Category Archives: Seks Bebas

Berawal dari Film Porno, Berakhir Menjadi Pecandu Wanita (Hendy & Irene)

Berawal dari Film Porno, Berakhir Menjadi Pecandu Wanita (Hendy & Irene)
Semakin dilarang, semakin penasaran, itulah yang dialami Hendy yang waktu itu masih berumur 10 tahun. Orang-orang dewasa yang sedang asik menonton film porno itu tidak pernah tahu bahwa Hendy akhirnya mengintip di balik celah kayu.

Sudah Bersuami, Wanita Ini Masih Haus Belaian Pria Lain (Rose Hutagalung)

Pada awalnya, pernikahan Rose Hutagalung dan Alhadin Sihombing terasa begitu indah. Namun lama kelamaan, Rose merasakan ada yang kurang di dalam rumah tangganya. Suami yang ia harapkan dapat memenuhi kebutuhan batinnya ternyata mengabaikan dirinya. Untuk menggantikan ketidakpuasan yang ia alami, Rose pun akhirnya menerima ajakan teman-temannya untuk hangout dan mencari hiburan yang menyenangkan hati.

KESAKSIAN JEREMY DIPULIHKAN TUHAN DARI 20 TAHUN PENYIMPANGAN SEKSUAL

Berikut ini kisah nyata Pertobatan Jimmy :

” AKU LEBIH DARI PEMENANG DI DALAM YESUS KRISTUS TUHAN ”
( KESAKSIAN JEREMY DIPULIHKAN TUHAN DARI 20 TAHUN PENYIMPANGAN SEKSUAL)
” Di Luar AKU kamu tidak bisa berbuat apa-apa” ( Yesus Kristus Tuhan )
“Kuduslah kamu, sebab AKU Kudus ” ( Yesus Kristus Tuhan )
Perkenalkan, nama saya Jeremy. Saya berasal dari latar belakang keluarga Non Kristen, yang tidak mengimani Yesus Kristus Tuhan. Saya banyak sekali melakukan hal-hal yang mendukakan Allah, mulai dari pornografi, masturbasi, serta perzinahan. Saya banyak sekali melakukan dosa penyimpangan seksual. Dengan kekuatan saya sendiri, saya sulit sekali terlepas dari dosa penyimpangan seksual ini. Semakin saya keras berusaha untuk bisa terlepas, semakin saya terjerumus masuk lebih dalam ke dalam dosa tersebut. Saya jatuh bangun berusaha untuk bebas dari dosa itu. Disaat saya berkomitmen untuk bisa lepas, saya jatuh lagi dan lagi. Kejadian itu terus berulang ulang sampai saya merasa letih dan jenuh. Bertobat, kemudian jatuh lagi dan berulang-ulang. Saya terlibat dalam dosa penyimpangan seksual kurang lebih selama 20 tahun. Jika saudara yang membaca tulisan ini juga sedang terlibat dalam dosa penyimpangan seksual, apapun bentuk dosa saudara, entah itu pornografi, maturbasi, onani, lesbian, biseksual, perzinahan, homoseksual,gay, pelacuran,prostitusi atau yang lainnya, silakan saudara baca terus kesaksian ini.Apapun latar belakang saudara saat ini.
Hidup saya terasa hancur. Masa depan saya terasa suram saat itu. Saya berusaha untuk bisa terlepas dari dosa-dosa itu, tetapi terasa tidak sanggup. Hubungan saya dengan orang-orang terdekat semakin berantakan. Bisnis serta usaha saya hancur dan kacau. Saya dalam titik terendah dalam kehidupan saya. Saya kehilangan Damai Sejahtera dan Sukacita di dalam hidup saya.Saya bergaul dengan hal-hal yang membuat hidup saya tidak menjadi baik. Saya menikmati dosa yang saya lakukan di satu sisi, disisi lain saya mengorbankan segalanya.Semuanya hancur dan berantakan disaat itu. Dengan kebaikan serta kemurahan Allah di Dalam Nama Yesus Kristus Tuhan, saya berhasil terlepas dari dosa penyimpangan seksual yang membelenggu saya hampir selama 20 tahun. Kasih Allah begitu besar kepada saya, saya yakin kasih yang sama juga mampu memulihkan hidup saudara. Jika saat ini saudara juga mengalami hal yang sama, dan ingin sekali terlepas dari semua dosa-dosa itu, saya akan membagikan beberapa pengalaman yang saya alami selama ini bagaimana saya bisa terlepas dari dosa penyimpangan seksual itu.
Berikut ini cara yang saya lakukan :
1. Kerendahan Hati
Dengan cara :
a. Jujur.
Jujur mau mengakui dihadapan Allah di Sorga dengan penuh kerendahan hati mengakui semua keterlibatan dari dosa penyimpangan seksual yang dilakukannya.
b. Sadar.
Sadar bahwa semua hal yang dilakukan tersebut sangat mendukakan Allah. Bertentangan dengan kehendak Allah.

c. Pertobatan total
Komitmen bertobat secara total harus muncul dari dalam diri sendiri. Harus memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa terlepas dari semua ikatan dosa-dosa penyimpangan seksusl tersebut. Keinginan kuat harus berasal dari dalam.
d. Mengandalkan Tuhan
Komitmen dari dalam harus diikuti dengan mengandalkan Tuhan. Mohon kekuatan dari dalam. Dengan pertolongan Roh Kudus Allah tidak ada yang mustahil. Mengandalkan Tuhan berarti tidak bersusah payah dengan cara dan metode sendiri untuk bisa terlepas dari dosa penyimpangan seksual. Mengandalkan Tuhan berarti meminta petunjuk serta cara dari Allah melalui doa, sehingga jalan keluar yang harus dilakukan berasal dari hikmat Allah, dan itu pasti berhasil.

2. Takut akan Tuhan
Semua dosa yang dilakukan manusia terjadi karena di dalam diri manusia tidak ada Roh yang Takut akan Allah. Mungkin saja ada, akan tetapi dorongan dari luar yaitu dosa jauh lebih kuat, sehingga Roh itu lama kelamaan akan padam. Takut akan Allah berarti takut untuk berbuat dosa lagi. Takut akan Allah berati menghormati otoritas Allah didalam hidup kita. Dialah Sang Pencipta Bumi Langit beserta alam semesta raya.
Takut akan Allah dengan cara :
a. Miliki Roh Allah di dalam hidupmu.
b. Undanglah Yesus masuk di dalam hidupmu.
c. Biarkan Kasih Allah memenuhi hidupmu
d. Ijinkan Yesus memegang kendali atas hidupmu,bukan dirimu lagi.
e. Jadikanlah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Jadikan Ia Raja dalam segenap hidupmu.
f. Bertobat dan tinggalkan cara hidupmu yang lama yang penuh dosa.
g. Penuhilah hidupmu dengan kebenaran firman Allah, Alkitab.
h. Carilah Gereja Kristen yang benar, bertumbuh dalam iman dalam persekutuan dengan orang-orang Percaya Tuhan Yesus.
i. Jadilah pelaku-pelaku firman Allah, bukan hanya pendengar saja.

Siapapun anda sekarang, dimanapun anda berada sekarang, apapun latar belakang pekerjaanmu, latarbelakang bangsa, negara, bahasa, status sosial, status ekonomi, jika anda saat ini masih terikat dan terlibat dalam dosa-dosa penyimpangan seksual seperti pornografi, masturbasi, onani, lesbian, gay,seks bebas, perselingkuhan, perzinahan, pelacuran dan prostitusi ataupun bentuk lain dari penyimpangan seksual, anda belum terlambat untuk bertobat ! Segera ambil keputusan untuk meninggalkan semua itu! Jangan tunda-tunda lagi! Lakukan sekarang juga!
Ikutilah Doa berikut ini :
” Allah di Sorga, aku mengakui semua dosaku, kesalahanku, serta pelanggaranku di hadapanMu dan dihadapan Sorga…(Sebutkan semua dosa yang telah anda lakukan) Ampunilah semua dosa-dosaku itu.
Aku juga ingin mengampuni siapa saja yang sudah berbuat kesalahan terhadapku…
( Sebutkan nama orang itu ). Aku sudah mengampuni mereka.
Sekarang, aku ingin menerima Yesus Kristus ke dalam hidupku.
( Katakan dengan mulut anda ) : ” Yesus Kristus, marilah masuk ke dalam hatiku, masuklah kedalam hiduku. Jadilah Tuhanku dan Juruselamatku seumur hidupku. Aku percaya Engkau telah mati bagiku diatas kayu salib. Aku percaya kuasa darahmu telah menyucikan serta menguduskan hidupku sepenuhnya. Aku percaya Engkau telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, karena Allah telah membangkitkanmu.
Sekarang Engkau telah hidup bagiku. Hidupku sekarang tidak lagi sama seperti dahulu. Penuhi aku dengan KasihMu.Aku telah menjadi ciptaan baru didalamMu. Gunakan aku menjadi alat KemuliaanMu. Tuliskan namaKu dalam kitab Kehidupanmu.
Terima kasih Allah, di Dalam Nama Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamatku aku sudah berdoa, Amien.”
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. ( Yesus Kristus Tuhan )
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya , baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.( Alkitab, Kolose 1:21)

Bagaimana Langkah selanjutnya ?
1. Penuhilah hidupmu dengan kebenaran.
Kebenaran hanya terdapat di dalam firman Allah, yaitu Alkitab. Penuhi hidupmu, hatimu, pikiranmu setiap saat dan waktu dengan firman Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu , yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.( Alkitab, Yak 1:21)
2. Carilah Gereja Kristen yang benar.
Bertumbuhlah dalam iman yang benar di Gereja Kristen benar. Bersekutu dan saling menguatkan dengan orang-orang percaya disana. Sembahlah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
3. Jadilah pelaku-pelaku firman Allah.
Bukan hanya cukup mendengar saja, tetapi juga melakukannya.
4. Hiduplah dipimpin Roh Allah, Roh Kudus.
Berjalanlah selalu dalam Kekudusan, disetiap saat dan setiap waktu. Sebab Tubuhmu adalah Bait Allah Yang Kudus.( Alkitab )
5. Jagalah selalu pergaulanmu.
Siapa yang bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, siapa yang bergaul dengan orang bebal menjadi malang.( Alkitab )
6. Lawanlah si Iblis!
Lawanlah iblis dengan imanmu yang teguh! Pakailah firman Allah, Kebenaran. Tolak semua tawaran dari siapapun yang ingin menyeretmu kembali masuk ke kehidupan lamamu yang penuh dosa.
7. Anda lebih dari pemenang!
Setelah hidup anda dipulihkan, menangkan orang-orang/jiwa-jiwa disekitarmu yang masih terbelenggu dalam dosa-dosa penyimpangan seksual. Ceritakan kepada mereka bahwa di dalam Yesus Kristus mereka bisa dipulihkan hidupnya. Jadilah saluran berkat. Bagikan kesaksian ini kepada siapa saja yang membutuhkan.
Saudara, Tuhan Yesus Kristus benar-benar ada dan nyata. Dia benar-benar datang ke dunia, sengsara, wafat, bangkit serta sekarang Dia sudah hidup. Dia telah hidup untuk saudara dan saya agar kita dapat memiliki kehidupan.Dia sangat peduli pada kehidupanmu. Dia tahu semua dosa yang selama ini saudara lakukan. Kasih Allah di Dalam Yesus Kristus Tuhan telah sanggup memulihkan hidup saya. Saya sangat yakin dan percaya bahwa Kasih Allah yang sama juga pasti sanggup memulihkan kehidupan saudara, bagaimanapun keadaan serta dosa saudara selama ini. KasihNya telah sanggup memulihkan hidup saya, KasihNya juga pasti sanggup memulihkan hidup saudara.Sehitam atau sekelam apapun dosa yang saudara lakukan, Dia sanggup untuk mengampuni serta memulihkan hidupmu. Dia Allah yang tidak bisa dibatasi. KasihNya kepada saya sungguh nyata, demikian juga KasihNya kepada saudara juga nyata. Dia sanggup memulihkan hidupmu. Sadarlah bahwa Tubuh anda sekarang adalah bukan milik anda sendiri. Tubuh anda sekarang adalah kepunyaan Allah, milik Allah! Tempat tinggal Allah! Jangan mengotori atau mencemari Tubuh anda dengan melakukan berbagai macam dosa penyimpangan seksual! Muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Berikut ini Nasihat terhadap percabulan ( Alkitab, 1 Kor 6:12-20 ):
Segala sesuatu halal bagiku , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus ? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging. ” Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Jangan keraskan hatimu! Siapapun saudara atau apapun latar belakang saudara selama ini,Bukalah hati saudara! Jangan tunda-tunda lagi! Lakukan sekarang juga! Terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan atas hidupmu! Jadikan Yesus Kristus menjadi Juruselamatmu seumur hidupmu! Tuhan Yesus Kristus bukan hanya berkuasa memulihkan hidupmu yang rusak. Dia juga sanggup memberikan keselamatan bukan hanya keselamatan di bumi akan tetapi memberikan jalan keselamatan bagi kita semua sampai masuk kehidupan kekal abadi di Sorga kepada siapapun yang menerimaNya dan percaya kepadaNya. Sebab keselamatan hanya ada di Dalam Yesus Kristus Tuhan.
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan , dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati , maka kamu akan diselamatkan.( Alkitab, Roma 10:9 )
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ( Alkitab, Yoh 14:6 )
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia ( Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. ( Alkitab, Kisah 4:12 )
Hiduplah serta berjalanlah selalu bersama Dia! Pasti saudara tidak lagi terjerumus masuk lagi ke dalam dosa-dosa yang sangat merugikan hidup saudara. Rasakan hidup yang baru setelah anda berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Bagikan kesaksian ini kepada semua saudara yang anda kasihi. Jadilah saluran berkat.
” Segala Puji-pujian, Hormat, Kemuliaan, Kebijaksanaan, Hikmat, Kuasa, Kejayaan, Kekayaan, Kemasyuran, Kekudusan, Keindahan, Kekuatan, Kemegahan, Keperkasaan,Keberhasilan, Keagungan hanya bagi Allah Bapa di Sorga, Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat, dan Roh Kudus dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya sampai kekekalan. Amien.
Tuhan Yesus Kristus memberkatimu.

Terkutuk Menjadi Pelacur?

Saya merupakan seorang anak keluarga broken home. Sewaktu saya kecil mama dan papa saya bercerai, saat itu saya berusia 5 tahun, dan saya belum mengerti apa yang menjadi masalahnya sehingga mereka bercerai. Pada akhirnya saya mengetahui masalahnya, bahwa papa menuduh mama selingkuh, demikian juga sebaliknya mama menuduh papa yang selingkuh. Kemudian mereka masing-masing menikah lagi.

Akhirnya saya tinggal sama oma yaitu mama dari mama saya, karena rumah oma dan rumah mama tidak terlalu jauh, ya kadang-kadang saya tinggal dengan mama kadang ke rumah oma. Di rumah Oma saya sering mendapat perlakuan yang berbeda dengan kakak saya, mungkin karena itu saya jadinya bertumbuh menjadi anak yang penuh dengan luka batin dan penolakan. Jadi apapun yang saya lakukan tidak pernah menyenangkan hati oma saya, selalu saja saya salah. Saya tidak tidak mengerti mengapa perlakuan oma seperti itu ke saya. Karena dari kecil saya gila baca buku, oma saya bilang hidup saya tidak bisa benar, saya dikutuk dengan kata-kata cemooh, mungkin pikir beliau anak ini sulit sekali disuruh kalau sudah baca buku, tapi kemarahan kepada anak kecil kan seharusnya bisa diberi pengertian, tetapi itu tidak berlaku bagi saya, saya dimaki bahkan saya juga dipanggil “Cabo” istilah untuk pelacur, pokoknya saya bingung karena saya suka di panggil seperti itu, dan sering dikutuk, kata-kata kutuk sudah menjadi makanan saya setiap hari, saya juga ingat kalau ada salah dengan kakak saya, pasti kakak saya dipukul dua kali dan saya dipukul tujuh kali pakai rotan, kalau misalnya memaki saya luar biasa, seperti “anak sundal!”, kata-kata kotor sudah kerap kali saya terima..

Saya jadi berpikir mungkin tampang saya yang jelek , cengeng, jadi oma selalu bilang kalau kakak saya anak emas dan saya lebih bagus kalau disebut anak pembantu. Karena memang tidak ada keluarga saya yang peduli sama saya, umur 7 tahun saya memutuskan untuk ikut orang yang kebetulan pernah kost di rumah oma. Saat itu aku bantu-bantu dia, mengurus segala keperluannya karena dia dalam keadaan hamil. Dia orang Palembang dan saya akhirnya saya diajak ke kota Palembang. Tetapi sampai disana juga saya tidak merasakan kedamaian, selalu ada saja yang menjadi percekcokan dalam keluarga mereka. Karena kebetulan orang yang saya ikuti ini adalah istri muda, dan kalau dia sedang stress selalu saja saya yang menjadi sasarannya, saya dimarahi, dimaki dan diperlakukan dengan kasar, akhirnya kesabaran saya habis juga. Saya sudah tidak tahan. Saya cuma 3 tahun di Palembang dan saya putuskan untuk pulang.

Saya kembali ke rumah oma, dan tetap saja tidak ada perubahan, saya tetap anak yang dikutuki dan dianggap tidak berguna. Waktu saya kerumah papa, saya diperlakukan dengan kasar juga. Saat itu saya berusia 10 tahun dan saya sedang mau main kerumah papa dan mama tiri saya. Saat itu entah karena apa, adik tiri saya yang umur 2 tahun badannya panas, ya saya kasih obat panas, saat itu bodrexin, tiba-tiba mama tiri pulang dari tetangga dan marah-marah sambil memaki “Kenapa adek panas? Kamu apakan?”, saat itu saya seperti tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan. Sorenya papa pulang kantor, saya tidak tahu apa yang mama tiri saya ceritakan ke papa, akhirnya papa marah ke saya dan memaki saya dengan kata-kata “Dasar anak racun!” Belum lagi perlakuan papa yang beda antara ke saya dan anak-anak dari mama tiri saya. Terus terang saya adalah anak orang yang berkecukupan, karena papa saya cukup mempunyai posisi di kantor, tapi sejak perceraian itu papa sama sekali tidak peduli kepada saya dan kakak, bahkan sekolah pun kami tidak, tapi kalau dengan anak-anak yang dari mami tiri saya, dia selalu mengatakan, “Kalian harus sekolah tinggi sampai menjadi sarjana,” saat itu saya belum mengerti apa itu sarjana.

Akhirnya saya memilih untuk kabur dari rumah dan memilih untuk menjadi “anak pasar”, sampai pada akhirnya saya terperosok dalam pergaulan bebas, obat-obatan dan minuman keras. Pada saat itu saya sangat membenci papa saya, dan saya menyimpan kepahitan karena perlakuannya itu, saya juga membenci kelahiran saya, saya benci dengan diri saya sendiri, saya benci dengan kehidupan saya, saya benci dengan semuanya… Beberapa kali saya mencoba bunuh diri. Saya akhirnya jadi preman pasar di daerah Sawah Besar, saya ikut pergaulan bebas dan saya pada akhirnya jadi pelacur juga, saat itu saya berumur 15 tahun dan saya tidak punya uang. Pikir saya juga lumayan juga jadi pelacur, saya dapat uang. Saya juga suka menodong untuk mendapatkan uang, pokoknya saya benar-benar anak gelandangan di jalan. Ditambah lagi dengan pertemanan kami di antara sesama teman gelandang begitu kental, saya lebih tertarik dengan komunitas anak jalanan daripada untuk pulang ke rumah, walaupun sebenarnya keluarga saya adalah keluarga mampu.

Selama saya jadi pelacur saya dibayar dengan prosentase 40% dan 60%, jadi 40% untuk saya dan 60% buat germonya atau istilahnya “Mami” kalau kami memanggil orang yang merekrut kami. Dulunya saya suka nongkrong di Olimo, Harmoni, dan juga ada hotel Melati namanya sekarang. Jadi kehidupan saya sudah biasa dengan urusan menjajakan diri, laki-laki yang tidur dengan saya juga dari berbagai kalangan. Saat itu sih saya merasa pengen dapat uang saja dan protes dengan keadaan perceraian papa dan mama. Jadi saya hidup melacur sampai umur 19 tahun. Saya juga ikut serta dalam pergaulan bebas bersama teman-teman, dari minuman keras, pakai narkoba dan juga seks bebas. Saya harus tetap tersenyum, walaupun sebenarnya jauh di dalam hati saya, saya sedih menjalani kehidupan ini, karena saya merasa kotor dan tidak ada yang sayang sama saya, mungkin saya mencari jati diri di luar dan pada tempat yang salah…

Karena pergaulan yang salah, pada akhirnya saya hamil, tapi laki-laki itu tidak bertanggung jawab. Saya jadi bingung, tapi untung ada tetangga yang mau bertanggung jawab karena dia suka sama saya, namanya Kimcu, akhirnya kita menikah. Tetapi dalam pernikahan kami masalah keuangan adalah masalah yang utama, apalagi saya dalam keadaan hamil. Saat hamil saya tetap saja menjadi pelacur, tapi tanpa sepengetahuan Kimcu. Karena suami saya tidak kerja, dan saya merasa keuangan kita dalam berumah tangga tidak mencukupi, akhirnya saya juga sambilan dagang asinan, karena saya membutuhkan biaya dalam mempersiapkan kelahiran anak saya. Setelah melahirkan, satu minggu sesudahnya saya menceraikan Kimcu, karena saya pikir ini laki-laki tidak bertanggung jawab. Saya menghadapi semuanya itu sendiri, saat itu usia saya baru 19 tahun.

Satu tahun kemudian, tepatnya 1976, saya menikah lagi dengan seorang pemuda yang bernama Edy, yang sekarang menjadi suami saya. Saat itu Edy dikenalkan pada saya melewati teman kami. Pernikahan dengan dia biasa saja saya jalani. Saya dominan sekali dalam keluarga, apa saja yang saya bilang harus selalu dituruti, saya tidak pernah minta maaf, karena bagi saya lebih baik saya mati kalau sampai saya minta maaf, tapi untungnya Edy adalah seorang yang sering mengalah. Menikah dengan Edi saya memiliki 4 orang anak. Kehidupan jalanan membentuk karakter saya yang keras menjadi semakin keras. Keras kepala, tidak mau mengalah dan selalu ingin menang sendiri.

Pada saat anak-anak saya beranjak dewasa ternyata saya tidak dewasa juga, walaupun sudah berumur 49 tahun, kehidupan saya yang tidak baik masih terus melekat pada diri saya: merokok, berjudi, ke diskotik masih terus saja saya jalani. Saya tetap membenci papa saya, sampai pada saat dia mau meninggalpun saya tetap tidak mau menemuinya. Perhatian ke keluarga tidak sepenuhnya saya berikan, tanpa disadari mereka juga menjadi anak-anak yang kurang perhatian. Mungkin saya secara ekonomi berkecukupan tetapi saya merasa kesepian dan saya merasa ada hal dalam diri saya yang tidak saya mengerti, saya tidak bisa memberi kasih sayang kepada anak-anak saya, saya merasa kemauan saya tidak bisa dicegah, ada pertentangan dalam hati saya… Kalau saya lagi sendirian, saya ingin keramaian bersama teman-teman di diskotik, tapi kalau saya lagi di diskotik, saya ingin sendirian…

Sampai pada suatu hari saya ingat saat itu tanggal 1 januari 2003, saat itu saya merasa pusing dan saya berusaha cari pegangan, tiba-tiba saya mendengar ada suara yang menyuruh saya membuka mata. Saya berada disuatu diskotik, saya meminum ekstasi/triping bersama teman-teman, dan saat itu saya OD (Over Dosis), saat itu saya merasakan saya seperti melayang turun ke dalam sumur gelap, tangan saya berusaha menggapai namun tidak ada pegangan, saya terus melayang turun tidak tahu berapa lama, sampai akhirnya saya mendengar suara : “Bukalah matamu” dan saya mencoba membuka mata saya, tapi mata saya terasa berat sekali dan tidak bisa dibuka. Suara itu terus saya dengar berulang-ulang, dan sampai akhirnya saya dapat membuka mata saya, dan pada saat itu saya melihat ada bayangan orang, saya lalu berusaha menepuk dan menjerit ditelinganya.”Tolong, gua OD (Over Dosis)”, setelah itu saya merasa setengah sadar dan ditolong oleh orang. Saya mendengar lagu house music membuat kepala dan telinga saya sakit sekali. Akhirnya hari itu jiwa saya tertolong, tetapi saya masih belum jera juga, saya masih pergi ke diskotik. Bahkan saya dulunya suka membeli teman untuk mengisi kekosongan saya. Saya juga tidak mengerti, saya ingin yang benar, tapi justru yang tidak benar yang saya lakukan. Teman saya beli dengan uang, kalau kita banyak uang, pasti kan banyak yang mau berteman dengan kita.

Pada tanggal 14 Februari 2003, saya dalam pengaruh ekstasi dan “on tinggi” tiba-tiba saya mendengar suara “Lihatlah siapa yang kau sembah?” Waktu saya membuka mata saya, saya melihat pengunjung dalam diskotik itu bukan sebagai manusia, tetapi berwujud menyeramkan seperti setan. Kepalanya bertanduk dan tidak memiliki tempurung kepala, wajahnya coreng-moreng. Saat itu saya tidak merasa takut, hanya pengaruh ekstasi itu langsung drop, dan saya hanya duduk di dekat panggung saja, hanya melihat dan menatap mereka, sejak saat itu saya jadi sering mendengar suara-suara ketika saya sedang “on tinggi” dan pengaruh ekstasi itu langsung drop. Sampai pada tanggal 4 Oktober 2005, ketika saya berada dalam diskotik, saya mendengar suara lagi dan mengatakan :”Pulanglah atau engkau akan terhilang.” Pada saat itu saya merasa takut dan langsung pulang, itu adalah terakhir kalinya saya pergi ke diskotik.

Saya bertobat, saya pikul salib dan saya salibkan kedagingan saya. Saya tahu semua ini karena lawatan Allah secara langsung terhadap saya. Satu persatu saya melepaskan dosa saya, pertama diskotik dan obat-obatan, lalu judi, dan yang terakhir perselingkuhan. Saya mulai aktif ke gereja ikut dalam kelompok Family Altar (FA), bertumbuh bersama dengan teman-teman seiman. Tanggal 19 Mei 2006, digereja saya diadakan retreat pemulihan, dan saya ikut dalam retreat itu. Saat itu session pertama mengenai Hati Bapa. Pada session pertama ketika saya menutup mata, Tuhan perlihatkan perlihatkan wajah papi saya, karena terus terang saja saya pahit dan benci sekali sama papi saya, dan Tuhan juga perlihatkan hati saya yang beku seperti es, berwarna kebiruan. Saat itu saya bilang, saya tidak bisa mengampuni papi saya Tuhan, saya tidak mampu… Tapi bersamaan dengan perasaan itu, hambaNya berkata kalau kita memang tidak mampu, tetapi kita harus minta kekuatan Tuhan. Pada akhirnya saya menyerah dan saya terus berdoa dengan mengatakan, Engkau saja Tuhan yang bekerja didalamku. Tuhan, bantu aku untuk dapat mengampuni… Saat itu saya merasakan sukacita dan damai. Saat itu saya berserah total.

Waktu saya berserah, saya diperlihatkan lagi tangan Tuhan sedang mengusap-ngusapi hati saya yang beku dan perlahan-lahan hati saya mencair dan kembali berwarna merah, lalu Tuhan meremas-remas hati saya sampai hancur, lalu Tuhan mencabut hati saya, saya melihat seakan-akan ada akar yang dicabut dari hati saya, sakitnya benar-benar saya rasakan. Tapi sesudahnya saya merasakan kelegaan yang luar biasa. Keesokannya pulang dari retreat saya mengadakan pemulihan dengan anak-anak, dan memang ternyata benar hari-hari yang kami alami setelah pemulihan begitu dasyat dan luar biasa, hubungan saya dengan anak-anak menjadi semakin baik. Dan saya juga saya juga jadi menyala-nyala di dalam Tuhan. Saya juga terkadang diminta bersaksi di gereja dan di dalam lingkungan komunitas doa. Semua karena kebaikan Bapa dan kasih karunia Allah Bapa dalam Yesus Kristus. Terima Kasih Tuhan untuk segala kebaikanMu…

“Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya.” (Yer 24:7)

Sumber Kesaksian:
Willan (jawaban.com)

Bersaksi bersama AIDS

Bertumbuh merupakan proses yang berat bagi Herb Hall. Dia sering mengalami sakit sejak kecilnya. Pergaulannya dengan anak-anak seusianya dibatasai oleh orang tuanya yang merupakan Kristen yang taat. Akhirnya Herb Hall bertumbuh menjadi anak yang lemah dan banyak menerima penolakan. Tetapi seiring dengan bertumbuhnya Herb, mendapat penerimaan dari pria menjadi obsesinya.

Jika saya melihat kembali kehidupan saya, semua itu dimulai akibat luka dan penolakan yang saya alami selama bertahun-tahun. Itu betul-betul mempengaruhi hidup saya. Saya merasa nyaman bersama laki-laki karena saya merasa diterima oleh mereka. Saya dapat berteman dengan mereka. Laki-laki tidak pernah mentertawakan saya dan mereka tidak pernah mempermalukan saya. Mereka tidak pernah menolak saya seperti kaum wanita biasa memperlakukan saya. Hingga akhirnya saya melakukan kesalahan karena hubungan saya dengan sesama pria di usia saya yang ke 21 tahun.

Bertahun-tahun saya hidup dengan perasaan bersalah dan berkali-kali saya berpikir untuk mengakhiri hidup saya. Satu waktu saya pernah menelan satu botol pil sekaligus, saya sudah ingin mati. Namun keinginan ini gagal. Ibu saya menerima telepon yang ternyata untuk saya, dia kemudian masuk ke kamar, menemukan saya tidak sadarkan diri. Ia membaca surat yang saya tulis dan melihat botol pil yang kosong. Ibu saya menelepon paramedis dan nyawa saya diselamatkan.

Pada saat di rumah sakit, Herb menerima kunjungan dari pendeta gembala gerejanya. Itu merupakan pertemuan dramatis yang merubah hidupnya.

Pendeta saya mengatakan bahwa dia mungkin tidak tahu masalah yang menimpa saya, dia tidak tahu apa yang membuat saya kecewa. Pendeta saya mengakui bahwa dia tidak dapat mengetahui cobaan apa yang sedang saya hadapi. Namun dalam semuanya dia menekankan bahwa ada pribadi yang mengasihi dan sanggup memelihara hidup saya dari berbagai masalah, dialah Kristus Yesus. Akhirnya saya menceritakan semua masalah beban masa lalu yang saya derita pada pendeta saya tersebut.

Saya merasakan suatu kelegaan dan kelepasan yang luar biasa setelah menceritakan semua hal itu. Saya terkejut karena pendeta gembala itu tidak pernah menolak saya. Setelah peristiwa ini saya mengambil keputusan untuk melakukan pemulihan. Selama tiga tahun saya harus melewati pemulihan ini dengan doa, konseling dan penuh perjuangan. Tadinya saya pikir hanya dengan semalam saya bisa melewati hal ini namun ternyata saya menghadapi semuanya dengan perjuanagn yang berat. Dan setelah tiga tahun saya merasakan Tuhan telah benar-benar menyembuhkan saya.

Setelah beberapa tahun kemudian Herb bertemu dan jatuh cinta dengan seorang wanita dari gerejanya. Pada waktu ia hendak menikahinya, Herb memutuskan untuk memeriksakan dirinya agar dia yakin bahwa dia telah bebas dari virus HIV.

Pada waktu saya akan memeriksakan diri, saya berkata dalam hati bahwa ini hanyalah tindakan untuk berjaga-jaga. Saya yakin sebagai orang Kristen maka saya tidak akan terkena virus HIV atau AIDS. Saya percaya hasil yang didapatkan adalah negatif. Namun saat suster datang dan memberitakan kabar yang menyedihkan bahwa hasil pemeriksaan menunjukkan hasil positif. Saya sempat menolak dan meminta untuk test ulang, namun perawat ini mengatakan bahwa test yang dilakukan merupakan test terbaik. Saya divonis terkena virus HIV+ dan harus kehilangan impian untuk menikahi gadis yang saya kasihi.

Hari itu saya pulang dengan putus asa, saya keluar dari mobil dan menemui ibu saya, saya menangis. Saya juga harus menceritakan pada calon pengantin saya bahwa saya terinfeksi HIV, tidak bisa menikah dan tidak bisa punya anak. Kami berdua menangis namun dia mengatakan apapun yang terjadi dia akan tetap menjadi sahabat saya dan bersedia mendukung saya. Setelah 4 tahun berlalu ternyata dia tetap ada didekat saya. Kami masih sering bersama, makan malam bersama, dia mengasihi saya walau kami tidak dapat menikah.

Waktu terus berlalu, walau Herb telah memberikan hatinya bagi Tuhan Yesus, tekanan hidup yang dia alami semakin berat sehingga ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya

Saat itu saya sepertinya tidak kuat lagi dengan semua beban yang ada. Saya mau menaruh pistol di kepala dan menembak otak saya. Saya tidak mau orang mengenali identitas saya dan mereka menelpon polisi, jadi saya mengendarai mobil dan saya memasuki jalan tol. Namun saat saya mengendarai mobil di jalan tol tersebut, Tuhan berbicara kepada saya seperti yang tidak pernah dilakukanNya. “Herb kapan kamu mau percaya bahwa Aku akan memakai hidupmu?”, “Kapan kamu percaya bahwa Aku sudah mengampuni dosamu?”, “Kapan kamu mau memberikan 100 persen hidupmu bagiKu?” demikian tanya Tuhan.

Suara Tuhan menyadarkan Herb. Setelah Herb mendengar Tuhan berbicara kepadanya, dia kemudian menghubungi adiknya. Herb katakan padanya bahwa dia akan memeriksakan diri pada dokter. Itu merupakan waktu yang menentukan bagi Herb dan ia menyerahkan hidupnya sepenuhnya pada Tuhan. Hasil test yang dilakukan dokter sungguh mengejutkan Herb, kekebalan tubuh Herb telah sangat menurun dan dokter mengatakan bahwa umur hidup Herb tidak akan lama lagi. Herb akan segera meninggal.

Namun hari ini Herb bagaikan “mujizat berjalan”. Telah 11 tahun berlalu sejak ia terkena AIDS dan vonis dokter diberikan, Herb masih hidup.

Saya melihat setiap hari sebagai bentuk kasih karunia Tuhan yang besar bagi saya. Perubahan yang terbesar ialah ketika saya mulai menyadari bahwa bila saya mati dalam waktu satu tahun seperti yang pernah dokter katakan maka saya akan ada bersama Tuhan. Namun bila saya diijinkan hidup maka saya punya kesempatan untuk memberitakan kabar baik. Saya menyadari bahwa saya menjadi seorang pemenang dalam semua keadaan.

Tuhan ternyata punya rencana besar bagi Herb. Tahun 91 Herb bertemu dengan pendeta Bruce Sanumber. Bruce mengundang Herb untuk bergabung dalam kelompok peduli AIDS di gerejanya. Kelompok ini mulai bekerja dari melayani penderita AIDS di California lalu kemudian berkembang menjadi pelayanan internasional yang bernama “DIA MENGHENDAKI KEMENANGAN”. Sebagai anggota pelayanan ini, Herb Hall memberitakan pengalaman hidupnya dan menguatkan para penderita AIDS di seluruh dunia. Saat ini pelayanan ini telah mempunyai cabang bahkan sampai Malaysia, Thailand, Singapura hingga Vietnam.

Saya juga baru berkunjung ke Australia, Afrika, Inggris dan kepulauan Utara untuk menguatkan banyak orang. Bagi saya ini merupakan hal yang luar biasa. Tuhan dapat memakai saya, orang yang penuh kegagalan dengan masa lalu yang kelam untuk menjadi kesaksian bagi banyak orang betapa Tuhan mengasihi mereka.

Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu. (Yesaya 43:4) “Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi.”(Yesaya 49:6)

Sumber Kesaksian:
Herb Hall (jawaban.com)

Kugadaikan Hidupku Pada Wanita Malam Demi Narkoba

“Waktu kecil, hubungan mama dan papa saya sangat tiidak baik. Dan saya melihat jurang perbedaan di antara mereka hingga akhirnya mereka memutuskan untuk berpisah. Dan saya mulai kecewa dengan papa saya dan mulai menyalahkan papa atas perpisahan papa dan mama saya,” ungkap Denny memulai kisah hidupnya.

“Kalau saya melihat teman lain, saya merasa cemburu dengan keharmonisan mereka. Papa mereka sangat sayang dengan anak-anaknya dan saya merindukan hal itu. Saya benar-benar kehilangan figur seorang ayah. Saya merasa saya tidak punya papa,” ungkap Denny.

Trauma masa kecil yang dialaminya membuat Denny tumbuh menjadi seorang anak yang agak bandel. Kelas 6 SD Denny mulai mengenal rokok, ganja, narkoba bahkan sampai jatuh ke dalam dunia seks bebas. Demi mendapatkan narkoba yang harganya mahal, Denny mulai bergaul dengan preman untuk mendapatkan uang.

Di tengah kekelaman hidup yang dijalaninya, Denny sangat mencintai ibunya. Intensitas pertemuan dengan ayahnya yang semakin jarang membuat keluarganya semakin terpuruk secara ekonomi. Denny yang mencintai ibunya harus menyaksikan bagaimana ibunya sebagai seorang single parent harus bekerja keras membiayai sekolah dia beserta saudara-saudaranya yang masih kecil. Tak jarang ibunya rela untuk tidak makan hanya agar Denny bisa makan.

Kenyataan itu membuat Denny melakukan berbaga macam cara agar dapat membantu ibunya. Setiap subuh Denny memalak tukang-tukang sayur hanya untuk memgisi kulkas di rumahnya. Ibunya mulai mencurigai kelakuan Denny namun ia tak pernah melihat langsung kenakalan Denny di luar rumah. Hingga suatu hari ibunya memergoki Denny sedang menyuntikkan obat-obatan terlarang ke tubuhnya. Ibunya yang shock menampar Denny dan langsung pingsan mengetahui kelakuan Denny. Jauh di dalam hatinya Denny menyesali apa yang telah dilakukannya karena sesungguhnya Denny sangat menyayangi ibunya.

“Pertama kali tangan saya pukul Denny waktu dia SMA,” ungkap Dortje Suawah, ibunda Denny. “Pikiran saya saat itu hanya: saya sudah hidup sendiri, cari nafkah untuk anak-anak saya, tapi anak saya yang satu ini membuat saya kecewa sekali,” tambah Dortje dengan hati pedih.

Dalam kesedihan hatinya, Dortje hanya bisa berdoa memohon kepada Tuhan agar Denny dapat terlepas dari ikatan obat-obatan terlarang yang mengikatnya. Ia tak ingin Denny semakin terpuruk akibat kesalahannya sebagai seorang ibu yang tak mampu memberikan keluarga yang terbaik bagi Denny.

Tak mau kecewakan sang ibu, Denny ingin berhenti dari cengkeraman narkoba. Namun kebutuhannya akan narkoba semakin meningkat dan teman dekatnya yang juga seorang wanita malam sanggup memenuhi segala kebutuhannya akan barang laknat itu. Uang, barang-barang mahal dan seks menjadi teman dekatnya saat itu akibat pergaulannya yang buruk.

“Tadinya saya merasa inilah hidup saya. Tapi lama-kelamaan saya mulai capek dengan situasi ini. Papa tidak sayang sama saya dan saya juga tidak sanggup membahagiakan mama saya, buat apalagi saya hidup. Situasi seperti itu membuat saya semakin down. Saya berpikir sepertinya masa depan saya sudah gelap,” ujar Denny.

Lelah karena harus selalu merasa sakau dan menjalani hidup yang suram karena harus berpacaran dengan wanita malam demi narkoba membuat Denny berpikir bahwa mati adalah sebuah pilihan yang waras. Namun usaha bunuh diri yang coba dilakoninya tak kunjung membuat maut menjemputnya.

Keinginan untuk berhenti dari narkoba sebenarnya ada di hatinya namun ia tak kuasa menahan dirinya dari dorongan obat yang telah begitu menguasai tubuhnya. Demi memenuhi hasrat kebutuhannya akan narkoba, Denny bahkan pernah merampok taksi. Dalam salah satu aksinya ia nyaris diamuk massa karena ketahuan warga.

Saat massa mengejarnya, Denny berhasil bersembunyi. Denny yang tadinya berpikir bahwa dirinya tidak takut mati ternyata takut juga untuk mati. Di saat genting itu, ia ingat untuk berdoa kepada Tuhan. Dan secara ajaib Tuhan menolong Denny lolos dari amukan massa. Saat itu Denny sadar bahwa Tuhan itu baik. Bahkan untuk dirinya, seorang berdosa yang penuh dengan kejahatan, Tuhan masih mau untuk menjawab doanya. Momen itu sempat menjadi momen dimana Denny berpikir untuk meninggalkan segala dosa-dosanya. Namun dalam peringatan milenium memasuki tahun 2000, Denny mendapati dirinya masih terjerat narkoba, bahkan ia semakin terpuruk.

“Saya pesta narkoba, sampai akhirnya saya pesta seks. Saya sadar dan bertanya-tanya kenapa saya seperti ini lagi. Padahal niat saya adalah untuk berubah. Karena sayang saya sama mama, saya mencoba untuk berubah. Dan saya ingat waktu dulu Tuhan jawab doa saya, itu yang saya ingat. Sampai akhirya saya merasa bersalah. Jangan sampai saya berakhir seperti teman saya yang terlambat (untuk ditolong),” ungkap Denny panjang lebar.

Denny akhirnya memutuskan untuk menghentikan semua kebiasaan buruknya. Selama beberapa bulan Denny berusaha lepas dari ketergantungannya dengan mengurung diri di kamar. Ibunya tak pernah tahu ketika Denny harus menahan sakit sendirian melalui masa-masa sakaunya. Sampai akhirnya Denny berhasil lepas dari ketergantungannya akan narkoba.

Setelah menjalani hidup baru, Denny mulai menjalin hubungan spesial dengan seorang wanita. Denny yakin bahwa wanita ini adalah jodoh terbaik bagi dirinya. Setelah menikah, Denny memutuskan untuk mengalah dan meninggalkan pekerjaannya di Bandung demi dapat berkumpul dengan istrinya di Bekasi. Namun semua usaha yang dijalaninya selalu gagal. Sampai akhirnya kegagalan itu meninggalkan hutang dan membuatnya frustrasi. Denny merasa ia tidak hanya gagal sebagai seorang anak yang tak dapat membahagiakan ibunya, namun ia juga gagal sebagai seorang suami yang tak dapat menafkahi istrinya.

Komunikasi yang kurang dengan istrinya membuat Denny tak tahu harus berbagi kepada siapa mengenai kondisi kegagalan bisnisnya. Teman lama menjadi pilihan Denny untuk melepaskan rasa frustrasinya. Bahkan ia nyaris jatuh lagi ke dalam dosa seks bebas. Kehidupan kelam itu kembali dijalaninya sekitar tiga bulan lamanya. Sampai akhirnya istrinya jatuh sakit. Kondisi istrinya yang harus istirahat total di tempat tidur membuat Denny harus selalu menemani dan membantu istrinya beraktivitas.

“Saat itu saya merasa bersalah. Karena saya merasa kok saya senang-senang tapi istri saya kerja keras (untuk memenuhi kebutuhan kami). Sampai akhirnya istri saya jatuh sakit,” ujar Denny.

Rasa bersalah membuat Denny akhirnya memberanikan dirinya untuk mengaku dosa di hadapan istrinya. Ia mengaku bagaimana dirinya kembali menggunakan narkoba, mabuk dan main perempuan. Secara mengejutkan, dengan lapang dada istri Denny memutuskan untuk mengampuni Denny.

“Saya bertanya pada Tuhan apa yang harus saya lakukan. Dan saat itu hati saya dikuatkan. Saya berpikir bagaimana membuat dia kembali ke jalan Tuhan karena dia membutuhkan saya,” ujar Eliana D Simbolon, istri Denny.

“Saat itu saya kaget. Saya pikir istri saya akan marah, ternyata ia hanya senyum, ia hanya elus-elus dada saya,” ujar Denny.

“Yang terngiang di telinga saya hanya kata-kata papa saya, laki-laki yang tinggal di dalam Tuhan itulah laki-laki yang setia. Saya percaya tidak ada manusia yang bisa merubah manusia yang lain. Manusia berubah hanya ketika ia mengalami perjumpaan dengan Tuhan. Itu yang saya percaya, mangkanya saya selalu berdoa untuk suami saya,” ujar Eliana.

“Ini adalah istri terbaik yang Tuhan kasih buat saya. Ya, saya sangat terharu sekali. karena saya telah menyakiti istri saya namun istri saya dengan mudahnya bisa memaafkan saya,” ungkap Denny.

Berawal dari keterbukaan, Denny mendapati dirinya terus dipulihkan. Denny kemudian sadar bahwa kebencian dan kepahitan yang dimilikinya terhadap sang ayah membuat hidupnya terus jatuh bangun dalam dosa. Melepaskan pengampunan menjadi pilihan Denny untuk menikmati hidup berkelimpahan dan jauh dari dosa.

“Tuhan tidak suka dengan orang yang mengalami kepahitan dan kebencian karena Tuhan itu adalah kasih. Jadi, kalau kita menyimpan kebencian dan kepahitan, itu adalah lawan dari kasih. Kita tidak akan memiliki rasa kasih itu jika kita menyimpan kepahitan dan kebencian. Kita tidak akan mengenal kasih kalau kita tidak mengenal kasih Bapa. Dan kasih Bapa itu hanya datang daripada Yesus,” ujar Denny menutup kesaksiannya.

Sumber Kesaksian:
Denny Hilton (jawaban.com)

Buat Apa Aku Hidup Jika Tanganku Lumpuh?

Saat seseorang merasa hidupnya tidak berarti lagi, maka perasaan itu dapat membuatnya melakukan tindakan nekad. Itulah yang dialami Jonathan David, kekosongan yang dirasakannya membuatnya nekad untuk mengakhiri hidupnya.

“Saya merasakan satu kekosongan dalam diri saya. Saya pikir saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Saat itu saya putuskan, mau apa lagi saya hidup dengan keadaan seperti ini, jadi saya mau mengakhiri kehidupan saya saja,” ungkap David mengawali kesaksiannya.

Percobaan bunuh diri itu ternyata gagal. Pamannya segera melarikan David ke rumah sakit dan berhasil menyelamatkan nyawanya. Namun alih-alih menegur dengan kasih, pamannya justru memarahai David atas aksi nekadnya tersebut dan menjatuhkan mental David dengan berkata bahwa David hanya bisa merepotkan orang saja. Hal inipun membuat David makin depresi dan membenci semua orang.

“Saya langsung tambah turun yaa (semangat) dibentak seperti itu. Bener-bener saya merasakan satu kemarahan yang besar, terutama sama orangtua saya. Saya sudah benci mereka, terutama papa saya,” ungkap David.

Kemarahan dan kebencian David kepada ayahnya ternyata dimulai sejak peristiwa kecelakaan yang menimpanya beberapa tahun silam. Ketika itu, dalam keadaan mabuk David mengendarai motor sambil membonceng seorang temannya. Ketika melewati persimpangan jalan, David tidak bisa mengendalikan motor, maka kecelakaan naas pun terjadi. Temannya meninggal dalam kecelakaan tersebut, sedangkan David mendapat luka serius di tangan kanannya sehingga dia tidak bisa menggerakkannya.

Berharap mendapat kesembuhan, David pun meminta ayahnya membawanya berobat ke seorang dukun di desa seberang yang menurut banyak orang mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Namun dengan tegas ayahnya melarang David untuk berobat di sana karena beliau lebih percaya dengan pengobatan medis. David pun dikirim ke Kalimantan untuk melakukan pengobatan medis dibawah pengawasan pamannya.

Selama setahun David menjalani pengobatan secara fisioterapi, namun tidak banyak perubahan yang terjadi. “Memang tangan saya bisa digerakkan sedikit, tapi saya merasa tangan saya ini belum bisa total sembuh. Saya tidak bisa mengangkat tangan saya lebih dari sepuluh detik, dan itu membuat saya frustasi. Jadi saya pikir saya tidak ada harapan lagi untuk masa depan saya dengan tangan saya yang seperti ini,” ungkap David.

Kekecewaan David karena larangan ayahnya untuk berobat ke dukun berbuah kepahitan. Tidak hanya kepada sang ayah, David pun mengaku kecewa dengan Tuhan. “Saya bilang, “Tuhan, Kau benar-benar tidak adil. Kenapa hidup saya sekarang seperti ini? Saya malu dengan tangan saya, jadi saya lebih banyak mengurung diri di dalam rumah, melamun dan saya juga jadi pemarah,” ungkap David.

Muak dengan suasana di rumahnya, David memutuskan untuk kabur dari rumah. “Saya merasa hidup saya sudah milik saya sendiri, dan saya ingin menjalankan kehidupan saya dengan kemauan-kemauan saya. Saya juga merasa membutuhkan Tuhan, saya akan menjalani kehidupan saya sendiri saja,” David menceritakan perasaannya.

Untuk membuktikan jati dirinya, David rela menjadi seorang buruh kasar. Tapi atas informasi seorang teman, maka David tahu bahwa ada pamannya yang dari Jakarta sedang berada di kotanya. Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, David pun ikut merantau ke Jakarta. “Saya ingin menghilang saja di Jakarta,” ucap David.

Di Jakarta, David menjadi lebih liar. Didampingi saudara-saudara sepupunya, David dikenalkan dengan narkotika. “Pertama kali saya pakai (narkoba), saya merasa kesenangannya itu tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Obat-obatan itu membantu saya untuk melupakan semuanya,” David bersaksi.

Tidak berhenti di situ saja, sepupu David juga mengenalkannya dengan seorang wanita yang kerap mengisi di tempat-tempat hiburan malam. Menurut David, wanita yang 11 tahun lebih tua darinya itu adalah sosok yang mampu menerima dirinya apa adanya. “Walaupun dia tahu tangan saya seperti ini, dengan wanita ini saya mendapat perhatian dan kasih sayang. Sesuatu yang tidak saya dapat dari orang-orang terdekat saya,” ucap David.

Lebih dari tiga tahun David menjalani hubungan terlarang itu seakan tanpa rasa bersalah. Bahkan beberapa kali, dia dan wanita itu tega melakukan aborsi. Sampai akhirnya David pulang ke kampung halamannya. Di sana dia bertemu David, teman ayahnya. Diluar dugaan, ternyata David mempunyai banyak pergumulan hidup bahkan lebih parah dari Jonathan.

Merasa mendapat secercah harapan, David pun tertantang untuk berubah. “Saya sudah jenuh dengan kehidupan saya, saya sudah capek. Saya ingin berubah waktu itu,” ucap David.

Daniel membawa David ke Jakarta dan memperkenalkannya dengan Ernest, seorang pembina ronahi. “Awalnya David terlihat seperti seorang pemalu, karena mungkin dilatarbelakangi minder itu,” ucap Ernest menceritakan sosok David yang dulu.

Setelah beberapa lama dan melewati banyak pengajaran, David menjadi lebih mengenal sosok pribadi Yesus. “Ketika saya membutuhkan Yesus selalu ada, ketika saya sedang sendiri Yesus selalu ada untuk saya, demi saya Yesus itu rela mati untuk dosa-dosa saya. Saya merasa saya menemukan satu sosok, yaitu figur bapa yang saya cari selama ini. Bapa yang berbeda dari bapa saya,” ungkap David.

Jamahan kasih tersebut membuat David pun bisa mengampuni orang-orang yang melukai hatinya. “Kasih Yesus yang besar itu, yang membuat saya mampu mengampuni tiap orang yang bersalah kepada saya. Karena memang Yesus telah mengampuni dosa-dosa saya terlebih dahulu,” ucap David.

Perlahan, luka di hati David pun berangsur pulih, hubungan dengan sang ayah pun membaik. Dia pun kemudian memutuskan untuk meninggalkan wanita yang selama ini menjadi teman kencannya itu.

Perubahan nyata dalam kehidupan David ini pun disaksikan oleh Ernest. “Saya tidak melihat lagi yang namanya free seks lha, namanya obat-obatan, yang namanya membantah ataupun minder. Jadi sekarang saya lihat dia tidak minder lagi, dia bisa bergaul, bisa menjadi contoh buat teman-temannya yang baru dibina di tempat ini,” ungkapnya.

Kini David menjadi pribadi yang baru. Dia bahkan menyerahkan hidupnya untuk melayani orang-orang yang mempunyai masalah seperti dirinya dulu. “Saya tidak pernah menyesal dengan kejadian yang sudah menimpa saya. Karena saat ini saya bisa melayani Tuhan dan bisa membimbing orang-orang yang bermasalah seperti saya. Dan saya sangat bahagia dengan kehidupan saya sekarang,” ujar David mengakhiri kesaksiannya.

Sumber Kesaksian :
Jonathan David (jawaban.com)

Aku Dijual Pacarku Jadi Pelacur

Reny lahir dari keluarga yang cuek. Kedua orangtua Reny tidak terlalu memperhatikan kebutuhan emosional buah hati mereka. Perlakuan kasar dari sang ibu kerap diterimanya. Saat Reny menolak membantu ibunya, sang ibu pun tak segan-segan bertindak keras terhadap Reny. Seringkali Reny harus berlarian keliling kampung karena dikejar ibunya, dan setelah Reny tertangkap, pukulan demi pukulan pun harus ia terima. Tanpa ampun ibunya terus memukuli Reny sampai meninggalkan bekas di tangan dan kakinya. Kesakitan fisik yang dirasakannya tak sesakit perasaan hati yang harus ditanggungnya saat itu, dipermalukan di depan umum. Sampai saat ini pun Reny masih dapat mengingat dengan jelas bagaimana ibunya kerapkali menghajar dirinya dengan sapu.

Penyesalan kerapkali menghampiri hatinya saat itu. Segala pertanyaan berkecamuk di dalam pikirannya, kenapa dirinya harus dilahirkan, kenapa orangtuanya mempertahankan ia untuk tetap hidup dan bukan mengakhiri nyawanya saja ketika ia masih bayi, dan berbagai perasaan lainnya memenuhi hati dan pikiran Reny. Perlakuan kasar orangtuanya seakan belum cukup untuk menggores hati Reny. Di saat usia Reny masih sangat belia, Reny harus menuruti keinginan orangtuanya di mana hal itu sagat bertentangan dengan hati nuraninya.

Kelas 5 SD, pinangan datang dari salah seorang tetangga yang tinggal tak jauh dari rumahnya. Menurut adat Jawa yang diemban kedua orangtuanya saat itu, kalau ada pinangan datang berarti harus diterima meskipun anaknya sendiri sebenarnya tidak suka. Reny sendiri benar-benar menolak pinangan dari tetangganya tersebut. Namun orangtua Reny tetap ngotot untuk menikahkannya dengan seorang pria yang tidak disukainya di usianya yang terbilang masih sangat belia kala itu. Perasaan takut kepada ibunya akhirnya membuat Reny menyerah dan mengikuti kemauan ibunya.

Ancaman sang ibu membuat Reny tak berdaya. Menjelang detik-detik pernikahannya, Reny harus merelakan waktu bermain dengan teman-temannya terampas dengan paksa demi sang calon suami. Karena kedatangan calon suaminya, dengan paksa sang ibu menarik Reny untuk pulang dan disuruh menyediakan minuman bagi calon suaminya. Ketidaksukaan Reny terhadap calon suaminya sudah ditunjukkannya dengan jelas, namun calon suaminya tetap gigih berniat menikahi Reny dengan harapan satu waktu nanti perasaan Reny terhadap dirinya akan berubah. Tak pernah terbayangkan oleh Reny ketika ia harus menikah di usia yang masih sangat muda. Kini Reny harus mengubur semua mimpi-mimpinya.

“Saya melihat teman-teman saya yang memakai seragam mau ke sekolah, saya benar-benar iri. Saat itu dendam kepada orangtua saya kembali dibangkitkan, kenapa sih orangtua saya benar-benar tidak mau mendengarkan apa yang menjadi keinginan anaknya. Keinginan untuk berumahtangga benar-benar tak terlintas di pikiran saya saat itu. Karena kemauan orangtua, karena terpaksa, akhirnya saya jalani. Setelah menikah, saya benar-benar membenci orangtua saya, terlebih lagi kepada suami saya,” ujar Reny dengan raut muka penuh kepedihan.

Pernikahan tanpa ikatan cinta pun harus dijalani Reny. Hal itu membuat bayang-bayang kebebasan begitu kuat menguasai batinnya. Reny tak pernah bisa menikmati kehidupan berumahtangga. Dari luar, orang masih bisa melihat mereka hidup bersama tapi sesungguhnya hati Reny dan suaminya terpisah begitu jauh. Banyak malam Reny lewati dengan satu keinginan untuk pergi meninggalkan suaminya dan menemukan kebebasan, tapi Reny tak pernah berani untuk melakukan hal itu.

Keadaan ekonomi yang sulit membuat Reny dan suaminya harus mengikuti program transmigrasi ke Aceh. Di sana, Reny bertemu dengan seseorang yang akan membuat hidupnya bergairah kembali. Pria itu begitu memperhatikan Reny, sehingga Reny pun akhirnya menjalin hubungan gelap dengan pria tersebut.

Hubungan Reny dengan pria itu pun semakin dalam. Namun hubungan tersebut akhirnya tercium oleh suami Reny. Hal itu membuat sang suami berang dan tak kuasa menahan amarah dan nyawa laki-laki itu berada dalam ancaman. Jika tak dihalangi oleh warga sekitar, parang suami Reny bisa saja menghabisi laki-laki tersebut. Di malam kejadian itu, setelah suasana emosi suaminya sedikit reda, Reny pun memutuskan untuk meninggalkan suaminya daripada harus terus terlibat keributan dalam rumahtangganya. Anak laki-laki Reny yang saat itu sedang tertidur lelap, ditinggalkan Reny begitu saja. Saat itu perasaan kasihan maupun keinginan untuk membatalkan kepergiannya tidak timbul sama sekali di hati Reny. Bagi Reny, itulah saat dirinya bisa menikmati kebebasan. Demi cinta dan kebebasan, akhirnya Reny pun pergi dengan teman prianya. Mereka pergi menuju kota Malang dan berharap kebahagiaan akan berpihak kepada mereka.

“Saya lari sama dia itu tujuannya bukan untuk senang-senang, saya hanya ingin berumahtangga, membina rumahtangga yang baik-baik, tidak ada kendala apa-apa karena saya pikir hal itu dibangun atas dasar suka sama suka,” kisah Reny.

Dengan dalih menawarkan pekerjaan yang cepat meghasilkan uang untuk biaya pernikahan, teman pria Reny tak tanggung-tanggung mendorong Reny ke jurang kekelaman. Dalam keluguannya, Reny tak menyangka sama sekali bahwa ia telah dijual kepada seorang mucikari. Reny hanya berpikir bahwa ia dititipkan sementara di tempat itu sebelum mereka menikah. Bahkan dengan polosnya ia berharap bahwa teman prianya akan sering mengunjunginya hingga hari itu tiba, saat ia akan dijemput dan mereka dapat hidup bersama. Reny tidak pernah membayangkan sama sekali pekerjaan yang harus ia lakoni selanjutnya.

Keluguan dan kepolosan Reni akhirnya membawa Reny ke dalam kehidupan yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Saat ia menjalankan tugas pertamanya untuk melayani laki-laki, di situlah baru Reny menyadari bahwa ternyata dirinya telah dijual. Reny benar-benar merasa terhina. Segala perjuangan dan pengorbanannya ternyata berakhir dengan hancurnya harga dirinya seutuhnya.

“Waktu itu saya benar-benar tidak tahu siapa saya. Saya tidak tahu jati diri saya itu siapa. Sampai akhirnya saya menangis di situ. Saya menangis karena ingat dengan pacar saya itu, kok saya dibawa pergi hanya untuk jadi seperti ini? Rasanya waktu itu kalau sampai saya ketemu dengan dia, rasanya ingin saya bunuh… saya benar-benar menyesal pernah bertemu dengan dia,” kisah Reny.

Pernikahan dini membuat batin Reny teraniaya. Harapannya untuk hidup bahagia dengan seorang pria pun kandas tak berbekas. Akhirnya memuaskan nafsu liar dari para lelaki hidung belang pun tak dapat ia hindari. Walau awalnya Reny merasa hina, namun gemerlap dunia malam telah menghanyutkan dirinya ke dalam arus kebahagiaan yang semu. Pada saat itu adalah hal mudah bagi Reny untuk mendapatkan uang. Merasa dirinya sudah hancur dan kehilangan harga diri, Reny pun akhirnya memutuskan untuk meneruskan cara hidupnya yang kelam. Reny merasakan kebebasan tanpa ada seorang pun yang menghalangi apa pun yang ingin dilakukannya. Reny mulai menikmati dan merasakan kebahagiaan dengan kehidupan baru yang dijalaninya.

Profesi sebagai wanita malam benar-benar telah melekat dalam diri Reny. Namun tiba-tiba, ada sesuatu yang mulai mengusik hatinya. Kebosanan dan kejenuhan mulai menghinggapi Reny. Di kala rasa itu datang, terpikir oleh Reny untuk menghentikan kehidupan malamnya. Kembali Reny ingin membina rumahtangga. Akhirnya Reni bertemu dengan seorang pria yang kemudian menjadi suaminya. Mereka pun dikaruniai seorang anak perempuan. Namun hubungan ini pun tak luput dari masalah yang akan mengancam keutuhan rumahtangga mereka.

Reny menemukan selembar foto yang menggambarkan suaminya sedang menggendong seorang wanita. Kekalutan menyelimuti perasaan Reny saat itu. Keinginan untuk bunuh diri tiba-tiba datang menyergapnya. Bahkan Reny terpikir untuk mengajak putrinya, Raurent, mati bersama. Reny benar-benar merasakan kekecewaan yang mendalam kepada suaminya.

“Dulu saya sudah disakiti dari keluarga, istilahnya saya harus menjalani hidup yang tidak enak. Lalu sekarang, kehidupan saya juga malah jadi seperti ini. Hati saya panas, benar-benar kalut. Saya mau minta tolong kepada siapa? Rasanya saya itu benar-benar sendirian. Hidup saya ini rasanya tidak ada artinya. Saya benar-benar hanya ingin mati,” ujar Reny.

Batin Reny bagaikan tercabik-cabik sembilu. Dan ia tak kuasa lagi menahan penderitaan yang begitu menekan hidupnya. Namun tiba-tiba, sebuah sinar menyinari wajah Reny. Saat itu Reny hanya mendengar sebuah suara yang mengatakan bahwa dirinya harus mempunyai pegangan, tapi Reny sama sekali tidak mengerti artinya.

Saat Reny masih dilingkupi kegalauan, tak lama kemudian suami Reny pun pulang. Tanpa merasa bersalah, suami Reny malah balik memarahi Reny. Sakit hati Reny yang begitu dalam membuahkan dendam yang membara dalam hatinya. Hasrat Reny untuk menghabisi nyawa sang suami pun tak terbendung lagi. Tapi rasa takut akan akibat yang ditimbulkan bila ia membunuh suaminya, mengurungkan niatnya tersebut. Suami Reny pun akhirnya menawarkan perpisahan dengan dirinya. Walaupun sakit hati, Reny tetap menerima keputusan suaminya tanpa melakukan tindakan balas dendam apa pun.

Tak tahu harus mengadu kemana, Reny teringat akan kakak iparnya yang sering dikunjungi oleh teman-temannya. Kepada salah seorang tante yang sering datang mengunjungi kakak iparnya, secara sekilas Reny menceritakan tentang suaminya. Sang tante hanya meminta Reny menyerahkan semuanya kepada Tuhan dan Tuhan pasti akan tolong. Merasa ada orang lain yang perduli akan permasalahan hidupnya, Reny pun mengambil langkah yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Reny mulai datang untuk beribadah ke gereja.

Saat tiba di tempat ibadah, lantunan lagu yang lembut membuat Reny terhanyut di dalamnya dan tiba-tiba menyentuh lubuk hatinya. Air mata mengucur dengan deras di wajah Reny tanpa dapat dibendung lagi. Reny menangis karena melalui lagu yang didengarnya, ia menyadari bahwa Tuhan mau mengampuni dirinya meskipun ingatan akan pekerjaan yang pernah dilakoninya dulu begitu memenuhi pikirannya. Reny mengingat semua perbuatan dosa yang pernah dilakukannya, bagaimana ia disakiti keluarganya, disakiti orang lain bahkan oleh seseorang yang ia cintai dengan sepenuh hati, Reny benar-benar hancur hati mendengar lagu pujian saat itu. Saat itulah Reny menyerahkan hatinya sepenuhnya kepada Tuhan.

“Tuhan, saya mau masuk hadirat-Mu dengan hati yang sungguh. Di situ saya merasakan damai yang sesungguhnya. Rasanya hati saya seperti disiram, rasanya adem, rasanya enak,” ujar Reny menceritakan awal pertemuannya secara pribadi dengan Tuhan.

Kehidupan Reny lambat laun mengalami perubahan yang berarti. Sampai akhirnya Reny pun mengambil tindakan yang akan memerdekakan hidupnya.

“Saya tadinya tidak bisa mengampuni orang-orang yang sudah menyakiti saya, apalagi orangtua saya suami saya. Lalu teman-teman mendoakan saya, dan dengan mulut saya mengaku di hadapan Tuhan, ‘Tuhan, saya mau mengampuni’. Rasanya ada sesuatu yang tercabut dari hati saya, lega sekali” kisah Reny akan proses saat ia memutuskan untuk mengampuni orang-orang yang telah menyakiti hatinya.

Akhirnya Reny pun mengubur semua masa lalunya yang kelam dan ia memulai lembaran hidupnya yang baru.

“Saat ini tidak ada yang menguasai hidup saya selain Yesus, Tuhan yang saya tahu adalah Juruselamat saya,” tambah Reny.

“Aku tidak perduli dengan masa lalunya mama. Aku menerima mama apa adanya karena aku sayang sama mama,” ujar Rourentsia, putri Reny yang sudah beranjak remaja.

Rasa penyesalan yang mendalam masih tersisa dalam diri Reny karena ia telah meninggalkan anak laki-lakinya dan Reny pun tak kuasa untuk mengungkapkan curahan hatinya. Saat ini yang diinginkan Reny hanyalah dapat bertemu kembali dengan anak laki-lakinya yang terus dirindukannya selama ini.

Sumber Kesaksian:
Reny Agustin (jawaban.com)

Sejak 3 SD, Seks Adalah Duniaku

“Kelas 3 SD, pembantu saya memaksa saya untuk melakukan hubungan seks. Barulah di SMP saya melakukan hal itu lagi, saya melakukan hubungan intim dengan pacar saya. Jadi akhirnya, semua perempuan yang saya pacari rata-rata saya setubuhi karena sudah ketagihan,” ungkap Ferry memulai kesaksiannya.

Menginjak kelas 2 SMP, Ferry mulai berhubungan dengan tante-tante. Menjelang kelulusannya dari SMP, Ferry pun pernah digilir oleh teman-teman tante-tante itu. Ferry tidak bisa melepaskan ketergantungannya terhadap seks. Bahkan beberapa pacarnya sempat mengandung hasil dari hubungan intim mereka. Pada saat SMP dua orang, di SMA juga dua orang. Ferry pun mengambil abortus sebagai jalan pintas. Dari keempat pacarnya, hanya satu yang dibawa ke dokter dan sisanya melakukan abortus di dukun.

Dari sekian banyak perempuan yang dipacari Ferry, Ferry pun akhirnya bertemu dengan Ida yang saat ini menjadi istrinya. Hubungan Ferry dan Ida diwujudkan sampai ke jenjang pernikahan karena sebelum menikah, Ferry dan Ida sudah jatuh ke dalam dosa perzinahan. Setelah menikah, Ferry tetap melakukan kebiasaannya tersebut tanpa sepengetahuan istrinya. Seringkali Ferry membohongi istrinya dengan alasan kerja dan dinas ke luar kota, padahal sebenarnya ia hanya bemain dengan perempuan lain. Kemana pun ia pergi, Ferry selalu melakukan perselingkuhan disertai perzinahan.

Hal tersebut terus berlanjut sampai suatu hari Ferry merasa menyesal dan memberitahukan istrinya perihal perselingkuhannya. Pengakuan itu pun tidak dikatakannya dengan jujur sepenuhnya, karena Ferry mengaku ia baru melakukannya untuk pertama kali padahal sebenarnya ia sudah sering melakukannya. Hati Ida pun terluka. Ida merasa harga dirinya sebagai seorang wanita dan istri diinjak-injak. Sejak itulah Ferry dan Ida pun sering cekcok. Perbedaan pendapat sekecil apapun dapat menjadi masalah besar bagi mereka.

Keributan terus melanda rumah tangga mereka. Bahkan setelah dikaruniai anak pertama, kehidupan rumah tangga mereka tidak juga harmonis. Ida selalu teringat akan kelakuan Ferry dan membayangkan suaminya yang sedang berhubungan dengan perempuan lain. Kemarahan dalam hati Ida pun semakin berkembang.

Suatu hari Ida mengikuti sebuah persekutuan. Salah seorang hamba Tuhan yang juga menjadi teman Ida mengingatkan agar Ida mengikis semua rasa sakit hati yang dirasakannya terhadap Ferry. Semenjak saat itu, Ida selalu berdoa bagi Ferry, suaminya, sekalipun Ferry tetap berselingkuh. Ida pun mengambil keputusan untuk mengampuni dan mengasihi Ferry, bahkan dengan iman Ida bersyukur karena Tuhan sudah mengirim suami yang baik kepadanya, bertanggung jawab terhadap keluarganya dan banyak hal positif lainnya. Ida sering memperkatakan perkataan iman itu di dalam doanya.

Hari demi hari terus berlangsung seperti itu sampai suatu ketika, Ferry mengikuti sebuah camp khusus pria atas bujukan Ida. Dalam camp itu, ada salah seorang hamba Tuhan yang membahas tentang abortus. Ferry pun diingatkan mengenai kejadian di masa lalu hidupnya, bagaimana ia membunuh darah dagingnya sendiri. Pada saat itu, secara pribadi, Ferry berani mengadakan pengakuan dosa secara total dari hati sanubarinya yang terdalam. Hari itu juga, Ferry menelepon ke rumah dan mengakui dosanya di hadapan anak dan istrinya.

“Saya minta ampun sama mama, karena Tuhan sudah jamah saya. Yang saya rasakan, selama ini saya sudah menyiksa mama dan anak-anak,” ujar Ferry kepada Ida, istrinya.

Tidak cukup sampai di situ, keesokan harinya subuh-subuh, Ferry sudah kembali menelepon anak-anaknya dari camp. Saat anak sulungnya mengangkat telepon, Ferry pun berucap, “Kakak, papa minta maaf sama kakak karena selama ini papa suka marah-marah sama kakak. Sama adek juga, papa mau minta maaf karena papa selama ini suka nelantarin adek.” Anak Ferry hanya dapat menangis, ia tak dapat mengeluarkan kata-kata, hanya menangis mendengarkan semua ucapan ayahnya.

“Saya benar-benar merasakan seperti baru pertama kali menikah kembali. Kasih yang mula-mula itu tumbuh,” ujar Ida mengungkapkan perasaannya di awal pertobatan Ferry.

Perubahan mulai terjadi dalam kehidupan Ferry dan Ida. Dengan hati nuraninya, Ferry pun dapat melepaskan keterikatannya terhadap seks dan perselingkuhannya dengan wanita lain. Hubungan yang terjalin di antara Ferry dan Ida pun berjalan dengan baik sekali. Ferry jadi sering mengucapkan kata-kata ‘sayang’ kepada anak-anaknya dan menjadi seorang kepala keluarga yang sangat perduli terhadap keluarganya.

“Kalau berbicara Ferry sudah tidak meledak-ledak lagi. Tutur katanya juga sudah baik. Perubahan nyata tampak dari kerinduannya akan pengenalan terhadap Tuhan Yesus Kristus, lebih semangat,” ujar Fabianus Chandramata, pembimbing rohani Ferry.

“Kami semua dengan anak-anak merasakan damai sejahtera dan suasana sorgawi yang daripada Tuhan,” ujar Ida.

“Saya juga tidak mau hidup damai sejahtera yang Tuhan sudah berikan kepada saya, saya hilangkan begitu saja. Saya tidak mau. Saya sudah merasakan kehidupan damai sejahtera dengan keluarga yang saya bina saat ini,” ujar Ferry menutup kesaksiannya.

Sumber Kesaksian :
Ferry Daniel (jawaban.com)

Dendam Masa Lalu Membuatku Terjerat Seks Bebas

Masa kecilnya sungguh menyedihkan. Teddy selalu mendapat caci maki dari ibunya. Bahkan kata “banci” selalu dilontarkan oleh ibunya. Ayahnya tidak kalah keras, seringkali dirinya dipukul oleh sang ayah menggunakan cincin batu ditangan hingga mengakibatkan Teddy berdarah.

Umur enam tahun dirinya dilecehkan oleh tetangganya yang berumur 40 tahun. Teddy belum mengerti hal tersebut. Hingga waktu berjalan, baginya keluarga tidak lagi menjadi tempat yang nyaman. Dirinya nekat pergi ke Jakarta untuk mendapat kebebasan dan kasih sayang. Namun tidak jelas dari siapa ia mendapatkannya. “Tujuannya cuma satu, saya mau bebas dari segala rasa sakit ini” ungkapnya.

Namun didalam kapal yang ia tumpangi menuju Jakarta, dirinya kembali dilecehkan oleh petugas kapal. Sesampainya di Jakarta dirinya sempat tinggal dirumah tantenya selama empat bulan. Namun akibat tingkah pamannya yang keras dirinyapun pergi dan bertemu dengan pembina anak jalanan. Pembina itu membimbingnya hingga menyekolahkannya hingga ke perguruan tinggi.

Maksud hati mencari kasih sayang, Teddy malah terjerumus dalam seks bebas. Dirinya menyukai pria dan bergairah juga kepada wanita.”Kondisinya saya seperti nggak jelas orientasinya. Ke cowok iya, ke cewek iya, jadi intinya biseksual. Intinya pada saat itu saya butuh kasih sayang,” ungkapnya.

Pergumulan batin pun dirinya alami. Padahal dirinya telah mendapat kasih sayang dan perhatian dari kedua pembimbing rohaninya yang kini seperti ayah dan ibunya. Namun tidak ada kepuasan sehingga dirinya terus menerus terjerumus dalam dosa seksual.

Hingga pada tayang televisi dirinya melihat kesaksian Jupiter Fourtisimo yang bertobat dari hidupnya yang seorang gay. Teddy pun menangis karena hal itu menyentuh hatinya. Teddy pun mengikuti sebuah ajakan temannya yuntyuk menghadiri sebuah ibadah.

Ternyata Jupiter lah yang sedang bersaksi dalam ibadah itu. Dan Firman Tuhan berbicara dan membongkar jiwa Teddy. “Karena itulah hendaklah kamu saling mengaku dosamu supaya kamu sembuh,” hal itulah yang membuatnya untuk lepas dari keterikatan dosa.

Sejak pertemuan itu Teddy merasakan dorongan untuk berubah dari dosa-dosanya. Lalu Teddy pun menceritakan bagaimana Tuhan berbicara untuk dirinya agar melakukan dua hal. “Yang pertama akui semua dosamu, yang kedua ampuni kedua orang tuamu.” Namun untuk mengampuni orangtuanya merupakan hal berat untuk dilakukan karena kepahitan yang mendalam.

Namun Tuhanlah yang berkehendak. Teddy pun pulang ke kampung halamannya untuk menemui orang tuanya. Tidak diduga, papanya tetap keras hati untuk menemuinya. Namun Teddy mengikuti semua janji Tuhan mengenai pengampunan. “Saya mau lakukan apa yang Tuhan suruh, saya ceritakan semua kepahitan masa lalu, semua pukulan, semua darah yang keluar, setiap siksaan, setiap tendangan yang keluar.”

Teddy pun mengampuni kedua orang tuanya dan memeluk serta mencium pipi papanya. “Papa, Mama mulai hari ini saya melepaskan semua pengampunan buat apa yang papa sudah buat untuk saya. Saya menangis dan berkata, papa saya bangga menjadi anak papa.”

Inilah dia kunci pengampunan, Papanya pun segera meminta maaf. Dan hidup keluarga mereka diubahkan. Ternyata orangtuanyapun bercerita bahwa mereka mempunyai kepahitan terhadap masa lalunya. Keterbukaan dan pemulihan terjadi pada keluarganya.

Namun dua minggu kemudian, Teddy mendapat kabar bahwa papanya meninggal dunia. Disitulah hatinya berkecamuk dan sempat marah terhadap Tuhan akibat papanya meninggal. Namun melalui sebuah kenyataan, dirinya disadarkan oleh Tuhan bahwa ayahnya meninggal disaat yang tepat, yaitu ketika pengampunan telah dilepaskan.

Disitulah Teddy menyadari bahwa waktu Tuhan memang tepat pada saatnya. Teddy pun terbebas dari dan dilepaskan dari keterikatan seks yang tidak normal. “Saya percaya bahwa mengampuni itu bukan melalui lewat mulut tapi sebuah tindakan yang nyata dari sebuah bukti pengampunan dan itu terbukti hingga saat ini.”

Sumber kesaksian :
Teddy Andrew (jawaban.com)