Category Archives: Pertobatan

Pengakuan Preman Yang Bertemu Tuhan (Harun Sapto)

Kisah seorang preman yang dari kecil sudah diperlakukan tidak adil oleh orang-orang yang sekitarnya membuat anak kecil ini tumbuh menjadi anak yang hobi berkelahi, kurang kasih sayang dan penolakan dari orang-orang sekitarnya membuat dia berkembang  menjadi seorang preman. Hidup bergelimang kekerasan membuat dia memiliki kepahitan hati yang sangat terdalam.

Harun akhirnya bertobat sewaktu dia hampir mati dibunuh preman lainnya. Dengan ajaibnya dia menonton sebuah video kebaktian dan kesaksian Kristen yang akhirnya membuat dia bertobat dan kembali ke jalan yang benar.

KESAKSIAN JEREMY DIPULIHKAN TUHAN DARI 20 TAHUN PENYIMPANGAN SEKSUAL

Berikut ini kisah nyata Pertobatan Jimmy :

” AKU LEBIH DARI PEMENANG DI DALAM YESUS KRISTUS TUHAN ”
( KESAKSIAN JEREMY DIPULIHKAN TUHAN DARI 20 TAHUN PENYIMPANGAN SEKSUAL)
” Di Luar AKU kamu tidak bisa berbuat apa-apa” ( Yesus Kristus Tuhan )
“Kuduslah kamu, sebab AKU Kudus ” ( Yesus Kristus Tuhan )
Perkenalkan, nama saya Jeremy. Saya berasal dari latar belakang keluarga Non Kristen, yang tidak mengimani Yesus Kristus Tuhan. Saya banyak sekali melakukan hal-hal yang mendukakan Allah, mulai dari pornografi, masturbasi, serta perzinahan. Saya banyak sekali melakukan dosa penyimpangan seksual. Dengan kekuatan saya sendiri, saya sulit sekali terlepas dari dosa penyimpangan seksual ini. Semakin saya keras berusaha untuk bisa terlepas, semakin saya terjerumus masuk lebih dalam ke dalam dosa tersebut. Saya jatuh bangun berusaha untuk bebas dari dosa itu. Disaat saya berkomitmen untuk bisa lepas, saya jatuh lagi dan lagi. Kejadian itu terus berulang ulang sampai saya merasa letih dan jenuh. Bertobat, kemudian jatuh lagi dan berulang-ulang. Saya terlibat dalam dosa penyimpangan seksual kurang lebih selama 20 tahun. Jika saudara yang membaca tulisan ini juga sedang terlibat dalam dosa penyimpangan seksual, apapun bentuk dosa saudara, entah itu pornografi, maturbasi, onani, lesbian, biseksual, perzinahan, homoseksual,gay, pelacuran,prostitusi atau yang lainnya, silakan saudara baca terus kesaksian ini.Apapun latar belakang saudara saat ini.
Hidup saya terasa hancur. Masa depan saya terasa suram saat itu. Saya berusaha untuk bisa terlepas dari dosa-dosa itu, tetapi terasa tidak sanggup. Hubungan saya dengan orang-orang terdekat semakin berantakan. Bisnis serta usaha saya hancur dan kacau. Saya dalam titik terendah dalam kehidupan saya. Saya kehilangan Damai Sejahtera dan Sukacita di dalam hidup saya.Saya bergaul dengan hal-hal yang membuat hidup saya tidak menjadi baik. Saya menikmati dosa yang saya lakukan di satu sisi, disisi lain saya mengorbankan segalanya.Semuanya hancur dan berantakan disaat itu. Dengan kebaikan serta kemurahan Allah di Dalam Nama Yesus Kristus Tuhan, saya berhasil terlepas dari dosa penyimpangan seksual yang membelenggu saya hampir selama 20 tahun. Kasih Allah begitu besar kepada saya, saya yakin kasih yang sama juga mampu memulihkan hidup saudara. Jika saat ini saudara juga mengalami hal yang sama, dan ingin sekali terlepas dari semua dosa-dosa itu, saya akan membagikan beberapa pengalaman yang saya alami selama ini bagaimana saya bisa terlepas dari dosa penyimpangan seksual itu.
Berikut ini cara yang saya lakukan :
1. Kerendahan Hati
Dengan cara :
a. Jujur.
Jujur mau mengakui dihadapan Allah di Sorga dengan penuh kerendahan hati mengakui semua keterlibatan dari dosa penyimpangan seksual yang dilakukannya.
b. Sadar.
Sadar bahwa semua hal yang dilakukan tersebut sangat mendukakan Allah. Bertentangan dengan kehendak Allah.

c. Pertobatan total
Komitmen bertobat secara total harus muncul dari dalam diri sendiri. Harus memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa terlepas dari semua ikatan dosa-dosa penyimpangan seksusl tersebut. Keinginan kuat harus berasal dari dalam.
d. Mengandalkan Tuhan
Komitmen dari dalam harus diikuti dengan mengandalkan Tuhan. Mohon kekuatan dari dalam. Dengan pertolongan Roh Kudus Allah tidak ada yang mustahil. Mengandalkan Tuhan berarti tidak bersusah payah dengan cara dan metode sendiri untuk bisa terlepas dari dosa penyimpangan seksual. Mengandalkan Tuhan berarti meminta petunjuk serta cara dari Allah melalui doa, sehingga jalan keluar yang harus dilakukan berasal dari hikmat Allah, dan itu pasti berhasil.

2. Takut akan Tuhan
Semua dosa yang dilakukan manusia terjadi karena di dalam diri manusia tidak ada Roh yang Takut akan Allah. Mungkin saja ada, akan tetapi dorongan dari luar yaitu dosa jauh lebih kuat, sehingga Roh itu lama kelamaan akan padam. Takut akan Allah berarti takut untuk berbuat dosa lagi. Takut akan Allah berati menghormati otoritas Allah didalam hidup kita. Dialah Sang Pencipta Bumi Langit beserta alam semesta raya.
Takut akan Allah dengan cara :
a. Miliki Roh Allah di dalam hidupmu.
b. Undanglah Yesus masuk di dalam hidupmu.
c. Biarkan Kasih Allah memenuhi hidupmu
d. Ijinkan Yesus memegang kendali atas hidupmu,bukan dirimu lagi.
e. Jadikanlah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Jadikan Ia Raja dalam segenap hidupmu.
f. Bertobat dan tinggalkan cara hidupmu yang lama yang penuh dosa.
g. Penuhilah hidupmu dengan kebenaran firman Allah, Alkitab.
h. Carilah Gereja Kristen yang benar, bertumbuh dalam iman dalam persekutuan dengan orang-orang Percaya Tuhan Yesus.
i. Jadilah pelaku-pelaku firman Allah, bukan hanya pendengar saja.

Siapapun anda sekarang, dimanapun anda berada sekarang, apapun latar belakang pekerjaanmu, latarbelakang bangsa, negara, bahasa, status sosial, status ekonomi, jika anda saat ini masih terikat dan terlibat dalam dosa-dosa penyimpangan seksual seperti pornografi, masturbasi, onani, lesbian, gay,seks bebas, perselingkuhan, perzinahan, pelacuran dan prostitusi ataupun bentuk lain dari penyimpangan seksual, anda belum terlambat untuk bertobat ! Segera ambil keputusan untuk meninggalkan semua itu! Jangan tunda-tunda lagi! Lakukan sekarang juga!
Ikutilah Doa berikut ini :
” Allah di Sorga, aku mengakui semua dosaku, kesalahanku, serta pelanggaranku di hadapanMu dan dihadapan Sorga…(Sebutkan semua dosa yang telah anda lakukan) Ampunilah semua dosa-dosaku itu.
Aku juga ingin mengampuni siapa saja yang sudah berbuat kesalahan terhadapku…
( Sebutkan nama orang itu ). Aku sudah mengampuni mereka.
Sekarang, aku ingin menerima Yesus Kristus ke dalam hidupku.
( Katakan dengan mulut anda ) : ” Yesus Kristus, marilah masuk ke dalam hatiku, masuklah kedalam hiduku. Jadilah Tuhanku dan Juruselamatku seumur hidupku. Aku percaya Engkau telah mati bagiku diatas kayu salib. Aku percaya kuasa darahmu telah menyucikan serta menguduskan hidupku sepenuhnya. Aku percaya Engkau telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, karena Allah telah membangkitkanmu.
Sekarang Engkau telah hidup bagiku. Hidupku sekarang tidak lagi sama seperti dahulu. Penuhi aku dengan KasihMu.Aku telah menjadi ciptaan baru didalamMu. Gunakan aku menjadi alat KemuliaanMu. Tuliskan namaKu dalam kitab Kehidupanmu.
Terima kasih Allah, di Dalam Nama Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamatku aku sudah berdoa, Amien.”
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. ( Yesus Kristus Tuhan )
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya , baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.( Alkitab, Kolose 1:21)

Bagaimana Langkah selanjutnya ?
1. Penuhilah hidupmu dengan kebenaran.
Kebenaran hanya terdapat di dalam firman Allah, yaitu Alkitab. Penuhi hidupmu, hatimu, pikiranmu setiap saat dan waktu dengan firman Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu , yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.( Alkitab, Yak 1:21)
2. Carilah Gereja Kristen yang benar.
Bertumbuhlah dalam iman yang benar di Gereja Kristen benar. Bersekutu dan saling menguatkan dengan orang-orang percaya disana. Sembahlah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
3. Jadilah pelaku-pelaku firman Allah.
Bukan hanya cukup mendengar saja, tetapi juga melakukannya.
4. Hiduplah dipimpin Roh Allah, Roh Kudus.
Berjalanlah selalu dalam Kekudusan, disetiap saat dan setiap waktu. Sebab Tubuhmu adalah Bait Allah Yang Kudus.( Alkitab )
5. Jagalah selalu pergaulanmu.
Siapa yang bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, siapa yang bergaul dengan orang bebal menjadi malang.( Alkitab )
6. Lawanlah si Iblis!
Lawanlah iblis dengan imanmu yang teguh! Pakailah firman Allah, Kebenaran. Tolak semua tawaran dari siapapun yang ingin menyeretmu kembali masuk ke kehidupan lamamu yang penuh dosa.
7. Anda lebih dari pemenang!
Setelah hidup anda dipulihkan, menangkan orang-orang/jiwa-jiwa disekitarmu yang masih terbelenggu dalam dosa-dosa penyimpangan seksual. Ceritakan kepada mereka bahwa di dalam Yesus Kristus mereka bisa dipulihkan hidupnya. Jadilah saluran berkat. Bagikan kesaksian ini kepada siapa saja yang membutuhkan.
Saudara, Tuhan Yesus Kristus benar-benar ada dan nyata. Dia benar-benar datang ke dunia, sengsara, wafat, bangkit serta sekarang Dia sudah hidup. Dia telah hidup untuk saudara dan saya agar kita dapat memiliki kehidupan.Dia sangat peduli pada kehidupanmu. Dia tahu semua dosa yang selama ini saudara lakukan. Kasih Allah di Dalam Yesus Kristus Tuhan telah sanggup memulihkan hidup saya. Saya sangat yakin dan percaya bahwa Kasih Allah yang sama juga pasti sanggup memulihkan kehidupan saudara, bagaimanapun keadaan serta dosa saudara selama ini. KasihNya telah sanggup memulihkan hidup saya, KasihNya juga pasti sanggup memulihkan hidup saudara.Sehitam atau sekelam apapun dosa yang saudara lakukan, Dia sanggup untuk mengampuni serta memulihkan hidupmu. Dia Allah yang tidak bisa dibatasi. KasihNya kepada saya sungguh nyata, demikian juga KasihNya kepada saudara juga nyata. Dia sanggup memulihkan hidupmu. Sadarlah bahwa Tubuh anda sekarang adalah bukan milik anda sendiri. Tubuh anda sekarang adalah kepunyaan Allah, milik Allah! Tempat tinggal Allah! Jangan mengotori atau mencemari Tubuh anda dengan melakukan berbagai macam dosa penyimpangan seksual! Muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Berikut ini Nasihat terhadap percabulan ( Alkitab, 1 Kor 6:12-20 ):
Segala sesuatu halal bagiku , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus ? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging. ” Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Jangan keraskan hatimu! Siapapun saudara atau apapun latar belakang saudara selama ini,Bukalah hati saudara! Jangan tunda-tunda lagi! Lakukan sekarang juga! Terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan atas hidupmu! Jadikan Yesus Kristus menjadi Juruselamatmu seumur hidupmu! Tuhan Yesus Kristus bukan hanya berkuasa memulihkan hidupmu yang rusak. Dia juga sanggup memberikan keselamatan bukan hanya keselamatan di bumi akan tetapi memberikan jalan keselamatan bagi kita semua sampai masuk kehidupan kekal abadi di Sorga kepada siapapun yang menerimaNya dan percaya kepadaNya. Sebab keselamatan hanya ada di Dalam Yesus Kristus Tuhan.
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan , dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati , maka kamu akan diselamatkan.( Alkitab, Roma 10:9 )
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ( Alkitab, Yoh 14:6 )
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia ( Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. ( Alkitab, Kisah 4:12 )
Hiduplah serta berjalanlah selalu bersama Dia! Pasti saudara tidak lagi terjerumus masuk lagi ke dalam dosa-dosa yang sangat merugikan hidup saudara. Rasakan hidup yang baru setelah anda berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Bagikan kesaksian ini kepada semua saudara yang anda kasihi. Jadilah saluran berkat.
” Segala Puji-pujian, Hormat, Kemuliaan, Kebijaksanaan, Hikmat, Kuasa, Kejayaan, Kekayaan, Kemasyuran, Kekudusan, Keindahan, Kekuatan, Kemegahan, Keperkasaan,Keberhasilan, Keagungan hanya bagi Allah Bapa di Sorga, Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat, dan Roh Kudus dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya sampai kekekalan. Amien.
Tuhan Yesus Kristus memberkatimu.

Pecandu Musik Dead Metal Dipulihkan

Lucky mengenal aliran musik Dead Metal sejak SMP. Karena kecintaannya dengan musik itu mempengaruhi kehidupannya hingga dia menjadi anak yang berontak, menutup diri bahkan selama 6 tahun dia tidak pernah kegereja.

Aliran deathmetal adalah musik aliran keras dan di aliran musik itu juga di dalam CD mereka ada gambar-gambar yang menggambarkan pelecehan mengenai Tuhan Yesus, bagaimana Yesus bermain dengan para wanita. Ada gambarnya dan liriknya juga mengandung penghujatan terhadap Yesus. Tapi saat itu karena Lucky dibutakan maka Lucky tidak peduli dengan segala sesuatunya itu. Justru Lucky sangat menyukai jenis musik mereka.

Lucky sering ngobrol dan bertukar pikiran dengan mereka. Pola pikir Lucky jadi berubah sejak ikut dengan perkumpulan mereka, Lucky jadi suka berontak dengan orangtua. Dan lama-kelamaan tanpa Lucky sadari Lucky menjadi pribadi yang dingin dan menarik diri dari keluarga. Jadi kalau ada saudara yang datang kerumah maka Lucky suka masuk ke kamar, dan kalau Lucky melihat orang, maka ketika mereka mengajak Lucky berbicara, saya sering tertunduk. Lucky sepertinya minder, Lucky merasa sendiri dan Lucky merasa cocok bila bercerita dengan sesama penganut dan musisi-musisi keras yang gelap itu. Kesombongan dan lirik kematian ia ciptakan melalui keahliannya bermain musik.

Pada suatu hari Lucky menderita sakit kepala dan sangat sakit rasanya. Karena sakit kepala itu Lucky derita selama satu bulan. Pada saat itu Lucky ketakutan, Lucky takut mati, Lucky takut sendiri. Kepala itu selama sebulan sakit sekali, ketika di bawa ke rumah sakit kata dokternya berkata tidak sakit apa-apa, tapi di kepala Lucky sudah berkecemuk berbagai pikiran, sakit apa Lucky sebenarnya ini, apa tumor, kanker atau apa.

Saat ia menderita karena sakit kepalanya, Lucky mulai masuk ke kamar kakaknya. Saat itu penasaran juga ingin mendengar lagu rohani dan akhirnya ia memasangnya. Saat itu Lucky menangis, dan tidak pernah Lucky merasakan seumur hidupnya. Saat itu lagu yang Lucky dengar adalah “Ku bri yang terbaik bagimu, kurelakan segalanya..” Lucky memasangnya pada siang hari dan mendengarkan lagu itu. Lucky menangis dan merasa lega. Lucky dalam posisi duduk dan menangis. Lucky merasa penyakitnya sembuh. Keesokan harinya ia memasangnya lagi lalu ada suara audible “kamu sudah saya pilih sejak dalam kandungan”. Ketika itu Lucky mengingat lagi bagaimana dulu ia pernah ke gereja dan mengenang bagaimana orang-orang itu memuji Tuhan, maka Lucky ingin sekali ke gereja.

Setelah itu ia mulai berbeda. Kasih Yesus yang membuatnya bertobat. Sejak saat itu ia mulai menyingkirkan semua barang-barnag yang berhubungan dengan musik metal itu. ia mencopot semua poster dan membuang semua kaset-kasetnya.

Saat ini Lucky sudah tergabung dalam satu band yang beranggotakan anak-anak muda yang bermusik untuk Tuhan. Dengan Sobat Band,. Lucky melangkah dengan pasti. Nilainya akademiknya menjadi cemerlang dan ia sekarang mampu menciptakan lagiu-lagu indah untuk kemuliaan nama Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Lucky Barus (jawaban.com)

Billy Glenn: Artis Pecandu Narkoba

Aku lahir dari sebuah keluarga yang sangat taat pada Kristus. Sejak kecil aku rajin ke gereja dan ibuku selalu menanamkan dasar-dasar iman Kristus kepadaku.

Tahun 1995, pada suatu kesempatan yang luar biasa, aku mengikuti sebuah ajang pemilihan top model di Bandung. Selama proses audisi, aku selalu berdoa pada Tuhan meminta agar aku keluar sebagai pemenangnya. Dan ternyata Tuhan memang baik, Ia menjawab doaku. Aku terpilih menjadi juara pertama. Setelah memenangkan ajang tersebut, kesempatanku untuk masuk ke dunia model semakin besar. Perjalanan karierku sebagai seorang model berjalan dengan sangat lancar. Aku percaya bahwa ini semua berkat pertolongan Tuhan dan aku selalu menyempatkan waktu untuk berdoa kepada Tuhan. Karierku semakin berkembang, banyak job dari Jakarta. Situasi ini membuatku memutuskan untuk tinggal di sana saja.

Meraih Kesuksesan

Ternyata di Jakarta karierku berkembang dengan sangat baik. Bahkan aku mulai memasuki dunia akting sinetron. Dengan berbekal pengalaman di bidang taekwondo yang sejak kecil digeluti, aku berhasil menapaki dunia akting dengan peran pertamaku sebagai peran pembantu utama. Aku pun berhasil mendapatkan peran dalam film layar lebar yang sangat terkenal saat itu, Ca Bau Kan. Disaat teman-temanku harus berjuang keras dalam dunia entertainment ini, jalanku justru sangat mulus. Aku sangat merasakan kemurahan Tuhan yang luar biasa dalam hidupku. Tahun 2002, aku mendapat peran utama dalam sebuah sinetron yang terkenal. Saat itulah aku meraih titik puncak kesuksesanku dan mendapatkan kontrak yang bernilai sangat besar.

Melupakan Tuhan

Namun, kemurahan Tuhan dan kesuksesanku itu justru membuatku semakin menjauh dari Tuhan. Kesibukanku justru membuatku tidak memiliki waktu untuk berdoa dan mendekat padaNya. Aku mulai merasa mampu hidup tanpa Dia. Aku benar-benar membuang Tuhan jauh-jauh dari hidupku. Saat itulah, kuasa kegelapan mulai masuk dalam hidupku. Aku mulai terbawa arus pergaulan yang buruk. Diskotik, minuman keras, bahkan jenis narkoba seperti extacy, ganja, kokain, dan shabu-shabu selalu ada di setiap hari-hariku. Honor dari pekerjaanku itu kuhabiskan untuk berfoya-foya sehingga aku pun terjerumus dalam pergaulan seks bebas.

Tertangkap Polisi

September 2002, aku tertangkap polisi. Ketika baru saja pulang dari syuting sebuah sinetron, aku meminta temanku untuk membelikan sejenis narkoba. Polisi ternyata telah mengincar temanku itu sehingga ia tidak bisa melarikan diri lagi. Setelah ditangkap, atas pengakuannya polisi memintanya untuk menjebakku. Seperti yang telah mereka rencanakan, akhirnya aku pun ditangkap dan harus menjalani masa tahanan selama 8 bulan. Dalam situasi ini kesombongan masih kuat menguasaiku sehingga aku tidak menyadari kesalahan, sebaliknya malah selalu mempersalahkan Tuhan. Sebagai seorang artis yang sudah dikenal, aku sering menerima pujian. Tetapi semuanya berubah menjadi hinaan karena tindakan kriminalku ini. Walaupun aku tahu bahwa narkoba itu tidak baik bagi masa depanku, tetapi keterikatanku dengan obat jahat itu membuatku terus mengkonsumsinya sekalipun berada dalam penjara.

Bebas dan Tertangkap Lagi

Setelah masa 8 bulan tahanan itu selesai, aku kembali mulai merintis karierku di dunia sinetron. Namun kesombongan itu tetap mengendalikan pikiranku. Aku sama sekali tidak tergerak untuk bertobat, justru semakin kecanduan dengan obat-obatan. Akhirnya, aku boleh dikatakan menjadi lebih bodoh dari orang bodoh…karena orang bodoh pun tidak akan masuk ke lubang yang sama. Pukul 12 malam itu, ketika sedang berpesta drugs di sebuah tempat di kota Bekasi, bersama teman-teman pecandu, polisi pun mengetahui aksi kami ini dan kami pun digelandang ke tahanan setempat. Aku harus mendekam lagi selama 7 bulan di penjara Bulak Kapal Bekasi.

Ingat Tuhan?

Dalam penjara, pengalaman memalukan ini membuatku merenungkan kasih Tuhan yang besar dalam hidupku. Di saat aku meninggalkanNya, Ia tidak membiarkanku terjebak terus-menerus dalam jurang dosa, justru berusaha menegurku bahkan sampai 2 kali agar aku berbalik kembali kepada jalanNya. Akupun teringat tulisan dalam Wahyu 3: 9 yang mengatakan “Barangsiapa Kukasihi, ia kuhajar. Sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah.” Aku langsung menangis histeris dan menyadari bahwa Tuhan begitu baik bagiku. Walaupun aku telah menjauh dariNya, bahkan seringkali menyalahkanNya, namun Ia tidak pernah meninggalkanku dan tetap mengakuiku sebagai anakNya. Ia ingin agar aku bertobat sebelum semuanya terlambat. “Tuhan, Engkau sangat baik bagiku. Kau tidak membiarkanku tenggelam dalam lumpur dosa. Kau tidak membiarkan narkoba itu merenggut nyawaku dan membawaku ke dalam kematian. Terima kasih untuk kesempatan ini. Aku ingin menjadi hambaMu yang taat dan setia di dalam Engkau…” Saat itu aku benar-benar bertobat. Yang berbeda dalam masa tahananku kali ini ialah, sebelumnya aku ditahan dengan rasa kekuatiran dan kemarahan, namun kali ini aku lebih banyak mengucap syukur dan berusaha untuk menjalani dengan sukacita hari-hari dalam tahanan itu sampai akhirnya, 31 Desember 2005, aku selesai menjalani masa tahananku.

Titik balik kehidupanku

1 Januari 2006, hari yang paling bersejarah untukku karena hari itu aku memutuskan untuk memulai kehidupan baru dengan Tuhan Yesus yang akan terus menuntunku dalam tiap langkahku. “Tuhan, ajar aku melakukan segala yang Kau inginkan untuk aku jalani dalam hidupku ini…” pintaku kepadaNya.

Sebagai jawaban doaku, Ia menempatkanku dalam sebuah komunitas rohani di daerah Kelapa Gading. Dan aku juga kembali memulai karierku di dunia entertainment dengan cara hidupku yang baru dalam Kristus. Aku juga ambil bagian dalam pelayanan untuk menyaksikan betapa besar kasihNya bagiku karena Ia telah menghajar dan menegurku saat aku hampir tenggelam dalam lembah maut demi menyelamatkan hidupku. Lingkungan pergaulanku yang baru ini juga membuatku merasa sangat damai dan tentram. Ada sukacita yang kurasakan dalam hari-hariku, yang tidak pernah kurasakan sebelumnya ketika aku masih hidup dalam kenikmatan dunia. Hal yang membanggakan bagiku ialah, melalui pertobatan dan pemulihanku ini, ayahku yang dulu belum sungguh-sungguh di dalam Tuhan kini mengambil keputusan untuk menjadi orang Kristen sejati.

Sumber Kesaksian :
Billy Glen (jawaban.com)

Penglihatan yang Membawa Pertobatan

Jimmy Wardemar sosok pria yang terkenal sangat pemarah dan kejam. Ia tinggal di Sentani, Papua. Semua orang takut berhadapan dengan dia. Berikut ini perjalanan hidupnya.

Satu hari, Jimmy mendatangi rumah pacarnya di Pantai Amade. Pacar Jimmy (Tince Homer) berjanji untuk datang ke rumah Jimmy. Karena marah, Jimmy mendatangi rumah pacarnya di Pantai Amade dalam keadaan mabuk. Ternyata, pacarnya tidak ada di rumah dan adiknya berkata mungkin Tince ada di pantai.

Jimmy Wardenar: Dia janji kepada saya, “Saya akan ke rumah kamu”. Tetapi, dia tidak datang, di situ membuat hati saya marah. Saya cari dia di pantai.

Jimmy beranjak ke pantai dengan marah sambil mengibas-ngibaskan parangnya ke berbagai arah. Di pantai, ia pun langsung menghampiri pacarnya dan menempelkan parang di leher Tince.

Tince Homer: Langsung Jimmy taruh parang. Terus, takut saya. Kakak saya datang. Kakak pukul dia, dia tidak terima. Terus, dia rebut parang, langsung kejar kakak saya.

Jimmy langsung mengejar Anis. Ia melampiaskan kemarahannya kepada Anis yang sempat melemparinya dengan batu. Setelah itu, Jimmy langsung menebas kaki Anis dengan parang.

Jimmy Wardenar: Saya potong dia di kaki dia.

Tince Homer:Jimmy cincang dia seperti potong anjing.

Orang-orang dan polisi pun berdatangan karena mendengar teriakan minta tolong Anis. Polisi bahkan sampai mengeluarkan senjata untuk menenangkan massa.

Tince Homer: Polisi tembak ke langit pertama, terus ke bawah, ke tiga mau ke badannya Jimmy, langsung ia ditangkap. Jimmy itu sangat nakal sekali. Semua orang di Sentani tahu, kalau Jimmy tuh nakal. Jimmy tuh kalau sedikit bertengkar pasti bawa parang. Padahal masih pacaran, Jimmy bisa pukul saya sampai pingsan-pingsan.

Jimmy pun diadili dan harus pasrah dengan keputusan hakim. Karena perbuatannya, Jimmy dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Di dalam penjara, ia sempat dipukuli oleh seorang polisi. Diam-diam, dia merencakan untuk membalas dendam kepada polisi tersebut. Satu kali, ia mengundang si polisi untuk minum bersama.

Jimmy Wardenar: Waktu saya keluar dari penjara, bebas, saya undang dia polisi itu yang pernah pukul saya di sel. Kami mabuk. Waktu mabuk itu, teman saya sudah punya rencana untuk pukul dia. Tapi, teman saya tuh karena emosi dia, dia ambil batu dan lempar kepalanya.

Karena kejadian itu, Jimmy kembali dikejar oleh polisi. Setelah buron selama satu bulan, Jimmy ditangkap. Penjara kembali menjadi rumah Jimmy. Masa depannya suram. Dan seolah tidak lagi ada harapan. Kekeras pribadi Jimmy ini diakibatkan kekerasan yang ia alami sejak ia masih kecil. Ia sering dimarahi dan dipukuli oleh ayahnya.

Jimmy Wardenar: memang waktu dari kecil, ya saya dengan Bapak sering dipukul, sering dimarah, dibilang goblok. Waktu itu saya marah. Marah dengan Bapak. Marah sekali. Dan saya simpan itu dalam hati. Saya rindu sekali ketemu dengan orang tua, tetapi tidak bisa ketemu dengan orang tua.

Perubahannya diawali pada suatu malam yang ajaib di penjara. Jimmy dikejutkan oleh sebuah cahaya terang yang bersinar tepat di depan pintu penjara saat ia sedang berdiri tepat di depan terali penjara.

Jimmy Wardenar: Malam-malam, kami sudah masuk semua ke dalam tahanan. Waktu itu saya lihat banyak orang, mereka ada yang berkelahi, dipotong dengan parang. Terus, tentara pukul orang dengan kayu, terus ada lihat suster-suster juga, pegawai-pegawai Negeri yang suka menipu. Ada juga yang beribadah di gereja. Itu hampir sekitar dua jam atau tiga jam.

Banyak peristiwa dan kehidupan orang-orang terlintas di depan matanya dalam penglihatan itu. Kemudian, ada suara yang bergema dalam diri Jimmy.

Jimmy Wardenar: “Jim, dari semua yang kau lihat di sini, mana yang harus kau pilih?” Saya pilih hidup seperti orang yang berdoa. Dan saya ambil satu keputusan, saya tidak mau lagi hidup seperti itu.

Kini, Jimmy yang sekarang bukanlah Jimmy yang dikenal orang-orang di Kota Sentani. Pacar yang kemudian menjadi istrinya, Tince pun mengakuinya.

Tince Homer: Sampai sekarang, dia tidak pernah pukul saya lagi. Tidak pernah buat-buat hal yang Tuhan tidak ingin kan, begitu.

Perubahan itu bertahan sampai saat ini. Frans Billin yang merupakan pembimbing rohani Jimmy juga mengakui perubahan yang terjadi pada diri Jimmy.

Frans Billin: Waktu dia mengalami perubahan, waktu dia mengalami pertobatan, dilawat oleh Tuhan di penjara dan keluar, dia menyerahkan diri pada Tuhan. Orang boleh melihat ada hal yang baru dalam dirinya.

Saat beribadah di gereja, Jimmy bisa memuji Tuhan dengan sangat bersukacita.

Jimmy Wardenar: Setelah saya mengenal Tuhan. Di situ saya rasa, rasa sukacita. Walaupun ada masalah, saya disinggung, tetapi saya rasa tetap dihibur oleh Tuhan.

Namun, Jimmy belum merasa cukup. Ia masih ingin meminta maaf pada orang yang pernah dianiayanya 4 tahun yang lalu. Dalam suatu kesempatan, Jimmy mendatangi rumah Anis untuk meminta maaf. Saat Jimmy datang, tak disangka Anis bisa menyambut Jimmy dengan senyuman. Seakan lega, Jimmy pun memeluk Anis sebelum mereka berbincang-bincang.

Pertemuan yang masih terlihat agak kaku dan terlihat sedikit menegangkan itu pun semakin cair saat Jimmy meminta maaf pada Anis. Lalu ia bangkit dan menghampiri Anis untuk memeluknya. Anis pun mengulurkan tangan dan meminta maaf. Lalu, Jimmy memberikan hadiah yang ia sudah siapkan. Anis pun membukanya dengan terharu dan memandangi Jimmy. Jimmy terlihat sedikit cemas. Namun, kecemasan itu segera sirna setelah Anis angkat bicara.

Anis: Terima kasih atas perbuatan yang engkau jalani… dalam tahanan.

Jimmy Wardenar: Yah, saya terima kasih juga sama Kakak. Saya tahu ini rencana Tuhan buat saya dengan Kakak.

Lalu ia berdoa bersama Anis sambil berpegangan tangan.

Jimmy Wardenar: Tuhan, kami tahu, semua ada dalam rencana-Mu Tuhan. Setiap waktu setiap saat, di mana kami ada, Engkau ada di situ Tuhan. Dan Engkau melihat hati kami yang ada di dalam ini. Kami rindu mau berdamai. Kami rindu hidup dalam kasih. Kami rindu hidup dalam sukacita-Mu, Tuhan. Saya percaya Tuhan, kami sudah damai. Dan Engkau sudah mendamaikan kami juga di surga Tuhan. Kami taruh semua dalam tangan-Mu, Tuhan. Haleluya, Amin.

Selah itu, Jimmy bersalaman dengan anggota keluarga lainnya yang ada di tempat itu. Mereka saling berpelukan. Kelegaan dan sukacita pun terpancar dari wajah Jimmy dan Anis. Tak ada lagi rasa benci atau pun dendam di antara mereka. Karena pengenalan mereka akan Yesus Kristus yang adalah Raja Damai itu sendiri, maka mereka memutuskan untuk saling mengampuni, seperti yang Kristus ajarkan.

Yesaya 51:11 Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh akan menjauh.

Sumber Kesaksian:
Jimmy Wardenar (jawaban.com)

Saya Lahirkan Anak Hasil Perkosaan

Seorang bayi lahir tanpa pernah tahu siapa ayahnya. Sesuatu telah terjadi.

“Pada suatu malam, beberapa tahun yang lalu, saya mengalami sesuatu yang membuat hidup saya berantakan, semua harapan saya musnah, dan semua cita-cita saya juga tidak lagi bisa saya dapatkan”.

Malam itu ketika Kartini hendak pergi ke luar kota, walau sebelumnya ia tidak pernah berpergian jauh pada malam hari. Karcis dari bus yang ia tumpangi ternyata bukan untuk ke kota tujuan dimana ia seharusnya turun. Disana ia berkenalan dengan seorang pemuda yang tidak begitu ia responi sebenarnya.

“Ia menawarkan satu minuman… Dia memberikan minuman itu dan tanpa basa-basi saya meminumnya…”

Pada waktu Kartini turun dari bus, ia merasa kepalanya sangat pening yang tak tertahankan. Pemandangan kabur dan tidak stabil.

“Saya memanggil becak yang lagi mangkal, dan minta antar saya ke terminal. Tapi itu yang terakhir kali saya ingat. Saya naik ke becak. Saya nggak tau pemuda itu ada dimana dan kenapa saya bisa jadi begini. Saya benar-benar nggak berpikir”

Dalam keadaan tak sadarkan diri, Kartini di bawa oleh pemuda tersebut ke sebuah hotel. Dan didalam kamar hotel inilah mahkota kesucian Kartini direnggut. Sebuah persitiwa yang menghancurkan hidupnya.

“Saat saya sadar akan keberadaan saya, saya sudah ada di sebuah kamar disebuah hotel. Dan pakaian saya yang semula licin, sudah jadi berantakan. Terus saya lihat isi tas saya sudah keluar, dan saya lihat dompet saya sudah ada di meja. Ada beberapa lembar uang ribuan yang ditinggal sama pemuda ini”

Dengan tubuh yang merasa sakit, Kartini berjalan tertatih-tatih meninggalkan hotel tersebut. Ia kehilangan fokus pada apa yang telah terjadi karena ia ingat bahwa pagi itu ia hendak pergi wawancara kerja.

Beberapa bulan kemudian, beberapa pertanyaan berkecamuk dalam diri Kartini tentang apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya. Sampai akhirnya ia bertemu dengan seorang kawan.

“Saya punya sahabat kental dari kecil. Dia begitu mengenal pribadi saya, dan mengenal pula perubahan apa yang terjadi dalam diri saya. Setelah ia paksa terus, akhirnya saya berani ceritakan semuanya. Teman itulah yang menganjurkannya untuk melakukan tes kehamilan.

“Saat saya mengetahui keadaan saya positif hamil, itu saya baner-benar nggak terima dengan keadaan saya. Kenapa semua harus terjadi? Kenapa semua harus saya alami? Saya diwn selama satu bulan dan tidak mau melsayakan segala sesuatu. Saya hanya bisa merenung dan menangis. Kadang kalau saya sudah terlalu sedih, ibu saya kadang sering mendapatkan saya seperti orang gila, tersenyum dan tertawa sendirian”

“Kalau saya ingat masa itu, saya bingung sendiri. Mungkinkah itu saya? Masa’ saya seperti itu? Karena saat-saat itu adalah saat dimana saya mengalami harus mengandung anakku. Rasanya saya nggak mau terima apa yang ada didalam tubuh saya. Saya nggak mau nerima! Apa yang ada pada anakku juga saya nggak mau terima, karena saya merasa ini bukan apa yang saya kehendaki! Kenapa ini harus terjadi dalam kehidupan saya?”

Seorang kawan membawa Kartini ke sebuah Panti Rehabilitasi, sebuah tempat pemulihan untuk korban pekorsaan. Ditempat inilah Kartini diperkenalkan kepada Tuhan Yesus, pribadi yang mengasihinya dan yang sanggup memulihkan hidupnya.

Meskipun pada awalnya Kartini ingin menggugurkan kandungannya, namun ia memutuskan untuk melahirkan bayi yang ada dikandungannya.

“Karena nasihatnya itu begitu menguatkan saya, dia berkata bahwa anak yang ada dalam kandunganku itu bukan milik dan hakku. Ia adalah hakNya Tuhan yang memberi kehidupan. Anak itu ada dalam rahimku juga karena Roh Tuhan”.

Di panti ini, Kartini belajar untuk semakin mengenal pribadi Yesus. Kini setelah melahirkan bayinya, hari-hari Kartini dilalui dengan menolong orang-orang yang bernasib sama dengannya. Bahkan Tuhan juga memerikan seorang pasangan hidup yang mau menerima dia apa adanya dan tidak melihat masa lalunya.

“Saya bisa melewati masa-masa pahit saya karena semua kasih yang mengalir dalam hidup saya. Yesus itu segala-galanya buat saya. Dia kekasih hati saya, sahabat saya, dan menjadi penolong dalam hidup saya”.

Karena Yesus sanggup memulihkan hidup yang hancur.

Mazmur 126:4 “Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!”

Sumber Kesaksian:
Kartini (jawaban.com)

Tidak Ada Kata Terlambat Untuk Bertobat

Saya Lukas Bundiyanto, anak pertama dari lima bersaudara. Kehidupan saya yang hancur berantakan di Bali. Sebenarnya saya minggat ke Bali karena papa saya marah setelah mengetahui saya suka ke tempat pelacuran di Magelang.

Kebiasaan ini saya ulangi lagi ketika saya sudah bekerja di Bali dan tidak hidup bersama dengan pasangan gay saya itu lagi. Jadi di Bali selain menjalani hubungan sesama jenis, saya juga beberapa kali pergi ke tempat pelacuran wanita. Semua jenis dosa sudah saya lakukan. Dari free-sex sampai nge-drugs. Hidup saya benar-benar hancur.

Awal mengenal kehidupan gay
Ketika di pesawat jurusan Yogja – Denpasar saya bertemu dengan seorang pria. Orang ini bertanya saya mau ke mana dan saya menjawab bahwa saya minggat. Akhirnya orang itu menawarkan diri apakah saya mau tinggal bersamanya. Saya menyetujuinya.

Minggu-minggu pertama tidak ada apa-apa. Namun memasuki minggu ketiga pria ini melakukan sesuatu yang ‘aneh’ terhadap saya. Dia mulai menggerayangi tubuh saya. Ternyata dia seorang gay.

Awalnya saya jijik karena ini adalah awal hubungan saya dengan sesama jenis. Namun karena sungkan atas pertolongannya selama ini akhirnya saya ikuti saja keinginannya. Lama-kelamaan saya jadi menikmati hubungan sejenis itu. Saya hidup bersama dengannya kurang lebih selama enam bulan. Setelah itu kami pisah karena saya sudah bekerja dan memiliki penghasilan sendiri. Saya bekerja sebagai tukang pijat plus.

Pergi ke gereja
Pada suatu hari di Minggu pagi di bulan Desember 1997 untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki saya ke gereja. Saya diajak oleh seorang teman kost saya yang bernama Esther. Saya tidak tahu kenapa pagi itu saya ada keinginan untuk pergi ke gereja. Padahal malamnya sampai jam 5 pagi hari saya baru clubbing ke beberapa diskotik di daerah Kuta. Dan malam itu ada pemeriksaan narkoba. Saat itu saya membawa ecstasy. Semua kami digeledah.

Oleh anugrah dan kemurahan Tuhan saat itu saya lolos. Karena saya berhasil membuang ecstasy tersebut tanpa diketahui oleh aparat. Padahal saat itu saya belum mengenal Tuhan Yesus. Sedangkan teman saya saat itu berhasil ditangkap dan dipenjara selama 6 tahun.

Pagi itu ketika pulang dari gereja saya tidak merasa ada sesuatu yang spektakuler. Semua berjalan biasa saja. Tapi entah kenapa Minggu depannya lagi yaitu tanggal 4 Januari 1998 saya punya kerinduan untuk datang ke gereja itu lagi. Kali ini saya merasa berbeda. Merasa ada kedamaian di dalam hati saya. Meskipun demikian saya tetap masih melakukan kewajiban agama saya. Kemudian pada tanggal 11 Januari 1998 adalah Minggu yang ke-3 saya datang ke gereja.

Ketika sedang kebaktian pada jam 8 pagi saya mendengar ada suara pria yang berkata, “Saatnya Aku memanggilmu sekarang.” suaraNya jelas sekali. Saya mendengarnya secara audible. Kemudian saya melihat ke kanan dan ke kiri saya barangkali ada pria yang berbicara kepada saya. Namun kiri dan kanan saya adalah wanita. Suara itu saya dengar sampai tiga kali. Dalam hati saya berkata ini suara Tuhan Yesus.

Tapi saya tidak percaya saat itu kalau itu suara Tuhan. Suara itu saya abaikan saja. Namun ketika ada tantangan altar call saya tidak tahu tiba-tiba saya bisa rebah di tempat duduk saya, kemudian saya bangkit kembali dan berlari ke depan mimbar. Saat itu yang melayani adalah seorang hamba Tuhan dari Amerika. Ketika itu berkata (saya baru tahu kalau itu nubuatan setelah bertobat menerima Tuhan Yesus), “Kamu akan menjadi penyelamat keluargamu dan menjadi terang buat keluargamu dan bangsa-bangsa.”

Mendengar suara Tuhan
Sejak saat itu, mulai Minggu depannya lagi tanggal 18 Januari 1998 saya punya kerinduan yang sangat dalam untuk mengenal Tuhan Yesus bahkan dibaptis. Kemudian saya mulai ikut komsel (di GBI Lembah Pujian namanya Komunitas Mesianik). Akhirnya saya menyerahkan diri saya untuk dibaptis pada tanggal 25 April 1998. Saya menerima Tuhan Yesus di dalam keadaan saya berhutang kurang lebih 40-an juta.

Karena saya korupsi uang kantor dan ketahuan setelah diaudit. Akhirnya saya harus mencicil hutang saya dengan cara gaji saya dipotong. Namun tetap tidak bisa melunasi hutang saya seluruhnya. Saya hanya bisa melunasi setengahnya. Saya tidak tahu lagi bagaimana caranya. Ketika sedang mengendarai motor saat pulang kerja keluarlah nyanyian ini dari mulut saya, “Dia buka jalan saat tiada jalan…”. Kemudian ada kalimat firman Tuhan yang tiba-tiba keluar menjadi rhema buat saya yaitu, “Dengan tinggal tenang terletak kekuatanmu.” Keesokan harinya saya bisa dengan berani menghadap pimpinan saya mengaku semua kesalahan saya dan dia memberikan kesempatan kepada saya buat mencicil hutang saya.

Bahkan dia meminjamkan motornya buat saya pakai. Saya melihat keajaiban dan pertolongan Tuhan di dalam hidup saya. Karena orang-orang yang tadinya saya harapkan dapat menolong saya ternyata tidak dapat membantu. Saat itu saya ingat lagi Firman Tuhan yang berkata, “Janganlah berharap dan bersandar kepada manusia.” Saat itu saya menangis dan saya semakin sungguh-sungguh datang kepada Tuhan. Kemudian saya mulai rajin mengikuti doa malam juga.

Pertolongan Tuhan
Dalam doa malam itu Tuhan kembali membuktikan pertolongannya. Ada seorang ibu yang mendatangi saya dan berkata, “Tuhan memberitahukan tante bahwa kamu ada masalah berat, tapi bukan masalah keluarga, pekerjaan atau pacar tapi keuangan. Berapa jumlahnya?” Awalnya saya tidak mau menyebutkan jumlahnya karena sungkan, namun setelah didesak saya sebutkan angka yang masih harus saya selesaikan yaitu hutang saya sebesar Rp.22 juta.

Saat itu beliau berkata, “OK, hari Minggu kamu ambil uangnya. Tante cuma minta kwitansinya aja.” Saat itu saya menangis. Ternyata enam tahun kemudian beliau baru cerita bahwa uang itu adalah hasil penjualan tokonya yang ada di Bedugul dan jumlahnya persis seperti yang saya sebutkan di atas. Hutang saya lunas! Tuhan memang luar biasa!

Namun ketika Tuhan menangkap hidup saya, saya mulai meninggalkan semua dosa-dosa lama. Tidak seketika memang, semuanya berjalan melalui proses. Saya mulai meninggalkan komunitas saya yang lama dan mulai membangun hidup yang baru dengan keluarga rohani sejak saya mengenal kebenaran di dalam Tuhan Yesus. Saya dilayani pelepasan dari keterikatan saya dengan hubungan sesama jenis dan dosa-dosa lama saya lainnya. Saya dilayani oleh Ibu I Ketut Labek. Saya mulai ikut Sekolah Orientasi Melayani, saya ikut komsel dan dengan berjalannya waktu mulai ambil bagian di dalam pelayanan. Saya angkut-angkut kursi, kemudian saya menjadi ketua komsel dan aktif di dalam creative ministry.

Jatuh bangun lagi
Namun kehidupan saya selanjutnya tidak berjalan dengan mulus. Pada akhir tahun 1999 sampai awal tahun 2000 saya jatuh lagi di dalam dosa homoseksual. Saya jatuh lagi karena saya kecewa dan kepahitan dengan orang yang sudah saya anggap kakak rohani saya sendiri. Padahal saat itu saya sudah dipercayakan melayani sebagai ketua komsel.

Saya sudah percaya kepada dia, tapi waktu itu dia membuat saya tersinggung, sakit hati sehingga saya jatuh lagi. Pada saat yang bersamaan dengan itu juga mantan pacar sesama jenis saya menghubungi saya kembali. Sehingga saya jatuh lagi selama kurang lebih enam bulan.

Saya tidak ke gereja lagi karena saya dituduh korupsi uang perusahaan. Jadi saya melarikan diri dari Tuhan dan persekutuan dengan saudara seiman. Saat itu saya berniat pergi ke Jakarta. Namun Tuhan tidak izinkan sehingga detik-detik saya mau berangkat ke Jakarta saya mengalami sakit panas yang sangat tinggi.

Pemulihan terjadi
Karena lama-kelamaan saya tidak pernah kelihatan datang ke gereja, beberapa orang sahabat saya heran. Akhirnya mereka bertanya ada apa dengan saya dan saya menceritakan semua kejadian yang saya alami. Itulah gunanya sahabat. Jadi ketika kita menghadapi masa-masa yang buruk dan tidak menyenangkan merekalah yang menopang kita dan membawa kita bangkit kembali. Kalau tidak ada mereka saya benar-benar terhilang.

Akhirnya saya mau datang ke gereja lagi. Dan saya tinggal bersama sahabat saya yang bernama Suhardiman selama 3 tahun. Dari tahun 2000 sampai tahun 2003. Karena saat itu saya terus dikejar-kejar pasangan gay saya yang dulu. Satu pelajaran yang saya tangkap adalah ketika kita lemah kita harus memiliki sahabat yang melindungi dan meng-cover kita. Jadi ketika kita lemah kita tidak boleh tinggal sendiri. Karena pasti jatuh.

Dalam sebuah fellowship gereja di Bedugul hubungan saya dengan kakak rohani saya itu dipulihkan. Memang butuh waktu untuk mengembalikan hubungan yang sempat retak yaitu kurang lebih setahun sampai Tuhan pulihkan di Bedugul itu.

Kemudian saya mulai pelayanan lagi. Saya melayani di Sekolah Minggu. Tahun 2004 saya mulai pelayanan sekolah minggu ke daerah-daerah di timur Indonesia seperti di Kupang – NTT. Tahun 2005 saya pelayanan di Waingapu dan Waikabubak. Di sana kami mengadakan KKR anak. Juni 2006, saya juga pelayanan ke Papua.

Pada bulan Mei 2005 lalu saya ditahbiskan sebagai Pendeta Pembantu. Karena panggilan Tuhan yang begitu kuat dalam hidup saya, khususnya di pelayanan anak, akhirnya saya memutuskan menjadi pelayan Tuhan sepenuh waktu. Sehari-hari saya melayani sebagai penyiar radio ROCK FM di Lembah Pujian Bali.

Saya percaya bahwa Tuhan sudah punya rencana dalam hidup saya jika saya bisa seperti sekarang ini. Orangtua dan keluarga saya yang tadinya tidak bisa menerima saya karena saya pindah agama dan ikut Tuhan Yesus, sekarang malah senang apalagi saya sudah menjadi hamba Tuhan. Bahkan beberapa waktu yang lalu saya sempat mengajak kedua orangtua saya berlibur ke Bali, tempat di mana saya mengalami perjumpaan dengan Tuhan Yesus yang mengubah hidup saya yang tadinya bergelimang dosa, kemudian dipulihkan dan sekarang diangkat menjadi alat kerajaanNya.

“Buangkanlah dari padamu segala durhaka yang kamu buat terhadap Aku dan perbaharuilah hatimu dan rohmu! Mengapakah kamu akan mati, hai kaum Israel?”(Yehezkiel 18:31)

Sumber Kesaksian:
Lukas Bundiyanto (jawaban.com)

Akhir Yang Damai

Siapa tidak kenal Didi Mirhard, mantan anggota tim bayangan sofball Indonesia yang juga menjadi model, bintang sinetron, iklan dan tarik suara. Didi mencapai masa jaya dalam dekade 90’an. Namun ketenaran yang dia terima membawa dia larut dalam gemerlap dunia selebritis. Tanpa disadarinya suatu bahaya mengancam hidupnya. Penyakit AIDS yang dia derita telah membawanya berpulang menghadap yang Kuasa. Namun inilah kisah dan kesaksian akhir hidupnya seperti yang disaksikan Ollyanda, kakaknya, Ita, keponakannya dan Didi Mirhard sendiri semasa hidupnya.

Ollyanda mengenang apa yang dialami adiknya, Didi Mirhard.
Suatu saat di bulan November, Didi sakit panas dan tidak mau berhenti hingga akhirnya dia dirawat disebuah rumah sakit. Tidak puas dengan pelayanan yang ada Didi minta dipindahkan ke rumah sakit Cinere. Disinilah dokter melakukan observasi atas darah Didi. Darah Didi dibawa ke laboratorium RSCM dan akhirnya diketahui bahwa Didi telah terinfeksi HIV+. Saat itu keluarga tidak mau memberitahukan hal ini pada Didi sampai akhirnya dia mengetahui hal ini dengan sendirinya. Hal ini telah membuat Didi down namun dalam keadaan demikian dia kemudian berusaha mencari Tuhan.

Didi :
saat saya mengetahui hal ini, saya mengambil keputusan untuk mendekatkan diri pada Tuhan. Saya banyak membaca Alkitab untuk mengenal Firman Tuhan dan saya berdoa. Semua itu ternyata memberi kekuatan pada saya. Saya benar-benar mendapatkan kekuatan dari semua hal itu untuk menghadapi keadaan saya.

Olly melihat keputusan yang diambil adiknya ini. Adik saya, Didi saat itu tahu bahwa Tuhan punya rencana yang besar untuk jadi saksiNya. Dia memegang Firman Tuhan menjadi kekuatan baginya untuk menghadapi pergumulan yang berat ini. Hidup Didi benar-benar dipulihkan dan titik baliknya ialah ketika ia mengalami pertobatan dan mulai mencari Tuhan. Saya percaya Didi memperoleh kekuatan untuk bersaksi bahwa dia sudah terkena AIDS. Didi sering katakan bahwa dia tidak malu dan takut karena dia tahu bahwa saat itu dia sedang berjalan bersama Tuhan.

Semua keputusan dan tindakan Didi Mirhard juga tidak lepas dari perhatian Ita, seorang keponakan Didi. Saya dapat membayangkan apa oom Didi alami, saya tidak tahu bagaimana jika hal itu menimpa diri saya. Namun yang membuat saya heran ialah bagaimana oom Didi menanggapi hal itu, dia mau menjalani hal ini dengan tenang, dia berserah pada Tuhan dan tetap percaya pada kuasa Tuhan.

Olly menyaksikan semuanya itu. Semua pergumulan yang menimpa adik saya, Didi telah menjadi mujizat bagi keluarga kami. Sejak Didi sakit, kami sekeluarga dibawa mengalami pertobatan dalam kehidupan kami masing-masing. Keluarga kami dibawa kembali kepada jalan Tuhan.

Demikian juga dengan apa yang dialami Ita. Saya bersyukur diberi kesempatan untuk bertobat. Semua jalan pertobatan saya ini karena perjalanan saya bersama oom Didi. Saya dulu juga pernah berada dalam jalan yang salah namun saya melihat Kasih Kristus sungguh nyata dalam diri oom Didi.

Dengan kekuatan yang diperolehnya dari Tuhan, Didi Mirhard sungguh-sungguh menyerahkan dirinya untuk melayani Tuhan. Dari satu tempat ke tempat lain Didi tidak pernah berhenti bersaksi dan memuliakan nama Tuhan.

Ita :
Dalam kondisi sakit sekalipun, saya bisa melihat oom Didi sayang sama saya. Apa perbuatan jahat yang tidak pernah saya lakukan padanya sejak saya tinggal dengan oom Didi. Namun dalam kondisi sakitpun dia tetap memperhatikan saya. Jauh-jauh oom Didi menelpon saya di Bandung dan mengatakan betapa dia menginginkan saya pulang karena dia masih mengasihi saya sebagai keponakannya. Dia juga memohon saya kembali ke jalan Tuhan. Sampai seperti itu kasih oom Didi pada saya, itu menjadi pengalaman berharga bagi saya

Ollyanda :
Didi telah menerima Yesus dalam hatinya sejak dia bertobat, sampai ajalnya menjelang dia tetap ada dalam Tuhan. Itu menjadi sukacita bagi keluarga kami, walau sedih karena kehilangan dia namun kami bersukacita karena hidupnya. Didi tidak pernah merasa takut walau ajal menantinya karena dia yakin akan menerima tempat terindah bersama Kristus di Surga.

Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi. (1Timotius 6:12) Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. (2 Timotius 4:7)

Sumber Kesaksian:
Didi Mirhard (jawaban.com)

Bandar Judi Yang Diperbaharui

Pandu adalah salah satu anak dari lima bersaudara di keluarganya. Orangtuanya memindahkan anak-anak mereka dari kehidupan nelayan di Indramayu Cirebon ke Jakarta karena keadaan bangkrut. Bayangan Pandu akan kehidupan Jakarta yang hebat segera pudar ketika ia melihat kenyataan bahwa tempat tinggal baru mereka adalah Tanjung Priuk Kali Baru Cilincing. Orang tua Pandu memang sangat miskin. Untuk makanpun mereka masih bergantung pada teman-teman sesama nelayan yang mau membantu mereka.

Terdesak oleh kubutuhan, Pandu yang sudah beranjak dewasa berusaha mengubah nasib dengan memulai “karir’-nya dengan berjualan judi buntut yang dikenal dengan judi hua hue didaerahnya. Dari situ Pandu mulai terpikat karena dari seorang yang sangat miskin tiba-tiba ia mendapat ratusan ribu rupiah hanya satu malam saja. Maka berubah total-lah Pandu. Dari hasil uang judi buntut itu, Pandu dapat membelikan rumah untuk orangtuanya, sebuah gudang dan menikahi gadis impiannya. Sepertinya uang judi itu membuat Pandu makin bertambah kaya.

Uang itupun ia pakai untuk membeli 2 buah toko kelontong. Tokonya cukup laku dengan para pembeli yang rata-rata adalah germo-germo yang tinggal didaerah itu. Jelas saja, berhubung yang dijual Pandu adalah minuman keras seperti bir, whisky dan brandy. Bertahun-tahun ia hidup dari hasil uang haram tersebut. Pandu tidak sadar bahwa apa yang ia kerjakan sama sekali tidak berkenan dihadapan Tuhan.

Waktu berlalu, dan sebuah peristiwa kerusuhan Tanjung Priuk tahun 1984 terjadi sebagai bukti bahwa tidak selamanya uang hasil judi tersebut bisa membwa keberuntungan. Kehidupan keuangan Pandu dan istrinya mulai mengalami hambatan demi hambatan. Hutang mulai menumpuk sehingga mereka harus menjual segala harta termasuk cincin kawin mereka.

Tapi lewat peristiwa itulah Pandu mulai mengikuti persekutuan-persekutuan pengusaha yang menaburkan Firman Tuhan sehingga menyadarkan Pandu bahwa ada sesuatu yang luar biasa yang baru ia temukan. Disitulah untuk pertama kalinya Pandu meneteskan air mata dan sadar bahwa sesungguhnya Tuhan sangat mengasihinya.

Ada dua orang hamba Tuhan yang “menemukan’ Pandu dalam rentetan kehidupan rohaninya tersebut. Mereka adalah Bapak Max Lalamentik dan Bapak Budianto Andreas. Bapak Max yang menjadi pembimbing rohani Pandu ikut mengingat momen ketika ia datang kerumah Pandu untuk berdoa bagi keluarganya. Disitu ia menyaksikan perubahan, yaitu hadirnya kasih dan pemulihan didalam rumah tangga Pandu.

Hidup Pandu sendiri berubah total. Dari seorang pengusaha ia menjadi seorang penjual panci. Tahun ke tahun ia bekerja dengan setia hingga akhirnya ia direkrut kedalam perusahaan real estate yang cukup terkenal. Toko yang ia miliki dari hasil judi menjadi bangkrut dan meninggalkan hutang sebanyak ratusan juta rupiah. Pandu dan istrinya, Merry, mengalami stress dan tekanan besar dari peristiwa itu karena tagihan hutang yang datang bertubi-tubi. Uang hasil dari pekerjaan Pandupun habis dipakai untuk menutupi hutang, seperti melempar batu kelaut. Dalam keadaan yang lelah dan penuh tanda tanya tentang mengapa itu semua harus ia alami, Pandu bertanya pada Tuhan.

Disana Tuhan memberi jawaban dan membuktikan kesetiaanNya. Pandu akhirnya bisa melunasi hutang-hutangnya dan Merry bisa pulih dari stress yang membuatnya mengigau setiap malam dan nyaris gila.

Dalam perayaan pernikahan mereka yang ke-29, dan ulang tahun Pandu ke-55, Pandu dan Merry mewujudkan mimpi mereka untuk kembali memiliki cincin kawin yang dibeli dari hasil uang yang Tuhan berikan.

“Pesan saya, Tuhan Yesus memang sangat luar biasa!”

Aku akan memberi mereka suatu hati untuk mengenal Aku, yaitu bahwa Akulah TUHAN. Mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku ini akan menjadi Allah mereka, sebab mereka akan bertobat kepada-Ku dengan segenap hatinya. Yeremia 24:7

Sumber Kesaksian:
Pandu Wilantara (jawaban.com)

Mengalahkan Buah Masa Lalu

Semua ini kisah Rudi Palempung dan gaya hidupnya. Dulu hidup saya tidak sehat seperti sekarang ini. Waktu tidur saya, waktu makan tidak pernah teratur. Kebiasaan untuk minum minuman keras dan merokok begitu mengikat saya. Sungguh-sungguh kacau kehidupan saya pada waktu itu. Kehidupan yang tidak sehat itu terjadi karena saya lebih banyak bergerak pada malam hari.

Saat itu saya mempunyai usaha. Jika saya tidak mencapai penjualan atau adanya situasi yang tidak mendukung dengan segera membuat saya menjadi stress. Akibatnya saya menjadi mudah marah, baik di tempat pekerjaan ataupun di rumah. Dalam keadaan seperti ini saya menjadi pecandu rokok, saya merokok kurang lebih tiga bungkus perhari. Saya merokok dalam jumlah banyak hingga akhirnya berpengaruh terhadap kesehatan saya. Selain merokok, saya juga suka sekali minum minuman keras. Hal inilah yang mempengaruhi kondisi jasmani saya yang akhirnya membuat saya sakit.

Selama 17 tahun saya terikat dengan kebiasaan buruk ini. Sulit sekali bagi saya untuk melepaskannya. Tiga atau empat bungkus rokok saya habiskan dalam sehari. Waktu itu umur saya masih berkisar 30 sampai 40 tahun dan kesehatan saya memang sepertinya tidak ada masalah.

Kehidupan malam yang dijalani Rudi telah membawa hidup Rudi jauh dari Tuhan. Namun istrinya terus menerus berdoa siang dan malam agar Rudi kembali kepada Tuhan. Suatu hari Tuhan bekerja atas doa istri Rudi, keadaan yang kurang baik diijinkan oleh Tuhan terjadi dalam kehidupan Rudi.

Suatu ketika saya merasakan sakit di dada. Sakit ini menusuk dari depan sampai belakang. Saya tidak tahu sakit apa yang saya derita ini. Pada awalnya saya merasakan sakit di dada yang begitu perih. Saya sudah datang pada beberapa dokter dan mereka tidak menemukan adanya sakit jantung pada diri saya. Namun teman saya meminta agar saya pergi ke dokter yang lain. Dan ternyata pada saat saya pergi ke satu dokter, ia mengatakan bahwa saya mengalami penyumbatan pada jantung dan saya harus diteter.

Setelah saya diteter, hidup saya masih mengikuti pola yang lama. Walaupun sakit saya tetap merokok. Setelah selesai diteter sekalipun, yang namanya rokok tidak dapat saya lepaskan. Selain itu saya juga sangat tergantung kepada obat yang diberikan oleh dokter. Keadaan tubuh saya begitu buruk, setiap kali saya berjalan maka saya merasakan sakit di bagian dada. Umur saya yang masih muda tidak sesuai dengan keadaan saya. Kondisi saya sudah seperti kakek-kakek saja.

Pada suatu hari saya dan istri saya berada dalam suatu mall. Saat itu saya melihat banyak orang yang lewat di sekitar mall itu membawa Alkitab untuk menuju suatu kebaktian. Melihat itu saya merasakan timbulnya kerinduan dalam hati untuk datang ke gereja. Minggu berikutnya akhirnya saya datang pada suatu kebaktian. Dalam ibadah tersebut, seorang hamba Tuhan menyampaikan Firman Tuhan. Saat itu saya merasakan bahwa Firman Tuhan tersebut seolah-olah ditujukan pada diri saya sendiri. Pada waktu saya mendengar perkataan firman itu, air mata saya keluar dan saya menangis tersedu-sedu. Setelah ibadah tersebut timbul kerinduan dalam hati saya untuk terus datang kembali dalam ibadah. Minggu berikutnya saya datang dan datang kembali. Dan akhirnya Tuhan menjamah saya, Dia menjamah hati saya. Saya memiliki satu kehidupan yang baru.

Saya merasakan adanya perubahan, kehidupan yang baru ini penuh dengan sukacita. Mulai saat itu saya punya kerinduan untuk selalu berada di rumah Tuhan. Tidak ada hari Minggu yang saya lewati tanpa datang ke rumah Tuhan. Dalam semuanya itu saya merasakan perubahan yang luar biasa terjadi, hidup saya mulai teratur. Saya mampu meninggalkan kebiasaan yang tidak baik dan tidak sehat seperti rokok dan minuman keras. Tidur saya mulai menjadi teratur.

Kehidupan rohani saya juga semakin baik. Pada waktu bangun pagi saya mulai bersekutu dan mencari wajah Tuhan. Saya juga menjaga kesehatan tubuh jasmani ini karena saya mulai menyadari bahwa tubuh ini adalah bait Allah. Oleh karena kasih dan kemurahan Tuhan saya juga mulai melepaskan obat-obat saya. Sejak itu penyakit saya tidak terasa lagi. Saya sungguh telah disembuhkan oleh Tuhan Yesus. Mujizat telah terjadi dalam kehidupan saya. Sampai saat ini saya merasa sehat dan saya tahu bahwa kesehatan itu datangnya dari Tuhan Yesus.

Kehidupan dekat dengan Tuhan adalah kekuatan bapak Rudi dan keluarganya. Sejak Tuhan menjamah hidupnya, suatu perubahan yang besar terjadi. Kesehatan Rudi berangsur-angsur pulih dengan luar biasa. Hingga kini bapak Rudi telah dibebaskan secara penuh dari penyakit jantung.

Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya. Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur- bilur-Nya kamu telah sembuh. Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada gembala dan pemelihara jiwamu. (1Petrus 2:21,24-25)

Sumber Kesaksian:
Rudi Palempung (jawaban.com)