Tag Archives: Mujizat Kesembuhan

Waktuku Tersita Di lapangan Tenis

Bermain tenis adalah hobi Jimmy Dumais, demikian nama lengkapnya atau yang biasa dipanggil Jimmy. Hampir setiap hari dia bermain tenis bahkan sampai melupakan dan menomorduakan keluarga. Dalam keluarga sering timbul pertengkaran karena Jimmy jarang berkumpul bersama keluarga di rumah. Ia lebih menyukai berkumpul bersama teman-teman di lapangan tenis.

Pada suatu hari yang cerah, tepatnya pada tanggal 18 Februari 2000, seperti biasanya Jimmy melakukan kegiatan rutin bersama teman-teman yaitu bermain tenis. Permainan pada hari itu sangat bersemangat seperti hari biasanya. Permainan terus berlangsung sampai tiba pada hitungan keempat. Sementara permainan berlangsung, tiba-tiba kakinya keseleo sehingga permainan tak dapat diteruskan.Teman-temanya mencoba menekuk kakinya namun kakinya tarasa sakit sekali.

Jimmy segera dilarikan ke rumah sakit. Dokter segera memeriksanya, dan menurut hasil pemeriksaan dokter, ternyata arkhilesnya putus. Sebelum diadakan operasi, dokter terlebih dahulu memeriksa jantung juga diperiksa dan di ronsen untuk diadakan operasi. Dokter menyarankan agar Jimmy beristrahat total di rumah sakit selama seminggu. Dalam kesakitan, dia masih sempat menanyakan pada dokter apakah ada kemungkinan bermain tenis lagi. Dokter mengatakan masih dapat melakukan olah raga tenis dalam waktu enam bulan atau setahun mendatang. Dan jikalau tak dapat melakukan olah raga tenis, mungkin dapat melakukan olah raga lain.

Rasa sedih dan putus asa menyelimutinya sebab harus berjalan memakai tongkat dan tak dapat bermain tenis lagi. Ia menjadi rendah diri sebab merepotkan dan menyusahkan orang lain untuk menuntunnya kemanapun dia pergi.Tidak ada yang dapat dilakukan tanpa pertolongan orang lain. Sikap mandiri yang tertanam dalam dirinya terasa pudar seketika. Jimmy tidak menyadari bahwa melalui kehidupannya ada sesuatu yang luar biasa akan mengisi kehidupannya.

Pada suatu hari, ia diajak anaknya mengikuti pertemuan ibadah beberapa hari di luar kota. Dalam hatinya ia berkata, apakah mungkin kuasa doa akan mampu menyembuhkan kakinya yang sakit? Mustahil semua itu. Tapi untuk menyenangkan hati anaknya, ia mengikuti ajakan anaknya. Pada hari terakhir acara pertemuan ibadah, Jimmy merasa bosan dan ingin pulang. Hal itu dikatakan pada istri dan anaknya. Anaknya menyetujui permintaan akan kembali terlebih dahulu ke rumah. Ia merasa heran mengapa anaknya tidak memperhatikan keadaan mereka selama pertemuan itu. Menjelang berakhirnya pertemuan ibadah itu, anaknya mengajak mengikuti doa penyerahan pada malam hari. Namun, keinginan duniawi lebih kuat menguasai dirinya.

Dalam hatinya selalu berkata, tidak mungkin hanya dengan doa seseorang akan mampu menyembuhkan penyakit orang lain. Dia masih terus diliputi rasa tidak percaya akan kuasa Tuhan melalui doa sang pendeta. Jimmy tidak mengikuti ajakan anaknya mengikuti doa penyerahan, dia tetap berkeras pada pendiriannya. Sepanjang malam, kakinya terasa sakit dan ia kembali bersungut-sungut bahwa jika dia mengikuti doa penyerahan, pasti dia akan menyusahkan orang lain dan tidak dapat mengikuti doa penyerahan. Pada malam itu, seperti ada yang menahannya agar tidak kembali ke rumah, tetapi dia tidak tahu apa yang menahannya.

Keesokan paginya tepat pada hari Minggu, ia bangun lebih awal tak seperti hari biasanya. Ada yang menyuruh dia untuk pergi ke gereja. Ia segera berkemas-kemas hendak pergi ke gereja. Istri dan anaknya terheran-heran. Jimmy mengajak anak dan istrinya agar bersiap-siap pergi ke gereja. Bagi istri dan anak Jimmy, hal ini merupakan peristiwa terbesar dalam keluarga mereka sebab suami atau ayah yang sangat mereka kasihi ternyata mau membuka hatinya untuk mendengarkan firman Tuhan. Jika keadaan sebelumnya Jimmy sangat tertutup hatinya akan kehadiran Tuhan dalam hidupnya, maka saat ini adalah hari yang paling bersejarah dalam hidup Jimmy untuk menerima Tuhan sebagai Penolong dan Pelindung kehidupannya.

Kehadiran Jimmy di gereja, sangat menggembirakan pak pendeta. Semua anggota jemaat menyambut dengan penuh sukacita kehadiran Jimmy sekeluarga. Kiranya melalui kehadirannya, akan memberikan pembaruan bagi kehidupan pribadinya. Acara demi acara berlangsung dan Jimmy mengikutinya dengan seksama.Sementara istrinya mengambil makanan, tiba-tiba Jimmy menangis tersedu-sedu. Dadanya terasa sesak dan panas. Kemudian pak pendeta mendoakannya dengan mengimani bahwa Tuhan mempunyai kuasa untuk menyembuhkan seseorang.

Jimmy mohon ampun pada Tuhan atas segala dosa yang dilakukannya selama ini yang telah jauh dari Tuhan dan menyangkali kehadiran dan kuasa Tuhan dalam kehidupan pribadinya. Selesai berdoa, Jimmy mencoba berdiri dan berjalan secara perlahan tanpa ditopang oleh tongkat. Dia berjalan terus ke depan sambil memuji Tuhan dan bersukacita. Alangkah bersuka citanya Jimmy, sebab mengalami kebaikan Tuhan dalam kehidupan pribadinya walaupun dia sempat menyangkali kasih Tuhan tetapi Tuhan tetap mengasihi dirinya. Melalui pengalaman yang dialaminya, ia semakin menyadari dan meyakini kasih Tuhan dalam kehidupannya.

Sumber Kesaksian:
Jimmy Dumais (jawaban.com)

Aku Kembali Seperti Anak Kecil

Apa jadinya kalau seseorang yang telah menginjak dewasa kembali melakukan kegiatan anak kecil yaitu belajar berbicara, belajar berjalan, bahkan kemampuan fisiknya seperti seorang anak kecil. Ketika masih kecil dia dididik sangat keras oleh kakeknya sehingga mempengaruhi mental dan kepribadian dia menjadi seorang yang nakal dan pemberontak. Sampai dia besar perilakunya makin buruk sehingga menjadikan dia sebagai seorang pemakai narkoba, tukang berkelahi, ugal-ugalan, kebut-kebutan di jalan, dan pemain perempuan.

Peristiwa ini dialami oleh Haryanto Budi, yang mengalami kecelakaan bermotor sehingga mengakibatkan lumpuh pada kedua kaki dan tangan serta buta pada kedua matanya.Dia tidak menyangka kalau kecelakaan itu akan mengakibatkan fatal pada dirinya.Kejadian ini dialaminya pada suatu malam, ketika dia sedang mengendarai motor, tiba-tiba dari arah depan ada mobil dan Haryanto tidak dapat menguasai kecepatan motor yang dikendarai sehingga tabrakan itu tidak dapat dihindari. Haryanto terlempar, kepalanya membentur trotoar dan berlumuran darah.

Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya tak bernyawa lagi. Dia segera dilarikan ke rumah sakit dan dokter segera mengambil tindakan. Dokter tidak dapat berbuat banyak sebab kecelakaan yang dialami Haryanto cukup berat. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Haryanto mengalami geger otak dan harapan hidupnya tinggal duapuluh persen. Seandainya hidup, dia akan mengalami geger otak yang hebat, separuh saraf-saraf dalam tubuhnya tidak berfungsi, penglihatan kabur, kedua kaki dan tangan lumpuh dan tidak dapat berbicara.

Sekarang Haryanto tak berdaya dan semangat hidupnya hilang seketika.Hari-hari kehidupannya dilalui dengan melakukan kegiatan dia pada waktu kecil yaitu belajar berbicara dan belajar berjalan sementara penglihatan dia semakin kabur. Pada saat dia sedang sendiri dan termenung, pikirannya kembali mengingat masa lalunya yang dipenuhi dengan kehidupan ugal-ugalan, kebut-kebutan, perkelahian, pemakai narkoba, dan mempermainkan perempuan. Kini dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini betapa menghancurkan kehidupan dan masa depannya. Dia berjanji akan meninggalkan semua kebiasaan buruknya di masa lalu. Haryanto tetap yakin bahwa masih ada harapan kehidupan dan kesembuhan yang diberikan Tuhan pada dirinya, dan oleh karena itu ia tidak putus asa untuk terus berlatih berbicara dan berjalan walaupun masih gagap dan terus terjatuh.

Pada suatu hari, di saat Haryanto duduk berdoa dan merenungkan kehidupannnya, tiba-tiba dia merasakan kekuatan baru dalam dirinya. Dia mencoba berdiri dan berjalan sambil mencoba berbicara. Memang benar, pada saat itu Haryanto dapat berjalan dan berbicara, penglihatannya juga semakin jelas. Betapa bahagianya Haryanto mengalami kesembuhan. Kebahagiaan dia tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Dia sangat yakin bahwa apa yang dialaminya adalah semata-mata pertolongan Tuhan. Entah dengan apa dia harus mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas segala kasihNya yang tak berkesudahan. Namun yang pasti bahwa dia menempatkan Tuhan yang terutama dalam segala kehidupan dan pergumulan hidup yang dialaminya.

Kini dia dapat melewati masa-masa sulit selama beberapa waktu lamanya dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang baru dengan segala rencana kehidupan dan masa depan yang lebih jelas dan terarah di dalam bimbingan dan penyertaan Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Haryanto Budi (jawaban.com)

Kista Membusuk Di Kandunganku

Seorang wanita karir terpaksa berhenti melakukan pekerjaannya oleh karena mengidap suatu penyakit yang cukup berat yaitu terdapat kista di kandungannya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan mantan direktur sebuah bank di Jakarta. Dia adalah Elizabet Budi. Mula-mula dia menganggap bahwa sakit di perutnya adalah sakit ringan dan tidak dihiraukannya.Setiap hari dia merasakan sakit di perut. Namun, pada suatu hari ketika dia kembali dari kantor, sakit di perut terasa hebat sehingga tak dapat ditahan. Pada hari itu juga, Elizabet bersama suaminya pergi ke dokter ahli gynekolog. Dokter memeriksa kandungan Elizabet melalui alat USG. Dari hasil pemeriksaan, ternyata di kandungan Elizabet terdapat kista yang sudah membusuk dan menghitam.

Dokter memberikan jalan keluar satu-satunya yaitu harus menjalani operasi agar kista yang ada di kandungan diangkat. Menurut diagnosa dokter bahwa jikalau tidak dilakukan operasi maka kista akan pecah dalam waktu tiga hari dan umur kehidupan Elizabet tinggal tiga hari juga. Namun Elizabet berkeras tidak mau di operasi oleh karena trauma pada saat melahirkan anak yang kedua juga melalui operasi, tidak sadarkan diri selama kurang lebih lima jam. Dalam keyakinan iman Elizabet bahwa masih ada seseorang yang mampu menyembuhkannya yaitu Tuhan. Dia sangat yakin bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakitnya. Selama tiga hari, dia terbaring di tempat tidur sambil berdoa dan meyerahkan pergumulannya pada Tuhan agar Tuhan memberikan kekuatan dan umur panjang. Ada banyak saudara dan handai taolan turut mendoakannya. Di dalam kesakitannya, dia masih menyempatkan diri menghadiri ibadah di gereja sebab dia yakin bahwa di dalam kuasa Tuhan segala sesuatu dapat terjadi.

Dari hari ke hari, penyakit Elizabet semakin memburuk, tetapi tidak melunturkan iman dan kepercayaan pada kasih dan kuasa Tuhan yang suatu saat akan menganugerahkan kesembuhan atas dirinya. Pada suatu saat, ketika dia tertidur pulas, terdengar isak tangis anaknya. Elizabet langsung bangun dan berdiri seolah-olah tidak merasa sakit dalam dirinya.Dia menghampiri anaknya yang sedang dimandikan oleh baby sitter.Ternyata anaknya menangis oleh karena sedang dimandikan. Elizabet juga merasa haus dan kemudian menuju meja makan mengambil air. Tanpa disadarinya, ia dapat berjalan dan berdiri.

Ia kemudian menyadari bahwa dirinya sedang sakit dan tak dapat bangun dari tempat tidur.Betapa terkejutnya dia pada saat itu melihat dirinya mampu berjalan, berdiri dan perutnya kempes di saat mengalami penyakit yang cukup parah yang hanya dapat terkulai lemas di tempat tidur. Elizabet masih meragukan apa yang dialaminya, kembali dia mencoba meloncat-loncat ternyata tidak merasa sakit. Elizabet kemudian membangunkan suaminya dan mengatakan bahwa dirinya sembuh. Hal pertama yang mereka lakukan adalah berdoa dan mengucap syukur pada Tuhan.

Pada keesokan harinya, mereka berdua ke dokter memeriksakan diri sambil memastikan bahwa penyakit Elizabet benar-benar sembuh. Dokter melakukan USG dan hasilnya kista yang ada di kandungan Elizabet benar-benar hilang dan itu berarti Elizabet sembuh. Dokter juga membandingkan hasil USG pada waktu kista masih ada di kandungannya. Dokter tetap tidak yakin pada hasil pemeriksaan sehingga dia bertanya apakah Elizabet pergi berobat ke dokter lain. Elizabet mengatakan bahwa dia tidak pernah berobat ke dokter lain. Selama ini yang dilakukannya adalah menyerahkan penuh segala keberadaannya pada Tuhan yang diyakininya sanggup mengobati penyakitnya.Akhirnya dokter dapat memahami bahwa ini adalah karya Tuhan dalam kehidupan seseorang yang tak dapat disangsikan.

Elizabet sekeluarga sangat bersukacita dan mengucap syukur atas pertolongan Tuhan yang terjadi dalam keluarga. Sebagai ungkapan syukur pribadi, Elizabet kini menyerahkan seluruh kehidupannya bagi pekerjaan pelayanan Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Elizabet Budi (jawaban.com)

Usia Hidupku Tinggal Sesaat

Seandainya ada seorang anggota keluarga kita yang sakit keras dan berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mengatakan: “Kuatkanalah hati saudara, karena harapannya sangat tipis sekali.” Apa reaksi saudara ketika mendengar hal tersebut? Ada dua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan yang pertama berontak dan tidak percaya, karena dibawa berobat tentu dengan harapan untuk sembuh. Kemungkinan yang kedua: pasrah pada apa yang akan terjadi, terjadilah asalkan penderitaan si sakit cepat berlalu. Lalu, kalau di antara kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, di tengah-tengah harapan tipis yang hampir menuju pada keputusasaan, ternyata saudara kita yang sakit itu sembuh. Bagaimana pula perasaan kita? Tentunya kita merasakan “sukacita yang tidak dapat digambarkan hanya dengan kata-kata saja.”

Perasaan-perasaan semacam ini dialami oleh Yakobus Karman, ketika berusia muda dan ia adalah seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor. Ia bekerja pada sebuah pabrik farmasi dan memiliki posisi baik di kantornya sehingga secara finansial ia tidak mengalami kesulitan.Waktunya tidak hanya tersita pada pekerjaan tetapi juga tersita bersama teman-teman seperti berjudi dan melakukan hubungan seks. Di tengah kesibukannya, dia tidak merasa bahwa ada bahaya besar menghadang dia.Disinilah awal kehancurannya.Dia mulai merasakan ada sesuatu di lehernya yang kelihatan membengkak.Yakobus menjadi tidak tenang sebab sangat mengganggu pekerjaannya.Ia memeriksakan diri ke dokter dan dokter mengambil langkah pemeriksaan melalui CT scan. Dari hasil pemeriksaan dokter dengan menggunakan alat CT scan, ternyata Yakobus mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening yang berukuran 1,5cm x 1,5cm. Sumsum darah juga diambil sebab kelenjar getah bening ini akan menjalar ke darah.

Pada waktu pengambilan sumsum darah, Yakobus merasakan sakit sehingga dia harus berteriak-teriak karena menahan rasa sakit. Dokter juga menyatakan bahwa kemampuan Yakobus bertahan hidup diperkirakan enam bulan jika memang dia memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Salah seorang anggota keluarga berinisiatif mencari pertolongan lewat paranormal.Sementara paranormal mempersiapkan segala peralatan, Yakobus berbaring dengan tenang dan hanya berharap mudah-mudahan dia sembuh.Proses penyembuhan ini dijalani beberapa jam yang dipenuhi dengan pembacaan mantera.Setelah selesai, paranormal memberitahukan hasil pengobatan bahwa reaksi dari pengobatan ini adalah keluarnya darah yang berarti Yakobus sembuh dari penyakitnya. Beberapa saat kemudian, darah keluar dari tubuhnya dan mendadak Yakobus ketakutan, seperti mau mati rasanya.Harapannya untuk bertahan hidup sirna seketika.Sepertinya tidak ada harapan hidup bagi Yakobus. Keluarganya bingung melihat tingkah Yakobus yang ketakutan.

Pada saat depresi yang berat, Yakobus teringat pergi ke gereja.Kebetulan pada hari itu ada suatu acara kebaktian di gereja.Yakobus mendengar dengan seksama Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapak Pendeta.Tema khotbah pada saat itu ialah “janganlah minta kekayaan, tetapi minta ampun pada Tuhan atas dosa yang telah diperbuat.” Hatinya tersentuh mendengar khotbah itu.Yakobus memberanikan diri maju ke depan mengaku dosa dan mohon ampun dari Tuhan atas segala dosa yang diperbuatnya selama ini.

Selama pengakuan dosa, ia merasa ada pertemuan yang indah bersama Tuhan.Pada saat yang bersamaan, ada sinar memancar yang menerangi dirinya sehingga dirinya terasa panas. Rasa sesak yang dirasakan sebelumnya mendadak hilang. Namun, ada suatu kelegaan yang mengalir dalam dirinya. Pada malam itu ia menjadi tenang, tidak merasa gelisah dan takut seperti hari-hari sebelumnya.Yakobus mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak mau di operasi, sebab ia merasa sehat. Namun ibunya berkeras harus dioperasi. Malam itu adalam malam terakhir saat ia menunggu waktu operasi pada besok hari.

Keesokan harinya, sebelum operasi dimulai, dengan penuh keyakinan bahwa ia menerima kesembuhan dari Tuhan, Yakobus mengatakan pada dokter bahwa dirinya tidak lagi merasa sakit.Dokter tidak percaya yang dikatakan Yakobus sehingga pemeriksaan melalui CT scan dilakukan kembali.Hasil pemeriksaan menunjukan kelenjar getah bening telah hilang dan itu berarti penyakit kanker yang di deritanya sembuh. Dokter tetap tidak percaya melihat hasil pemeriksaan sehingga pemeriksaan dilakukan kembali pada beberapa bulan berikutnya.Hasilnya tetap sama, yaitu kelenjar getah bening hilang dari tubuhnya.Pembengkakan pada leher menjadi kempes.

Akhirnya dokter menyatakan bahwa Yakobus benar-benar sembuh dan operasi tidak jadi dilakukan.Yakobus dan keluarga sangat bersukacita menerima kesembuhan dari Tuhan yang menurut ilmu kedokteran, penyakit yang dideritanya sulit disembuhkan tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sebelas tahun yang silam ia melewati penderitaan ini. Sungguh besar kasih setia Tuhan pada umatNya yang selalu mengingat, meyakini dan menyerahkan diri, hati dan hidup kita pada penyertaan Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Yakobus Karman (jawaban.com)

Sakit Mata Sejak Lahir

Siapa yang tidak mendambakan anak atau cucu lahir dengan selamat tanpa mengidap suatu penyakit? Apalagi jika sebuah keluarga sedang menantikan anak atau cucu pertama.Yang ada dalam hari-hari penantian mereka adalah anak yang lucu dan sehat sehingga semakin melengkapi sukacita dan kebahagiaan keluarga.

Berbeda dengan situasi keluarga Hendrik ketika menerima kehadiran anak pertama dalam keluarga mereka. Anak ini diberi nama Amelia. Pada waktu kelahirannya, dia memiliki kelainan pada mata yaitu selalu mengeluarkan air dan kotoran dari mata sehingga mengganggu penglihatannya. Setiap pagi, ibu dan bapaknya membersihkan mata Amelia agar bisa terbuka dan melihat. Berbagai pengobatan melalui beberapa dokter telah dijalani namun tidak memberikan hasil kesembuhan. Sampai Amelia menginjak usia dua setengah tahun, penyakitnya bertambah parah. Amelia di bawa pada seorang dokter ahli mata. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata terjadi penyumbatan pada mata Amelia. Dokter segera mengambil tindakan pada Amelia dengan menusuk sisi mata Amelia.Walaupun telah menjalani pengobatan melalui dokter ahli, tetap juga tidak membawa perubahan. Usaha mereka telah mencapai batas maksimal kemampuan seseorang sehingga mereka sempat putus asa. Kemana lagi mereka harus membawa Amelia untuk mendapatkan pengobatan yang sempurna?

Tetapi ada yang sangat mengasihi Amelia yaitu nenek Amelia atau ibu Bertha yang sekaligus mengingatkan orang tua Amelia agar jangan putus asa, sebab pasti masih ada jalan keluar di luar kuasa dokter yaitu Sang pencipta dan pemilik manusia. Manusia tidak sanggup melakukannya tetapi didalam Dia semua beban penderitaan dan pergumulan manusia menjadi hilang. Nenek Amelia mengajak orang tua Amelia menghadiri suatu ibadah.

Selama ibadah berlangsung, orang tua Amelia mengikuti dengan seksama firman Tuhan dan doa yang disampaikan oleh pendeta. Ibadah itu merupakan moment penting bagi orang tua Amelia membawa segala pergumulan yang dihadapi keluarga mereka.Jika selama ini orang tua Amelia sempat melupakan Tuhan, maka dalam ibadah saat itu mereka juga diingatkan bahwa hanya kuasa Tuhan segala sesuatu dapat terjadi. Dan lebih khusus lagi, kiranya Amelia menerima jamahan kasih Tuhan atas penyakit yang dialaminya saat ini.

Orang tua dan nenek Amelia kembali ke rumah membawa roti dan anggur untuk mengadakan perjamuan kudus bersama Amelia. Nenek Amelia memimpin perjamuan sambil mengajari Amelia berdoa mengikuti doa yang diucapkan neneknya.Dengan penuh ketulusan dan kepolosan seorang anak kecil datang bersujud pada Tuhan memohon pertolonganNya.Bukan pada saat itu saja Amelia dibimbing dan dibesarkan di dalam Tuhan, tetapi seluruh hidup dan sepanjang kehidupannya berada dalam naungan kasih Tuhan. Hari demi hari penyakit mata Amelia sembuh total. Air dan kotoran tidak lagi keluar dari mata.

Semua yang terjadi dalam keluarga Hendrik adalah semata-mata karya Tuhan. Kini Amelia berusia tujuh tahun dan merupakan cucu pertama dari ibu Bertha yang tumbuh menjadi anak yang periang dan cerdas baik di sekolah maupun di rumah.

Sumber Kesaksian:
Kel. Hendrik / Amelia (jawaban.com)

Harapan Yang Pasti

Vika Patricia seorang anak kecil ketika berusia tiga tahun menderita sakit aplastik anemia yaitu suatu penyakit dimana sumsum tulang tidak mampu memproduksi elemen-elemen darah. Penyakit ini lebih berbahaya dari penyakit anemia. Gejala penyakit ini ditandai dengan wajah yang pucat, badan yang lemah, lekosit kurang dan suhu badan naik turun. Gejala ini dirasakan Vika pada pagi hari dan saat itu juga Vika dihentar oleh ayahnya ke dokter untuk memeriksakan diri. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Vika mengidap penyakit “aplastik anemia”.

Pemeriksaan terus dilakukan dan ternyata dokter juga menemukan ada kejanggalan penyakit lain. Menurut dokter, penyakit ini sulit disembuhkan.Vika harus diopname di rumah sakit. Dokter juga menganjurkan agar Vika berobat di Belanda, sebab pengobatan di Belanda lebih canggih. Orang tua Vika sangat terkejut mendengar penjelasan dokter. Orang tua Vika mengikuti anjuran dokter. Vika berobat ke Belanda namun dokter tidak dapat menyembuhkannya. Pengobatan juga dilakukan di salah satu rumah sakit di Singapura, namun tidak memberikan kesembuhan.

Akhirnya mereka kembali ke Indonesia. Mereka banyak mendapat dukungan doa dari teman-teman. Hari demi hari mereka lewati namun kondisi kesehatan Vika tidak menunjukan hasil yang menggembirkan. Orang Tua Vika pasrah menerima kenyataan yang ada. Pada saat itu, orang tua Vika belum sepenuhnya menerima Yesus sebagai Juruselamat. Mereka benar-benar mengandalkan kuasa dokter untuk menyembuhkan penyakit Vika.

Sampai tiba pada suatu hari, orang tua Vika sangat bergumul dengan penyakit yang diderita Vika. Sampai kapan Vika harus menanggung beban penderitaan ini? Ibu Vika berkata kepada ayah Vika, sebaiknya kita tidak mengandalkan kuasa dokter tetapi kita menyerahkan sepenuhnya pada Yesus Kristus yang berkuasa dan empunya kehidupan kita. Ayah Vika merenungkan hal ini. Di dalam hatinya dia berkata bahwa benar juga dan memang seharusnya demikian. Tidak ada yang mampu melawan kuasa Tuhan. Akhirnya orang tua Vika bersepakat agar semua yang mereka alami pada saat ini, sepenuhnya diserahkan kedalam kuasa dan kasih Tuhan. Orang Tua Vika yakin bahwa pasti akan ada kesembuhan yang Tuhan anugerahkan pada diri Vika. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kepada mereka yang percaya dan menaruh pengharapan pada Tuhan. Sesulit apapun bagi manusia, Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi kita.

Pada beberapa hari berikutnya, dokter menyatakan bahwa penyakit Vika berangsur pulih. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertambahnya sel darah merah (hemoglobin) yang semula 3,0 menjadi 13,0 dalam waktu satu minggu.Tuhan memang baik dan sangat mengasihi hidup kita. Orang tua Vika menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan dalam kehidupan, kita tidak dapat melakukan sesuatu.

Mulai saat itu, orang tua Vika menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Saat ini anak Vika berusia sebelas tahun dan bertumbuh menjadi anak yang sehat dan kreatif. Ia mengikuti berbagai macam les, seperti les vokal, les renang dan les beberapa mata pelajaran. Pengharapan itu telah diperoleh. Ini semua diyakini sebagai berkat kasih sayang Tuhan yang tidak berkesudahan bagi kehidupan umatNya.

Sumber Kesaksian:
Vika Patricia (jawaban.com)

Akhirnya Aku Memperoleh Kesembuhan

Menurut dokter, menderita penyakit leukemia pada stadium tiga adalah tingkatan suatu penyakit yang kemungkinan untuk sembuhnya cukup mustahil. Mula-mula terdapat benjolan dan flek hitam pada wajah, paha dan akhirnya keluar darah melalui hidung. Ibu Anton ke dokter memeriksakan diri.Dokter memutuskan agar dilakukan pemeriksaan keseluruhan.

Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Ibu Anton menderita penyakit leukemia (kanker darah). Ibu Anton masuk rumah sakit. Merasa dirinnya agak sehat ia kembali lagi ke rumah.Tetapi tiba-tiba penyakit ini semakin parah. Obat yang diminumnya tidak dapat menyembuhkannya. Menelan tidak bisa bahkan sering pingsan. Penglihatannya tidak jelas. Matanya berkunang-kunang. Ia tidak dapat melihat jelas.

Dokter juga memvonis usia kehidupannya tidak lebih dari tiga bulan. Mulai saat itu, rumah sakit menjadi bagian dari kehidupannya. Tidak ada yang dapat memastikan kesembuhan Ibu Anton. Sepertinya tidak ada lagi kesembuhan bagi ibu Anton. Berbagai cara telah ditempuh untuk memperoleh kesembuhan tetapi tidak ada hasil dan akhirnya ia dirawat di rumah. Ibu Anton juga memikirkan biaya perawatan. Selama ini yang menanggung biaya perawatan adalah keluarga dari ibu Anton, bukan suami ibu Anton sebab ekonomi keluarga tidak mencukupi, sehingga menambah beban pikirannya.

Setiap hari pertengkaran terjadi dalam keluarga penanggung biaya perawatan ibu Anton.Ia merasa menjadi beban bagi keluarganya. Oleh karena merasa tertekan, ia ingin mengakhiri hidupnya dengan jalan minum obat serangga yang ada di kamarnya. Ia meneguk obat serangga dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, Tuhan tidak memperkenankan dia melakukan hal yang tidak dikehendaki. Setelah siuman ia kembali ke rumah. Keluarga menyepakati agar ibu Anton dirawat di kampung halamannya dan berada di samping suami dan anaknya.

Suami ibu Anton mendatangi Pdt.John De Rantau agar mendoakan ibu Anton. Pdt. John De Rantau bersama Hamba Tuhan lainnya mendoakan ibu Anton.Di tempatnya sekarang, ia benar-benar menyerahkan proses kesembuhan ini hanya kepada Tuhan.Hari demi hari ia lewati dengan penuh penyerahan kepada Tuhan. Jika berbagai macam cara telah ditempuh, maka sekarang hanya kepada Tuhan ia menyerahkan pergumulannya.Ia sangat meyakini pertolongan Tuhan bagi proses penyembuhannya. Ia benar-benar mengalami kuasa dan kasih Tuhan menjamah penyakitnya. Tiga setengah tahun dilewati masa vonis dokter atas kehidupannya. Satu hal lagi yang menjadi renungan pribadi ibu Anton adalah bukan uang yang menjadikan dia sembuh tetapi kuasa Tuhan yang berlaku atas dirinya.

Sumber Kesaksian:
Ibu Anton (jawaban.com)

Saatku Takut Tuhanku Sanggup

Awalnya mengalami sakit kulit,gatal-gatal akibat terkelupasnya kulit disekujur tubuhnya.Dimulai dari 2 titik seperti bintil merah pada sisi perut bagian kiri dan kanan. Lalu bergerak terus dari hari ke hari keatas dan ke bawah sehingga seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit kulit seperti eksim yang gatal sekali dan menebal dikulit. Setelah 2 bulan berjalan saya diserang oleh satu penyakit yang saya tidak tahu itu apa tetapi saya mendadak mengalami dehidrasi (kehilangan cairan) dan buang air besar secara mendadak sekaligus. Saya diantar oleh suami saya ke dokter karena perasaan saya sudah tidak enak dirumah.

Akhirnya pada waktu sampai di rumah sakit, saya pingsan dan cairan itu keluar sekaligus. untung dokter bisa mengatasi hal itu dengan memberikan infus secepatnya sehingga saya terselamatkan. Selama 1 minggu saya dirawat di rumah sakit tetapi tidak dapat ditemukan penyakitnya apa. Setelah itu saya pulang ke rumah. Waktu tiba dirumah saya melakukan aktivitas seperti biasa. kira-kira 5 hari kemudian saya merasakan sakit ditusuk-tusuk dari luar seperti orang ditusuk oleh pisau lalu dicabut lagi. Tidak tertahankan sakitnya…. Ketika saya dirawat..biasanya saya bisa diinfus tetapi saya tidak bisa diinfus lagi karena nadi vena yang biasa dipakai untuk menusukkan jarum infus itu pecah walaupun pakai jarum untuk bayi. Urine saya warnanya coklat seperti coca cola dan faces saya putih seperti kapas .

Pengecekan oleh dokter pada air seni dan muntahannya tidak memberikan hasil.Diagnosa dokter gagal untuk memastikan apa penyakitnya .

Saat itu suami nyonya Nita memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan isterinya.

Hamba Tuhan itu menanyakan kepada saya, apakah saya pernah menyakiti dan membenci seseorang dan tidak bisa mengampuninya ?

Lalu saya mulai berpikir apakah urusannya dengan penyakit saya..tetapi ketika dijelaskan : Tuhan akan mengampuni kamu jika kamu mengampuni orang yang telah menyakiti hati kamu. Saat itu saya teringat bahwa saya benci kepada ayah saya sendiri. Lalu hamba Tuhan itu bertanya kepada saya : Maukah kamu sembuh, kamu harus mengampuni ayahmu…..Itulah syarat untuk saya sembuh…Saya didoakan dan saya melihat bagiamana Tuhan bekerja. Jam 09.00 malam saya merasakan serangan yang luar biasa..saatnya mungkin saya harus pergi meninggalkan dunia ini karena kematian datang dari ujung kaki simetris ke arah tangan berjalan bersama-sama seperti tidak mempunyai rasa, tubuh kita mati dari ujung kaki dan terus merambat keperut sampai kelambung nafas hanyai sampai di dada dan leher.

Rasanya Tuhan saya tidak kuat lagi. Jika saya mau diambil Tuhan tolong saya..tetapi kalau saya masih diberi kesmpatan untuk hidup, pakai saya……Tuhan tolong saya..tolong saya… Pada saat itu dalam keadaan yang seperti itu…..dimana pikiran saya masih utuh tetapi badan saya tidak dapat bergerak sama sekali dan tidak merasa mempunyai badan..Tiba-tiba ada sinar yang terang benderang turun persis di sekujur tubuh saya. Terangnya bukan main pada saat yang bersamaan saya melihat orang-orang disekeliling saya seperti xtrim . Bisa dibayangkan begitu takutnya saya waktu itu, saya pikir itulah saat kematian saya sambil berteriak Tuhan tolong saya..tolong saya…

Esok harinya nyonya Nita diperiksa dokter dan hasilnya sungguh luar biasa. Penyakit tersebut hilang menurut pengecekan dokter. Tubuh saya, kulit saya yang sebelumnya merah padam dan berair jadi kering dan menjadi kulit yang terkelupas. Dan perut saya yang besar itu menjadi kempes dan rasanya yang tidak karuan dan sakit sekali itu hilang sirna. Saya bangun benar-benar sehat.

Kuasa mujizat Yesus sungguh menyembuhkan segala penyakit nyonya Nita. Dan saat ini nyonya Nita aktif bersama suaminya membuat program acara keluarga di televisi.

Semuanya yang saya alami ini tentunya karena Tuhan Yesus Kristus. Tuhan kita.

Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. (2 Tawarikh 20:9)

Sumber Kesaksian:
Nita Pelamonia (jawaban.com)

12 Tulang Rusuk Patah!!

Suatu pagi pasangan Achin dan Yeyen pergi ke stasiun gambir untuk mengantarkan ibunya yang akan ke Bandung. Pada waktu itu ada sebuah truk yang melindas kaki Yeyen dan menabrak Achin. Lalu Achin terjatuh dan masuk ke kolong truk dan terseret untuk beberapa saat lamanya. Akhirnya ban truk itu melindas dada sebelah kirinya. Keadaannya sangat parah dan ia ditinggalkan sendirian terlentang di tengah jalan tak berdaya…..

Banyak korban kecelakaan terjadi di jalan arteri Palmerah. Pasangan Achin dan Yeyen mengalami kecelakaan yang tragis. “Pada suatu hari saya bersama suami dan anak-anak mau pergi ke stasiun gambir. Saat itu saya melihat ada truk yang berjalan di pinggir. Truk itu tiba-tiba melindas kaki saya dan saya menjatuhkan diri ke samping yang ada pohon-pohon. Lalu saya berteriak : Yesus tolong ! ”

Pengakuan pak Achin : “Saya dengar isteri saya berteriak : awas ada mobil ! Waktu saya menoleh ke belakang, mobil itu langsung menabrak muka saya” Achin terdorong dan akhirnya ia terjatuh di kolong truk. ” Saya tidak berdaya di kolong truk saat itu. Saya pasrahkan semua itu dan ternyata saya terlindas oleh ban mobil belakang” Achin terlindas mobil setelah terseret truk beberapa lama dan truk itu langsung kabur. “Waktu saya sudah terlindas truk, saya terlentang di tengah jalan dan sesudah itu dada saya terasa dingin”. Pengakuan ibu Yeyen : “Secara manusia saat itu saya berpikir suami saya tidakakan hidup”

Achin ditinggalkan di tengah jalan dalam keadaan parah tidak berdaya. “Saat itu saya menangis dan berkata kepada Tuhan : Tuhan saya tidak kuat karena saat itu saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri. Sakit rasanya…..Dia yang terlindas tapi saya juga ikut merasakannya dan sakit sekali” Pengakuan pak Achin, “Waktu saya masuk ke UGD saya berpikir hidup saya akan berakhir. Saya sudah pasrahkan hidup saya kepada Tuhan”

Keadaan sangat kritis, 12 pasang tulang rusuknya patah sehingga paru-parunya tidak dapat berfungsi normal. Dokter harus membuat 2 lubang di paru-parunya untuk dapat menyedot darah. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Ketika korban di bawa ke rumah sakit subuh itu keadaannya masih cukup sadar tetapi menurut pemeriksaan foto dada, yang kita lihat itu rusuknya hampir semua patah di depan dan di belakang. Dan sebenarnya tidak ada harapan lagi baginya untuk hidup !

Pengakuan ibu Yeyen, “Dokter secara manusia sudah angkat tangan. Hampir setiap hari saya menangis di rumah sakit dan berseru kepada Tuhan. Yeyen diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan. Hari demi hari yang dijalani terasa lambat. “Saat saya menangis, dari dalam hati saya ada suara Roh Kudus yang berkata : Tuhan menguji kamu tidak melampaui kekuatanmu. Tuhan itu baik dan saat itu saya mendapatkan kekuatan baru. Saat itu saya menjadi tenang sekali. Ditengah kegalauan hatinya, Yeyen teringat pada Solusi sebuah program televisi yang pernah di lihatnya. “Saat saya membutuhkan doa, saya teringat akan solusi. Pada sabtu siang, saya telepon Solusi 021-6513344 untuk minta dukungan doa. Semua permohonan doa saya di doakan oleh Solusi. Saya langsung mengimani setiap doa yang didoakan dari Solusi dan memang benar-benar dahsyat Kuasa Tuhan yang saya rasakan”

Yeyen terus setia berdoa bagi suaminya. Bagi Yeyen setiap saat adalah kesempatan untuk berdoa. “Pada saat saya mau tidur, saya serhkan suami saya ke dalam tangan Tuhan. Dan pada saat saya bangun, saya bersyukur suami saya masih bernafas”

Kondisi Achin tidak stabil, sangat kecil kesempatan bagi Achin untuk pulih. Namun saat itu satu hal yang indah terjadi. “Kamis malamnya saya berkumpul bersama anak saya, saya berdoa di depanlift. Teman anak saya melihat ada suatu cahaya yang terang sekali. Ia melihat terang itu dan merasakan damai dan sejahtera. Sejak itu langsung saya berdoa : Tuhan Yesus terima kasih. Saya percaya Tuhan Yesus sedang melawat suami saya”

Doa yang tulus menggerakkan tangan Tuhan. Keadaan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Saat iut terjadi titik balik dalam kehidupan Achin. Achin pulih dengan mengesankan. Tulang-tulang rusuknya yang patah, tertauh dan berfaal serta fungsi tubuhnya kembali normal. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Kalau 1,2,3 tulang rusuk yang patah kemudian tertaut mungkin dapat kita lihat tiap hari tapi kalau 12 pasang tulang rusuk patah depan- belakang dan tertaut kembali itu bukan karya dari dokter dan selalu saya yakin karena karya dari Kristus”

Achin mengalami pemulihan yang sempurna. Pada tanggal 30 Desember 1999 Achin berjalan keluar dari rumah sakit dan menjalani kehidupannya seperti dahulu. “Saya bersyukur kepada Tuhan yang begitu baik dan telah memulihkan kesehatan suami saya. Kini ia telah kembali bekerja seperti biasa. Achin berkata, “Saya pulang dari rumah sakit dengan kondisi sehat. Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Saya bersyukur sekali mempunyai Tuhan yang hebat”

Sumber Kesaksian:
Achin & Yeyen (jawaban.com)

Penyembuhan Ginjal Bocor

Ana adalah seorang ibu rumah tangga biasa. Kehidupannya ia jalani dengan sederhana bersama suami dan seorang putrinya di sebuah gang daerah Palmerah Jakarta. Suatu saat Ana merasa sakit di pinggangnya dan hanya bisa tergelatak di tempa tidur. Sekitar pertengahan bulan Oktober 1999 tejadi pembengkakan di kaki dan tangan. Saya lihat badan saya semakin bengkak dan lemas. Saya tidak bisa bangun dan makan dengan baik karena seluruh tubuh lemas. Untuk ke WC saja saya harus dibopong oleh suami.

Saya tidak segera berobat dan tetap bertahan dirumah karena tidak ada biaya. Suatu saat teman-temannya mendengar bahwa ia sakit dan mereka segera datang kerumahnya. Mereka kaget saat melihat keadaanya “kok sampai separah ini ? kami kira biasa-biasa saja” Atas bantuan biaya dari teman-temannya, Ana dibawa berobat ke sebuah rumah sakit. Selama beberapa hari Ana terbaring di rumah sakit dan menjalani permeriksaan dokter. Waktu di rumah sakit dokter bertanya kepadanya apa saja yang menjadi keluhannya. Dokter segera pastikan bahwa dari keluhan yang saya ungkapkan “Kalau saya buang air kecil warnanya kuning dan berbusa”, bahwa saya sakit ginjal bocor. Keesokan harinya Ana langsung periksa ke laboratorium dan ternyata hasil labnya saya sakit ginjal bocor. Dokter kemudian memberikan Ana obat. Keesokan harinya dokter sudah memperbolehkan ia pulang.

Namun satu hari setelah sampai di rumah, keadaannya semakin memburuk. Seluruh tubuh Ana mulai bengkak dan menjalar samapai ke kaki. Lalu mereka membawa Ana kembali ke dokter. Dokter spesialis ginjal kaget melihat keadaannya dan mengatakan “Ini diluar dugaan saya, saya sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saya akan buatkan surat pengantar dan ibu bisa mencari rumah sakit lain” Namun karena tidak ada biaya, Ana tidak pergi ke rumah sakit seperti dianjurkan oleh dokter. Hari-hari selanjutnya ia lewati dengan terbaring di tempat tidur. Kondisi tubuhnya semakin buruk, badanya semakin sakit dan bengkak-bengkak si sekujur tubuh.

“Saya tahu saya mempunyai tabib yang ajaib yang sanggup menyembuhkan saya” Malam itu Ana berdoa dengan suaminya. Pada saat mereka menaikkan pujian penyembahan, Ana hanya ingat lagu : ajarku mengerti….ajarku berharap…ajarku berserah hanya padaMu. “Bapa sekarang imanku hanya berserah kepada kekuatanMu. Sekarang saya tidak mempunyai apa-apa, saya tidak sanggup tetapi saya percaya Bapaku sanggup menyembuhkan saya” Pada saat mengucapkan hal itu Ana melihat sebuah penglihatan. “Saya melihat Tuhan Yesus menumpangkan tangan di kepala saya dan saya lihat dari dari tangan itu keluar darah. Darah yang membasahi rambut saya. Saya ambil darah itu dan saya usapkan ke seluruh tubuh saya. Terima kasih Tuhan, darahMu tercurah penuh bagi saya. DarahMu menebus saya. Dan saya percaya di dalam nama Tuhan Yesus, saat ini saya sudah disembuhkan oleh Engkau. Saya sudah terima mujizat kesembuhan”

Saat itu suaminya heran dengan apa yang dilakukan oleh isterinya dan hanya bertanya-tanya di dalam hatinya. “Tepat pukul 06.00 urat di tangan saya mulai kelihatan, saya lihat kerutan di mata saya sudah kelihatan. Saya langsung teriak Puji Tuhan – puji Tuhan pak, puji Tuhan, mujizat Allah terjadi. Saya gandeng dan peluk suami saya dan kami mengucap syukur bersama” Suatu perjalanan yang indah yang takkan terlupakkan. Ana bersyukur memiliki Tuhan Yesus yang selalu membawa kebahagiaan di dalam kehidupannya.

Sumber Kesaksian:
Ana (jawaban.com)