Terkena Typus Karena Jajan Sembarangan

Kisah Nyata


Video Kisah Nyata – Mujizat Kesembuhan

Sumber Kesaksian: Pati Ginting

Karena kebiasaannya jajan sembarangan seorang pemuda yang bernama Pati Ginting harus berurusan dengan ruang operasi. Pasalnya ia sering jajan makanan sembarangan tanpa memperhitungkan kebersihan tempat dan makanan yang dijajakan itu sendiri. Hal tersebut membuat ia menderita Tipus, yang pada awalnya ia merasakan sakit perut yang luar biasa dan rasa sakit itu semakin luar biasa.

Akhirnya keadaan itu diketahui abangnya, kemudian ia dibawa ke rumah sakit. Di rumah sakit dokter memvonisnya untuk dioperasi karena ia mengalami komplikasi pada bagian usus, yang menyebabkan pendarahan setiap kali buang air besar. Seluruh sprei sudah penuh dengan darahnya, sementara itu dua orang perawat sedang menyiapkan tempat tidur baru untuk memindahkannya keruang operasi…..tiba-tiba terdengar ketukan pintu, seorang pendeta masuk dengan langkah yang pasti dan segera minta ijin untuk mendoakan Pati.

Kedua perawat mempersilahkan dan meninggalkan keduanya di dalam kamar. Si pendeta mengajak Pati untuk berdoa dan saat itu Pati mengimani kesembuhan dari Tuhan pasti terjadi. Setelah berdoa si pendeta berkata “Pati engkau sudah sembuh!”

Setelah si Pendeta meninggalkannya Pati tertidur, tak lama kemudian dokter yang hendak mengoperasi masuk ke ruangan itu. Karena melihat Pati tertidur ia menugaskan perawat untuk membangunkan Pati satu jam lagi. Setelah satu jam kemudian seorang perawat mulai mengadakan pemeriksaan rutin pada tubuh Pati. Ada hasil pemeriksaan yang aneh menurut perawat, akhirnya dokterpun dipanggil untuk memeriksa Pati kembali. Ternyata benar keanehan yang dilihat perawat tersebut adalah kenyataan yang sebenarnya…Pati sudah sembuh total setelah bangun dari tidurnya, Tuhan menyembuhkannya.

Mukjizat adalah sesuatu yang nyata sampai saat ini untuk orang yang berharap pada Tuhan. Pati mengakui bahwa ada sedikit keraguan saat diberitahu bahwa Tuhan dapat menyembuhkannya. Ia Yakin Tuhan sanggup namun ia tidak yakin kalau Tuhan mau menyembuhkannya. Yang ia lakukan hanya berharap dan berserah dan akhirnya terjadi sesuatu………ia sembuh total.

Yosua, Bayi Dua Bulan Yang Lolos Dari Tumor

Kisah Nyata


Video Kisah Nyata – Kesembuhan dari Tumor

Yosua adalah anak kedua dari pasangan Effi dan Hari, lahir dalam keadaan sehat dan tidak ada tanda-tanda kelainan pada tubuhnya. Sejak lahir Yosua sudah diberi ASI, namun di usia 40 hari Yosua mengalami sesak nafas ketika diberi ASI.

Suatu hari dia mimisan, saya pikir itu hanya karena panas dalam makanya ia mimisan dan kami hanya kuatir sebentar saja,” ujar Effi.

Hari-hari selanjutnya Yosua sering terserang pilek serta sulit bernafas. Yosua pun dibawa ke dokter dan dianjurkan untuk menjalani penguapan agar ia bisa bernafas dengan baik. Namun hal itu tidak menunjukkan tanda-tanda ke arah kesembuhan. Menurut Effi, Ibunda Yosua, sampai obat dari dokter habis, tidak ada tanda-tanda kesembuhan pada diri Yosua. Akhirnya Effi dan Hari membawa Yosua ke dokter yang lain yang menurut mereka lebih bagus.

Dari hasil pemeriksaan dokter terdapat cairan bercampur nanah dalam hidung Yosua. Dokter melakukan penyedotan cairan, namun penyedotan berjalan kurang baik.

“Pada waktu itu saya lihat dokter memasukkan selang lewat hidung dan keluar lewat mulut. Ketika dokter mencabut selang dari hidung Yosua terjadi pendarahan hebat. Saya bingung dan hanya bisa terpaku melihat anak saya,” ujar Hari, ayah Yosua, mengenang kejadian mengerikan yang menimpa Yosua.

Di tengah kepanikan di ruangan periksa, tiba-tiba Effi teringat akan sebuah nama yang dapat menolongnya, yaitu Yesus Kristus. Secara spontan ia berteriak, “Yesus, tolong Yosua! Yesus, tolong Yosua!”

Effi hanya dapat berharap kepada Yesus, sebab dokter saja sudah bingung dan tidak bisa melakukan tindakan apapun kepada Yosua. Tiba-tiba secara ajaib melalui tangan dokter itu juga Tuhan menghentikan pendarahan Yosua. Selanjutnya Yosua dirawat di rumah sakit tersebut selama 5 hari.

Setelah 5 hari menjalani perawatan, alangkah terkejutnya Effi dan Hari atas pernyataan dokter tentang penyakit anak mereka. Menurut dokter penyakit yang diderita Yosua adalah penyakit yang langka dan mereka belum tahu cara menanganinya. Hal ini membuat Effi dan Hari kecewa.

Akhirnya Effi dan Hari memutuskan untuk membawa Yosua pulang ke rumah. Mereka kuatir Yosua akan dijadikan kelinci percobaan oleh para dokter. Dalam kesedihan dan kekecewaan yang mendalam, Effi teringat akan perkataan sahabatnya. Sahabat Effi mengatakan apakah mereka sudah siap kalau terjadi sesuatu atas diri Yosua, kalau sampai Yosua meninggal. Kepada sahabatnya itu Effi mengatakan mereka sudah siap kalau Yosua sampai meninggal. Tetapi yang terjadi sebenarnya di dalam hati Effi, ia masih terus mengharapkan campur tangan Tuhan atas Yosua, anaknya.

Ternyata Effi terus berdoa kepada Tuhan agar anaknya disembuhkan. Kesungguhan Effi dalam doanya telah mengubah kekecewaan dan kesedihannya menjadi sebuah harapan. Doa dan harapan Effi dan Hari tidaklah sia-sia, karena Tuhan mempertemukan mereka dengan dokter THT yang tepat.

Dari dokter THT itulah diketahui dengan pasti bahwa Yosua menderita  tumor di dalam hidungnya. Menurut Dokter harus dilakukan operasi pembedahan dengan menggunakan laser untuk mengeluarkan tumor tersebut. Operasi berjalan dengan lancar dan hasilnya memuaskan. Dokter berhasil mengangkat tumor pada hidung Yosua.

Tuhan itu sungguh luar biasa pada kami, terutama pada Yosua. Semenjak ia keluar dari rumah sakit, ia tidak pernah lagi mengalami panas,” ujar Effi kepada Tim Solusi.

“Kami mempunyai tabib di atas segala tabib, dokter di atas segala dokter, Dialah Yesus! Dia yang bisa melakukan sesuatu yang tidak mungkin dilakukan oleh manusia. Sampai saat ini Yosua tumbuh dengan sehat,” ujar Effi sambil tersenyum. (Kisah ini sudah ditayangkan pada 23 Oktober 2008 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Nara Sumber :
Effi & Yosua

Kelumpuhan Yang Aneh

Kisah Nyata


Video Kisah Nyata – Kelumpuhan Yang Aneh

Sumber Kesaksian: Andreas Ateng

Ia lahir dan tumbuh dengan normal sampai SD. Pada suatu siang ia mengalami kelelahan yang tidak pernah dialami sebelumnya. Ia tidak pernah berpikir bahwa siang itu adalah awal dari penderitaan yang akan dia alami selama delapan bulan ke depan. Bermula dari sekedar lemas-lemas, kemudian pagi harinya kakinya tak dapat digerakkan. Mungkin hanya sakit biasa pikirnya, tapi hari demi hari mulai terjadi keanehan pada kakinya. “Ada apa ini……..kakiku mulai mengecil.” Ayahnya membawa ke rumah sakit tetapi dokter tak dapat mendeteksi apa penyakit Ateng sebenarnya. Vonis dari semua kerabatnya adalah Ateng mengalami kelumpuhan yang aneh.

Hari demi hari yang Ateng lewati membawanya kepada keputusasaan. Setiap kali ada persekutuan doa di rumahnya, ia didoakan tetapi tak ada perubahan. Yang terjadi dalam hatinya bukan pengharapan tapi kekosongan demi kekosongan. Kunjungan teman-teman sekolahnya membuatnya terhibur tetapi setiap kali mereka akan berpamitan untuk pulang Ateng semakin menderita karena harus kembali pada kenyataan. Doa-doa yang sering dinaikkan oleh orang-orang di persekutuan doa membuatnya semakin frustasi. Pagi itu tepat bulan ke delapan ia terbaring sakit. Ateng bangun dengan hati dan pengharapan yang kosong. Tidak ada sesuatu yang luar biasa pagi itu. Tidak ada kunjungan teman-teman, ia hanya menatap langit-langit kamarnya tidak tau mau berdoa apa lagi, ia sudah kehabisan kata………tiba-tiba ada suara “Ateng berdiri dan berjalanlah” tetapi keputusasaan membuat Ateng menghiraukan suara itu. Suara itu tidak berhenti, terus-menerus dan akhirnya membuat Ateng mencoba untuk menurutinya. Ateng mulai menarik kakinya, menekuknya…..tangannya mulai meraih kayu-kayu di tembok, ia mulai merasakan ada tenaga yang perlahan mulai mengalir kedua kakinya seiring dengan usahanya untuk berdiri dan akhirnya Ateng berdiri tegak dan mulai berjalan, satu langkah ia lewati dua langkah ia lewati sampai akhirnya keluar kamar dengan pasti dan segera menghampiri ibunya. Hari itu Ateng dapat berjalan lagi dan kakinya mulai kembali ke ukuran semula. Setiap kali ia mengingat kejadian itu, ia menjadi sadar bahwa setiap langkahnya diatur oleh Tuhan.

Tanu Widjaya, Ternyata Masih Ada Kasih Mula-Mula Yang Indah

Kisah Nyata


Video Kisah Nyata – Pertobatan dari Kecanduan Seks dan Pornografi

Tanu Widjaya, kecanduannya pada seks membuat ia terikat pada dosa pornografi selama bertahun semenjak ia kecil hingga dewasa.

Pertama kali saya melihat hal-hal yang sifatnya erotis, pada waktu masih duduk di bangku sekolah dasar. Oleh beberapa teman, saya diajak melihat wanita yang sedang mandi dari atas atap,” ujar Tanu kepada Tim Solusi.

Berawal dasi situlah rasa penasaran Tanu terhadap pornografi semakin menjadi-jadi. Dan itu dilakukannya bersama-sama teman sepergaulannya.

Dari pergaulan dengan teman-temannya semasa sekolah dasar, ia mulai mengenal buku-buku yang berbau pornografi, dan dari mereka juga ia mengetahui cara berhubungan dengan hewan seperti ayam.

Di lain waktu tanpa sengaja, Tanu melihat Ayahnya sedang nonton film porno di kamar. Mulai dari situ Tanu mengetahui bahwa Ayahnya ternyata memiliki banyak koleksi film porno dan gambar-gambar erotis.

Kalau ayah saya pergi dan rumah kosong, maka kesempatan itu saya gunakan untuk nonton film porno, karena saya sudah tahu di mana biasanya Ayah saya menyimpan filmnya,” ujarnya lagi.

Biasanya setelah menyaksikan film porno Tanu langsung onani, dan hal itu bisa dilakukannya sampai 7 kali dalam sehari. Tanu semakin terikat dengan pornografi dan seks, bahkan berlanjut sampai ia dewasa.

Pada suatu hari, orang tua Tanu memberikan beberapa foto masa kecilnya dimana dalam foto tersebut Tanu mengenakan baju wanita. Dan ketika Tanu menanyakan kepada Ibunya kenapa ia dipakaikan pakaian wanita, ibunya hanya menjawab bahwa ia memang cocok dengan pakaian wanita dan seharusnya Tanu menjadi seorang wanita bukan pria. Apa yang dikatakan oleh orang tuanya tertanam dalam diri Tanu, hingga ia berperilaku layaknya seorang wanita.

Sifat saya cenderung ke arah wanita, dan saya pernah mencoba menjadi seorang wanita dengan tampilan yang benar-benar wanita. Akan tetapi saya bukan gay atau homo, karena saya masih tetap menyukai wanita. Dan saya juga pernah belajar bagaimana caranya berhubungan dengan sesama jenis, dimana saya melakukan percobaannya kepada adik saya ketika ia tertidur,” ujar Tanu dengan wajah penuh penyesalan.

Kecanduannya terhadap pornografi terus berlanjut sampai ia menikah pada tahun 2002.

“Awal pernikahan kami berjalan dengan baik dan bahagia. Tetapi memasuki bulan kedua istri saya hamil dan semenjak itulah saya meresa kesepian lagi dan mulai beralih kepada wanita lain,” ungkap Tanu.

Walaupun Tanu sudah menikah, ia semakin terpuruk dengan keterikatannya terhadap pornografi sehingga akhirnya dosa perselingkuhan dan pengkhianatanpun dilakukannya.

Menurut Naomi, istri Tanu, suaminya sering mengantar jemput wanita selingkuhannya dan Naomi pun dapat merasakannya melalui naluri seorang istri. Dan ternyata hal itu memang benar. Akan tetapi Tanu selalu berkata bahwa hal itu biasa dan wajar saja.

Perselingkuhan yang di jalani Tanu akhirnya berujung pada satu resiko yang harus ditanggungnya. Selingkuhan Tanu datang kepadanya dan berkata bahwa ia sudah terlambat datang bulan. Mendengar pengakuan itu, Tanu menjadi stres dan terus dilanda kecemasan.

Justru dari sinilah awal teguran Tuhan kepada dirinya. Pikirannya menjadi kalut dan ia pulang ke rumah dengan wajah yang tegang karena merasa tidak tahu harus berbuat apa lagi, ditambah lagi dengan perasaan bersalah ketika ia berhadapan dengan istrinya sendiri.

Malam berikutnya Tanu tidak bisa tidur, ia sudah putus asa dan tidak tahu harus berbuat apa lagi. Akan tetapi ia teringat akan Tuhan. Dalam doanya, sambil menangis Tanu berkata, “Tuhan, saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Pertama saya sudah berdosa terhadap Engkau dan yang kedua kalau wanita selingkuhan saya ini hamil, saya tidak tahu harus berbuat apa.”

Kembali Tanu memohon kepada Tuhan, katanya, “Tuhan, saya minta satu mujizat saja. Kalau wanita itu tidak hamil, saya akan benar-benar bertobat dan akan meninggalkan wanita tersebut. Saya akan kembali kepada istri saya dan memulai hidup yang baru. Dan saya akan meninggalkan semua dosa-dosa saya yang lama termasuk pornografi.”

Akhirnya doa Tanu dijawab oleh Tuhan, namun masalahnya tidak selesai begitu saja. Tanu harus mengalami resiko penolakan dari istrinya.

Waktu saya mengakui perbuatan saya, saya pikir istri saya akan mengampuni saya, ternyata tidak sama sekali, istri saya sulit untuk mengampuni saya,” ujar Tanu.

Akhirnya setelah 2 tahun berlalu barulah Naomi benar-benar mengampuni Tanu. Menurut Naomi, itu semua sebuah proses dimana ia harus menerima Tanu apa adanya. Kasih mula-mula ia munculkan kembali dan dari situ Naomi mulai belajar mengampuni Tanu.

Diawali dengan pertobatan yang sungguh-sungguh, sejalan dengan waktu, perlahan tapi pasti, Tuhan pun memulihkan kehidupan keluarga Tanu Widjaya.

Saya bersyukur kalau saya bisa bebas dari dosa pornografi yang telah mengikat saya dari kecil sampai saya menikah. Dan saya melihat segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya itu bukan kebetulan, tetapi itu semua karena Tuhan,” ujar Tanu menutup kesaksiannya. (Kisah ini sudah ditayangkan pada 29 Oktober 2008 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Nara sumber :
Tanu Widjaya

Dalam Percaya, Mukjizat Tuhan Dinyatakan

Kisah Nyata


Video Kisah Nyata

Vita Lusiana begitu shock karena anaknya yang baru berusia satu minggu divonis menderita jantung bocor.

“Setelah bayi itu dibawa pulang, satu minggu kemudian Oze harus dicek lagi ke dokter. Dan tanpa basa-basi sedikitpun, dokter langsung mengatakan bahwa jantung Oze bocor,” ujar Vita membuka kesaksiannya.

Ibu mana yang tidak akan terkejut mendengar perkataan seperti itu. Perasaan Vita pun tak dapat digambarkan lagi saat itu. Dengan tatapan kosong, Vita hanya mampu memandang dokter yang baru saja mengucapkan kata-kata yang tak pernah disangka olehnya sedikitpun. Vita benar-benar tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya. Mau menangis pun Vita malu di hadapan dokter. Dalam kebingungannya, dokter hanya memberikan surat rujukan ke salah satu rumah sakit untuk pemeriksaan jantung anaknya.

Saat itu Vita sempat mempertanyakan Tuhan, kenapa anak pertama yang telah Tuhan janjikan bahwa segala sesuatunya akan baik dan luar biasa, tapi harus mengalami jantung bocor seperti ini.

Vita pun membawa anaknya ke dokter yang lain untuk imunisasi, dan dengan jujur mengatakan bahwa hasil pemeriksaan dokter sebelumnya mengatakan bahwa anaknya menderita jantung bocor. Dokter yang kedua ini kemudian mengadakan pemeriksaan dan mengatakan memang dia mendengar jantung Oze sedikit bising, namun dokter tersebut berani untuk melakukan imunisasi dan mencoba untuk melihat perkembangan Oze selanjutnya. Dan dokter tersebut juga memberikan surat rekomendasi ke rumah sakit lain untuk diadakan pemeriksaan lebih lanjut.

Saat itu Vita mengambil satu komitmen, memang secara manusia hari-harinya pasti akan dipenuhi oleh tangisan mengasihani anaknya. Namun perkataan Tuhan begitu kuat berbicara di dalam hatinya, “Percaya pada hati-Ku untuk Oze”. Dan Tuhan pun mulai mengajarkan kepada Vita untuk tidak mengandalkan kekuatan orang lain tapi kekuatan Tuhan.

Vita pun berdoa dan terus berdoa dengan memperkatakan bahwa setiap organ tubuh Oze akan berfungsi sesuai dengan rencana dan rancangan Tuhan, tidak ada segala kerusakan dan kebocoran. Vita terus memperkatakan perkataan positif untuk Oze. Suami Vita pun menyarankan agar Oze mulai diperdengarkan lagu-lagu pujian dan penyembahan. Percaya saja bahwa pujian dan penyembahan itu memiliki kuasa.

Bagi Vita, untuk percaya saja itu bukan suatu hal yang gampang. Tapi dengan lembut Tuhan menyatakan kepada Vita bahwa jika ia tidak mengalami hal ini, tidak akan ada suatu kejadian besar yang akan Vita terima dalam hidupnya. Vita pun mulai berhenti untuk bertanya ‘kenapa’ dan berkomitmen untuk mulai percaya saja kepada janji Tuhan.

Tujuh bulan lamanya Vita menunggu janji Tuhan untuk menyembuhkan Oze. Akhirnya di bulan ketujuh itu, saat Vita kembali membawa Oze ke dokter, dokter pun sudah mulai mengevaluasi kondisi jantung Oze. Dan sewaktu dokter meletakkan stetoskop di dada Oze, dokter mengatakan dia tidak lagi mendengar suara bising di jantung Oze.

Tak percaya, Vita menanyakan kepastian hasil pemeriksaan dokter sekali lagi. Dan hasil pemeriksaan memang menunjukkan bahwa jantung Oze sudah menutup sempurna. Vita dan suaminya tak dapat menyembunyikan kegembiraan mereka. Saat itu Vita menyadari, inilah yang Tuhan ingin kerjakan di dalam hidupnya, hidup Oze dan juga hidup keluarganya.

Memang tujuh bulan bukanlah waktu yang sebentar bagi Vita apalagi di usianya yang masih muda dan telah menjadi seorang ibu untuk menghadapi hal seperti ini. Namun Vita bersyukur Tuhan mengijinkan perkara ini terjadi dan Vita boleh melaluinya. Vita dapat melihat bahwa ternyata hal ini membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, menyatakan kepada orang-orang bahwa Tuhan Yesus itu adalah Tuhan yang hidup. Yesus masih hidup sampai sekarang dan Dia masih mengerjakan mukjizat-mukjizat yang luar biasa terutama untuk Oze, anaknya. Pemulihan itu benar-benar Oze terima dan jantungnya mengalami kesembuhan total. Tuhan benar-benar nyata menyembuhkan Oze.

Tuhan pun mulai berbicara banyak hal kepada Vita, bahwa kalau Vita tidak melewati semua ini, Vita tidak akan pernah tahu kuasa Tuhan yang begitu luar biasa dan perkara besar yang sanggup Tuhan kerjakan. Meskipun Vita dan suaminya menikah di usia muda, namun Vita merasakan kasih Tuhan yang luar biasa bagi keluarganya terutama untuk Oze anaknya. Vita merasa dirinya tidak perlu kuatir Oze akan bertumbuh seperti apa kelak.

Dalam hari-hari yang dijalani selanjutnya, Vita dapat melihat bagaimana Oze tumbuh menjadi anak yang pintar, suka berdoa, suka mengangkat tangan dan di sekolah minggu Oze menjadi anak yang suka menyanyi dan menyembah Tuhan. Sampai saat ini, setiap kali Vita melihat Oze, Vita dapat melihat bagaimana Tuhan hidup di dalam hidupnya Oze. (Kisah ini sudah ditayangkan pada 5 November 2008 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Sumber Kesaksian :
Vita Lusiana
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Kesaksian Maria “Indonesia Idol” – Peristiwa Menyakitkan Menyadarkanku Dari Kebebalanku

Kisah Nyata


Video Kisah Nyata – Kesaksian Maria “Indonesia Idol”

Bagi Maria, cinta adalah segalanya. Cinta baginya, memberi tanpa harus menerima. Bahkan cinta itu bisa membuat kita menangis, tertawa, dan tersenyum ketika orang yang kita cintai melukai hati kita.

Sewaktu kecil Maria memiliki masa kecil yang bahagia, dalam arti dekat dengan mama-nya, segala hal dibicarakan dengan mama-nya, dan ia memiliki mama yang sabar sekali dengannya. Mamanya pernah berpesan kepadanya, “Kalau kamu punya pacar, kamu harus benar-benar suka baru boleh pacaran, jangan sampai kamu menyakiti hati orang.”

Dalam kehidupan Maria, setelah beberapa kali pacaran, akhirnya Maria bertemu dengan seorang pria, yang awalnya hubungan mereka sangat manis tetapi sayang sang kekasih sudah memiliki hubungan dengan wanita lain. Ia baru tahu bahwa kekasihnya itu telah memiliki perempuan lain.

“Selama pacaran, saya dan dia tidak pernah bertengkar. Saya bertanya kepadanya, kenapa dia tidak bilang bahwa dia telah memiliki tunangan.” Tetapi kekasih Maria berkata, “Tetapi kan aku pilih kamu…”

Lalu pria itu berjanji kepada Maria agar tenang dan pelan-pelan ia akan mengatur bagaimana caranya agar pria itu meninggalkan tunangannya, pastinya Maria terima beres karena pria itu ingin bersama Maria.

Kisah MariaSemenjak itu, setiap hari Sabtu-Minggu kekasih Maria harus pergi dengan tunangannya. Karena selama ini pria itu jarang pergi dengan tunangannya, jadi agar ibu dari pria itu tidak curiga, ia pergi dengan tunangannya. Pria itu tidak peduli biaya telepon yang harus keluar, karena selama ia pergi dengan tunangannya, ia menyalakan teleponnya dan membiarkan Maria mendengarkan pembicaraan mereka sepanjang pria itu pergi dengan tunangannya. Sepanjang kekasihnya pergi dengan perempuan yang ditunangkannya itu, Maria mendengar setiap pembicaraan mereka atas seijin kekasihnya. Dari pergi hingga pulang ke rumah kembali.

Selama bersama kekasihnya, Maria lebih mementingkan hubungan mereka dibandingkan hubungannya dengan keluarganya dan teman-temannya. Karena semenjak bersama kekasihnya, telinganya selalu saja menempel di telepon, bahkan hingga malam hari. Karena Maria penasaran, dan merasa harus tahu apa yang kekasihnya lakukan bersama tunangannya, jaga-jaga agar tidak terjadi sesuatu selama mereka bersama.

Di pihak kekasihnya sendiri, ternyata ibu kekasihnya tidak menyetujui hubungannya dengan Maria. Bagi ibunya, Maria hanyalah seorang penyanyi yang bisa di-booking. Yang kenyataannya tidaklah seperti itu. Ibunya meminta agar pria itu menghargai tunangannya yang dijodohkan oleh ibunya.

Maria sendiri tidak ingin untuk meninggalkan kekasihnya pada saat itu. Ia mengaku, bahwa ketika itu ia merasa tidak mau kalah. Maria cinta sekali dengan kekasihnya, dan dengan adanya perempuan lain itu… Maria merasa harus bersaing dengan perempuan tersebut. Maria pun merasa bahwa Maria masih memiliki banyak kelebihan dibandingkan perempuan tersebut. “Hanya saja aku gak kaya seperti dirinya,” penuturan Maria. Bagi Maria, dirinya masih bisa kerja, masih bisa memberikan apapun yang diperlukan dalam hubungan antara dia dan kekasihnya.

Kisah Maria-Indonesian Idol“Aku seperti orang yang terikat sekali, padahal di dalam hatiku, aku sudah merasa aku mau lepas, tapi aku gak bisa,” ujar Maria. Setiap ditinggal, Maria merasa gila. Setiap telepon dimatikan, Maria merasakan sangat kacau. Hingga terkadang Maria merasa mendengar seperti suara-suara ajakan bunuh diri. Sering sekali dalam keadaannya yang kelimpungan, Maria nyaris dijemput maut. Pernah berada di bawah truk atau menabrak terali besi. Panik dan stres!

Hari demi hari dilalui Maria dalam keadaan depresi. Tetapi sang ibu pun tak pernah berhenti untuk memberikan dukungan baginya. Hingga suatu hari, Maria berjanji untuk meninggalkan kekasihnya. Tetapi Maria tidak kuasa menahan rasa cintanya yang begitu dalam. Dan akhirnya ia memutuskan untuk bertemu lagi dengan sang kekasih.

Lalu Maria pun bertemu dan pergi berdua dengan mantan-nya tersebut. Tetapi ternyata tunangan mantannya menyuruh seseorang untuk membuntuti Maria dan pria mantan kekasih-nya tersebut. Dan tidak lama kemudian, perempuan tersebut sudah berada di belakang mobil mereka. Cewek itu turun dan menggebrak-gebrak mobil yang dinaiki Maria dan pria tersebut.

“Jangan dibuka, pasti aku yang akan mati,” ujar Maria. Pria tersebut tidak menuruti perkataan Maria, “Aku akan lindungi kamu, aku yang akan tanggung-jawab.”

Begitu kaca mobil diturunkan, perempuan tunangannya yang sedang mengamuk itu langsung membuka kunci pintu dan menarik pintu mobil agar terbuka. Pria itu langsung dipukul dan ditampar oleh perempuan tunangannya yang sedang mengamuk itu.

Karena Maria cinta pada mantan-nya itu, ia tidak terima jika mantan-nya dipukul seperti itu. Karena bagi-nya perempuan tersebut tidak perlu sampai memukul seperti itu.

Maria pun keluar dari mobil, “Bukan begitu dong caranya.”

Perempuan itu menyahut, “Lalu kamu mau apa?” Pukulan demi tamparan serta jambakan pun dilayangkan kepada Maria. Maria merasa sangat kesakitan dianiaya oleh perempuan yang sedang mengamuk tersebut. Lalu Maria pun berkata kepada mantan-nya, “Sudah… Kamu sama dia tidak masalah untuk aku. Aku tidak bersama kamu, aku masih punya Tuhan. Aku masih bisa survive.”

“Aku kasihan pada perempuan ini, lebih baik kamu pilih dia aja deh. Dia tanpa diri kamu, kita gak bakal tau kan dia kayak mana. Seperti yang dia lakukan pada aku saat ini, mukulin anak orang.”

Akhirnya pun Maria lari berlalu dari tempat kejadian tersebut. Tetapi tetap saja perempuan tersebut mengejar Maria dan menarik-narik Maria. Perasaan manusiawi Maria tentu ingin membalas perempuan tersebut, tetapi Maria berusaha menahan diri karena sudah merelakannya.

Perempuan itu menarik Maria untuk masuk ke mobil, tetapi belum Maria masuk ke mobil. Kakinya yang satu sudah dijepit dengan pintu mobil oleh perempuan tersebut, hingga membekaskan tanda luka permanen.

Hari itu adalah hari yang menyakitkan bagi Maria, tetapi Maria mengikhlaskannya. Karena Maria sadar, jika tanpa kejadian ini Maria mungkin akan tetap bebal. Justru Maria bersyukur banget, karena lewat kejadian itu Maria dipulihkan.

Karena Maria tahu seharusnya ia peka. Karena Tuhan punya rencana indah untuk Maria, dan Maria hanya perlu percaya saja.

Saat ini, Maria sudah menemukan cinta sejatinya. Dan keputusannya itu membuat Maria terus bisa maju, bahkan Maria berhasil sampai 5 besar dalam satu ajang menyanyi yang terkenal di Negeri ini.

“Puji Tuhan, sekarang Tuhan sudah pulihkan semuanya. Sampai semarang aku merasa bersyukur, karena semarang aku memiliki damai di hatiku. Buat aku, Tuhan Yesus tuh di atas segala-galanya. Karena aku percata, Tuhan Yesus pasti kasih aku yang terbaik. Gak perlu lagi aku bingung dengan kekuatan aku sendiri. Cari pacar, akhirnya dapatnya malah gak karu-karuan. Aku percaya kok Tuhan Yesus itu adalah Allah yang luar biasa baik. Ia pasti sayang ama anak-anaknya. Dan Ia pasti kasih yang terbaik.”

(Kisah ini sudah ditayangkan pada 7 November 2008 dalam acara Solusi Life di O’Channel)

Sumber Kesaksian:
Maria “Indonesian Idol”

Maria Indonesian Idol

Mujizat kesembuhan dari penyakit Epilepsi

Kisah Nyata

Masa kecil adalah masa dimana anak-anak dapat bermain dan bertumbuh di lingkungan tempat dia berada. Di saat itu pula dia merasakan kebahagiaan bersama rekan-rekannya. Dan seorang anak kecil akan merasa lebih berbahagia, apabila ia bertumbuh dalam kedaaan fisik dan mental yang sehat. Namun sayangnya tak semua anak kecil mengalami hal tersebut. Salah satu penyakit yang amat mengkhawatirkan bagi anak kecil adalah panas tinggi atau step.

Yusak Timothy mengalami hal tersebut. Hal seperti ini terus dialaminya sejak kecil sampai dewasa sehingga mempengaruhi syaraf otaknya. Oleh karena pada waktu itu peralatan dokter masih sangat terbatas, maka pengobatan amat terbatas sehingga Yusak menderita penyakit epilepsi atau yang juga dikenal dengan penyakit ayan. Masa kecil Yusak kurang menyenangkan karena ia tidak dapat bermain seperti teman-teman sebayanya. Selama tiga kali dalam seminggu dia pergi ke sekolah dan menyebabkan pelajarannya di sekolah terganggu. Penyakit ayan dideritanya sampai Yusak beranjak dewasa. Segala upaya dan tindakan medis tidak memberikan harapan yang lebih baik bagi Yusak. Sampai menginjak tahun 1976, merupakan tahun yang menjemukan bagi Yusak akan penyakitnya. Ia sangat rindu agar Tuhan menyembuhkan penyakitnya sebab selama puluhan tahun ia berdoa pada Tuhan namun tidak ada tanda-tanda kesembuhan. Namun hal tersebut tidak mengubah kesetiaannya pada Tuhan untuk selalu memohon pertolonganNya. Selama bertahun-tahun ia terus menyerahkan pergumulannya pada Tuhan. Ia menyadari, baginya bukan hal yang mudah dan membutuhkan waktu yang cukup lama, sebab di balik semua pergumulan itu ada Tuhan Yesus yang sanggup melakukan segalanya. Lambat laun penyakit Yusak terobati. Ia menceritakan perkembangan penyakitnya pada dokter sehingga dokter memeriksa kembali kondisinya. Ternyata dari hasil pemeriksaan dokter, Yusak benar-benar sembuh dan tidak perlu lagi mengkonsumsi obat. Hasil diagnosa dokter sungguh di luar dugaan Yusak. Tuhan Yesus menyembuhkan Yusak. Bahkan Yusak kini sanggup mengikuti kuliah dengan baik. Begitu juga evaluasi dari para dosen yang mengatakan bahwa Yusak dapat mengikuti perkuliahan dengan baik dan memperoleh nilai yang sangat memuaskan. Dua hal yang didapatkan Yusak ketika mengalami penyakit epilepsi adalah sabar dan setia berdoa pada Tuhan. Tuhan tidak akan meninggalkan di dalam segala kesesakan kita. Bagi Tuhan tidak ada yang mustahil dan tidak terbatas kuasaNya bagi kita yang selalu berseru kepadaNya.

Sumber Artikel: Jawaban.com
Sumber Kesaksian: Yusak Timothy

Sumber Kisah Nyata dan Kesaksian Umat Kristiani