Category Archives: Pemulihan

KESAKSIAN JEREMY DIPULIHKAN TUHAN DARI 20 TAHUN PENYIMPANGAN SEKSUAL

Berikut ini kisah nyata Pertobatan Jimmy :

” AKU LEBIH DARI PEMENANG DI DALAM YESUS KRISTUS TUHAN ”
( KESAKSIAN JEREMY DIPULIHKAN TUHAN DARI 20 TAHUN PENYIMPANGAN SEKSUAL)
” Di Luar AKU kamu tidak bisa berbuat apa-apa” ( Yesus Kristus Tuhan )
“Kuduslah kamu, sebab AKU Kudus ” ( Yesus Kristus Tuhan )
Perkenalkan, nama saya Jeremy. Saya berasal dari latar belakang keluarga Non Kristen, yang tidak mengimani Yesus Kristus Tuhan. Saya banyak sekali melakukan hal-hal yang mendukakan Allah, mulai dari pornografi, masturbasi, serta perzinahan. Saya banyak sekali melakukan dosa penyimpangan seksual. Dengan kekuatan saya sendiri, saya sulit sekali terlepas dari dosa penyimpangan seksual ini. Semakin saya keras berusaha untuk bisa terlepas, semakin saya terjerumus masuk lebih dalam ke dalam dosa tersebut. Saya jatuh bangun berusaha untuk bebas dari dosa itu. Disaat saya berkomitmen untuk bisa lepas, saya jatuh lagi dan lagi. Kejadian itu terus berulang ulang sampai saya merasa letih dan jenuh. Bertobat, kemudian jatuh lagi dan berulang-ulang. Saya terlibat dalam dosa penyimpangan seksual kurang lebih selama 20 tahun. Jika saudara yang membaca tulisan ini juga sedang terlibat dalam dosa penyimpangan seksual, apapun bentuk dosa saudara, entah itu pornografi, maturbasi, onani, lesbian, biseksual, perzinahan, homoseksual,gay, pelacuran,prostitusi atau yang lainnya, silakan saudara baca terus kesaksian ini.Apapun latar belakang saudara saat ini.
Hidup saya terasa hancur. Masa depan saya terasa suram saat itu. Saya berusaha untuk bisa terlepas dari dosa-dosa itu, tetapi terasa tidak sanggup. Hubungan saya dengan orang-orang terdekat semakin berantakan. Bisnis serta usaha saya hancur dan kacau. Saya dalam titik terendah dalam kehidupan saya. Saya kehilangan Damai Sejahtera dan Sukacita di dalam hidup saya.Saya bergaul dengan hal-hal yang membuat hidup saya tidak menjadi baik. Saya menikmati dosa yang saya lakukan di satu sisi, disisi lain saya mengorbankan segalanya.Semuanya hancur dan berantakan disaat itu. Dengan kebaikan serta kemurahan Allah di Dalam Nama Yesus Kristus Tuhan, saya berhasil terlepas dari dosa penyimpangan seksual yang membelenggu saya hampir selama 20 tahun. Kasih Allah begitu besar kepada saya, saya yakin kasih yang sama juga mampu memulihkan hidup saudara. Jika saat ini saudara juga mengalami hal yang sama, dan ingin sekali terlepas dari semua dosa-dosa itu, saya akan membagikan beberapa pengalaman yang saya alami selama ini bagaimana saya bisa terlepas dari dosa penyimpangan seksual itu.
Berikut ini cara yang saya lakukan :
1. Kerendahan Hati
Dengan cara :
a. Jujur.
Jujur mau mengakui dihadapan Allah di Sorga dengan penuh kerendahan hati mengakui semua keterlibatan dari dosa penyimpangan seksual yang dilakukannya.
b. Sadar.
Sadar bahwa semua hal yang dilakukan tersebut sangat mendukakan Allah. Bertentangan dengan kehendak Allah.

c. Pertobatan total
Komitmen bertobat secara total harus muncul dari dalam diri sendiri. Harus memiliki keinginan yang sangat kuat untuk bisa terlepas dari semua ikatan dosa-dosa penyimpangan seksusl tersebut. Keinginan kuat harus berasal dari dalam.
d. Mengandalkan Tuhan
Komitmen dari dalam harus diikuti dengan mengandalkan Tuhan. Mohon kekuatan dari dalam. Dengan pertolongan Roh Kudus Allah tidak ada yang mustahil. Mengandalkan Tuhan berarti tidak bersusah payah dengan cara dan metode sendiri untuk bisa terlepas dari dosa penyimpangan seksual. Mengandalkan Tuhan berarti meminta petunjuk serta cara dari Allah melalui doa, sehingga jalan keluar yang harus dilakukan berasal dari hikmat Allah, dan itu pasti berhasil.

2. Takut akan Tuhan
Semua dosa yang dilakukan manusia terjadi karena di dalam diri manusia tidak ada Roh yang Takut akan Allah. Mungkin saja ada, akan tetapi dorongan dari luar yaitu dosa jauh lebih kuat, sehingga Roh itu lama kelamaan akan padam. Takut akan Allah berarti takut untuk berbuat dosa lagi. Takut akan Allah berati menghormati otoritas Allah didalam hidup kita. Dialah Sang Pencipta Bumi Langit beserta alam semesta raya.
Takut akan Allah dengan cara :
a. Miliki Roh Allah di dalam hidupmu.
b. Undanglah Yesus masuk di dalam hidupmu.
c. Biarkan Kasih Allah memenuhi hidupmu
d. Ijinkan Yesus memegang kendali atas hidupmu,bukan dirimu lagi.
e. Jadikanlah Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamatmu. Jadikan Ia Raja dalam segenap hidupmu.
f. Bertobat dan tinggalkan cara hidupmu yang lama yang penuh dosa.
g. Penuhilah hidupmu dengan kebenaran firman Allah, Alkitab.
h. Carilah Gereja Kristen yang benar, bertumbuh dalam iman dalam persekutuan dengan orang-orang Percaya Tuhan Yesus.
i. Jadilah pelaku-pelaku firman Allah, bukan hanya pendengar saja.

Siapapun anda sekarang, dimanapun anda berada sekarang, apapun latar belakang pekerjaanmu, latarbelakang bangsa, negara, bahasa, status sosial, status ekonomi, jika anda saat ini masih terikat dan terlibat dalam dosa-dosa penyimpangan seksual seperti pornografi, masturbasi, onani, lesbian, gay,seks bebas, perselingkuhan, perzinahan, pelacuran dan prostitusi ataupun bentuk lain dari penyimpangan seksual, anda belum terlambat untuk bertobat ! Segera ambil keputusan untuk meninggalkan semua itu! Jangan tunda-tunda lagi! Lakukan sekarang juga!
Ikutilah Doa berikut ini :
” Allah di Sorga, aku mengakui semua dosaku, kesalahanku, serta pelanggaranku di hadapanMu dan dihadapan Sorga…(Sebutkan semua dosa yang telah anda lakukan) Ampunilah semua dosa-dosaku itu.
Aku juga ingin mengampuni siapa saja yang sudah berbuat kesalahan terhadapku…
( Sebutkan nama orang itu ). Aku sudah mengampuni mereka.
Sekarang, aku ingin menerima Yesus Kristus ke dalam hidupku.
( Katakan dengan mulut anda ) : ” Yesus Kristus, marilah masuk ke dalam hatiku, masuklah kedalam hiduku. Jadilah Tuhanku dan Juruselamatku seumur hidupku. Aku percaya Engkau telah mati bagiku diatas kayu salib. Aku percaya kuasa darahmu telah menyucikan serta menguduskan hidupku sepenuhnya. Aku percaya Engkau telah bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga, karena Allah telah membangkitkanmu.
Sekarang Engkau telah hidup bagiku. Hidupku sekarang tidak lagi sama seperti dahulu. Penuhi aku dengan KasihMu.Aku telah menjadi ciptaan baru didalamMu. Gunakan aku menjadi alat KemuliaanMu. Tuliskan namaKu dalam kitab Kehidupanmu.
Terima kasih Allah, di Dalam Nama Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamatku aku sudah berdoa, Amien.”
Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian , yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. ( Yesus Kristus Tuhan )
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya , baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.( Alkitab, Kolose 1:21)

Bagaimana Langkah selanjutnya ?
1. Penuhilah hidupmu dengan kebenaran.
Kebenaran hanya terdapat di dalam firman Allah, yaitu Alkitab. Penuhi hidupmu, hatimu, pikiranmu setiap saat dan waktu dengan firman Allah. Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut firman yang tertanam di dalam hatimu , yang berkuasa menyelamatkan jiwamu.( Alkitab, Yak 1:21)
2. Carilah Gereja Kristen yang benar.
Bertumbuhlah dalam iman yang benar di Gereja Kristen benar. Bersekutu dan saling menguatkan dengan orang-orang percaya disana. Sembahlah Allah dalam Roh dan Kebenaran.
3. Jadilah pelaku-pelaku firman Allah.
Bukan hanya cukup mendengar saja, tetapi juga melakukannya.
4. Hiduplah dipimpin Roh Allah, Roh Kudus.
Berjalanlah selalu dalam Kekudusan, disetiap saat dan setiap waktu. Sebab Tubuhmu adalah Bait Allah Yang Kudus.( Alkitab )
5. Jagalah selalu pergaulanmu.
Siapa yang bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, siapa yang bergaul dengan orang bebal menjadi malang.( Alkitab )
6. Lawanlah si Iblis!
Lawanlah iblis dengan imanmu yang teguh! Pakailah firman Allah, Kebenaran. Tolak semua tawaran dari siapapun yang ingin menyeretmu kembali masuk ke kehidupan lamamu yang penuh dosa.
7. Anda lebih dari pemenang!
Setelah hidup anda dipulihkan, menangkan orang-orang/jiwa-jiwa disekitarmu yang masih terbelenggu dalam dosa-dosa penyimpangan seksual. Ceritakan kepada mereka bahwa di dalam Yesus Kristus mereka bisa dipulihkan hidupnya. Jadilah saluran berkat. Bagikan kesaksian ini kepada siapa saja yang membutuhkan.
Saudara, Tuhan Yesus Kristus benar-benar ada dan nyata. Dia benar-benar datang ke dunia, sengsara, wafat, bangkit serta sekarang Dia sudah hidup. Dia telah hidup untuk saudara dan saya agar kita dapat memiliki kehidupan.Dia sangat peduli pada kehidupanmu. Dia tahu semua dosa yang selama ini saudara lakukan. Kasih Allah di Dalam Yesus Kristus Tuhan telah sanggup memulihkan hidup saya. Saya sangat yakin dan percaya bahwa Kasih Allah yang sama juga pasti sanggup memulihkan kehidupan saudara, bagaimanapun keadaan serta dosa saudara selama ini. KasihNya telah sanggup memulihkan hidup saya, KasihNya juga pasti sanggup memulihkan hidup saudara.Sehitam atau sekelam apapun dosa yang saudara lakukan, Dia sanggup untuk mengampuni serta memulihkan hidupmu. Dia Allah yang tidak bisa dibatasi. KasihNya kepada saya sungguh nyata, demikian juga KasihNya kepada saudara juga nyata. Dia sanggup memulihkan hidupmu. Sadarlah bahwa Tubuh anda sekarang adalah bukan milik anda sendiri. Tubuh anda sekarang adalah kepunyaan Allah, milik Allah! Tempat tinggal Allah! Jangan mengotori atau mencemari Tubuh anda dengan melakukan berbagai macam dosa penyimpangan seksual! Muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Berikut ini Nasihat terhadap percabulan ( Alkitab, 1 Kor 6:12-20 ):
Segala sesuatu halal bagiku , tetapi bukan semuanya berguna. Segala sesuatu halal bagiku, tetapi aku tidak membiarkan diriku diperhamba oleh suatu apapun. Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh. Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya. Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus ? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak! Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: “Keduanya akan menjadi satu daging. ” Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia. Jauhkanlah dirimu dari percabulan ! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, –dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
Jangan keraskan hatimu! Siapapun saudara atau apapun latar belakang saudara selama ini,Bukalah hati saudara! Jangan tunda-tunda lagi! Lakukan sekarang juga! Terimalah Yesus Kristus sebagai Tuhan atas hidupmu! Jadikan Yesus Kristus menjadi Juruselamatmu seumur hidupmu! Tuhan Yesus Kristus bukan hanya berkuasa memulihkan hidupmu yang rusak. Dia juga sanggup memberikan keselamatan bukan hanya keselamatan di bumi akan tetapi memberikan jalan keselamatan bagi kita semua sampai masuk kehidupan kekal abadi di Sorga kepada siapapun yang menerimaNya dan percaya kepadaNya. Sebab keselamatan hanya ada di Dalam Yesus Kristus Tuhan.
Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan , dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati , maka kamu akan diselamatkan.( Alkitab, Roma 10:9 )
Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. ( Alkitab, Yoh 14:6 )
Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun juga selain di dalam Dia ( Yesus Kristus), sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan. ( Alkitab, Kisah 4:12 )
Hiduplah serta berjalanlah selalu bersama Dia! Pasti saudara tidak lagi terjerumus masuk lagi ke dalam dosa-dosa yang sangat merugikan hidup saudara. Rasakan hidup yang baru setelah anda berjalan bersama dengan Tuhan Yesus. Bagikan kesaksian ini kepada semua saudara yang anda kasihi. Jadilah saluran berkat.
” Segala Puji-pujian, Hormat, Kemuliaan, Kebijaksanaan, Hikmat, Kuasa, Kejayaan, Kekayaan, Kemasyuran, Kekudusan, Keindahan, Kekuatan, Kemegahan, Keperkasaan,Keberhasilan, Keagungan hanya bagi Allah Bapa di Sorga, Yesus Kristus Tuhan dan Juruselamat, dan Roh Kudus dahulu, sekarang, sampai selama-lamanya sampai kekekalan. Amien.
Tuhan Yesus Kristus memberkatimu.

Kisah Nyata Anak Terbuang yang Anggap Dirinya Tak Berharga

Sewaktu masih kecil, Harun Sapto sudah dititipkan ke Malang dari Blitar, dari rumah orangtuanya ke rumah pamannya. Di rumah pamannya itu, dia mendapat perlakuan yang kasar dari tantenya. “Saya mulai ada kekecewaan, suka nangis, suka murung,” cerita Sapto saat itu.

Kelas 2 SD Sapto dibawa kembali oleh orangtuanya ke Jakarta. Di sana, dia suka berantem. Jika Sapto pulang ke rumah dengan baju yang kotor, ibunya akan marah-marah. Nasi satu butir jatuh di lantai, dia juga kena marah. Tidak tidur siang, dia akan dipukul.

Kebalikannya, papanya baik. Namun sayangnya, Sapto jarang bertemu dengan bapaknya karena kesibukannya. Lain lagi dengan kakaknya. Kakaknya pernah mengatakan, “Sapto, mengapa sih kamu pulang lagi?” Kakaknya menyalahkan Sapto karena mereka sudah tidak punya mobil lagi, seolah-olah Saptolah penyebab hilangnya mobil tersebut dan juga keruwetan lain yang dialami keluarga mereka.

Sapto yang dewasa, punya tato di badannya dan seringkali memakai baju lengan buntung. Tidak hanya itu, dia menjadi preman yang suka memalaki para pedagang, kekerasan memenuhi hidupnya.

Suatu hari, dia diberitahu bahwa papanya meninggal. Karena itu, dia menganggap semua orang yang dia sayangi sudah tidak ada lagi sehingga dia makin brutal.

Pada suatu hari jam 7 malam di Menteng, dia dikejar oleh sekelompok orang yang ingin membunuhnya. Dia lari dan lari dan masuk ke gorong-gorong. Di sana dia berdoa dan begitu dia bangun dari gorong-gorong, dia melihat tidak ada orang lagi.

Dia mencoba nasib lain. Dia bekerja di kapal. Namun di sana, kerjaannya hanya minum dan minum saja. Di pelabuhan, ada orang yang menitip sesuatu kepadanya untuk dikirimkan ke Jayapura. Dia pun mendapat upah Rp 8 juta. Sayangnya, dia tidak melihat barang apa yang dititipkan itu.

Besoknya, dia berlabuh di Surabaya. Di sana, dia dipanggil pihak keamanan yang marah karena barang titipannya tergeletak di mana-mana. Barang yang diperkirakan sebanyak 2 ton itupun coba dikumpulkan Sapto. Dia mengajak semua orang yang lewat untuk memindahkan barang-barang tersebut tapi tidak ada yang mau membantunya. Dia putus asa, barang-barang itu dibuangnya ke laut.

Sesampainya di Jayapura, Sapto dicari orang-orang yang seharusnya mendapatkan barang tersebut. Dia pikir saat itu dirinya akan dibunuh, dia pun berpegangan pada besi yang ada di kapal sambil berpikir bahwa dirinya memang lebih baik mati.

Di situ juga dia mulai berkata di dalam hatinya, “Kalaupun memang Tuhan yang saya sembah sekarang ada dan menyelamatkan saya, saya akan jadi pengikut-Nya.”

Lama tidak ada yang menusuknya, dia pun menengok ke belakang, ternyata orang-orang itu pergi entah kemana. Pulang ke Jakarta, Sapto menginap di rumah salah satu kenalannya. Di rumah itu, dia menemukan VCD yang ternyata merupakan VCD khotbah.

Hamba Tuhan yang berada di VCD itu mengatakan bahwa ada satu anak muda peminum dan perlu menerima kasih Allah. Hamba Tuhan itupun membagikan ayat Yohanes 3:16. “Kamu harus bertobat…” kata hamba Tuhan tersebut sambil menunjuk. Sapto merasa hamba Tuhan itu seperti menunjuk dirinya langsung, seolah-olah tangannya keluar. Dia pun mematikan VCD tersebut.

Saat hendak berbaring, Sapto menemukan traktat. Di dalam traktat itu, kembali ayat itu berbicara. “Saya tidak tahan, saya keluar air mata dan tidak dapat berhenti.” katanya.

Saat itulah dia putuskan untuk beribadah di suatu tempat ibadah. Sapto sadar akar dari segala pemberontakannya adalah kebenciannya kepada keluarganya dan dia pun meminta hamba Tuhan di sana untuk mendoakannya.

Ketika ibunya masuk ke rumah sakit, Sapto pun meminta maaf. Hubungan ibu dan anak itu pun dipulihkan. Seminggu kemudian, ibunya dipanggil Tuhan.

Apa yang Sapto lakukan dulu, sudah dia tinggalkan semua. Dia pun berubah hidupnya dan berbalik dari jalannya yang jahat. Sekarang dia mengabdikan hidupnya untuk anak-anak yang terlantar. “Saya selalu memberikan satu saran yang baik dari Tuhan bahwa hidup itu sangat berarti kalau kita mau merespon.”

Setiap orang yang dididiknya pun mengakui hal tersebut, begitu pula tetangganya. Dia beralih dari yang paling buruk menjadi pelayan Tuhan. “Dia bisa mengubah kita semua, hidup saya dan hidup Anda.” tutup kesaksian Sapto.

Sumber Kesaksian :
Harun Sapto (jawaban.com)

Ditinggalkan Namun Tak Pernah Sendiri

Banyak wanita membayangkan pernikahan adalah sebuah dunia yang indah, demikian juga mimpi Maureen. Namun ternyata mimpi indahnya tak terwujud malah berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Inilah penuturan Maureen tentang kisah hidupnya.

Ketika aku menikah dengan suamiku, dan membentuk sebuah keluarga, kami pindah ke kota Balikpapan. Dengan sebuah pengharapan yang besar, aku memulai kehidupan yang baru. Aku memiliki cita-cita, pernikahanku akan menjadi seperti pernikahan kedua orangtuaku. Sebuah keluarga yang ideal dan bahagia.

Namun kehidupan ternyata tidak seindah bayanganku. Ketika suamiku mulai berhasil usahanya, dia mulai lupa akan keluarga. Dia melalaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah dan kepala keluarga. Saat aku mengingatkannya, semua itu berakhir dengan pertengkaran dan tak jarang pukulan dilayangkannya kepadaku. Akhirnya dia pergi meninggalkanku bersama kelima buah hatiku tanpa meninggalkan apapun untuk kami.

Aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta, dan berjuang membesarkan kelima anakku. Aku bertekad untuk mendidik dan membesarkan anak-anakku dengan baik. Aku melakukan segala cara untuk bisa menyekolahkan dan memberi makan mereka. Saat aku sudah tidak memiliki apapun, aku jual baju-baju yang ku miliki. Lima belas tahun lalu, satu baju yang kujual harganya seribu rupiah. Dan dengan uang hasil penjualan baju-bajuku itu, aku membeli beras, minyak tanah, sayuran, dan aku atur sedemikian rupa sehingga anak-anakku dapat makan makanan yang sehat dan bergizi sekalipun sangat sederhana.

Terkadang, jika anak-anakku ingin makan apel atau jeruk, mereka harus pergi ke kuburan. Pada hari-hari tertentu, akan ada orang-orang yang datang kekuburan untuk sembahyang dan membawa makanan persembahan. Ketika anak-anakku bercerita kalau mereka harus berebutan dengan orang-orang untuk mendapatkan buah-buahan dikuburan itu, aku merasa sangat sedih.

Suatu kali, kami sudah tidak memiliki apapun untuk dimakan. Hingga jam dua siang, anak-anakku belum juga makan. Aku kumpulkan anak-anakku, dan kuajak mereka berdoa, “Ayo kita berdoa.” Kami memanjatkan doa Bapa Kami bersama-sama. Ketika kami berkata, “Amin,” tiba-tiba pintu rumahku di ketuk. Ada seseorang yang datang dan membawakan makanan sehingga kami bisa makan.

Dalam kondisi sulit seperti itu, aku terus memperjuangkan kehidupan anak-anakku. Aku mulai melamar pekerjaan dimana-mana. Sekalipun itu hanya pekerjaan part time, aku jalani dengan segenap hati. Terkadang ada teman yang telah mengenalku dengan baik sengaja memintaku bekerja ditempatnya. Sekalipun hanya bekerja selama satu minggu, tetapi hasil kerja saya itu bisa mencukupi kehidupan selama satu bulan, dari sekolah anak-anak, membayar kontrakan hingga makan sehari-hari.

Mulai saat itu aku mulai bekerja sebagai pegawai pengganti dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Aku menggantikan pegawai yang sedang cuti ataupun hamil. Jika ada pegawai yang hamil, aku sangat senang sekali, karena itu artinya aku bisa bekerja selama tiga bulan. Itu sangat lumayan sekali bagiku, karena uangnya aku bisa simpan untuk keperluan yang akan datang.

Perlahan-lahan kehidupanku dan anak-anakku mulai membaik. Satu hal yang membuatku bisa melewati semua masa sulit itu adalah adanya sebuah tekad yang tertanam dalam hatiku, “Aku harus menjadi panutan bagi anak-anakku.” Aku ingin anak-anakku bisa belajar nilai-nilai kehidupan yang benar dari diriku.

Jika orang lain berpikir aku bisa saja menghalalkan segala cara sehingga aku bisa lebih mudah melewati kesulitan-kesulitan yang menghadangku, aku berkata pada diriku, aku tidak boleh melakukan itu. Aku tidak mau menghalalkan segala cara, karena dalam hatiku ada takut akan Tuhan. Karena ada Tuhan Yesus dalam hidup keluargaku, aku tidak pernah takut dengan apa yang ada di masa depanku karena aku tahu Dia yang menjamin kehidupanku dan kehidupan anak-anakku. Aku sudah membuktikannya sejak awal ketika aku harus menjalani kehidupan seorang diri bersama kelima anak-anakku sampai saat ini, Dia selalu menyertaiku. Karena Dia adalah Immanuel.

Sumber Kesaksian :
Maureen (jawaban.com)

Pecandu Musik Dead Metal Dipulihkan

Lucky mengenal aliran musik Dead Metal sejak SMP. Karena kecintaannya dengan musik itu mempengaruhi kehidupannya hingga dia menjadi anak yang berontak, menutup diri bahkan selama 6 tahun dia tidak pernah kegereja.

Aliran deathmetal adalah musik aliran keras dan di aliran musik itu juga di dalam CD mereka ada gambar-gambar yang menggambarkan pelecehan mengenai Tuhan Yesus, bagaimana Yesus bermain dengan para wanita. Ada gambarnya dan liriknya juga mengandung penghujatan terhadap Yesus. Tapi saat itu karena Lucky dibutakan maka Lucky tidak peduli dengan segala sesuatunya itu. Justru Lucky sangat menyukai jenis musik mereka.

Lucky sering ngobrol dan bertukar pikiran dengan mereka. Pola pikir Lucky jadi berubah sejak ikut dengan perkumpulan mereka, Lucky jadi suka berontak dengan orangtua. Dan lama-kelamaan tanpa Lucky sadari Lucky menjadi pribadi yang dingin dan menarik diri dari keluarga. Jadi kalau ada saudara yang datang kerumah maka Lucky suka masuk ke kamar, dan kalau Lucky melihat orang, maka ketika mereka mengajak Lucky berbicara, saya sering tertunduk. Lucky sepertinya minder, Lucky merasa sendiri dan Lucky merasa cocok bila bercerita dengan sesama penganut dan musisi-musisi keras yang gelap itu. Kesombongan dan lirik kematian ia ciptakan melalui keahliannya bermain musik.

Pada suatu hari Lucky menderita sakit kepala dan sangat sakit rasanya. Karena sakit kepala itu Lucky derita selama satu bulan. Pada saat itu Lucky ketakutan, Lucky takut mati, Lucky takut sendiri. Kepala itu selama sebulan sakit sekali, ketika di bawa ke rumah sakit kata dokternya berkata tidak sakit apa-apa, tapi di kepala Lucky sudah berkecemuk berbagai pikiran, sakit apa Lucky sebenarnya ini, apa tumor, kanker atau apa.

Saat ia menderita karena sakit kepalanya, Lucky mulai masuk ke kamar kakaknya. Saat itu penasaran juga ingin mendengar lagu rohani dan akhirnya ia memasangnya. Saat itu Lucky menangis, dan tidak pernah Lucky merasakan seumur hidupnya. Saat itu lagu yang Lucky dengar adalah “Ku bri yang terbaik bagimu, kurelakan segalanya..” Lucky memasangnya pada siang hari dan mendengarkan lagu itu. Lucky menangis dan merasa lega. Lucky dalam posisi duduk dan menangis. Lucky merasa penyakitnya sembuh. Keesokan harinya ia memasangnya lagi lalu ada suara audible “kamu sudah saya pilih sejak dalam kandungan”. Ketika itu Lucky mengingat lagi bagaimana dulu ia pernah ke gereja dan mengenang bagaimana orang-orang itu memuji Tuhan, maka Lucky ingin sekali ke gereja.

Setelah itu ia mulai berbeda. Kasih Yesus yang membuatnya bertobat. Sejak saat itu ia mulai menyingkirkan semua barang-barnag yang berhubungan dengan musik metal itu. ia mencopot semua poster dan membuang semua kaset-kasetnya.

Saat ini Lucky sudah tergabung dalam satu band yang beranggotakan anak-anak muda yang bermusik untuk Tuhan. Dengan Sobat Band,. Lucky melangkah dengan pasti. Nilainya akademiknya menjadi cemerlang dan ia sekarang mampu menciptakan lagiu-lagu indah untuk kemuliaan nama Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Lucky Barus (jawaban.com)

Pengampunan di Tengah Pengkhianatan Tiada Akhir

Bagaimana rasanya seorang wanita yang tengah hamil tua ditinggal pergi karena sang suami sudah kepincut dengan wanita lain? Dan yang lebih parah lagi, Masta akhirnya harus menghidupi delapan orang anaknya sendirian.

Hanya dalam satu kali pertemuan, Masta sudah terpikat dengan janji manis seorang pria. Tanpa pikir panjang, ia pun mengiyakan sebuah ajakan untuk kawin lari. Bagi orangtua Masta sendiri, kekecewaan menyelimuti hati mereka. Apalagi sebagai orangtua, mereka sama sekali tidak hadir dan dimintai restu terlebih dahulu. Mereka pun hanya dapat menangis menerima kenyataan ini.

Seperti membeli kucing dalam karung, Masta tak pernah menyangka sikap manis sang suami ternyata palsu. Setelah dua tahun bersama, sifat asli sang suami mulai terlihat. Masta selalu merasa curiga terhadap tingkah laku suaminya karena setiap malam ia tidak pernah pulang ke rumah. Dari adik ipar suaminyalah Masta mengetahui kalau suaminya memiliki rencana untuk menikah lagi. Masta sangat terpukul mendengar kabar itu. Apalagi kondisi Masta sendiri sedang hamil tua saat itu.

Rasa penasaran tiba-tiba membakar hati Masta. Pagi-pagi saat suaminya pulang, Masta diam-diam berniat datang ke rumah wanita yang hendak merebut suaminya. Tanpa diketahui Masta, suaminya ternyata mengikuti dirinya dari belakang. Namun setibanya di sana, wanita selingkuhan suaminya tidak ada di sana. Merasa dipermalukan, suami Masta langsung menyeret Masta pulang. Tidak hanya sampai di situ, pukulan dan tamparan pun diterima Masta yang sedang hamil besar. Bahkan suaminya dengan tegas bermaksud menceraikan Masta saat itu juga. Hati Masta sangat pedih namun ia hanya dapat menangis.

Campur tangan orangtua Masta mampu menyelesaikan permasalahan mereka untuk sementara waktu. Niat untuk menceraikan Masta pun urung dilakukan. Permintaan orangtua Masta yang menentang perceraian mampu meredam nafsu sang suami.

Kelahiran anak pertama mereka seakan menghapus segalanya. Keadaan itu bertahan sampai Masta dikaruniai lima orang anak. Sampai sebuah kabar dari Jakarta membuat Masta mengambil sebuah keputusan penting. Ia memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Mendengar kabar itu, anak-anak Masta menyambut dengan gembira. Padahal sebenarnya kabar buruklah yang Masta terima.

Masta menerima surat dari adik mertuanya yang tinggal di Jakarta dan mengatakan kalau suaminya ternyata suka main perempuan juga di sana. Kepindahan Masta dan anak-anaknya ke Jakarta menyusul suaminya tidak memperbaiki keadaan sama sekali. Seringkali Masta harus menerima perkataan-perkataan sinis yang penuh sindiran kepada dirinya. Suaminya sepertinya tidak menghargai keberadaan Masta dan anak-anaknya di sana. Sebagai seorang istri, Masta merasa menjadi istri yang tidak berharga bagi suaminya.

Untuk menambah penghasilan suaminya, Masta pun menjalankan usaha simpan pinjam. Dan dalam waktu satu setengah tahun, mereka sudah dapat memiliki rumah sendiri. Namun rumah itu tak bisa membawa kebahagiaan bagi Masta. Atas saran seorang saudara, rumah itu dijual untuk modal usaha.

Hingga sesuatu yang buruk pun terjadi. Salah satu anak mereka mengalami sakit sampai akhirnya meninggal dunia. Semuanya terjadi begitu cepat. Sepeninggal anak mereka, suami Masta pun semakin frustrasi. Tidak hanya ditinggal mati salah seorang anak mereka, pekerjaan pun ia tidak punya sedangkan hasil penjualan rumah yang dijadikan modal usaha pun tidak menghasilkan apa-apa. Semuanya terbuang sia-sia.

Kejadian itu sangat berdampak kepada sifat suami Masta. Terkadang ia sangat memanjakan anak-anaknya, namun tak jarang ia menjadi sangat kasar. Saat sedang marah, apapun yang ada di tangannya akan dipakai untuk memukul anak-anaknya. Masta benar-benar tidak berani membela anak-anaknya saat suaminya sedang marah. Namun saat suaminya sudah selesai memukul anak-anaknya, barulah Masta berani menasehati suaminya. “Terlalu keras kamu bapak sama anak-anak kita. Nanti mereka bawa akar pahit dari kamu,” ujar Masta pada suaminya.

Entah apa yang dipikirkan suaminya. Saat Masta melahirkan anak kedelapan, suaminya tega meninggalkan Masta dan anak-anaknya tanpa kabar. Masta hanya dapat berlutut kepada Tuhan karena Masta melihat ketujuh anaknya dan seorang bayi yang baru lahir, ia tak tahu bagaimana caranya harus bertahan menghidupi kedelapan anaknya seorang diri tanpa pekerjaan yang tetap. Belum lagi anaknya yang baru lahir, bagaimana mungkin Masta tega meninggalkannya untuk mencari nafkah? Masta datang kepada Tuhan dan menyerahkan hidupnya dan kedelapan anaknya sepenuhnya ke dalam tangan Tuhan.

Tepat di saat keputusasaannya, seseorang datang menolong Masta. Hamba Tuhan ini menasehati Masta supaya semakin dekat kepada Tuhan dan Masta diarahkan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi. Setelah menerima Yesus, Masta terus dibimbing di gereja dan Masta semakin dapat melihat kuasa Tuhan yang luar biasa. Hamba Tuhan ini juga mengajarkan Masta untuk berani melakukan apapun demi menghidupi anak-anaknya.

Demi menghidupi anak-anaknya, harga diri dan peluh tak lagi Masta perdulikan. Namun Masta tak pernah menyangka apa yang akan dialami anak pertamanya, James, saat berniat mencari ayahnya yang tak pernah pulang ke Sumatera. Suatu peristiwa pahit telah menantinya. James melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana ayahnya sedang bermesraan dengan wanita lain. Tak cukup sampai di situ, James harus mendapati kenyataan kalau sebenarnya ayahnya adalah seorang germo. Ia tidak hanya mencari wanita-wanita cantik untuk ditawarkan kepada para lelaki hidung belang, namun ia juga berzinah dengan para wanita itu.

Hal yang lebih menyakitkan lagi harus James terima saat ia mengajak ayahnya pulang. Dengan kasar ayahnya mengusir James untuk pergi, bahkan menyuruh James tidak lagi memanggilnya ayah, melainkan om. Di hadapan James dan para wanita itu, dengan lantang ia mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki istri dan juga anak. Sebelum James pulang, ayahnya sempat mengancamnya untuk tidak mengatakan hal ini kepada ibunya atau James akan ia bunuh!!

Takut akan ancaman ayahnya dan juga takut akan kemungkinan ibunya yang akan bunuh diri jika mengetahui keadaan ini, James pun menulis surat kepada ibunya dan mengatakan kalau ia tidak dapat menemukan ayahnya. Namun Masta tidak percaya, bahkan ia semakin penasaran. Kalau memang suaminya sudah meninggal, paling tidak ia harus tahu dimana suaminya telah meninggal. Masta pun memutuskan untuk pergi sendiri mencari suaminya. Masta pun pulang ke Siantar.

Namun di sana, Masta hanya bertemu dengan adik suaminya. Karena tidak percaya, sesaat setelah meninggalkan rumah itu, Masta pun kembali ke rumah adik iparnya. Dan benar, suaminya ternyata sudah berada di sana. Saat itulah suaminya mengaku kalau di Siantar ada teman wanitanya yang begitu baik kepadanya dan memberikan modal untuk membuka bar di sana. Namun ia tidak menggambarkan wanita itu lebih jauh, hanya menyebutnya sebagai pelayan, pelayan yang dapat memodali dirinya membuka bar di Siantar. Padahal dirinya adalah germo dari wanita itu. Suaminya pun berjanji akan mengikuti Masta kembali ke rumah.

Namun janji hanyalah tinggal janji. Baru beberapa bulan saja, suami Masta kembali pergi. Untuk kesekian kalinya, hati Masta terluka. Namun di tengah kekecewaan dan kesedihannya, Masta tak berhenti berdoa untuk suami dan anak-anaknya.

Di lain tempat, suami Masta yang berniat hendak menjual bar miliknya mengalami penipuan dan hidup layaknya seorang gelandangan. Sampai keputusasaan mengingatkannya akan keluarganya. Penyesalan pun mulai menyelimuti hatinya saat ia mengingat segala perbuatan yang dilakukannya terhadap Masta, istrinya dan juga anak-anaknya. Dalam keadaan sakit, ia pun memutuskan untuk pulang, kembali kepada keluarganya.

Saat itu Masta sedang tidak berada di rumah. Ia sedang pergi bersama James, anaknya. Setibanya di rumah, Masta dan James tentu saja sangat terkejut melihat kehadiran orang yang selama ini telah menyia-nyiakan hidup mereka. Masta hanya bisa bengong di luar rumah, tidak berani melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Namun James, anaknya, serta merta berteriak kegirangan dan langsung memeluk ayahnya. Hati Masta pun dipenuhi kegalauan. Satu sisi, hatinya luluh melihat sikap anaknya yang begitu bahagia dapat melihat ayahnya kembali. Namun di sisi lain, Masta merasa tak sanggup menghadapi suaminya mengingat penghinaan yang telah diterimanya selama ini. Masta pun berseru kepada Tuhan agar pengampunan-Nya bisa mengalir dan ia bisa mengampuni suaminya sekali lagi. Apapun yang dikatakan Masta saat itu kepada suaminya ditanggapi dengan kemauan yang serius dari sang suami. Awal pemulihan pun terjadi saat itu di keluarga mereka.

“Tuhan begitu luar biasa. Apapun yang terjadi, Dia selalu melihat kita sebagai anak-anak kesayangan-Nya,” ujar Masta di sela-sela kesaksiannya.

Namun setelah beberapa tahun berlalu, sebuah rahasia akan terkuak lewat pengakuan sang suami. Dalam keadaan sakit parah setelah serangan jantung yang hebat, James mencoba mengajak ayahnya berbicara dari hati ke hati. Ia meminta ayahnya untuk mengakui dosa yang selama ini belum pernah mereka ketahui karena James sendiri merasa kalau ayahnya masih menyimpan rahasia di antara mereka. Saat itulah, ayahnya mengakui kalau Monaris, keponakan Masta, adalah anak dari hasil hubungannya dengan adik kandung Masta. Bagaikan tertimpa langit, seketika itu juga Masta jatuh pingsan. Ia benar-benar tak menyangka suaminya sanggup melakukan hal itu kepada dirinya. Adik kandungnya sendiripun sanggup mengkhianati dirinya. Apalagi suaminya telah menyimpan rahasia ini selama puluhan tahun karena saat pengakuan itu terjadi, Monaris telah berusia 19 tahun.

“Tuhan, ampuni suami saya Tuhan. Karena saat itu saya sudah mengenal Tuhan, saya hanya bisa berkata ampuni suamiku Tuhan. Sudah berumur 19 tahun anak ini, baru suami saya membuka rahasia aib ini kepada saya. Saat itu saya pingsan. Saya tidak dapat menerima kenyataan ini lagi. Tapi saya mengambil keputusan untuk mengampuni suami saya dan menerima Monaris sebagai anak saya sendiri. Walaupun kenyataan ini sangat pahit, tapi pasti Tuhan akan membuatnya menjadi sukacita buat saya,” kisah Masta dengan penuh keharuan.

Pengampunan dan kesabaran Masta perlahan-lahan mengubahkan sikap sang suami. Dengan cinta dan kesabaran, Masta terus merawat suaminya yang saat itu mulai sakit-sakitan. Setelah mengalami sakit yang berkepanjangan, 1 November 2002 suami Masta pun dipangil Tuhan untuk selamanya. Beberapa tahun kemudian, Masta kembali menemui adiknya. Saat itu juga hubungan antara Masta dan adiknya dipulihkan.

Kasih Yesus telah memulihkan hati Masta dan adiknya. Hingga kini, Masta dan anak-anaknya tak lagi hidup dalam kekecewaan.

“Saya bangga sekali memiliki mama seperti mama saya. Dia selalu berdoa sama Tuhan, agar keluarganya bisa selalu bersama dan berbahagia sekalipun mama selama hidupnya selalu menderita. Kalau saya pribadi sih sebenarnya hanya mengharapkan agar keluarga saya rukun-rukun saja. Tetap sayang sama mama walaupun Tuhan hanya memberikan seorang mama di sisi kami,” ujar Delima Sondang Samosir, salah seorang anak perempuan Masta.

“Saya sangat mengucap syukur kepada Tuhan Yesus karena anak-anak saya tidak membawa akar pahit dari kelakuan ayahnya. Saya mendapat pertolongan hanya dari Tuhan Yesus sendiri. Tidak ada unsur yang lain, hanya Tuhan Yesus sendiri yang menolong kami sekeluarga. Tuhan itu sangat baik bagi keluarga kami,” ujar Masta menutup kesaksiannya.

Sumber Kesaksian:
Masta br Simanjuntak (jawaban.com)

Misteri Anak Tanpa Ayah

Bertahun-tahun ia hidup tanpa tahu siapa ayahnya. Bahkan sewaktu kecil, banyak orang sering melontarkan hinaan bahwa ia anak haram. Teman-temannya pun tak jarang mengejek dan mengucilkannya, hingga perkelahianpun tak terelakkan. Ia tumbuh dalam kesusahan, kekecewaan dan kekerasan. Baru tiga puluh tahun kemudian, Jarwo Yosafat akhirnya mengetahui misteri penyebab kehadirannya didunia ini.

Sewaktu kecil, berbagai pertanyaan muncul dalam benaknya tentang keberadaan ayahnya. Namun sang ibu tak pernah menjawab dengan gamblang, siapa sebenarnya ayah dari Jarwo. Rasa malu, terhina, dan marah karena berbagai hinaan yang diterimanya, membuat Jarwo menyimpan kekecewaan yang dalam pada sang ibu. “Ketika saya tanyakan kepada Mak’e, selalu saja dijawab: Tuhan yang tahu, kamu itu bukan anak haram, bapak kamu ada di Jakarta. Kami telah menikah secara resmi, dan surat-suratnya ada semua. Hanya Mak’e saja yang tidak mau tinggal di Jakarta,” ungkap Jarwo.

Rasa penasaran harus dipendam oleh Jarwo dan tetap menjadi sebuah misteri. Hingga suatu saat seorang pria hadir dalam kehidupan Suciati, ibunda Jarwo. Pria itu melakukan pernikahan dibawah tangan dengan Suciyati, namun setelah itu, bapak tiri Jarwo pergi meninggalkan mereka demi wanita lain. Tak lama kemudian lahirlah seorang bayi perempuan, buah cinta Suciati dan ayah tiri Jarwo. Namun hinaan dan makian dari sanak saudara harus ditanggung kembali oleh Suciyati. Apa lagi selepas melahirkan, Suciati tak bisa bekerja untuk menopang kehidupan mereka. Sanak saudara ibunya yang tak lagi memiliki belas kasihan, membuat Jarwo harus rela berhenti bersekolah dan menggantikan ibunya menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan kue.

“Sewaktu adiknya baru berumur dua bulan, saya kan tidak bisa berjualan untuk mencari makan. Jadi Jarwo yang jualan untuk makan kami. Lalu guru Jarwo memanggil saya, menanyakan mengapa Jarwo tidak lagi bersekolah. Saya mengatakan bahwa, untuk makan sehari-hari saja kami susah apa lagi harus membayar sekolah anak, saya tidak mampu,” Demikian penuturan ibu Suciati dengan mata berkaca-kaca. Demi ibu dan adiknya, Jarwo rela mengubur impiannya untuk bisa kembali bersekolah. Hingga suatu saat, seseorang datang dengan membawa sebuah harapan. Pada saat itu, Pak Marsono datang dan menawarkan Jarwo untuk bisa kembali meneruskan sekolahnya, namun dengan syarat Jarwo harus tinggal di panti asuhan. Dengan berat hati, Jarwo harus meninggalkan adik dan juga ibunya. Sang ibu pun merasa begitu berat harus berpisah dengan anak laki-laki yang sangat dikasihinya itu.

“Saya sebenarnya ingin sekali sekolah. Tapi pada satu sisi saya tidak rela meninggalkan ibu dan adik saya hidup menderita. Akhirnya saya memutuskan untuk tetap mencari uang untuk membantu mereka, dengan cara menerobos peraturan panti asuhan. Pada jam istirahat siang, sewaktu seharusnya tidur siang atau melakukan kegiatan lain, diam-diam saya pergi untuk mencari uang dengan mengamen, menjual koran, dan banyak hal lain. Uang itu saya berikan kepada ibu saya untuk beli beras, dan kebutuhan hidup lainnya.” Tak peduli siang atau malam, bahkan kerasnya dunia jalanan tidak mematahkan semangat Jarwo untuk mencari uang demi adik dan ibunya. Hingga suatu saat Jarwo harus menghadapi sebuah pengalaman buruk.

“Ada ketua genk yang menguasai daerah dimana saya ngamen saat itu yang memeras saya. Karena sering diminta setoran, membuat saya berpikir, kalau begini saya akan terus menderita.” Tidak mau terus ditindas dan harus menyetorkan hasil kerja kerasnya, membuat Jarwo memutuskan untuk mempelajari bela diri dengan sungguh-sungguh. Tekad Jarwo sudah bulat, bahwa bela diri adalah satu-satunya jalan keluar. Namun secara tidak disadarinya, keberanian dan kekerasan yang ia pupuk membawanya kepada dunia kejahatan. “Semakin banyak saya mengalahkan orang, semangat dan kepercayaan diri saya semakin tinggi. Saya semakin tidak takut dengan orang.”

Pada suatu saat, Jarwo dan temannya Aji mengamen di Semarang. Tetapi keinginan memiliki sandal bermerek yang cukup mahal saat itu, membuatnya memberanikan diri untuk mencuri di salah satu rumah dimana mereka mengamen. Namun rupanya hal tersebut diketahui oleh sang pemilik rumah. Keduanya dikejar, ditangkap bahkan dijebloskan kedalam penjara. Jarwo harus mendekam dipenjara selama tiga bulan, dan membuatnya benar-benar merasa terpisah dengan ibunya. Hal itu akhinya membuat Jarwo dikeluarkan dari panti asuhan.

Namun ada hal yang tidak disadari oleh Jarwo, kekecewaan dan kekerasan yang disimpannya sejak kecil terus terbawa hingga ia dewasa. Bahkan hingga ia menikah dan dikarunia dua anak, tabiat Jarwo tidak juga berubah. “Sikap saya dulu seperti preman saja. Ada orang yang bicara kasar sedikit saja, sudah saya anggap menantang saya.” Suatu hari karena suatu perkara, Jarwo bersitegang dengan tetangganya. Namun tetangganya itu tidak bisa lagi membiarkan sikap Jarwo yang kasar tersebut. Dengan memanggil teman-teman sekampungnya, tetangga Jarwo mempersiapkan sebuah rencana untuk memberikan pelajaran kepada Jarwo. Melihat gelagat buruk tersebut, Jarwo buru-buru pergi meninggalkan rumah. “Melihat banyak orang datang kerumah tetangga saya, buru-buru saya pergi ke pabrik tempat saya bekerja.” Namun dalam perjalanan, Jarwo diculik dan dipukuli habis-habisan oleh tetangga dan teman-temannya itu. Ketika nyawanya diujung maut, Jarwo diingatkan pada sebuah kejadian.

Waktu itu Jarwo baru pulang kerja, dan ia meminta istrinya untuk dibuatkan teh. Namun sang istri menjawab bahwa tidak ada teh dan gula, sekalipun ada itu pun milik ibu Suciati. Merasa tersinggung, dengan kemarahan yang menyala-nyala Jarwo mengusir ibu dan adiknya untuk keluar dari rumahnya. Bahkan di depan mata ibu dan adiknya, peralatan yang digunakan ibunya untuk berjualan bubur untuk mencari tambahan sedikit uang dibakar oleh Jarwo. Hati dan perasaan ibunya seperti disayat-sayat, namun jauh didalam hatinya dia tidak ingin membenci anaknya itu. Akhirnya ibu Suciati dan Puji, adik Jarwo pergi meninggalkan rumah itu.

“Sewaktu saya tahu, mak’e dan adik saya Puji pergi dan tidak kembali, saya merasa sangat menyesal. Saya tidak rela ibu saya pergi, tapi saya merasa kecewa, karena hingga setua ini saya belum pernah dipertemukan dengah ayah saya.”

Kedurhakaan pada sang ibu, diperlihatkan dengan jelas sewaktu Jarwo dipukuli hingga babak belur. Setelah puas memukulinya, Jarwo diserahkan oleh para penculiknya kepada polisi. Kemudian polisi memperbolehkannya untuk pulang. Namun kesalahan yang telah diperbuat pada ibunya terus membayanginya. Di tengah kegalauannya, seorang teman memperkenalkannya pada seorang hamba Tuhan yang menuntunnya pada pertobatan dan mengalami pengampunan dari Tuhan.

“Pada waktu itu, Kak Lina, hamba Tuhan itu berkata: Tuhan tidak pernah lagi mengingat-ingat lagi masa lalu kamu, dosa kamu. Tuhan tidak pernah mengingat-ingat lagi, sepanjang kamu mau bertobat. Saat itu rasanya seperti disambar petir, saya disadarkan. Ayat-ayat firman Tuhan yang ditunjukkan Kak Lina meneguhkan saya untuk bertobat. Mulai dari situ, saya sungguh-sungguh bertobat.”

Namun ujian kembali datang, Christy, anak pertama Jarwo mengalami kecelakaan dan harus dioperasi. Saat itu Jarwo meminta ibunya datang untuk mendoakan anaknya. “Ketika saya butuhkan, Mak’e pun datang. Meskipun sering saya sakiti hatinya, namun seperti tak pernah jera dan tanpa dendam, Mak’e datang dan berdoa bagi anak saya.” Sebuah mujizat terjadi, Christy sadar dan kondisinya mulai membaik. Lewat kesembuhan Christy tersebut, Tuhan menegur Jarwo atas kesalahan yang pernah diperbuatnya pada sang ibu. Dalam sebuah ibadah ucapan syukur, Jarwo menyatakan penyesalannya atas semua yang pernah dilakukannya dan meminta maaf pada sang ibu. “Rasanya plong… Pada saat itu saya sangat bersyukur. Puji Tuhan, anak saya bisa ingat dan punya kasih pada orangtuanya.”

Sebenarnya, rahasia apa yang terjadi dibalik kelahiran Jarwo? Sebuah kenyataan pahit harus ditanggung Suciati selama bertahun-tahun. Semua itu bermula sewaktu Suciati bekerja sebagai pembantu di Jakarta, sebuah peristiwa menghancurkan kehidupannya. Suatu malam, anak majikan dimana dia bekerja membekap dan memperkosanya. Kesuciannya terengut, dan ia pun hamil mengandung Jarwo. Hari demi hari dilewati dengan tangisan dan kegalauan. Tak dapat dibayangkan bagaimana respon orangtua dan saudara-saudaranya di kampung jika mengetahui semua kenyataan pahit ini.

Dengan dibekali surat dari orang tua majikannya yang menyatakan bahwa mereka bertanggung jawab atas anak tersebut, Suciati dipulangkan ke kampungnya. Suciati pulang ke rumah dengan penuh harap mendapat penghiburan dan dukungan dari orang tua dan saudaranya, namun hinaan yang dia terima. Dianggap telah berbuat zinah seperti perempuan jalanan, keluarganya mengucilkan Suciati dan anaknya. Satu hal yang dipegangnya, janji sang majikan yang tak pernah terwujud. “Anak saya wajahnya itu persis seperti bapaknya, tapi saya tidak merasa benci setiap kali melihatnya. Hanya saya sedih, jika saja anak saya ada bapaknya pasti dia tidak menderita seperti ini. Saya juga tidak berani mengatakan dengan jujur bahwa saya diperkosa oleh bapaknya, karena saya takut dia marah dan memukul saya, lalu dia meninggalkan saya. Saya takut sekali kehilangan Jarwo.” Demikian penuturan ibu Suciati kepada Solusi.

Namun kasih Tuhan telah memulihkan kehidupan Jarwo, demikian pengakuannya, “Saya sangat mengasihi Mak’e. Saya rindu untuk membahagiakan Mak’e. Saya sudah tidak mempersalahkan Mak’e lagi. Bahkan jika Tuhan ijinkan saya bertemu dengan bapak saya, dengan tulus saya mengampuni bapak saya. Jika dia mau terima, saya mau mengakui dia sebagai bapak saya. Bahkan jika dia menolak saya, saya tetap mau menerima dia sebagai bapak saya.” Demikianlah karya Tuhan yang sempurna memulihkan seorang anak bernama Jarwo Yosafat, tak ada lagi kekecewaan ataupun amarah.

“Saya merasakan sukacita saat ini, karena Tuhan memulihkan keluarga saya. Saya tahu bahwa saya berharga dimata Tuhan, demikian juga dengan keluarga saya. Tuhan memberkati keluarga saya. Sehingga kebahagiaan saya menjadi penuh. Saya yakin, sepanjang hidup saya, saya bukan hanya keluar sebagai seorang pemenang, tetapi lebih dari pemenang.” Demikian Jarwo menutup kesaksiannya dengan penuh senyum.

Sumber kesaksian:
Jarwo Yosafat (jawaban.com)

Lahir Sebagai Tuna Rungu

Waktu aku masih kecil, berbaur sama dengan teman-teman yang bisa mendengar. Aku lihat teman-teman bisa ngomong terlalu cepat. Aku cuma bisa diam, nggak bisa sama mereka….

Orang tua Shianne mengingat masa ketika putrinya masih kecil. Waktu suami istri itu tengah bermain bertiga dengan putri mereka. Saat itu ada hujan deras yang diiringi halilintar yang begitu besar. Pintu depan tiba-tiba tertutup karena angin yang membuat suami istri itu begitu kaget dibuatnya. Tapi Shianne tidak kaget sama sekali. Ia diam saja. Dari situ mereka mulai curiga…

Dokter mengatakan bahwa Shianne tidak bisa diobati sehingga akhirnya iapun disekolahkan di SLB B Pangudi Luhur. Disana, ia dan anak-anak tuna rungu lainnya diajarkan untk berkomunikasi dengan membaca gerakan bibir. Prestasi Shianne sama sekali tidak mengecewakan. Beberapa prestasi pernah ia capai, antara lain dalam bidang olahraga. Kepala Sekolah, Bapak Anton M. Fic ikut mengkonfirmasi bahwa Shianne adalah seorang pemain basket yang tangguh, dan seorang juara lari nasional dan tingkat DKI.

Aku ingin mencari pengalaman atau wawasan lebih luas lagi, ke sekolah umum. Soalnya kalau sekolah SLB B, bisa cuma itu saja, tidak bisa berkembang karena bergaul sama teman-teman tuna rungu. Kalau sekolah umum, bisa bergaul sama semuanya.

Hal itu terwujud bagi Shianne. Namun saat ia baru masuk SLTP di sekolah umum, Shianne tidak hanya harus belajar mengatasi hambatan saat harus menerima pelajaran, tapi juga hambatan dalam pergaulan.

Saat aku berkumpul sama teman-teman yang bisa mendengar, mereka sangat sering melupakan aku, meninggalkan aku. Mereka ngomong terus, bercanda. Aku tidak mengerti apa yang mereka omong. Aku diam saja, sedih. Aku bertanya sama Tuhan, kenapa aku dilahirkan tuna rungu? Yang lain bisa mendengar…..kenapa terjadi kepada aku, bukan sama orang lain? Kenapa harus aku? Aku iri sama teman-teman, bisa bermain, bisa ngobrol.

Demi kepentingan anaknya, ibunda Shianne meminta putrinya untuk tidak perlu kuliah. Karena banyak sarjana yang menganggur. Apalagi seorang anak tuna rungu yang cacat. Ibunya menyarankan untuk ikut kursus biasa saja. Tapi Shianne berpikiran lain.

Aku tidak berminat, karena aku tidak mau disamakan kebanyakan teman-teman tuna rungu, kursus. Pokoknya aku ingin sama seperti teman-teman yang bisa mendengar, bisa kuliah. Aku ingin membuktikan diri apakah aku bisa seperti mereka. Aku pernah baca Alkitab, ada mujizat. Mungkin bisa terjadi kepada aku tapi tidak tahu kapan waktunya. Tapi aku menunggu jawaban dari Tuhan, sampai kapan aku mendengar.

Saat ini, dengan bakat dan tekad yang ada padanya, Shianne kuliah di Jurusan Design Interior di salah satu universitas swasta di Jakarta. Walaupun masih harus beradaptasi, namun berkat usahanya, serta dukungan keluarga dan teman-temannya, Shianne dapat mencapai prestasi yang cukup tinggi.

Terimakasih Tuhan sudah memberi jalan yang benar saya dan beberapa rencana yang tidak terduga. Terimakasih Tuhan sudah memberi orang tua yang baik, sayang sama aku. Dan teman-teman yang mau berteman sama saya.

Ketahuilah, demikian hikmat untuk jiwamu: Jika engkau mendapatnya, maka ada masa depan, dan harapanmu tidak akan hilang Amsal 24:14

Sumber Kesaksian:
Shianne Tugiman (jawaban.com)

Maaf Bagi Masa Silam

Aku pikir hal yang terburuk yang dapat menimpa seorang wanita adalah menjadi korban perkosaan. Kekejaman, pemukulan, kontak secara seksual, penganiayaan itu telah membunuh saya. Badan saya rasanya telah hilang tapi nyatanya tidak. Dan sulit sekali untuk terus hidup dan tidak ada satu orangpun yang menolong.

Inilah kisah seorang wanita bernama Reesee yang menjadi korban perkosaan dibawah todongan pistol. Seperti layaknya semua perempuan yang menjadi korban perkosaan, hidup Reesee benar-benar telah hancur. Kejahatan dan penyerangan itu terjadi ketika Reesee yang berusia 27 tahun dan dua temannya yang masih remaja sedang berbelanja. Seorang pria yang tampan dan kawannya mengajak Reesee dan temannya untuk bertemu di taman kota untuk ngobrol.

Saat aku berada di taman aku sempat bersikeras bahwa tidak ada seorangpun dari kami yang akan turun dari mobil. Selanjutnya yang aku ingat adalah laki-laki ini mengajak aku turun dari mobil dan ikut dengannya. Saat itu aku sempat menolaknya. Dia terus membujukku agar mengatakan “ya’, tapi aku tetap mengatakan “tidak’.

Laki-laki itu menunjukkan pistolnya dan mencoba untuk menembak Reesee dan kedua temannya jika Reesee menolak ikut dengannya.

Sementara itu dua teman gadisku yang lain dan pria yang lainnya yang bersama pria yang lain justru sedang tertawa-tawa. Mereka seperti tidak tahu apa yang terjadi denganku. Saat aku bersama dengan pria itu, kedua temanku mengatakan agar aku pergi saja dengannya. Kedua temanku malah mengatakan bahwa pria yang bersamaku itu cakap dan berwajah ganteng dan mereka menyuruhku pergi bersamanya. Kedua temanku katakan bahwa mereka akan baik-baik saja.

Kedua teman Reesee tidak menduga bahwa Reesee mengikuti kedua pria ini akibat paksaan. Pria itu memaksa Reesee masuk ke mobilnya dan kemudian memperkosanya di dalam mobil dengan todongan pistol.

Pria itu mengeluarkan pistolnya tepat di depan wajahku. Dia mengatakan jika aku berteriak maka dia akan membunuhku. Dia katakan dia tidak peduli dengan kami, lalu dia katakan akan kembali untuk melihat gadis-gadis yang lain karena nasib mereka ada di tanganku. Lalu dia mengeluarkan pistolnya lagi dan dia katakan jika aku bergerak sekali saja maka dia akan mengeluarkan isi kepalaku.

Sangat sulit membicarakn hal ini. Aku tidak dapat hanya merebahkan badanku, aku tidak dapat. Saat aku bergerak dia langsung mengambil pistolnya dan memukulku dan membuatku roboh. Ketika aku tersadar, pria pemerkosa itu sedang beraksi. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dan itu sangat menakutkan. Dan saat semuanya telah selesai, pria ini melihat kepadaku dan dia pergi. Dia mengatakan terimakasih karena telah bersenang-senang. Dia juga katakan bahwa ini bukanlah yang pertama dan yang terakhir. Saat itu aku mengusirnya karena dia membuatku merasa jijik.

Luka Reesee secara emosional baru saja dimulai.
Aku merusak barang bukti dan aku langsung mandi. Aku bakar bajuku. Aku merasa sangat kotor. Beberapa hari kemudian aku baru pergi kepada seseorang untuk minta bantuan. Aku tidak bisa mengatakan kepada keluargaku apa yang telah menimpaku. Ayahku sedang menderita akibat menderita serangan jantung kira-kira 6 bulan sebelum serangan kepadaku terjadi. Kami bolak balik dari satu operasi ke operasi yang lain sehingga waktu itu keluargaku cukup stress menghadapi keadaan ayahku. Aku tidak mau bercerita kepada mereka apa yang menimpaku. Aku tidak dapat menambahi dengan berita buruk tentang diriku.

Hanya orang lain yang bisa Reesee hubungi.
Aku menelpon pusat layanan krisis dan mengatakan kepada mereka semua kejadian yang telah menimpaku. Wanita disana menanyakan apakah ada orang yang melihat kejadian itu. Aku menjawab tentu saja tidak ada. Lalu dia katakan bahwa mereka bisa saja menangkap pelakunya, tapi itu mungkin akan dijadikan bahan untuk menjatuhkan balik diriku.

Tanpa ada bukti-bukti, Reesee tidak dapat menuntut si pelaku. Namun pemerkosa ini juga tidak pernah meninggalkan Reesee seorang diri.

Segera setelah kejadian itu, pelaku mulai mengikutiku dan selalu berada dimana aku berada. Aku pulang ke rumah dan menemukan kartu-kartu, kartu Natal, Tahun Baru, Valentine, Santo Patrick, Paskah yang diselipkan di pintu rumah. Ada juga telepon, pesan-pesan, terkadang saat aku keluar dari rumah, aku menemukan pesan-pesan itu di dalam mobil.

Karena depresi yang berat, Reesee mencoba untuk bunuh diri.
Aku mulai makan yang banyak, berat badanku naik sampai 400 pounds. Aku juga mulai merokok, padahal aku tidak pernah merokok sebelumnya. Aku merokok sampai 3 bungkus perhari. Aku sadar bahwa aku benar-benar mencoba untuk membunuh hal-hal yang paling menyakitkanku, dan itu adalah diriku sendiri.

Suatu hari Reesee memutuskan untuk bunuh diri. Dia duduk dengan tangan penuh obat penghilang rasa sakit. Namun saat itu pria di televisi mencuri perhatiannya.

Tiba-tiba saja Pat Robertson muncul di layar televisi, tidak tahu bagaimana awalnya. Sepertinya secara langsung dia berbicara padaku. Wajahnya sangat serius dan dia bilang untuk jangan memakan obat-obatan itu karena ada Tuhan Yesus yang mengasihiku. Pat mengatakan bahwa dia tahu jika aku berpikir Tuhan itu tidak peduli. Pat tahu jika aku berpikir Tuhan itu begitu jauh, tapi tidaklah seperti itu. Pat menambahkan jika aku menambahkan rasa sakit ke badanku maka Tuhanlah yang merasakannya. Pat mengatakan bahwa Yesus mencintaiku, karenanya aku diminta meletakkan obat-obatan itu. Pat mengatakan bahwa bunuh diri bukanlah jalan keluar masalahku. Dan hal itu sungguh menyentuh hatiku…. Sangat menyentuh. Aku meletakkan obat-obatan itu dan untuk pertama kalinya setelah dua tahun aku berbicara dengan Tuhan lagi. Dan aku tidak ingin kehilangan Tuhan lagi.

Hidup Reesee tidak akan pernah sama lagi, tetapi kisahnya tidak berlalu begitu saja. Pelakunya tidak pernah menghadap pengadilan. Dan setelah beberapa kali berpindah-pindah akhirnya Reesee tidak pernah dikuntit lagi. Namun Reesee harus berhati-hati untuk memberikan alamatnya. Reesee memiliki beberapa nasehat yang penting bagi mereka yang menjadi korban perkosaan. Pertama ialah untuk pergi ke rumah sakit terdekat bila menjadi korban perkosaan karena bukti akan selalu diperlukan. Itulah kesalahan pertama yang Reesee tidak lakukan, dia malah menghancurkan barang-barang bukti.

Reesee berasal dari keluarga Kristen yang kuat, dia memiliki orang tua yang berdedikasi dan dua saudara perempuan yang mendukungnya. Reesee sangat berterima kasih kepada Tuhan karena memiliki mereka dan juga kepada tayangan di 700 clubs.

Bila aku harus mengatakan apa yang paling berarti bagiku, itu adalah kebebasan untuk mencintai kembali, untuk percaya kembali. Aku merasa yakin dan tahu bahwa kita tidak berada di dunia yang serba gampang, banyak benturan dan goncangan yang dihadapi. Tapi ingatlah bahwa ada seseorang yang akan merasakan benturan itu bersama kita. Memang itu tidak gampang, tetapi jika kita bertahan maka Tuhan pasti akan menolong.

Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: “Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk. (Yesaya 57:15)

Sumber Kesaksian:
Reesee (jawaban.com)

Nyaris Aku Bunuh Diri

“Saya melihat anak saya yang nomor tiga itu nggak bisa…nyuapin pun saya nggak bisa. Nyuapin salah-salah terus, ke telinga, ke mata…saya sering nyuapi sembari menangis…sedih karena nggak bisa nyuapin sendiri…”

Semasa kecil, Endang pernah terjatuh dari ketinggian dengan cukup keras. Dan karena kejadian itu, semakin Endang beranjak dewasa penglihatannya semakin menurun. Puncaknya ialah ketika Endang menikah dan mempunyai anak.

“… setiap kali saya melahirkan, maka makin bertambah menurun penglihatan saya. Tapi kesepakatan saya dan suami saya, namanya perkawinan kan ingin punya anak dan bahagia. Jadi hal-hal itu sudah kami sepakati, tidak apa-apa lah…”

Karena takut terjadi sesuatu, Endang kembali memeriksakan matanya ke dokter.

“Tapi saya dinasehati dokter itu bahwa suatu saat saya akan kehilangan penglihatan saya. Dan dokter itu mengatakan kepada saya bahwa saya tidak boleh berpikir hanya dengan emosi, dengan pikiran dan dengan perasaan saja, tapi saya harus juga berpikir peka dan nyata. “Ibu mulai dari sekarang harus mulai belajar huruf braile” katanya”.

Adalah kabar yang sangat mengejutkan bagi seorang ibu yang ketika itu harus membesarkan anak-anaknya yang masih kecil.

“Yang terlintas di pikiran saya ialah aduh, bagaimana nanti kalau saya buta? Saya bisa berbuat apa? Aduh saya bakal ngerepotin orang banyak, saya bakal ngerepotin saudara, aduh nanti suami saya sudah nggak mau lagi dengan saya…
aduh dia pasti nanti dengan orang lain dan ninggalin saya. Pokoknya hal-hal yang mencemaskan dan membuat saya kuatir dan putus asa dan membuat saya merasa saya tidak berguna lagi. Saya ketakutan sekali dan saya sangat minder, mider sekali… Saya sering diejek dan dicemooh orang… kalau di pesta misalnya saya sering makan keliru atau makan berantakan… suka ada yang cekikikan dan ketawa… saya malu!”.

Perasaan depresi yang begitu dalam mengisi hari-hari Endang, hingga suatu hari dengan pikiran yang kalut Endang mencoba mengakhiri hidupnya….Ketika silet hendak menyayat tangannya, tiba-tiba Theresia, anak Endang yang kedua menangis karena rebutan mainan dengan kakaknya. Endang tersentak dan segera lari keluar kamar menghampiri anaknya.

“Saya mendengar jeritannya, dan saya buang silet itu. Anak saya saya tubruk, saya menangis sejadi-jadinya dan saya mohon ampun sama Tuhan. Hampir saja saya melakukan kebodohan itu…”

“Beberapa minggu kemudian saya diajak melayat karena ada tetangga saya yang meninggal dunia, seorang ibu. Terus anaknya yang kira-kira umur tiga tahun datang ke jenasah itu dan jenasah itu digoyang-goyang sambil teriak-teriak “mak.. bangun mak…” berkali-kali. Saya semakin menangis dan semakin saya sadar bahwa bagaimanapun seorang ibu masih dibutuhkan oleh anak-anaknya”.

Motivasi dari teman-teman sangat membantu bagi pemulihan Endang. Lewat dukungan dari keluarga dan teman itulah semangat hidup Endang bangkit kembali. Kini sebagai tuna netra, Endang bisa menikmati hidupnya bersama orang-orang tercinta.

“Ya, walaupun saya nggak bisa sembuh secara kenyataan, tapi saya tidak menyesali…”

Anak Endang, Theresia juga memiliki perasaan yang sama: “Saya tidak pernah punya perasaan malu atau minder dengan keadaan ibu. Saya justru merasa bangga karena memiliki seorang ibu yang begitu kuat dan tabah dalam menghadapi kekurangannya itu, untuk menghadapi hidupnya”

Endangpun bersyukur. “Tuhan telah menganugerahkan suami yang terbaik bagi saya dan ayah yang baik bagi anak-anak saya dan anak-anak yang sangat baik bagi saya. Saya sungguh bersyukur. Dan saya juga bersyukur diberi teman-teman, sahabat. Semua telah diberikan kepada saya. Saya bersyukur sekali. Saya sungguh bersyukur….Saya sungguh berterimakasih kepada Tuhan. Tuhan begitu mengasihi saya”.

Bersyukurlah kepada Allah segala allah! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Mazmur 136:2

Sumber Kesaksian:
Endang (jawaban.com)

Penglihatan yang Membawa Pertobatan

Jimmy Wardemar sosok pria yang terkenal sangat pemarah dan kejam. Ia tinggal di Sentani, Papua. Semua orang takut berhadapan dengan dia. Berikut ini perjalanan hidupnya.

Satu hari, Jimmy mendatangi rumah pacarnya di Pantai Amade. Pacar Jimmy (Tince Homer) berjanji untuk datang ke rumah Jimmy. Karena marah, Jimmy mendatangi rumah pacarnya di Pantai Amade dalam keadaan mabuk. Ternyata, pacarnya tidak ada di rumah dan adiknya berkata mungkin Tince ada di pantai.

Jimmy Wardenar: Dia janji kepada saya, “Saya akan ke rumah kamu”. Tetapi, dia tidak datang, di situ membuat hati saya marah. Saya cari dia di pantai.

Jimmy beranjak ke pantai dengan marah sambil mengibas-ngibaskan parangnya ke berbagai arah. Di pantai, ia pun langsung menghampiri pacarnya dan menempelkan parang di leher Tince.

Tince Homer: Langsung Jimmy taruh parang. Terus, takut saya. Kakak saya datang. Kakak pukul dia, dia tidak terima. Terus, dia rebut parang, langsung kejar kakak saya.

Jimmy langsung mengejar Anis. Ia melampiaskan kemarahannya kepada Anis yang sempat melemparinya dengan batu. Setelah itu, Jimmy langsung menebas kaki Anis dengan parang.

Jimmy Wardenar: Saya potong dia di kaki dia.

Tince Homer:Jimmy cincang dia seperti potong anjing.

Orang-orang dan polisi pun berdatangan karena mendengar teriakan minta tolong Anis. Polisi bahkan sampai mengeluarkan senjata untuk menenangkan massa.

Tince Homer: Polisi tembak ke langit pertama, terus ke bawah, ke tiga mau ke badannya Jimmy, langsung ia ditangkap. Jimmy itu sangat nakal sekali. Semua orang di Sentani tahu, kalau Jimmy tuh nakal. Jimmy tuh kalau sedikit bertengkar pasti bawa parang. Padahal masih pacaran, Jimmy bisa pukul saya sampai pingsan-pingsan.

Jimmy pun diadili dan harus pasrah dengan keputusan hakim. Karena perbuatannya, Jimmy dijatuhi hukuman lima tahun penjara. Di dalam penjara, ia sempat dipukuli oleh seorang polisi. Diam-diam, dia merencakan untuk membalas dendam kepada polisi tersebut. Satu kali, ia mengundang si polisi untuk minum bersama.

Jimmy Wardenar: Waktu saya keluar dari penjara, bebas, saya undang dia polisi itu yang pernah pukul saya di sel. Kami mabuk. Waktu mabuk itu, teman saya sudah punya rencana untuk pukul dia. Tapi, teman saya tuh karena emosi dia, dia ambil batu dan lempar kepalanya.

Karena kejadian itu, Jimmy kembali dikejar oleh polisi. Setelah buron selama satu bulan, Jimmy ditangkap. Penjara kembali menjadi rumah Jimmy. Masa depannya suram. Dan seolah tidak lagi ada harapan. Kekeras pribadi Jimmy ini diakibatkan kekerasan yang ia alami sejak ia masih kecil. Ia sering dimarahi dan dipukuli oleh ayahnya.

Jimmy Wardenar: memang waktu dari kecil, ya saya dengan Bapak sering dipukul, sering dimarah, dibilang goblok. Waktu itu saya marah. Marah dengan Bapak. Marah sekali. Dan saya simpan itu dalam hati. Saya rindu sekali ketemu dengan orang tua, tetapi tidak bisa ketemu dengan orang tua.

Perubahannya diawali pada suatu malam yang ajaib di penjara. Jimmy dikejutkan oleh sebuah cahaya terang yang bersinar tepat di depan pintu penjara saat ia sedang berdiri tepat di depan terali penjara.

Jimmy Wardenar: Malam-malam, kami sudah masuk semua ke dalam tahanan. Waktu itu saya lihat banyak orang, mereka ada yang berkelahi, dipotong dengan parang. Terus, tentara pukul orang dengan kayu, terus ada lihat suster-suster juga, pegawai-pegawai Negeri yang suka menipu. Ada juga yang beribadah di gereja. Itu hampir sekitar dua jam atau tiga jam.

Banyak peristiwa dan kehidupan orang-orang terlintas di depan matanya dalam penglihatan itu. Kemudian, ada suara yang bergema dalam diri Jimmy.

Jimmy Wardenar: “Jim, dari semua yang kau lihat di sini, mana yang harus kau pilih?” Saya pilih hidup seperti orang yang berdoa. Dan saya ambil satu keputusan, saya tidak mau lagi hidup seperti itu.

Kini, Jimmy yang sekarang bukanlah Jimmy yang dikenal orang-orang di Kota Sentani. Pacar yang kemudian menjadi istrinya, Tince pun mengakuinya.

Tince Homer: Sampai sekarang, dia tidak pernah pukul saya lagi. Tidak pernah buat-buat hal yang Tuhan tidak ingin kan, begitu.

Perubahan itu bertahan sampai saat ini. Frans Billin yang merupakan pembimbing rohani Jimmy juga mengakui perubahan yang terjadi pada diri Jimmy.

Frans Billin: Waktu dia mengalami perubahan, waktu dia mengalami pertobatan, dilawat oleh Tuhan di penjara dan keluar, dia menyerahkan diri pada Tuhan. Orang boleh melihat ada hal yang baru dalam dirinya.

Saat beribadah di gereja, Jimmy bisa memuji Tuhan dengan sangat bersukacita.

Jimmy Wardenar: Setelah saya mengenal Tuhan. Di situ saya rasa, rasa sukacita. Walaupun ada masalah, saya disinggung, tetapi saya rasa tetap dihibur oleh Tuhan.

Namun, Jimmy belum merasa cukup. Ia masih ingin meminta maaf pada orang yang pernah dianiayanya 4 tahun yang lalu. Dalam suatu kesempatan, Jimmy mendatangi rumah Anis untuk meminta maaf. Saat Jimmy datang, tak disangka Anis bisa menyambut Jimmy dengan senyuman. Seakan lega, Jimmy pun memeluk Anis sebelum mereka berbincang-bincang.

Pertemuan yang masih terlihat agak kaku dan terlihat sedikit menegangkan itu pun semakin cair saat Jimmy meminta maaf pada Anis. Lalu ia bangkit dan menghampiri Anis untuk memeluknya. Anis pun mengulurkan tangan dan meminta maaf. Lalu, Jimmy memberikan hadiah yang ia sudah siapkan. Anis pun membukanya dengan terharu dan memandangi Jimmy. Jimmy terlihat sedikit cemas. Namun, kecemasan itu segera sirna setelah Anis angkat bicara.

Anis: Terima kasih atas perbuatan yang engkau jalani… dalam tahanan.

Jimmy Wardenar: Yah, saya terima kasih juga sama Kakak. Saya tahu ini rencana Tuhan buat saya dengan Kakak.

Lalu ia berdoa bersama Anis sambil berpegangan tangan.

Jimmy Wardenar: Tuhan, kami tahu, semua ada dalam rencana-Mu Tuhan. Setiap waktu setiap saat, di mana kami ada, Engkau ada di situ Tuhan. Dan Engkau melihat hati kami yang ada di dalam ini. Kami rindu mau berdamai. Kami rindu hidup dalam kasih. Kami rindu hidup dalam sukacita-Mu, Tuhan. Saya percaya Tuhan, kami sudah damai. Dan Engkau sudah mendamaikan kami juga di surga Tuhan. Kami taruh semua dalam tangan-Mu, Tuhan. Haleluya, Amin.

Selah itu, Jimmy bersalaman dengan anggota keluarga lainnya yang ada di tempat itu. Mereka saling berpelukan. Kelegaan dan sukacita pun terpancar dari wajah Jimmy dan Anis. Tak ada lagi rasa benci atau pun dendam di antara mereka. Karena pengenalan mereka akan Yesus Kristus yang adalah Raja Damai itu sendiri, maka mereka memutuskan untuk saling mengampuni, seperti yang Kristus ajarkan.

Yesaya 51:11 Maka orang-orang yang dibebaskan TUHAN akan pulang dan masuk ke Sion dengan sorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, duka dan keluh akan menjauh.

Sumber Kesaksian:
Jimmy Wardenar (jawaban.com)