini tempat yang sangat mengasikkan banget. Sepertinya ini bisa lebih menyenangkan hati saya lagi. Waktu on dengan teman-teman, kami dugem sama-sama, saya sudah seperti penggembira. Saya bisa naik ke atas-atas speaker, saya bisa goyang di atas mejanya orang. Sudah seperti kita yang punya dunia. Disitulah awal-awal saya berkenalan dengan perempuan. Kalau orang bicara narkoba tanpa perempuan tanpa seks, itu omong kosong. Saya karaoke, saya berkenalan dengan perempuan, ditemani perempuan, begitu pulang pasti buntut-buntutnya seks. Dua hal yang sangat menyenangkan buat saya, adalah narkoba dan perempuan. Jadi sampai tahun 2001, bayangkan, hampir setiap hari kehidupan saya hanya seputar itu. Mabuk-mabukan, narkoba, perempuan, itu seperti sesuatu hal yang sudah mendarah daging dalam hidup saya.”

Tiada hari yang dilaluinya tanpa mabuk-mabukan dan narkoba. Demi kesenangan yang ia cari, Nono pun terus berpetualang dalam kehidupan liarnya. Hingga suatu hari, sesuatu terjadi dan meluluh-lantahkan semua harapannya.

“Sampai 2001 malam natal, akhirnya saya ditangkap. Hari itu adik-adik sedang bakar petasan di depan, lalu perintis masuk. Kebetulan saya lagi minum di belakang dan ada ganja di tangan saya. Saya pingin ke depan, karena saya liat rame di depan. Jadi saya sembunyikan bungkusan rokok itu di pinggir jalan, saya ngga sadar intel polisinya masuk. Empat orang polisi sudah langsung pegang saya,”demikian Nono bercerita tentang penangkapannya.

“Selamat malam pak, ini punya bapak?” Seorang polisi menunjukkan sebungkus rokok pada Nono.

“Ya.. benar. Itu punya saya.”

“Tangkap..”

Akhirnya Nono di gelandang ke Poltabes. Detik itu, ketakutan mulai menyusup di benak Nono.

“Waktu saya di borgol, waktu dalam perjalanan ke Poltabes, mulai ada ketakutan yang timbul dalam hati saya. Pada hal saya dulu orang yang tidak kenal rasa takut.”

Bagai jatuh tertimpa tangga, ketika Nono mendengar kabar yang membuatnya merasa seluruh masa depannya hancur.

“Satu kali, sewaktu saya masih di penjara, teman-teman dari kantor datang. Saya pikir ada apa? Ternyata mereka datang untuk mengantarkan surat pemecatan saya. Pemecatan saya, jujur sangat membuat saya kecewa. Saya ngga nyangka SK pemecatan saya itu datang di akhir-akhir masa hukuman saya. Saya hanya tahu pekerjaan ini adalah satu-satunya harapan buat saya. Jadi waktu saya tidak lagi memiliki pekerjaan ini, dan SK pemecatannya keluar, saya seperti kehilangan hal yang besar. Seperti saya kehilangan sesuatu yang benar-benar penting dalam hidup saya. Saya berpikir, kenapa di saat-saat seperti ini, tinggal tiga bulan lagi masa hukuman saya selesai, tetapi kok bukan hal yang baik yang datang, bukan hal yang menggembirakan, tetapi kok hal yang menyedihkan!”

Tidak bisa menerima kenyataan, Nono pun semakin larut dalam keputusasaannya. Perbuatan nekad pun akan dia lakukan.

“Saat itu saya sedang di kamar mandi, di sel, saya seperti antara ingin memotong urat nadi saya, tetapi seperti ada banyak suara yang berbicara dalam hati saya. Saya ngga tahu mau dengar suara yang mana. Tapi yang saya tahu, saya sudah ngga punya pengharapan. Pada waktu tangan saya yang memegang silet sudah di urat nadi, ada suara yang lain yang ngomong dalam hati saya. Suara itu kecil banget tetapi tegas. Suara itu hanya berkata ‘Bangun, jalan!’ Sewaktu saya dengar suara itu, saya hanya bisa nangis. Tetapi tangisan saya, seperti tangisan yang lain. Saya ngga tahu mengartikannya sebagai apa, tapi bagi saya seperti tangisan sukacita. Saya ngga bisa jelaskan kenapa saya batalkan untuk bunuh diri.”

Seakan mendapatkan kekuatan baru, Nono pun mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Sampai hari pembebasannya tiba, Nono memutuskan untuk kembali ke Ambon dan mengikuti suatu ibadah.

“Saya duduk dalam ibadah itu, setengah jam sampai 45 menit saya menikmatinya. Tetapi ada satu statement yang pendeta ini kemukakan yang sangat menarik di hati saya. Yang sangat menarik di pikiran saya. Statemennya seperti ini, ‘Bahwa yang paling payah dari mati konyol adalah orang yang hidupnya konyol.’ Waktu saya dengar kata-kata itu, sepertinya Tuhan sedang berkata kepada saya, ‘Kamu orang konyol.’ Kenapa saya berkata kalau Tuhan seperti bicara pada saya kalau saya orang konyol? Karena semua kehidupan yang pernah saya habiskan, semuanya konyol. Entah itu mabuk-mabukan, entah itu saya berkelahi dengan anaknya orang, entah itu saya menyakiti hati orang, entah itu saya merokok, entah itu narkoba, entah itu saya free seks dengan banyak perempuan, saya mulai mengerti semua itu konyol. Saya minta ampun pada Tuhan, saya ngomong dalam hati ‘Tuhan ampuni saya.’ Saya tahu persis ini saya. Dan saya tahu Tuhan tidak tinggalkan saya. Saya seperti merasakan Yesus sedang bersama-sama dengan saya. Yesus sedang memeluk saya, Yesus bilang, ‘Kamu ngga sendiri, kamu ngga dikucilkan, kamu ngga dibuang. Kalau kamu merasa kehilangan pengharapan, Saya punya pengharapan. Saya janjikan pengharapan itu buat kamu. Saya yang punya pengharapan.’ Waktu saya ada di posisi ini, saya merasa sangat nyaman. Saya hanya bisa menangis dan menangis dan menangis. Saya menikmati benar, bahwa Tuhan Yesus ada bersama-sama dengan saya. Saat itu saya tahu kalau Tuhan Yesus memberi saya kekuatan. Saya tahu kalau Tuhan Yesus sudah menyelamatkan hidup saya. Saya tahu kalau Tuhan Yesus akan memberikan masa depan yang luar biasa.”

Melalui satu pribadi, Nono kembali menemukan pengharapan baru. Ia pun merasakan kebahagiaan sejati yang selama ini ia cari.

“Jadi semua yang dulu saya pikir adalah hal-hal yang bagus, hal-hal yang prioritas kini ngga berarti buat saya. Waktu saya di titik orang ngga indahkan saya, dimana dunia buang saya, dimana manusia kucilkan saya, dimana saya ngga berarti buat orang, tapi saya tahu kalau Tuhan Yesus sangat mengasihi saya. Kenapa saya katakan begini? Karena ada sesuatu yang membuat saya bahagia. Kenapanya, saya ngga bisa jelasin. Tapi sekalipun saya kurang, sekalipun saya ngga punya apa-apa, tapi saya bisa bahagia. Kasih Yesus itu sangat memberikan suatu damai sejahtera yang luar biasa. Cuma Yesus yang bisa memulihkan separah apapun kehidupan kita dan yang memberikan jaminan masa depan yang cerah,” ucap Nono menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan pada 11 November 2009 dalam acara Solusi Life di O’Chanel).

Sumber kesaksian:

Nono Tjokro (jawaban.com)

Choky Sitohang Disembuhkan Dari Hepatitis


Video Kisah Nyata Sembuh dari Hepatitis

Siapa yang tidak mengenal presenter yang berpenampilan menarik dan sedang naik daun ini. Tanpa disangka-sangka Choky divonis dokter terkena penyakit Hepatitis (liver). Ia terkejut karena ia merasa bahwa ia adalah orang yang paling sehat. Tetapi ia malah jatuh sakit. Yang membuat ia kecewa adalah karena ia mengalami sakit pada saat ia sedang berkarir. Ia sedang mengejar cita-citanya untuk menjadi presenter terkenal.

Pada saat itu ia mulai flash back kehidupannya 2 tahun terakhir ini. Ia sibuk dengan pekerjaannya. Ia mencari uang dengan giat, sesudah itu ia menghabiskan waktu dengan hobi dan teman-temannya. Setelah lelah sampai dirumah ia langsung beristirahat. Ia lupa bahwa ia tidak pernah meluangkan waktunya untuk menyapa Tuhan. Ia tidak pernah bersaat teduh bahkan hari Minggu terkadang ia tidak ke gereja, dan Roh Kudus mulai mengingatkannya akan hal itu.

Pada saat ia sakit, ia harus dirawat di Rumah Sakit selama 21 hari. Padahal ia tidak mempunyai cukup uang untuk biaya Rumah Sakit. Dokter berkata bahwa ia harus tetap dirawat karena sakitnya cukup parah. Tetapi dokter berkata bila ada mukjizat maka Choky dapat keluar Rumah Sakit sesegera mungkin.

Pada hari ke delapan, Choky berangsur-angsur pulih. Akhirnya ia bisa keluar dari Rumah Sakit dan ia dapat membayar biaya Rumah Sakit. Tetapi Choky tidak dapat langsung dapat melakukan kegiatannya. Ia harus bed rest selama 3 bulan. Ia menjalaninya. Pada saat ia merasa sehat, perasaan takut itu datang. Ia merasa tidak bisa sukses. Tetapi pada saat itu Tuhan meyakinkan bahwa ia harus melakukan bagiannya dan Tuhan yang akan lakukan bagian-Nya.

Mulai saat itu ia kembali menulis CV untuk ia masukkan ke beberapa agensi. Ia mulai menghubungi teman-temannya dan mencari link untuk memberikan jalan ia menjadi presenter. Ia melakukan yang terbaik pada waktu di casting. Sampai pada akhirnya produsernya berkata bahwa ia adalah orang yang tepat untuk acara ini.

Ada saatnya ia hampir gagal dan ia ingin menyerah. Tetapi Tuhan jelas berkata jangan pernah menyerah, lakukan terus apa yang sedang dilakukan karena ia menuju keberhasilan. Ia mendapatkan satu ayat “Tetapi orang-orang yang menantikan Tuhan akan mendapat kekuatan baru, mereka seumpama rajawali yang naik terbang…”. Ada waktunya Tuhan memberikan kepercayaan dari yang kecil dampai yang besar. Dari perkara yang kecil, bila kita setia lalu Tuhan pasti akan mempercayakan hal yang besar.

Tuhan mengajarkan Choky untuk tetap optimis. Melakukan sesuatu yang baru dengan semanagt. Tuhan Yesus adalah sahabatnya. Walaupun banyak sahabatnya di dunia tetapi ia merasa bahwa Yesus adalah sahabat sejatinya. Pengharapan akan menimbulkan iman dan pada akhirnya akan menghasilakan satu solusi. Itulah hal yang ia percayai tentang kehidupannya bersama Tuhan Yesus. (Kisah ini ditayangkan 10 November 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Sumber kesaksian:
Choky Sitohang (jawaban.com)

Pengkhianatan Cinta Sejati


Video Kisah Nyata Pengkhianatan & Kebencian

Martina berkenalan dan menjalin hubungan dengan seorang pria. Namun hubungan mereka tidak sama seperti harapannya. Banyak tantangan. Teman-temannya tidak setuju bila ia dan pria itu menjalin hubungan, karena menurut teman-temannya, pia itu bukanlah pria yang baik. Ia suka berkelahi dan suka menonton flm porno. Bahkan salah satu temannya pernah melihat pria ini bermesraan dengan wanita lain.

Namun karena cinta sudah berbicara, maka Martina tetap mencintai sang pujaan hati. Ia tetap percaya pada kekasihnya. Ia merasa takut bila sampai ditinggal. Hubungan mereka semakin lama semakin serius. martina pun mulai dikenalkan pada keluarganya. Ia merasa senang karena ia akan menjalani impiannya yaitu menikah.

Saat itu dunia serasa milik berdua. Sampai pada akhirnya dengan alasan cinta, sang kekasih membujuk Martina untuk melakukan hubungan suami-istri. Karena tidak ingin ditinggalkan oleh sang kekasih, maka Martina pun mengiyakan. Hubungan itu mereka lakukan berkali-kali. Sampai suatu saat, Martina hamil.

Ia marah dengan dirinya sendiri. ia juga marah terhadap kekasihnya. Kekasihnya kaget dan tidak mengira bahwa hal ini akan terjadi. Martina takut dibicarakan dan dijauhi orang dan keluarga. Perasaan Martina ingin menggugurkan kandungannya karena tidak siap menerima kenyataan. Ia akhirnya memutuskan untuk aborsi. Kekasihnya pun menyetujui dan membantunya. Berkali-kali hal ini dilakukan tetapi tidak berhasil.

Pada saat usia kandungannya 6 bulan, ia mendapati kekasihnya bermesraan dengan wanita lain. ia marah dan kecewa terhadap kekasihnya. Namun kekasihnya tidak menggubrisnya. Bahkan kekasihnya lebih memilih wanita lain dan meninggalkan dirinya.

Lalu ia pergi kerumah orangtua kekasihnya untuk mengadukan hal ini. namun tidak juga sesuai dengan yang ia harapkan. Hanya pil pahit yang harus ditelannya. Orangtua kekasihnya merasa sangat kecewa karena mereka tidak menjaga kepercayan yang telah diberikan. Bukannya membela malah menolaknya.

Rasa benci mulai bertumbuh dihati Martina. Ia sangat kecewa terhadap perlakuan kekasih dan orangtua kekasihnya. Hingga suatu hari, ia berniat untuk membunuh kekasihnya. Rasa dendam dan marah bercampur menjadi satu. Bila kekasihnya tidak ingin menikah dengannya, maka tidak boleh ada yang menikah dengannya. Entah kekuatan darimana, akhirnya Martina mampu mengontrol emosinya dan tidak jadi menikam kekasihnya.

Percobaan untuk membunuh diri dan bayinya harus kandas lagi. Lalu ia menghadiri suatu kebaktian dengan temannya. Dan ia berkata pada temannya, kalau hari ini Tuhan itu ada, kalau Tuhan mau pakai ia lagi. Maka hamba Tuhan harus berbicara seperti yang saya katakan. Ketika ia selesai berbicara, ternyata hamba Tuhan itu berbicara sama persis seperti yang ia ucapkan.

Martina hancur hati. Ia maju kedepan untuk didoakan. Ketika didoakan ia merasa beban yang ia tanggung selama ini, ia merasa bebas. Ia mulai bisa mengampuni kekasihnya, keluaganya dan wanita lain itu. ia merasa sukacita kembali dan dapat menerima kebenaran.

Saat ini, Martina kembali melayani Tuhan. ia merasakan sukacita yang besar bersama anak yang dicintainya. Sampai hari ini ia bisa terima dengan keadaannya memiliki anak tanpa suami. Ia terbuka terhadap keluarga. Martina yang merasa dulunya sampah dan tidak ada apa-apanya, sekarang diangkat dan dibersihkan oleh darah Yesus. Tuhan pulihkan, memberik kekuatan untuk mengampuni dan ini semua karena karya Tuhan Yesus. (Kisah ini ditayangkan 26 Agustus 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).

Sumber kesaksian :

Martina (jawaban.com)

Infeksi Selaput Jantung Disembuhkan


Video Kisah Nyata – Mujizat Kesembuhan Sakit Jantung

Bermula dari banjir besar di Jakarta, Daniel dan keluarga harus pindah dari rumah mereka. Namun kondisi yang tidak sehat, membuat angeline, anak mereka satu-satunya mengalami penyakit yang tidak terduga.

Hampir 1 bulan pasca banjir, Angelin jatuh sakit. Badannya meriang dan panas. Ia lalu dibawa ke dokter. Dokter berkata bahwa Angelin terkena gejala typhus. Akhirnya ia harus banyak istirahat, makanan dijaga dan harus makan yang lembek-lembek. Namun kondisi angeline malah semakin buruk.

Sampai suatu kali nafas Angelin tersengal-sengal. Dengan rasa kuatir yang besar, orangtua Angelin membawanya ke rumah sakit. Sampai dirumah sakit, Dokter mendiagnosis dengan kelainan jantung. Ada cairan yang melapisi jantungnya. Penyakit seperti ini jarang terjadi, hanya 1 diantara 1000 atau 5000. Dan kemungkinan sehat dibawah 1 %.

Setelah konsultasi ke dokter jantung, dunia Debby serasa runtuh, ia seperti berada di satu lorong panjang dan gelap. Mereka berusaha untuk tabah. Tiap malam Debby menangis. Terkadang ia hanya memastikan Angelin masih bernafas. Pada usia 7 tahun mereka merayakan ulang tahun di RS. Orangtua tertawa tapi hatinya menangis. Angeline duduk dan menikmati ulang tahunnya tetapi dengan keadaan lemas. Meeka sedang berpacu dengan waktu. Tiap hari HB angeline turun dengan drastis.

Hadiah yang diterima adalah kenyataan pahit. Penyakitnya semakin parah. Dokter menyarankan untuk berdoa dan berkata selama jadi dokter 16 tahun ia tidak pernah lihat mukjizat. Debby menangis karena saking sedihnya. Dan meminta tolong pada Tuhan.

Ditengah keterpurukannya, mereka membawa Angelin ke Singapura. Sesampainya disana, para dokter membenarkan diagnosa dokter di Jakarta bahwa Angelin terkena infeksi selaput jantung. Akhirnya Angelin di operasi. Dokter anatesi berkata tidak usah kuatir, Tuhan Yesus ada bersama Angelin. Lalu saat itu juga ada kekuatan baru bagi Daniel dan Debby.

Setelah cairan di jantung Angelin disedot keluar maka efeknya Angelin bisa terkena kanker, tumor, TBC atau hanya virus. Mereka shock, mereka tidak menyadari betapa parahnya penyakit yang diderita Angelin. Saat itu juga mereka bersama berdoa dan meminta dukungan dari orang lain. Mereka yakin bila Tuhan sudah menuntun sampai saat ini, maka Tuhan pasti menuntaskannya.

Seperti harapan mereka, 3 hari kemudian tidak ada tanda-tandanya yang mengarah pada penyakit-penyakit mematikan itu. Bahkan virusnya pun tidak ada. Angelin sudah sembuh total. Mereka bukanlah orang kaya yang dapat dengan mudahnya berobat ke Singapura. Mereka mendapat bantuan dan dukungan dari orang-orang terdekat. Akhirnya Dokter berkata untuk biaya operasi mereka tidak perlu membayar. Mukjizat demi mukjizat dialami oleh keluarga Daniel.

Setelah di cek ternyata cairan itu adalah darah. Angelin mengalami pendarahan selaput jantung. Namun karena Tuhan selalu menyertai dan memulihkan maka recovery Angelin cukup cepat. Sekarang jantungnya sudah normal lagi. Bahkan Angelin sudah dapat melakukan semua aktifitas yang biasa ia lakukan.

“Kalo Yesus disamping aku, aku mau bilang trima kasih Yesus telah sembuhkan aku” ujar Angelin bersaksi

Tuhan Yesus itu sahabat yang sejati. Dilembah kekelamanpun Ia akan membimbing dan menyertai. Ia Juruslamat yang melakukan mukjizat sampai sekarang ini. Hanya percaya saja, maka Ia akan bertindak. (Kisah ini ditayangkan 05 Agustus 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel). Sumber Kesaksian:

Daniel dan Debby Hendrata (jawaban.com)

Kebangkrutan Membawaku Pada Kuasa Gelap


Video Kisah Nyata – Jatuh ke tangan kuasa gelap
Menjalani kehidupan yang mewah adalah hal yang biasa bagi Sri, bahkan hampir seluruh Asia pernah ia kunjungi bersama dengan keluarganya. Pekerjaan sang suami sebagai sang kontraktor bangunan memiliki peluang yang besar untuk mendatangkan kekayaan.

“Waktu saya pegang bisnis itu, kami sudah berdiri sendiri, bahkan untuk jatuh miskin tidak mungkin terjadi sebetulnya. Saya juga melihat pembukuan saya semuanya beres,” kisah Sri Langgeng.

Dikarenakan terlilit hutang dengan bank, ia harus merelakan semua harta bendanya disita. Berbagai macam usaha ia lakukan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya.

Sri Langgeng mengisahkan, “Bangkrutnya itu benar-benar sampai habis semua yang kami miliki. Sampai rumah tinggal saya juga, diambil bank. Habisnya sudah sampai di bawah nol.”

Sri LanggengLalu Sri justru pergi mencari ‘orang pintar.’ Dan oleh teman dekatnya ia ditegur kenapa sudah mengalami seperti itu, Sri bukannya mencari Tuhan malah pergi ke ‘orang pintar.’ Sri pun hanya berdalih bahwa ia hanya ingin tahu saja.

Temannya mengatakan bahwa itu sesuatu yang tak mungkin, bagaimana mungkin manusia bisa menjadi lebih pintar dari Tuhan.

“Tetapi ini kan kelihatan, Tuhan kan tidak kelihatan,” dalih Sri kepada temannya.

“Saya disuruh orang pintar itu pergi ke kuburan ayah saya yang ada di luar kotapada jam 12 malam. Katanya sepulang dari sana saya akan mendapat berkat sehubungan dengan transaksi bisnis saya. Saya akui bahwa Tuhan itu ada, tetapi tidak melekat di dalam hati saya,” ujar Sri Langgeng.

Malam itu Sri pergi ke kuburan almarhum ayahnya seperti yang diperintahkan oleh sang dukun. Namun ia tidak mendapati apa yang ia cari kecuali kekecewaan. Lalu ia pulang dengan beban kehidupan yang semakin bertambah banyak

Sri Langgeng“Suami saya saking gak tahan, sampai akhirnya dia mengajak untuk bunuh diri bersama di keluarga saya untuk minum racun,” Sri mengisahkan bagaimana putus asanya mereka.

Sri menolak dengan keras ajakan suaminya itu, ia menyadari bahwa anak itu lebih dari sekedar anak mereka, tetapi juga titipan Tuhan. Sri mengingatkan kembali suaminya agar tidak coba-coba lagi berbicara seperti itu.

Di tengah keterpurukannya, seorang kerabat dekat datang memberikan kekuatan.

Dimulai dari sebuah persekutuan doa yang diadakan di rumah kakaknya. Setiap ada Firman yang disampaikan, Sri merasakan bagaimana itu menancap di hatinya. Ia berpikir seandainya saja dari dahulu ia sudah mengetahui mengenai kebenaran-kebenaran yang disampaikan. Sri menyadari mungkin ini sudah waktunya dari Tuhan, karena dahulu ia sadar bahwa ia masih suka untuk menoleh kiri dan kanan. Ia menyadari bahwa ini sudah sebuah panggilan untuk dirinya.

Dengan harapan baru kepada Tuhan Yesus, Sri kemudian memulai usaha baru kecil-kecilan dengan berjualan kue kering.

“Kehidupan ekonomi saya mulai hidup lagi. Benar-benar diberi berkat oleh Tuhan,” ujar Sri Langgeng.

Ia sempat berpikir bagaimana mungkin dari yang ia jual kecil-kecil ini ia dapat memiliki kehidupan yang baik seperti dahulu. Bisa memiliki rumah kembali. Tetapi ia menurut saja kepada Tuhan. Dan akhirnya benarlah, jika memang diberkati oleh Tuhan, dari yang kecil saja dapat menjadi hal yang besar. Kehidupannya kembali seperti dahulu kembali, meskipun juga suaminya sudah terlebih dahulu dipanggil Tuhan.

“Tuhan Yesus adalah segala-galanya dalam hidup saya. Saya yang tadinya meminta kuasa kegelapan, masih diampuni dosa-dosa saya. Saya sadar, Juruselamat kita hanyalah Yesus!” Sri Langgeng menutup kisahnya. (Kisah ini ditayangkan 03 Agustus 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).

Sumber Kesaksian:
Sri Langgeng (jawaban.com)

Sri Langgeng

Ayahku Sayang, Ayahku Malang


Video Kisah Nyata Kekerasan dalam rumah tangga

Sejak kecil Nengsih sering melihat perilaku kasar sang Ayah kepada ibunya.

Dulu keluaga kami punya toko kelontong di rumah. Pada suatu hari orang tua kami bertengkar. Dalam pertengkaran sengit itu, tiba-tiba sebuah botol kecap melayang tepat di kening sang ibu, darah segarpun keluar,” ujar Nengsih mengenang masa lalunya.

Karena waktu itu Nengsih masih kecil, ia hanya bisa menyaksikan pertengkaran hebat tersebut dari balik pintu sambil menangis. Dan ia tidak menyangka Ayahnya akan sekasar itu kepada ibunya. Kebencian yang mendalam kepada sang ayah akhirnya tertanam dalam diri Nengsih. Sang Ayah di mata Nengsih bagai monster dalam keluarganya.

Kekerasan demi kekerasan menjadi pemandangan sehari-hari bagi Nengsih, hingga suatu hari ia dan saudara-saudaranya berusaha melerai pertengkaran orang tua mereka.

Puncak kebencian Nengsih kepada Ayahnya terjadi ketika suatu hari, karena tidak sengaja bermain bakar-bakaran di dalam rumah, rumah mereka hampir saja terbakar betulan. Ayah Nengsih dengan penuh emosi memarahinya, juga mengikat serta mengurung Nengsih dalam sebuah ruangan untuk waktu yang cukup lama. Nengsih menangis dan terus berteriak mohon ampun kepada Ayahnya, tetapi teriakan itu tidak digubris. Hal ini sangat membekas dalam diri Nengsih dan kebenciannya pada sang ayah pun semakin bertambah.

Sebagai seorang anak kecil pada waktu itu, Nengsih ingin sekali dipeluk oleh sang Ayah. Ia juga ingin mendapatkan kasih sayang yang penuh dari seorang Ayah. Namun semua keinginan itu hanyalah sebuah angan yang tak pernah terwujud dalam hidup Nengsih saat itu.

Menjelang dewasa, Nengsih menjalin hubungan dengan seorang pria yang umurnya jauh lebih tua darinya. Harapan Nengsih ia akan mendapatkan kasih sayang dan rasa aman dari sang pacar. Ternyata setelah Nengsih menjatuhkan pilihan kepada sang kekasih, ia baru tahu bahwa sang kekasih adalah sepupunya sendiri. Hal ini tidak membuat Nengsih mundur, ia merasa yakin akan pilihannya .

Harapan Nengsih ternyata salah karena pada suatu hari ia mendapat telpon dari seorang wanita yang mengaku sudah menjadi pacar dari kekasihnya selama 10 tahun. Hati Nengsih pun bertambah hancur. Belum lama luka hatinya sembuh, kembali hal mengejutkan terjadi dalam hidup Nengsih. Ayahnya meninggalkan mereka dan pergi dengan wanita lain. Namun hal yang lebih menyakitkan bagi Nengsih adalah kepergian ayahnya yang meninggalkan hutang yang cukup besar dan semua itu harus ditanggung oleh keluarganya padahal ibunya sudah bersusah payah berjuang menghidupi keluarganya.

“Pada waktu itu jujur saya sering kali ingin bunuh diri, karena hidup ini sudah tidak berarti lagi,” ujar Nengsih kepada Tim Solusi.

Suatu hari pada saat Nengsih pulang kuliah, ia dan teman-temannya duduk di sebuah halte untuk menunggu bus. Kepada seorang teman ia mengatakan bahwa ia ingin masuk asuransi agar kelak kalau ia bunuh diri dan meninggal, maka uangnya akan diberikan kepada Ibunya. Dengan uang tersebut ia berharap Ibunya akan terbebas dari hutang.

Teman Nengsih tersenyum sambil berkata, “Kamu bodoh kalau kamu melakukan itu. Tidak ada orang yang bunuh diri terus dapat uang dari asuransi.” Setelah sampai di rumah, Nengsih langsung masuk kamar dan menangis.

Kemudian ia teringat akan sosok Yesus yang ia dengar pada waktu ia masih di sekolah dasar. Lalu Nengsih mulai berdoa kepada Tuhan dengan sepenuh hati. Pada saat itu juga ia mengambil keputusan untuk mencurahkan segala isi hatinya kepada Tuhan. Mulai saat itu, setiap hari, Nengsih mulai rajin membaca Firman.

Seiring berjalannya waktu, Nengsih juga mulai menemukan kepercayaan diri. Semenjak ia menyerahkan dirinya kepada Tuhan, ada sukacita yang luar biasa mengalir dalam dirinya.

“Tuhan adalah sebuah anugerah yang tak ternilai buat hidup saya,” ujar Nengsih dengan mantap. Dan bersama Tuhan ia mulai menemukan figur seorang Ayah. Pemulihan yang dialami Nengsih berdampak pula pada hubungannya dengan sang Ayah. Hubungan Nengsih dengan ayahnya semakin membaik. Hati Nengsih pun sejalan dengan waktu dipulihkan dari kekecewaan yang mendalam terhadap ayahnya. Nengsih mulai menghargai Ayahnya. Bahkan ketika Nengsih wisuda, ia mengundang ayahnya untuk mendampinginya.

Menurut Nengsih, seburuk apapun ayahnya, pasti ia merindukan Tuhan sama seperti dirinya. Pemulihanpun terjadi. Seluruh keluarganya sudah bisa melupakan kejadian masa lalu dan memulai hidup yang baru.

“Pada tahun 2008, Ayah saya meninggal dunia. Namun sebelum ia meningal, saya merasakan kasih Tuhan yang memulihkan hidup dia,” ujar Nengsih menutup kesaksiannya. Nengsih juga bersyukur boleh merasakan kasih Tuhan yang begitu besar kepada Keluarganya. (Kisah ini sudah ditayangkan pada tanggal 22 Oktober pada Acara Solusi Life di O’Channel).

Nara Sumber :
Nengsih

Arjun, Akhiri Kisah Sebagai Waria


Video Kisah Nyata Pertobatan Seorang Waria

Menjadi seorang wanita adalah sesuatu yang diidam-idamkan olehnya sedari kecil. Hal ini akhirnya diwujudkannya dengan menjadi seorang waria. Bahkan dia rela menjual dirinya pada pria-pria hidung belang untuk menemukan kasih yang tak pernah dikecapnya dari sang ayah. Inilah pengakuan dari seorang pria bernama Arjun.

“Waktu itu saya pulang sekolah jam sepuluh, tapi saya pergi main dulu. Lalu saya pulang ke rumah jam dua belas. Saya cepat-cepat ganti pakaian lalu makan. Dan ketika itu bapak saya datang dan bertanya, “Arjun, kamu pulang jam berapa?!” Di dekat meja ada senter, lalu bapak mengambil senter tersebut dan menghantamkannya ke kepala saya. Karena pukulan itu kepala saya bocor, dan berdarah. Lalu saya bilang sama bapak, “Kenapa? Kenapa ngga bunuh saja saya sekalian. Untuk apa lagi saya hidup. Lebih baik saya mati!” Saya hanya bisa menangis namun tak bisa bersuara, sepertinya tenggorakan saya tertekan. Mama datang dan menahan bapak, tapi dia juga bisa tidak berbuat apa-apa, karena bapak saya sangat kejam. Saya mau marah sama bapak, tapi saya ngga bisa karena saya masih kecil. Kalau saya pukul dia pun, mungkin malah saya yang mati dibunuhnya. Saya hanya berkata pada diri sendiri jika saya sudah besar nanti, saya akan bunuh dia. Saat itu saya hanya bertanya pada diri sendiri sambil menatap ke langit, ‘kenapa ya hidupku seperti ini? Di masa kecilku, kenapa aku ngga bisa bahagia seperyi orang lain? Kenapa papa memperlakukanku seperti bukan pada anaknya sendiri?’”

Rasa ingin tahu Arjun atas semua perlakuan bapaknya, akhirnya terjawab ketika mamanya menjawab pertanyaannya tentang hal itu.

“Saya pernah bertanya sama mama saya, ‘Ma.. kenapa sih bapak itu sikapnya seperti itu sama saya, sering memukuli saya?’ dan mama memberi tahu kalau bapak ingin anaknya yang ke 7 itu perempuan, tetapi yang lahir ternyata laki-laki. Hal itulah yang menyebabkan bapak kurang suka sama saya.”

Hingga suatu hari Arjun sudah tidak tahan lagi dengan perlakuan sang bapak, hal ini membuat dia nekat memutuskan untuk kabur dari rumah.

“Karena sikap bapak yang suka memukul, menampar dan menyabet saya, akhirnya saya tidak tahan lagi dan memutuskan kabur dari rumah. Saya pergi berjalan hingga sampai di sebuah salon. Awalnya saya hanya bengong di depan salon itu, hingga seorang wanita mendatangi saya dan bertanya, ‘Kamu sendirian disini? Orangtua kamu dimana?’ Saya ceritakan alasan mengapa saya kabur dari rumah padanya, dan saya diijinkan untuk tinggal di salon tersebut.”

Tidak pernah disangka oleh Arjun, bahwa disalon itulah dia akan mengecap cinta terlarang yang akan membuatnya terikat bertahun-tahun lamanya.

“Suatu hari pacar mbak itu datang ke salon, dan saya diminta untuk meng-creambath abang itu. Saat saya mulai mencuci rambutnya, dia ngajak ngobrol. Dia bilang, ‘Kamu manis deh… cantik.. mau ngga kamu sama abang’ Akhirnya kami naik ke atas, ke lantai dua. Di situlah saya pertama kali melakukan hubungan intim. Di saat itu saya baru menyadari kenapa wanita suka, ternyata indah. Dan abang itu juga suka sama saya, sayang sama saya, dan dia bilang “Kenapa ya kamu bukan wanita, kalau kamu wanita kan bisa jadi istri saya.” Ketika dia bilang seperti itu, akhirnya saya merubah penampilan saya. Yang saya inginkan dari kecil akhirnya terwujud, saya pakai baju wanita, saya bisa pakai BH, bisa pakai celana dalam wanita, dan itu adalah sesuatu yang membanggakan bagi saya.”

Hubungan intim untuk pertama kalinya dengan seorang pria membuat Arjun ketagihan. Bahkan hal tersebut membuatnya rela menjual diri demi mendapatkan belaian seorang pria. Sejak itu, Arjun mulai berpindah-pindah dari pelukan satu pria ke pria yang lain.

“Saya pikir waktu itu menjajakan diri itu tidak salah. Karena saya kan ditiduri, dan itu juga kerja. Jadi wajar kalau saya dapat upah. Saya hanya tahu bahwa itulah cara mencari duit.”

Akhirnya Arjun dikenal dengan nama Tina. Dan dengan uang yang terkumpul, Arjun memutuskan hidup mandiri. Dia akhirnya tinggal di sebuah rumah kost. Hingga suatu hari ibu kost Arjun datang dan menceritakan sesuatu kepadanya.

“Ibu kost itu datang ke kamar saya dan berkata, ‘Tina…’ demikian panggil ibu kost. ‘Ya bu…’ jawab saya. ‘Kenapa kamu mau jadi seperti ini?’ Tanya ibu kost. ‘Saya lebih suka menjadi seorang wanita bu, karena lebih mudah mencari duit ketimbang jadi seorang pria,’ begitu jawab saya. Lalu ibu kost itu berkata lagi, ‘Tina, kamu tahu ngga tentang Yesus Kristus?’ Oh.. itu saya tahu bu, kata saya. ‘Kamu tahu ngga, Tuhan itu menciptakan laki-laki dan wanita, tidak ada waria atau yang lainnya. Mau ngga kamu berubah, kamu bagus loh.. kamu ganteng.. badan kamu tinggi.. keren loh kalau kamu jadi laki-laki.’ Dalam hati saya berkata, ‘ah.. itu kan kata kamu. Tapi kata saya, ini adalah segalanya. Karena dari sini saya mendapatkan hasil, dan dari hal ini saya cepat mendapatkan duit. Saya pernah protes sama Tuhan, ‘Kenapa sih kok aku ngga jadi wanita. Pasti kalau aku jadi wanita, semua laki-laki bisa ku rebut.’ Karena saya ini cantik. Saya merasa diri saya cantik dan wanita.”

Ada sebuah Alkitab yang diterima Arjun, ternyata ada seseorang yang dengan sengaja meletakkan Alkitab tersebut di dalam kamarnya.

“Seminggu kemudian sewaktu saya sedang selesai bersolek, ada Alkitab disitu. Lalu saya buka Alkitab itu di satu Korintus pasal enam, di situ dibilang pemburit, banci, kikir dan lainnya tidak masuk dalam kerajaan sorga. Saya ingat bancinya, ‘wah..banci, berarti aku juga ya..’ Tapi hal itu cuma begitu saja. Saya menghalau pikiran itu dengan berkata, ‘ah.. itu kan cuma tulisan aja..’ lalu saya tinggalkan buku itu.”

Tetapi nyatanya firman Tuhan yang telah Arjun baca tak bisa hilang dengan begitu saja.

“Kok, firman saya ingat terus. Pemburit, kikir, banci, tidak bisa masuk dalam kerajaan sorga. Aku menyesal, tapi menyesalnya gini, ‘Kenapa sih ya.. aku kok mau jadi kaya gini ya.. kenapa aku mau jadi seperti wanita? Tapi udah lah.. itu hanya omongan, yang penting sekarang aku bisa mendapatkan apa yang aku inginkan.”

Hingga suatu hari, ibu kostnya mengajak Arjun untuk menjumpai seorang pembimbing rohani. Bahkan dari pertemuan itu, pembimbing rohani itu mengajak Arjun tinggal di rumahnya.

“Waktu itu pak pendeta itu berkata, ‘Tuhan itu menciptakan hanya laki-laki dan wanita, tidak ada yang lain, selain itu.’ Kemudian saya ingat, waktu itu ibu kost juga pernah berkata seperti itu. Hal tersebut membuat saya semakin ketakutan. Pak pendeta bertanya mengapa saya mau jadi seperti ini, akhinya saya bongkarlah semuanya. Saya beritahu kalau awalnya saya kepahitan pada bapak saya dan saya kekurangan kasih seorang bapak, jadi saya cari itu diluar sana. Lalu dia buka 1 Korintus 6 itu, dan juga dia bilang karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini sehingga di karuniakannya anak-Nya yang tunggal. Yesus dicambuk dan dipaku karena dosa-dosa kamu, masakan kamu menodai pengorbanannya dengan cara seperti itu. Sewaktu pendeta itu berkata seperti itu, saya membuka hati saya. Dan sewaktu saya di doakan, saya menangis dan merasakan suatu kehangatan dalam hati saya. Waktu itu saya merasakan seperti ada seorang wanita yang keluar dari tubuh saya, dan tampak sangat serem. Kemudian setelah didoakan pak pendeta itu tanya, ‘mau ngga kamu mengampuni orangtua kamu?’ Dan saya katakan saya mau mengampuni. Lalu pak pendeta itu memeluk saya dan berkata, ‘anggaplah aku sebagai bapak kamu.’ Saya peluk pak pendeta dan menangis, ‘Pak aku mengampuni bapak, atas semua yang telah bapak lakukan sama aku. Karena bapak ngga pernah mengajarkan aku, aku mengampuni bapak. Karena dendam, aku mau membunuh bapak. Tapi setelah mengenal Tuhan aku mau mengampuni bapak. Aku mau menerima bapak apa adanya.’ Disitulah saya terharu, ternyata hidup dalam Tuhan itu indah, ada kasih. Ketika itulah hati saya pulih.”

Sejak itu kehidupan Arjun seperti dilahirkan kembali, Arjun menjadi seorang pria sejati.

“Saya itu seperti lahir kembali. Artinya, tadinya saya berpakaian wanita, berambut panjang, dan ketika menjadi laki-laki, saya seperti pakai baju baru.”

Dan inilah yang dideklarasikannya sebagai seorang laki-laki yang telah dilahirkan baru.

“Aku adalah seorang pria. Dan aku adalah laki-laki sejati yang Tuhan ciptakan. Yang lama sudah berlalu, dan yang baru sudah datang. Yang baru ini adalah Arjun. Dan ini adalah Joel yang Tuhan berikan padaku, dan inilah aku yang telah menjadi laki-laki karena Tuhan.”

(Kisah ini sudah ditayangkan 23 Juli 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Sumber Kesaksian (jawaban.com):

Pertobatan seorang Germo


Video Kisah Nyata Kesaksian Pertobatan seorang Germo
“Nama saya Anggertias Naftali. Asal saya dari Cirebon, latar belakang saya adalah anak jalanan. Pokoknya orang berdosa, karena daerah asal saya daerah orang-orang yang biasa melakukan prostitusi. Ada banyak orang yang menjual diri, dari kecil saya sudah biasa melihatnya.”

Dalam usia yang sangat muda, Anggertias melakukan hubungan seks untuk pertama kalinya dengan seorang PSK.

“Waktu itu ada seorang perempuan. Ia butuh seorang yang lugu, seorang yang perjaka. Akhirnya dalam keadaan mabok, saya dirayu oleh dia. Dan saya jatuh bersama dia. Pada waktu itu saya tidak merasakan sesuatu yang terhilang, tetapi saya merasakan biasa.”

Sejak itu terjadi, justru membuat Anggertias ketagihan. Dan Anggertias pun menjadi sering melakukan hubungan seks dengan siapa saja. “Jadi semenjak saya kecil, kehidupan saya sudah menjadi liar,” ujar Anggertias.

Hingga suatu hari ada seorang pria yang memiliki kecenderungan homoseksual. “Waktu itu saya tidak mengerti mengapa pria tersebut dekat-dekat dengan saya. Kebapakan. Dan saya berasal dari keluarga yang kurang memperhatikan saya. Dan ketika ada seorang yang memperhatikan saya seperti pria tersebut, saya merasakan bersama pria tersebut saya merasakan ketenangan dan kebahagiaan.”

Hingga akhirnya pria tersebut menyentuh Anggertias. Dimulai dari situ Anggertias menjadi ketagihan untuk berhubungan dengan pria. Bahkan bagi Anggertias, jadinya ia lebih menyukai dengan pria daripada bersama perempuan.

Perilaku seks Anggertias yang menyimpang mendorong Anggertias mencari uang lebih banyak. Dari seorang pemuas nafsu pria dan wanita, Anggertias mulai menaikkan profesinya dengan menjadi seorang germo. Ia memiliki prinsip tidak ingin hidup kekurangan, apapun yang ia mau… Anggertias beranggapan ia harus bisa.

Tidak puas dengan apa yang ia dapatkan di kampung, Anggertias merantau ke Jakarta. Tinggal bersama saudaranya yang seorang germo di Kramat Tunggak.

Kisah Anggertias NaftaliDi Jakarta, Anggertias pun mulai mencari wanita-wanita kampung yang ia bisa jadikan sebagai alat pencari uang bagi dirinya. “Saya mencari orang-orang yang benar-benar butuh uang untuk hidup. Saya mencari yang minim pendidikan. Saya bilangnya untuk jadi pembantu. Saya mencari yang laku untuk dijual. Saya tidak melihat cantiknya. Jika saya melihat perempuan itu pintar ngomong dan ada daya tarik bagi lelaki. Saya akan dengan gigih mendapatkan anak perempuan tersebut.”

Banyak wanita belasan tahun telah terbius dengan janji-janji semu. Masa depan mereka telah dirusak olehnya.

Dalam bisnis haramnya, pernah juga Anggertias membohongi keinginan seorang pejabat yang mencari wanita darinya. Ketika ia ketahuan, ia pun dipukuli oleh anak buah pejabat tersebut.

Dari Germo, Waria Pun Dilakoni
“Waktu saya menjadi waria, saya pun benar-benar tidak merasa malu. Karena pada waktu itu, saya memang butuh uang. Memang masalah perut. Sampai saya pakai wig, pakai aksesoris perempuan… Pada waktu itu saya melihat memang ada peluang.”

Tetapi waktu itu tidak bertahan lama karena adanya polisi yang melakukan program pembersihan sampah sosial masyarakat. Beberapa kota pun pernah dihampiri Anggertias untuk mengadu nasib.

“Waktu itu apapun saya lakukan untuk mendapatkan pelanggan. Mau pria atau perempuan, apapun saya lakukan untuk mencari makan,” ujar Anggertias.

Tetapi kemanapun ia berada, masalah selalu menghimpit hidupnya. Hingga pernah ia tidak memiliki sepeser uang pun.

“Pada waktu saya tidak memiliki apapun, memang karena kehidupan malam selalu mendera saya. Pada waktu itu saya bisa dibilang memiliki masalah dengan siapa saja. Tidak hanya urusan uang, seperti hutang… Tetapi saya memiliki hutang dosa. Saya bisa memfitnah orang lain karena omongan saya,” Anggertias menjelaskan situasinya dahulu.

Anggertias pun kembali ke Jakarta dengan harapan ia bisa kembali ke dalam kejayaan masa lalunya.

“Pada waktu sampai di stasiun kota di Jakarta, saya duduk dan melihat koran bekas. Disitu saya membaca kisah orang-orang yang datang jauh dari Jakarta dan bisa berhasil di Jakarta. Kemudian setelah saya baca-baca, saya merenung – mengapa ya orang yang datang jauh ke Jakarta bisa berhasil di Jakarta?” Anggertias merenung dari apa yang ia baca.

Hingga akhirnya Anggertias berkali-kali membaca koran itu. Karena ia menemukan jawabannya di situ juga, yaitu bahwa orang-orang tersebut hidup di dalam Tuhan. Akhirnya Anggertias pun bertanya, “Tuhan apa yang membuat mereka berhasil? Padahal mereka juga bukan orang berpendidikan. Semuanya diceritakan di koran itu. Mengapa mereka bisa menjadi pengusaha berhasil?”

Anggertias mulai membandingkan dirinya dengan kisah orang-orang yang ia baca di koran tersebut. Ia merasa dirinya tetap begitu-begitu saja, bahkan dikejar-kejar banyak orang. Sampai ia merasa pasrah dan mau mati saja. Ingin bunuh diri.

Anggertias Naftali“Saya ke stasiun Gambir, saya mau menjatuhkan diri ke atas rel kereta api. Tapi dalam hati dan pikiran saya seolah-olah ada yang bilang – Jangan, kamu masih ada harapan, kamu bisa melakukan sesuatu,” kisah Anggertias.

Akhirnya Anggertias membatalkan niat bunuh dirinya.

Bertahun-tahun Anggertias mencoba peruntungannya di Jakarta sebagai gelandangan. Akhirnya Anggertias putus asa dan kembali ke kampungnya.

Ketika pulang tiba di kampung, justru Anggertias tidak diterima dan disalahkan. Keluarganya mengusir dirinya karena dahulu Anggertias pernah merugikan keuangan keluarganya.

Akhirnya Anggertias pun kembali ke Jakarta kembali. Ia merasa ditolak oleh keluarganya akibat perbuatan-perbuatannya. Dosa telah membuat hidupnya sangat menderita, bahkan tidak ada seorang pun yang telah berpihak kepadanya. Dalam keputus-asaannya Anggertias berpikir, “Adakah secercah harapan untuk kehidupannya?”

“Saya tidur di pinggir kali, tiba-tiba ada orang yang membangunkan saya dan bertanya kenapa saya disitu. Pada saat itu saya tidak suka diganggu karena permasalahan berat saya, saya justru mengusir om itu. Tetapi om itu kayaknya memperhatikan saya terus. Kemudian om itu mendatangi saya lagi. Dia bilang,”Nak, ayo pulang.” Anehnya, waktu itu saya mau. Di rumahnya, saya didoain, saya diajar Firman Tuhan,” kisah Anggertias.

Di rumah itu Anggertias melihat kesaksian orang-orang yang seperti dirinya, lalu mengalami perubahan hidup dan bisa memiliki hidup sukses di Jakarta dan diberkati. Anggertias berpikir, “Masak sih saya tidak bisa seperti itu?”

Di rumah tersebut Anggertias mendengar suatu ayat yang sangat mengena dengan dirinya. “Meskipun ayahku dan ibuku meninggalkanku, namun Tuhan menyambut aku.”

Anggertias mulai berpikir apakah benar Tuhan mau menyambut dirinya yang memiliki keadaan sudah hancur dan banyak masalah. Dan anehnya, ayat itu terus-menerus ada di telinga Anggertias, ada di pikiran Anggertias.

Anggertias pun mencoba membuktikannya. Anggertias kembali ke rumah orang-tuanya dan berjanji untuk membuktikan dirinya sudah berubah dan bertobat. Tetapi tak perlu alasan apapun, orang-tua Anggertias memang sudah tidak mau menerima dirinya lagi. Mereka tetap mengusir Anggertias.

Dalam keputus-asaanya ia kembali mencoba untuk mengakhiri hidupnya, namun ia gagal. Selama dalam keputus-asaannya, lagi-lagi ayat itu menghibur dirinya. “Tuhan menyambut engkau.”

“Kemudian Anggertias kembali berpikir, “Benar tidak ya… Tuhannya orang Kristen itu mau menyambut saya?”

Dalam pikirannya apakah benar Tuhan masih mau menyambut dirinya, dalam sebuah ibadah Anggertias mendapatkan jawaban atas semua keraguannya. “Tiba-tiba hamba Tuhan itu bilang, bahwa keselamatan itu hanya ada di dalam Tuhan Yesus. Bahkan orang-tua, saudara-saudara kita tidak bisa menyelamatkan. Hanya masing-masing pribadi jika mengakui Tuhan, maka akan diselamatkan.”

Anggertias NaftaliKemudian Anggertias berpikir, “Kok saya tidak pernah menerima Yesus secara pribadi.? Maka saya meminta ampun kepada Tuhan, saya ceritakan semua permasalahan saya kepada Tuhan. Saya berlutut, saya berdoa, saya ceritakan dosa-dosa saya, semua masalah saya. Waktu saya mengingat semua perbuatan saya dahulu, saya merasakan saya ini gak ada harganya. Jorok dan berdosa sama sekali. Saya ceritakan semua pada Tuhan, saya merasakan jamahan Tuhan. Saya mendapatkan kekuatan dan penghiburan yang luar biasa dari Tuhan. Saya merasakan bahwa saya itu berharga di mata Tuhan”

Benar-benar Tuhan itu memberikan jawaban kepadanya. “Kamu itu Aku sambut bagai anak-Ku.”

Sejak saat itu, Anggertias benar-benar memberikan hidupnya kepada Tuhan.

“Mungkin orang tua saya pada saat ini melihat saya, juga orang-orang yang pernah saya sakiti, saya kecewakan melihat saya… Saat ini saya benar-benar minta ampun. Sekarang saya sudah kenal Tuhan. Dan saya juga sudah meninggalkan perbuatan lama saya,” pesan Anggertias.

Ia merasa bahwa Tuhan itu benar-benar mengampuni dirinya. “Jadi memang Yesus adalah segala-galanya dalam kehidupan saya!” (Kisah ini ditayangkan 9 Juli 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).

Sumber Kesaksian:
Anggertias Naftali

Anggertias Naftali

Pertobatan Seorang Preman Berhati Bengis

Video Kisah Nyata Pertobatan Preman

Nico Kilikily, seorang preman berhati bengis menuntut darah musuh-musuhnya dengan menggunakan benda maksiat pembawa bencana.

“Samurai saya sudah banyak memakan korban jiwa dan banyak darah yang tertumpah. Pedang samurai itu saya asah setiap hari supaya siap siaga setiap waktu. kalau ada serangan saya tinggal menggunakan,” ujar Nico membuka kesaksiannya.

Dengan balutan jubah panjang berwarna putih, Nico bak seorang panglima bertangan besi tanpa perasaan seolah ingin menunjukkan kehebatannya. Nico menyatakan bahwa dia tidak pernah menyangka orang-orang yang melihatnya menganggap dirinya sebagai seorang panglima. Namun, dirinya sangat bangga akan sebutan itu karena menurutnya gelar panglima diberikan untuk seseorang yang memiliki nama besar.

Sosoknya sebagai penguasa di salah satu kawasan Jakarta Pusat begitu sangat disegani dan ditakuti baik oleh kawan maupun lawan. Nico akan langsung menghajar orang yang memeloti dirinya ataupun berbuat salah walaupun itu sepertinya kesalahan kecil. Semuanya dipukul Nico tanpa ampun. Karena keberaniannya tersebut banyak orang yang takut dan menganggap dirinya hebat.

Sehari-hari, Nico dan anak buahnya harus siap bertikai demi mempertahankan lahannya dari invasi genk lain. Suatu hari, lokasi mangkal Nico dan anak buahnya di datangi oleh kelompok lain. Kelompok lain tersebut datang dengan maksud untuk mengusir Nico cs keluar dari kawasan yang dipegangnya selama ini. Tentu saja, Nico dan kawan-kawannya tidak menyetujui hal tersebut.

Merasa lahan tempat mendapatkan penghasilannya ingin diambil, Nico tidak berdiam diri. Dia dan teman-temannya langsung menjawab tantang kelompok lain yang ingin merebut lahannya sehingga bentrokan pun tidak dapat terhindari.

“Ketika perang, kebanyakan ada korban jiwa. Bisa-bisa ditangan saya, ada yang jatuh saya hantam. Begitu juga apabila jatuh di tangan orang lain, kita lagi geram maka lampiaskan kepada orang itu disitu,” ungkap Nico mengenang masa lalunya yang kelam tersebut.

Kemenangan atas kelompok lain membuahkan kesombongan yang menjadi-jadi dalam diri Nico. Sebagai penguasa di salah satu kawasan Jakarta, yakni Tanah Abang, Nico berbuat apa saja yang diinginkannya.

Perang karena mempertahankan wilayah acapkali dilakukan oleh Nico Kilikily agar wilayahnya tidak berpindah ke tangan orang lain. Apalagi Tanah Abang dikenal merupakan sebagai salah satu sentra bisnis yang menjanjikan di pusat Jakarta sampai saat ini. Demi hal tersebut, perang antar genk kembali meletus. Kali ini Nico dan anak buahnya harus berjuang sampai titik darah penghabisan. Perang tersebut berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.

Teriakan demi teriakan saling bersahutan. Suara bacokan berkali-kali terdengar basah di telinga. Suasana tegang semakin mencekam menyeliputi di daerah tersebut.

“Akibat keributan itu kantor kecamatan Tanah Abang pun dibakar. Waktu itu Yang memimpin keributan tersebut adalah saya,” ujar Nico. 

Atas insiden tersebut, Nico dan anak buahnya kemudian ditahan. Setelah diproses beberapa lama, Nico pun dikeluarkan dari penjara. Beberapa waktu kemudian, sang panglima pun harus berhadapan kembali dengan aparat.

Seorang oknum aparat yang sedang dalam keadaan mabuk mengajak Nico berkelahi. Karena terdesak kondisi, akhirnya dirinya pun meladeni tawaran perkelahian dari oknum polisi tersebut hingga akhirnya aparat tersebut terkapar tak berdaya.

Sikap keras yang ditunjukkan Nico ternyata merupakan hasil bentukan dari ajaran papanya yang merupakan seorang pegulat dan memiliki hobi berantem. Papa Nico sangat senang kalau melihat anak-anaknya jadi jagoan. Bahkan papanya sering memberikan motivasi kepada Nico dan kakak-kakaknya agar bisa menjadi seorang pembunuh. Papanya melarang Nico agar mengeluarkan air mata dan bila itu dilanggarnya maka dirinya tidak akan dapat uang jajan. Ketika Nico menang dalam pertarungan maka pujian dan sanjungan diberikan papanya.

Perkelahian antara dirinya dengan oknum polisi mabuk tempo hari ternyata menambah masalah dalam dirinya. Kawan-kawan dari oknum polisi tersebut mendatangi dirinya yang saat itu sedang seorang diri. Dengan memegang senjata, para oknum polisi tersebut menghajar Nico tanpa ampun yang hanya bisa mundur dan menangkis serangan dari para pengeroyoknya tersebut.

Beruntung bagi Nico, saat ia mulai tak berdaya, musuh-musuhnya meninggalkannya dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Dan beberapa waktu kemudian, sebuah berita membuat naluri pembunuhnya bergejolak dalam batinnya.

Beberapa junior Nico di genk tersebut datang ke lokasi tempat mangkal mereka dan memberi kabar bahwa salah seorang teman dekatnya, Anis dikeroyok oleh salah satu genk. Mendengar hal tersebut, dengan membawa samurai, Nico dan anak buahnya langsung bergegas mendatangi lokasi pengeroyokkan salah satu anggota genknya. Disana dia menemukan kondisi Anis, temannya tersebut masih hidup tetapi dalam kondisi menggenaskan.

Tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut kepada temannya membuat rasa persaudaraan Nico tergugah. Akhirnya dirinya mencari orang-orang yang telah melukai temannya tersebut. Nico cs pun melakukannya dengan membakar rumah-rumah dan motor yang ada di Tanah Abang.

Dendam kesumat yang berurat akar dalam dada Nico semakin memuncak saat pimpinan genk yang dicari itu lari entah kemana. Namun, beberapa hari kemudian sebuah peristiwa sadis pun terjadi. Nico cs akhirnya bertemu dengan pimpinan genk yang telah melukai teman dekatnya tersebut dan mereka pun melakukan hal yang sama, bahkan lebih kepada musuhnya tersebut. Kedua belah mata dari pimpinan genk tersebut dibuat buta oleh Nico cs.

Semua musuh dibuat lumpuh, lunglai, tanpa daya saat berhadapan dengan Nico. Tidak ada musuh yang berani menyentuh wilayah mereka. Dengan kekuasaan dan nama besar yang dimilikinya, sebuah perusahaan mempercayai Nico untuk mengeksekusi sebuah rumah bermasalah.

Setelah berhasil mengeksekusi rumah tersebut, Nico dan anak buahnya mulai dipercaya baik oleh pengusaha-pengusaha atau orang penting untuk membantu menyelesaikan usaha mereka. Segala hal yang menjadi penghargaan di dunia ini dimiliki oleh Nico cs. Harta, tahta, wanita semua dengan mudah didapatkannya. Bahkan, narkotika pun turut dikecapnya.

Dengan mengonsumsi narkotika, Nico seperti mendapatkan kesejahteraan diri dan kasih sayang. Walaupun dari lubuknya yang paling dalam, dia ingin keluar dari lingkaran setan tersebut. Sampai satu ketika seorang teman memberinya inex impor dari Belanda.

Pada saat mengonsumsi barang tersebut, terjadi suatu perasaan yang dahsyat di dalam diri Nico. Perasaan dahsyat itu ternyata adalah tanda-tanda bahwa diri Nico alami over dosis. Darah keluar dari hidung, mulut dan telinga. Bahkan lebih parahnya lagi, tubuh Nico sudah mulai merasakan dingin dari kaki sampai lehernya. Sepertinya tipis kemungkinan Nico akan selamat. Akhirnya Nico pun dibawa ke rumah sakit. Pada saat itu, Nico teringat dengan lagu sekolah minggu yang pernah dinyanyikan waktu ia kecil, “Yesus, Yesus, dokterku yang baik. Dokter dunia tidak sama”. Padahal syair tersebut tidak pernah diingatnya setelah dia beranjak remaja.

Sesampainya di rumah sakit, lagu tersebut masih terus dinyanyikan oleh Nico. Bahkan salah seorang suster mendengar lagu tersebut. Diantara sadar dan tidak sadar, Nico meminta suster untuk mendoakan dirinya karena dirinya sebentar lagi akan mati. Dia sadar bahwa dosa-dosa yang diperbuatnya saat ini telah membawanya kepada sebuah garis akhir kehidupan di depan mata.

Tiba-tiba keangkuhan sang panglima runtuh dalam sekejap, keegoannya takluk pada sentuhan pada sang pencipta. Dalam ketidaksadarannya, Nico seperti melihat darah orang yang tertumpah. Dirinya begitu ketakutan dan saat maut terasa mendekat dirinya mengakui segala perbuatan-perbuatan dosa yang telah dia lakukan selama ini. Pada saat itu, Nico merasakan kegelapan dan neraka sudah menjadi tempatnya.

Di dalam batas pengharapannya kepada Tuhan, Nico berteriak kepada Tuhan agar mau menolongnya. Waktu dirinya berteriak seperti itu, sang suster yang ada disitu berdoa. Selesai amin, 10 menit kemudian, tubuh dingin Nico pun mulai surut perlahan-lahan. Dokter yang menyaksikan itupun bingung karena hal ini tidak pernah terjadi dalam praktiknya selama ini. Namun, Nico percaya itulah Tuhan Yesus yang ajaib.

Sungguh suatu mukjizat yang luar biasa, Nico lepas dari cengkraman maut. Menyadari dirinya masih bernafas, Nico langsung mengambil keputusan penting dalam hidupnya yakni melayani Tuhan seumur hidup-Nya.

Keputusan Nico meninggalkan dunia premannya mendapat reaksi keras dari teman-temannya. Teman-temannya menganggap Nico telah berkhianat kepada mereka dan akhirnya dirinya pun ditinggalkan oleh kelompok yang selama ini diikutinya.

Nico tidak menyesal akan keputusan tersebut karena hidupnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Saat ini, Nico benar-benar mengabdikan dirinya untuk menolong orang-orang yang terjerat dalam dunia preman.

“Arti Yesus bagi hidup saya, Dia adalah prioritas hidup saya. Karena saya merasa tanpa Tuhan Yesus, saya tidak akan hidup. Karena pengorbanan Yesus di kayu salib dengan kejahatan yang saya lakukan itu semestinya saya tidak layak. Mestinya saya, seorang Nico Kilikily sudah di black list di kerajaan Surga. Tetapi, Tuhan Yesus mau mati di kayu salib oleh karena menanggung dosa-dosa saya. Kasih-Nya tidak pernah terbatas dalam hidup saya,” ujar Nico mengakhiri kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 16 Juni 2009 dalam acara Solusi Life di O’Channel).

Sumber Kesaksian:
Nico Kilikily (jawaban.com)