Category Archives: Okultisme

Lindiawati: Terlepas Dari Ikatan Ilmu Gaib

Dilahirkan dalam sebuah keluarga keturunan dukun, sejak umur 3 tahun Lindiawati memiliki kemampuan yang tidak lazim. Lindiawati memiliki kemampuan supranatural dan ia mulai melihat hal-hal yang gaib.

Suatu sore Lindiawati yang sedang disuapi makan oleh kakaknya di teras rumah mereka melihat seorang nenek berbaju hijau memegang sebuah batok dan tongkat berjalan dan masuk ke dalam pohon. Pohon itu memang berlubang tengahnya. Saat Lindiawati mengatakan kepada kakanya apa yang baru saja dilihatnya, kakakLindiawati lari ketakutan.

Peristiwa-peristiwa mistis sering dialami Lindiawatisampai ia dewasa. Bahkan dirinya sering bermimpi aneh. Saat Lindiawati menceritakan perihal mimpi-mimpinya kepada kakaknya, kakak Lindiawati malah mengatakan kalau dirinya sudah dipelet. Kakaknya pun mengajakLindiawati pergi ke orang pintar dan diisi dengan ilmu yang bisa mengimbangi peletannya.

Lindiawati dibekali ilmu untuk memagari diri. Tanpa disadari, ia memperhambakan dirinya kepada setan. Saat mengikuti ritual itu, kepala Lindiawati dan dua kakak iparnya ditutupi dengan kain tujuh warna. Lalu di hadapan mereka ada tujuh macam minuman, tujuh macam kembang, tujuh macam kue dan tujuh macam air sumur. Kemudian Lindiawati diminta mengikuti ucapan dukun itu membaca mantera. Sesudah membaca mantera, Lindiawati disuruh minum air kembang dan ditiup. Setelah acara ritual itu selesai, dukun itu meminta Lindiawati untuk megulurkan tangannya. Laludukun itu kemudian mengayunkan golok ke tangan Lindiawati dan memang senjata itu hanya meninggalkan garis merah saja di tangannya.

Semenjak saat itu, emosi Lindiawati menjadi tidak terkontrol. Bahkan hal itu berpengaruh terhadap hidup pernikahannya yang selalu diwarnai pertengkaran. Temperamen Lindiawati memang sangat tinggi. Hal kecil yang diributkan dalam rumah tangganya pun bisa menjadi sesuatu yang besar. Kelihatannya Lindiawati tidak memiliki kesabaran sama sekai. Emosional Lindiawati benar-benar tidak terkendali.

Dan Lindiawati sendiri sering menjadi nekat. Saat sedang kesal, keinginan untuk mati itu begitu kuat. Berulang kali Lindiawati mencoba untuk bunuh diri. Dari memotong nadinya dengan silet, menenggelamkan diri ke dalam bak mandi sampai mengurung diri di mobil yang tertutup rapat agar kekurangan oksigen.

Tidak hanya suami, anak-anaknya pun menjadi korban ketidaksabaran Lindiawati. Dalam hal emosi, jika Lindiawati sedang marah kepada anaknya, ia bisa memukuli anaknya dengan kejam. Dengan memakai ikat pinggang atau sapu, Lindiawatimemukuli anaknya sampai kulitnya lebam dan bengkak. Lindiawati menghajar anaknya sampai puas, sampai anaknya ketakutan. Saat memukuli anaknya itu,Lindiawati benar-benar merasakan benci kepada anaknya itu.

Bahkan buah hati Lindiawati yang masih balita pun tak luput menjadi sasaran kemarahannya. Keempat anaknya saat masih bayi sempat dibekap Lindiawati dengan menggunakan bantal jika mereka tidak berhenti menangis. Bahkan ditengkurapkan sampai tidak bisa bernafas dan dicubit bila tangisannya tidak juga kunjung berhenti. Kalau mendengar anaknya menangis, Lindiawati langsung merasa pusing. Ia merasakan seperti ada dorongan untuk membekap anaknya.

Bertahun-tahun Lindiawati terikat dan diperhamba oleh kuasa gaib. Suami dan anak-anaknya menjadi korban. Sampai suatu ketika Lindiawati mengikuti suatu pertemuan ibadah karena ajakan seorang teman. Awalnya Lindiawati merasa tidak betah karena aneh melihat orang berdoa dengan suasana yang cukup ribut. Kepalanya sakit tapi di hatinya Lindiawati merasa ada sesuatu yang berbeda. Hingga tanpa terasa minggu demi minggu Lindiawati mendatangi pertemuan ibadah tersebut.

Lindiawati pun pada akhirnya berterus terang dengan keterlibatannya dalam dunia mistis dan memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan dunia gaib.Lindiawati dilayani pelepasan. Saat ia pertama kali bermanifestasi, yang dilihatnya adalah kain terbang di sebelah kanannya, berwarna-warni. Menurut kesaksian anak-anak dan rekan pelayanan yang melayaninya, saat itu Lindiawati berteriak, menjerit, menangis, mengamuk dan berguling-guling seperti orang kerasukan.

“Mama seperti orang kerasukan gitu deh… jadi seperti ular,macan, burung….” kisah William, anak Lindiawati.

“Saya juga tidak tahu kalau istri saya itu ternyata punya ilmu sebenarnya. Saat melihat pelepasan itu, saya baru tahu kalau istri saya itu ilmunya banyak sekali,” kisah Hansen Haskindy, suami Lindiawati.

Saat ikatan di alam roh itu diputuskan, Lindiawati melihat sang dukun datang, membelakangi Lindiawati dan pergi. Setelah selesai pelayanan kelepasan itu,Lindiawati mulai merasa enak dan merasa lega. Sampai akhirnya Lindiawati meminta Tuhan Yesus masuk ke dalam hatinya dan Lindiawati merasakan ketenangan yang luar biasa, suatu damai sejahtera yang luar biasa. Lindiawati juga merasakan sukacita yang luar biasa, sesuatu yang belum pernah dirasakannya di dalam hidupnya.

Semua ilmu yang ada di dalam dirinya telah dilepaskan. Kini Lindiawati memiliki hidup yang baru, yang berbeda dari sebelumnya. Tentu saja keluarganya yang paling merasakan dampak dari perubahan Lindiawati.

“Dulu itu saya sama mama merasa kesal, nakal sedikit saja dipukul, dicubit, disambet sampai merah-merah gitu. Kalau sekarang, sifat mama sudah berubah, jadi mama yang baik,” kisah William menceritakan perubahan Lindiawati.

Saat ini Lindiawati pun sudah berubah menjadi lebih sabar, lebih baik dan care sama anak-anak. Di dalam rumah tangganya saat ini penuh dengan sukacita dan Lindiawatijuga jadi banyak mengalah. Lindiawati pun menjadi pribadi yang semakin dewasa, sangat jauh berbeda dengan Lindiawati yang dulu sebelum ia mengenal Tuhan. Yesus memang suatu sosok yang sangat handal. Saat kita berseru, saat kita mau mendekatkan diri kepada Tuhan Yesus, Ia akan datang.

“Saya sangat merasakan bahwa Tuhan Yesus itu memang benar-benar ada dan mengasihi saya. Saya sangat berterima kasih karena Tuhan Yesus menyelamatkan saya, Tuhan Yesus mau bersabar sampai saya bertobat, diselamatkan dan Tuhan mau memakai saya,” kisah Lindiawati menutup kesaksiannya dengan penuh haru.

Sumber Kesaksian :
Lindiawati (jawaban.com)

Ilmu hitam membawa Maida bertemu kasih Yesus

Maida Supriyatno, anak keempat dari tujuh bersaudara. Ia dilahirkan di Kalten Solo Jawa Tengah. Maida dilahirkan dari keluarga yang mempunyai latar belakang agama islam. Dari kecil ia membenci agama Kristen apalagi yang namanya Yesus.

Sejak SD ia sudah mempelajari ilmu hitam. Ia dapat memguasai ilmu pellet, ilmu santet, ilmu kontak, ilmu menghilang dan guna-guna. Awalnya hanya coba-coba, tetapi karena ingin membuktikan keampuhan ilmu-ilmu yang sudah ia dapat, maka ia mulai mencari masalah dengan orang lain.

Maida sering mengajak orang lain duel dengannya. Dan terbukti ia dapat memenangkannya. Ia menjadi semakin sombong setelah itu. Ia mulai mencoba ilmu peletnya kepada wanita yang akhirnya membuat wanita itu mengejar-ngejar Maida. Semua keinginannya dapat ia penuhi dengan ilmunya itu.

Suatu hari, ia pernah ingin mengerjai salah satu dari temannya yang beragam Kristen, tetapi entah mengapa ilmunya tidak dapat mengenai temannya itu. Lalu ia mulai bertanya ilmu apa yang temannya gunakan. Ternyata temannya berkata ia mempunyai Yesus.

Rasa penasarannya memnbuat Maida ingin menguji Yesus apakah Yesus sungguh-sungguh memiliki kuasa atau tidak. Pada suatu hari sepulang kerja diluar hujan deras sekali. Maida kuatir karena ia tidak dapat pulang dan ia berpikir bahwa rumahnya akan kebanjitan karena atap rumahnya bocor dan akan kemasukan air. Lalu ia mencobai Tuhan dan ia berdoa “Tuhan sayqa mohon dalam nama Yesus tutup lobang yang ada di genteng saya, jangan biarkan setetes airpun masuk kedalam kontrakan saya, dalam nama Yesus amin”.

Setelah ia sampai dirumah dan menyalakan lampu, ia terkejut karena tidak ada setetes airpun di kamarnya, semuanya kering, padahal hujan sangat deras. Tetapi hal itu tidak langsung membuat Maida percaya pada Yesus. Ia berpikir itu hanya kebetulan saja. Karena hokum alam yang membuat itu. Setelah kejadian itu, ia sengaja tidak membetulkan atapnya. Karena Maida ingin mencobai Tuhan lagi.

Dengan kejadian yang hampir sama. Pada saat itu hujan deras dan ia memutuskan untuk tidak berdoa pada Tuhan, ia ingin melihat apakah yang akan terjadi nanti. Pada saat ia sampai dirumahnya, betapa terkejutnya ia pada saat ia menemukan seluruh rumahnya telah dibanjiri oleh air hujan. Seluruh peralatan mulai dari kasur, lemari, dan peralatan dapur semua basah karena air hujan yang masuk lewat atap rumahnya yang bocor.

Pada saat itu ia menangis dan meminta ampun pada Tuhan karena telah meragukan mukjizat-Nya. Dan mulai saat itu ia berjanji akan menjadi hamba-Nya yang setia. Saat ini Maida dan keluarganya terlepas dari semua ilmu hitam dan memulai kehidupan baru bersama Tuhan Yesus yang selalu menjadi penolong mereka.

Sumber Kesaksian :
Maida Supriyatno (jawaban.com)

Bertobat Dari Kutukan Okultisme dan Aliran Satanic

Salam kenal, sebelumnya saya ingin memperkenalkan diri saya. Saya lahir di sebuah kota kecil di daerah Sulawesi Tengah dan dari keluarga kristen pantekosta, sejak kecil saya adalah anak kristen yang taat ke gereja bahkan ikut persekutuan-persekutuan doa. Namun sebenarnya di keluarga kami masih sangat percaya akan dunia okultisme (perdukunan) bahkan mempraktekkannya terutama paman-paman dan oma dari keluarga papa saya, karena kami hidup dan menetap di sebuah kota kecil bahkan sangat dekat dengan pedesaan. Hal ini berlangsung turun temurun, padahal oma saya adalah anggota majelis di gereja kami.

Kehidupan keuangan keluarga kamipun bisa di bilang berkecukupan bahkan berlebih untuk ukuran di kampung saya ini, karena orang tua saya punya usaha toko kelontong grosiran, langganan toko kami pun banyak dari pedagang-pedagan kelontong dari desa sekitar bahkan dari pulau-pulau kecil di sekitar, sungguh Berkat Tuhan begitu melimpah buat keluarga kami pada waktu itu, namun suatu ketika cobaan pun datang dalam kehidupan keluarga kami, papa saya terlibat perselingkuhan dengan perempuan di kampung sebelah, hal itu sebenarnya sangat tertutup rapat dan tidak diketahui oleh kami sekeluarga. Tapi memang insting seorang istri sekaligus mama saya dibukakan oleh Tuhan, sehingga mama saya mulai curiga dengan gelagat papa saya yang suka marah-marah ga jelas.

Akhirnya puncaknya terjadilah keributan antara mama dan papa di rumah, saat itu pun saya sebagai seorang anak yang sudah dewasa (19th) merasa saya harus membela mama saya apalagi papa kalo marah suka mukul.

Saya segera melerai keributan mama dan papa malam itu, tapi yang terjadi adalah papa malah tambah emosi dan akhirnya saya pun ikut terpancing emosi dan kami pun berkelahi, sungguh hal yang tak pernah saya pikirkan saya memukul jatuh papa saya, namun itu tidak membuat suasana tenang malah tambah parah, papa segera ke dapur untuk mengambil parang/golok dan kembali mengejar saya, perkelahian maut yang tak terelakan lagi, beruntung tetangga berdatangan melerai kami bahkan saya ingat pada waktu itu juga polisi datang tapi diusir oleh papa saya.

Malam itu setelah dilerai, papa saya dibawa oleh paman saya untuk sementara tidur di rumahnya. Mama begitu sedih dan frustasi melihat keadaan ini dan akhirnya mama memutuskan dan menyuruh agar saya segera berangkat ke Jakarta esok harinya.

Di Jakarta inilah awal baru kehidupan saya dimulai. (Oh iya sebelumnya ketika masih di kampung kelakuan saya pun nakal, saya sering ikut balapan liar, mabuk-mabukan bahkan berkelahi). Selama 4 tahun hidup di Jakarta, saya sangat taat terhadap Tuhan, rajin gereja, berdoa, bahkan puasa dan penyembahan pribadi dengan Tuhan pun sering saya lakukan.

Namun mungkin karena dosa kutukan keturunan (praktek okultisme oleh keluarga sebelumnya) iblis berusaha menggoyahkan iman saya lagi, dan akhirnya saya pun jatuh kedalam dosa jebakan iblis ini melalui godaan kehidupan glamour ibukota, saya  sering ke diskotok dan tempat-tempat hiburan malam lainnya sehingga terjerumus dalam dosa perzinahan, iblis begitu kuat mencengkram kehidupan saya dan membuat saya berpikir bahwa uang adalah segalanya di dunia ini, pikiran saya hanya uang dan bagaimana menghasilkan uang dengan cepat dan banyak yang akhirnya membawa saya masuk dan terjerumus lagi dalam dunia perjudian. Sungguh jebakan iblis itu sangat terencana dan rapi sehingga kita pun tidak menyadari semakin dalam sudah masuk dalam cengkramannya.

Oh iya saya juga saat itu sudah mulai lagi dibuat ingat oleh iblis akan dunia okultisme yang dulu pernah dilakuin keluarga saya , dan saya pun tergoda untuk mencari lagi praktek ini, karena teknologi sudah canggih pencarian pun saya lakukan melalui internet dan saya mendapat suatu hal menarik yang membahas soal dunia malaikat dan malaikat jatuh (fallen angel “Lucifer dkk”) ternyata itu adalah sebuah cerita tulisan dari seorang pengikut aliran Satanic, saya pun memberanikan diri menghubunginya dan setelah dia tanya-tanya akhirnya saya diijinkan untuk datang ke alamatnya.

Kesan pertama yg saya dapat dari para pengikut Satanic ini, mereka cukup ramah terhadap siapa saja (ini adalah trik mereka, agar orang baru merasa nyaman dan tertarik akan perkataan2 mereka) berteman dengan orang ini membuat saya semakin jauh mendalami dunia dan aliran ini, bahkan saya berkenalan lagi dengan beberapa orang lainnya dari aliran berbeda seperti Necronomic, Afro, Paganism, Kejawen, Thai Amulet dll. Yang semuanya pada intinya adalah aliran kepercayaan akan kekuatan-kekuatan magis dari suatu benda isian (jimat/amulet) dan kepercayaan akan Satan/Setan/Iblis/Lucifer dkk.

Sebagai orang yang senang akan sesuatu yang misteri dan rahasia, saya pun sangat mendalami dan senang akan semua artikel bacaan, cerita-cerita dari semua aliran ini dan saya pun terlibat dalam ritual dan memakai jimatnya. Bantuan-bantuan mistis itu memang nyata dalam kehidupan saya, terutama dalam hal perjudian saya selalu menang dan sedikit kalah, saya takabur menjadi sombong dan foya-foya, makin parah dalam perzinahan sampai suatu saat Tuhan bilang “Cukup anak Ku.!!” Dan semuanya pun selesai, segala kesenangan saya selama ini berbalik drastis, judi yang tadinya selalu menang menjadi kalah terus, bahkan tidak bisa sekalipun menang/untung.

Saya masih belum juga sadar pada waktu itu, saya berpikir mungkin lagi sial dan saya makin bergelut lagi dengan setan-setan sembahan saya (waktu itu saya menyembah demon barbatos, noferathu dan mamon) tapi hasilnya sama saya kalah dan baru sadar ketika uang kemenangan saya sebelumnya habis sudah dan sekarang menjadi minus alias saya berhutang kepada bandar judi dan untuk menutupi hutang itu sementara saya belum bisa bayar, saya diajak bekerja pada bandar judi tersebut sebagai bagian penagihan hutang.

Selain frustasi hutang yang menumpuk sana sini, cobaan lain pun datang. Perselingkuhan perzinahan saya di dunia malam ketahuan istri saya, sungguh bagai geledek menyambar saya rasanya istri bener-benar shock tau sifat saya selama ini, keributan yang benar-benar tak terhindarkan lagi bahkan hampir berujung pada perceraian. Beruntung Tuhan tidak tinggal diam, Tuhan meluluhkan hati istri saya dan mertua saya, sehingga ketika kami duduk bersama semua keluarga untuk merundingkan masalah ini dapat terselesaikan dengan baik dan opsi perceraianpun dibatalkan (Puji Tuhan).

Tapi cobaan tidak berhenti sampai dsini, usaha orang tua saya di kampung pun mengalami cobaan, toko yg tadinya ramai menjadi sepi bahkan hutang sudah jatuh tempo belum bisa terbayar sehingga membuat toko mengalami kebangkrutan dan ditutup, untuk membayar hutang kepada bank, rumah di kampung menjadi asset sitaan, juga tanah, mobil dan emas perhiasan yang pernah di beli mama sebagai aset simpanan itupun jg harus di jual untuk membayar hutang kepada supplier. Semua habis sudah dijual dan membuat kedua orang tua sy untuk hijrah ke daerah Manado tempat dimana adik saya kuliah dan mereka memulai hidup baru disana, mereka hidup mengontrak rumah kecil dan papa memulai usaha baru yaitu bengkel kecil untuk tambal ban dan oli motor (Puji Tuhan) Tuhan masih memberi berkat meski kecil, kepada orang tua saya.

Namun cobaan lain juga masih datang, iblis selalu saja tidak tinggal diam, papa saya terkena stroke ringan dan mama terkena penyakit kelenjar getah bening, makin hari kondisi mereka semakin memburuk. Papa dan mama yang tadinya gemuk berisi jadi kurus kering hampir seperti tulang dibungkus kulit, sedih hati ini ketika saya melihat mereka lagi ketika mereka datang ke Jakarta untuk berobat.

Berbagai Pendeta sudah membantu mendoakan supaya penyakit orang tua saya disembuhkan terutama mama yang kaki dan perutnya membesar karena cairan dari kelenjar getah bening tersebut, bahkan kaki mama yang bengkak sampai keluar air/nanah terus. Menurut beberapa Pendeta yg pernah mendoakan orang tua saya ini, kata mereka ini adalah pekerjaan roh jahat/santet, orang tua saya telah di santet oleh lawan dagang di kampung kami sehingga toko bangkrut dan orang tua saya juga tiba-tiba mendapat penyakit ini (padahal tadinya sehat2 saja).

Oh Tuhan saya hampir putus asa sampai dipersoalan ini, saya mulai bertanya dimanakah Tuhan, apa Tuhan mendengar doa kami??

Sampai saat itupun iblis masih tetap menggoda saya dan menguji iman saya , sehingga saya berpikir apabila berobat ke dokter tidak sembuh, di doakan Pendeta juga sama saja, maka masih ada satu cara lagi yaitu pengobatan ala satanic (di aliran satanic ada diajarkan mantera untuk menyembuhkan seseorang dari sakit) saya sempat berpikir cara itu, tapi untungnya Tuhan bekerja luar biasa dalam hati saya , meneguhkan saya agar tidak terjerumus lagi kedalam dunia okultisme itu, saya ingin tobat dan kembali dalam lindungan kasih Tuhan.

Sampai saat kesaksian ini saya buat orang tua saya masih tetap dalam kondisinya dan telah kembali ke manado karena tidak adanya biaya lagi untuk berobat, tetapi Puji Tuhan kabar terakhir dari kakak dan adik saya bahwa kondisi mama sudah mulai membaik, kakinya saya bengkak mulai turun bengkaknya dengan cuma mengkonsumsi obat saya kami beli sendri tanpa resep dari dokter.

Dan bagi siapa saja saya membaca kesaksian saya ini, saya mohon bantuan doanya agar kondisi orang tua saya kembali dipulihkan seperti sedia kala, usaha mereka pun diberkati lagi, dan saya juga agar saya bisa melunasi hutang-hutang saya kepada bandar judi sehingga saya dapat berhenti dari pekerjaan saya menagih hutang. Karena saya ingin hidup normal kembali, bekerja normal, tidak ada tuntutan dan yang terpenting tidak ada hutang, sehingga keluarga saya dapat hidup tenang.

Saya percaya Tuhan saya Yesus Kristus Allah yg hidup dan akan membantu saya menyelesaikan masalah saya ini dalam rencana Nya, Amin.

Sumber Kesaksian: NN

Kulakukan Segala Cara Untuk Luput Dari Kematian

Sama seperti kelahiran, kematian adalah sesuatu yang pastinya akan dialami oleh semua manusia. Namun sebuah pengalaman buruk ketika remaja membuat Mathias Putra begitu ketakutan tentang kematian, dia bahkan melakukan segala cara untuk bisa luput dari peristiwa tersebut.

Ketika masih remaja, Mathias menyaksikan seorang tetangga sekaligus teman dekatnya meninggal karena kecelakaan mobil. Peristiwa tersebut tentu membuat Mathias terkejut, apalagi ratapan tangis dari keluarga yang berduka membuat Mathias makin trauma. “Saya mengalami sebuah traumatik yang sangat mendalam, jadi membuat saya begitu takut dengan kematian,” ungkap Mathias.

Ratapan keluarga itu juga membuat Mathias dihantui oleh bayang-bayang kematian. “Semenjak itu peristiwa kematian terus menghantui saya. Jadi saya mencoba dengan berbagai cara agar saya bisa terluput dari kematian seperti itu karena memang menurut saya sangat mengerikan,” jelas Mathias.

Mathias mulai mempertanyakan apa yang terjadi setelah kematian. Orang pertama yang ditanyainya adalah ayah dari ibunya, yang adalah seorang peramal. Menurut penuturan kakeknya itu, setiap orang pastinya akan mati dan setelah mati mereka akan dihakimi oleh raja neraka. Masih belum puas, Mathias pun mencari jawaban dari orang-orang lain termasuk teman-temannya. Namun mereka tidak memberikan jawaban yang memuaskan.

Kitab Bertuah

Enam tahun berselang setelah peristiwa traumatik tersebut, Mathias masih menyimpan ketakutan yang sama. Namun ketakutan itu mulai berkurang ketika seorang kerabatnya memberikan sebuah kitab yang berasal dari Taiwan, yang konon bagi seseorang yang bisa membaca bahkan menghafal isi kitab ini sebanyak seribu kali, ia akan terhindar dari berbagai macam malapetaka.

Kitab itu memberi Mathias sebuah pengharapan. Dengan rajin dia terus membaca dan mempelajari, namun ketika kurang lebih 300 kali dia membaca buku tersebut, sebuah hal buruk harus dialaminya.

“Waktu itu empat penjuru tubuh saya itu muncul kaya sejenis tumor ganas. Dan waktu itu ternyata bukan hanya saya yang mengalami penyakit itu, ada beberapa orang yang mengalami hal itu dan mereka semua meninggal,” Mathias menceritakan ketakutannya.

Hal itu makin membuatnya takut menghadapi kematian. Hampir setiap malam dia melihat peti mati dalam mimpinya. “Itu membuat saya ngeri, kalau saya bangun saya nggak berani tidur-tidur lagi,” ungkap Mathias.

Akhirnya Mathias bisa sembuh dari penyakit mematikannya itu. Dari situlah dia sadar bahwa buku yang dibacanya itu tidak mempunyai pengaruh apapun dalam hidupnya. Mathias pun berbalik dan mengutuki kitab yang selama ini didewakannya. “Saya berpikir lewat kitab ini saya dapat menemukan apa yang saya cari, tapi justru sebaliknya. Jadi tidak sebagaimana yang menjadi pengharapan saya waktu itu. Jadi saya marah, saya kecewa dan saya kutuk-kutuk kitab itu,” jelas Mathias.

Tertipu dengan kitab kitab keramat tersebut tidak membuat Mathias menyerah untuk mencari sesuatu yang dapat meluputkannya dari kematian. Kali ini dia memilih untuk mengikuti teman-temannya yang sanggup menyembuhkan penyakit. Namun lagi-lagi Mathias harus kecewa, karena mereka pun tidak mampu menjamin kehidupan Mathias terluput dari malapetaka.

Jaminan 70 Persen

Dalam kejenuhannya itu, Mathias pergi berkunjung ke rumah seorang temannya. Di sana, ada sebuah gambar yang membuatnya penasaran. Temannya itu kemudian menjelaskan bahwa itu adalah gambar Yesus, dia bahkan menjanjikan bahwa kehidupan Mathias akan berubah jika Mathias mau mengikut Yesus. “Dia bilang kalau anda percaya kepada Yesus, saya akan menjamin kehidupan anda 70 persen jauh lebih baik daripada yang anda pegang selama ini,” Mathias mengingat.

Pernyataan temannya tentang jaminan 70 persen itu membuat Mathias penasaran. Selama ini tidak ada seorang pun yang berani menjamin. “Selama ini saya tanya sama teman-teman saya, senior-senior saya, tetapi tidak ada yang berani menjamin. Bahkan sepuluh persen pun tidak berani,” ungkap Mathias.

Kegelisahan Mathias membuatnya tidak bisa tidur. Dia terus mempertimbangkan apakah dia harus mengganti apa yang selama ini dia pegang dengan Yesus, yang menurut temannya dapat memberikan jaminan sebesar 70 persen dalam hidupnya. “Saya nggak tahu, akhirnya malam itu saya mengambil satu keputusan nekad. Pagi saya harus mencari tahu lebih banyak lagi, dan saya harus membuang semua jimat-jimat yang saya pegang selama ini,” ungkap Mathias.

Keputusan itu membuat Mathias makin penasaran tentang sosok Yesus. “Dalam hati saya muncul gejolak, mudah-mudahan 70 persen saya ini bisa menjawab apa yang saya cari selama ini,” ucapnya.

Mencari Tahu Siapa Yesus

Rasa ingin tahu Mathias tentang sosok pribadi Yesus membuatnya bertanya pada seorang guru agama di sekolahnya. Dengan bijaksana, guru tersebut merekomendasikannya untuk membaca Alkitab agar dapat menjawab semua pertanyaannya tentang Yesus.

Bagi Mathias yang sudah terbiasa membaca kitab yang begitu tebal, membaca Alkitab dirasa sebagai hal yang sederhana. Dia pun menyampaikan keraguannya tersebut kepada gurunya. “Dan dia tertawa, dia bilang saya yakin seumur hidup kamu tidak akan bisa menyelesaikan membaca dan mempelajari kitab ini,” ungkap Mathias.

Mathias makin penasaran dengan isi Alkitab. Dia pun mulai rajin membaca Alkitab dan selalu bertanya kepada gurunya setiap kali dia bingung tentang isi Alkitab. Mathias juga bertanya tentang kematian, apakah setiap manusia memang harus mati. “Dia bilang begini, kalau anda sudah ada di tangan Yesus, maka orang yang sudah mati pun akan hidup kembali,” Mathias mengutip ucapan gurunya.

Mathias tidak begitu saja percaya, dia mempertanyakan apa dasarnya sang guru berkata seperti itu. Gurunya pun memberinya sebuah ayat untuk menguatkan pernyataannya itu. “Akulah kebangkitan dan hidup, barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun sudah mati,” Mathias mengutip ayat yang diberikan gurunya dari Yohanes 11:25.

Bagi Mathias pernyataan Yesus sebagaimana tertulis dalam ayat tersebut adalah sebuah pernyataan yang ekstrim dan belum pernah didengar sebelumnya. Dari situlah Mathias makin optimis bahwa dia akan mendapat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang salama ini membayanginya.

Percaya Yesus dan Terbebas dari Ketakutan atas Kematian

“Setelah saya melihat bahwa apa yang saya cari telah saya temukan, akhirnya sekitar tahun 1987 saya ambil satu keputusan bulat, dan secara resmi saya menyatakan, saya percaya Yesus Kristus sepenuhnya,” ungkap Mathias yakin.

Mathias mengaku kini hidupnya telah berubah, dia tidak lagi takut akan kematian karena dia percaya ada kepastian di dalam Kristus. Dia pun berpegang pada sebuah ayat yang membuat dirinya semakin bersemangat untuk hidup bersama Yesus. “Ada satu ayat dimana saya juga terus berpegang dengan ayat tersebut, yaitu di dalam Filipi 1:21 ‘Bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah sebuah keuntungan.’” Ujar Mathias mengakhiri kesaksiannya.

Sumber Kesaksian :
Mathias Putera (jawaban.com)

Benny, Petinju Profesional yang Jadi Jagoan Jalanan

Benny Manuhutu, seorang jagoan, di setiap aliran darahnya mengalir darah petarung.

“Dulu waktu di Ambon, kami suka berkelahi. Jadi antar kampung, kami berkelahi. Pada suatu hari ketika saya sedang bertarung dengan pemuda desa lain, aparat kepolisian datang. Ditangkap saya saat itu. Seorang petugas disana akhirnya mengajak saya untuk menekuni dunia tinju saja. Saya pun menerima itu dan naik ke dunia tinju,” ujar Benny membuka kesaksiannya.

‘Waktu itu pelatih yang mengajar saya tinju adalah (Alm) Eddie Van Rohm. Teknik-teknik bertinju kami pelajari dari beliau seperti jab, straight, hook, upper cut, dan teknik-teknik itulah saya pergunakan saat diatas ring”

Tak lama, Benny akhirnya menjadi juara tinju baru di Indonesia. “Saya juara ketiga se-Indonesia, waktu di Makasar juara kedua. Kalau di Ambon tidak ada lawan di kelas saya.”

“Saya memang mau menang terus karena sifat pada dasarnya tinju adalah untuk menguasai. Sifatnya untuk membunuh juga ada.”

Keganasannya di ring tinju membuat Benny berhasil dikirim Ke Jakarta untuk mengikuti pekan olahraga nasional ke-6. Namun, PON 1965 tersebut dibatalkan dikarenakan peristiwa G/30-S dan Benny harus menanggung akibat dari peristiwa itu. “PON gak jadi, saya gak pulang. Jadi saya, Freddy Lasut, sama Philip Tuguteru, kita petinju bertiga terjun ke Tanjung Priuk. Mulai dari situ, kami jadi rese”

Sang petinju harus rela jadi tukang parkir di pelabuhan dan hidup dalam kerasnya kehidupan jalanan. “Salah satu pool, namanya NS. Disitu tempat kumpul kami. Saya dan teman-teman tidak pernah bayar pesanan kami karena ada orang lain yang akan bayar. Mengapa bisa seperti itu? Karena kami jagoan disana”

Keberaniannya itu bukanlah datang begitu saja. Sebelum terjun ke dunia perkelahian, ia menanamkan ilmu hitam di tubuhnya. “Untuk jaga-jaga badan, saya selalu pake ikat pinggang yang telah diisi oleh paranormal. Saya percaya banget dengan itu. Tidak ada yang saya percayai selain benda tersebut. Hasilnya memang sementara terbukti sehingga saya pun semakin merajalela “bekerja” di jalanan.”

Menikah dan Kehidupan Keluarga Saat itu

Dari Priuk, Benny pindah ke Cawang. Pada 1990, ia pun menikah.

Awalnya kehidupan rumah tangga dengan sang istri, A Jacoba penuh dengan kasih. Namun, berjalan waktu, perangainya sebagai petinju mulai nampak. Tak terhitung sudah berapa banyak istrinya, A Jacoba menerima kata-kata kotor dan pukulan darinya. Bahkan ketika melakukan kekerasan kepada pasangan hidupnya itu tidak ada rasa penyesalan di dirinya, yang muncul hanyalah rasa kepuasan.

Di lain pihak, A. Jacoba yang menjadi obyek kekerasan sang suami tetaplah menjadi wanita yang setia. Tak pernah sekalipun kata-kata perceraian keluar dari mulutnya. Baginya, sekali menikah maka itu adalah pernikahan sekali dan selamanya.

Perlakuan kasar yang ia terima dari sang suami ia balas dengan berdoa kepada Tuhan dan membaca Alkitab. Jauh di relung hatinya yang paling dalam, ia rindu Benny bertobat dan berbalik dari jalan-jalannya yang jahat.

Sementara itu, di saat keadaan rumah tangga yang penuh kekacauan sebuah kejadian malang menimpa putri tercinta keempat dari Benny dan A Jacoba. “Jadi, dia punya kuping itu keluar darah. Dokter berkata itu adalah radang otak dan harus segera dioperasi,” ungkap Benny.

Dalam kondisi yang panik, Benny teringat dengan adiknya yang bekerja di sebuah perusahaan minyak. Ia pun akhirnya menyuruh A. Jacoba untuk pergi kesana dan meminjamkan uang kepadanya.

Perintah itu pun dilaksanakan oleh sang istri. Bersama dengan putrinya yang sakit, A Jacoba mendatangi rumah adik Benny. Setiba disana, bukannya uang yang didapat, melainkan kata-kata nasihat dari sang adik yang meminta agar abangnya sendiri yang datang kesitu karena kepala rumah tangganya adalah abangnya, bukan istrinya.

Hal itu pun disampaikan A. Jacoba kepada Benny. Dengan segera, Benny bersama istri pun pergi ke rumah adiknya. Ketika ketiganya bertemu, mereka pun berbicara dari hati ke hati. Di tengah perbincangan, sebuah kalimat yang tak pernah terduga keluar dari mulut sang adik. “Dia bilang, kamu dan istri pulang, bertobat, berdoa kepada Tuhan, itu saja yang bisa menolong kamu”

Bertobat dan Hidup Baru

Pertemuan singkat itu ternyata benar-benar membuat dirinya tersentak. Perlahan, ia menunjukkan perubahan. Ia pun mulai mengikuti apa kata-kata dari sang adik.

Ia dan istri berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan putri keempatnya itu. Mukjizat terjadi. Darah yang keluar dari kuping anaknya berhenti keluar.

Benny begitu takjub dengan apa yang dialaminya di dalam Tuhan. Walau begitu, perilaku kasarnya tetap belum 100% berubah. Suatu ketika, saat sedang bermain catur dengan seorang teman, ia menjadi naik pitam kepada rekannya tersebut. Pasalnya, temannya tersebut dianggap telah melakukan kecurangan.

Tidak terima dengan hal tersebut, Benny memukul temannya tersebut. Bersamaan dengan peristiwa itu, keadaan putrinya yang keempat yang mulanya telah membaik menjadi parah kembali.

Benny yang mengetahui hal ini pun langsung menuju ke rumah. Ia pun segera pergi ke kamar dimana putrinya yang sakit itu berada. Dilihat disana ada istri, adiknya, dan seorang pendeta. Mereka pun secara bersama-sama berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan putrinya tersebut. Akan tetapi, kali ini yang terjadi, putrinya justru menghembuskan nafas terakhir.

“Saya hancur, saya mundur, benar-benar mundur. Pendeta saja sudah bilang putri saya sudah meninggal. Di saat suasana sedih seperti itu, adik saya berkata putri saya belum meninggal. Ia berkata bahwa putri saya hanya tidur sementara. Ia pun berdoa kepada Tuhan. Saya dan orang-orang yang ada disitu pun turut melakukannya.”

Tiga jam berlalu, putri keempat dari Benny dan A. Jacoba menunjukkan tanda-tanda kehidupan: tangannya bergerak, nafasnya ada kembali, dan terakhir matanya terbuka. Mereka sangat bersukacita melihat hal itu.

Putri Benny dan A. Jacoba itu pun akhirnya bercerita kepada orang-orang yang berkumpul di kamarnya tesebut tentang perjalanan singkat dirinya ke surga. Ia berkata bagaimana surga itu begitu indah. Namun menurutnya, ada satu yang kurang di surga yakni ia tidak dapat bertemu ayah dan ibunya.

Mendengar itu, Benny seperti dicemeti oleh Tuhan. Ia tahu ini adalah tanda untuk ia bertobat sungguh-sungguh.

Selang beberapa hari, lewat ajakan sang adik, Benny dan istri datang ke pertemuan ibadah. Disitu, ia akhirnya menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat secara pribadi.

Masih ada satu ganjalan dalam pertobatan Benny. Jimat ikat pinggang yang telah menjadi jimatnya selama bertahun-tahun belum dilepaskan. Meski berat, ia memutuskan untuk menghadiri ibadah pelayanan pelepasan di Cempaka Putih. Di sana lah, ia mengakhiri hubungan dengan iblis dan menghancurkan segala jimat yang ia miliki.

Kini, Benny dan keluarga menjalani lembaran kehidupan yang baru, kehidupan yang penuh dengan kebahagiaan. “Kalau saya tidak terima Tuhan Yesus, kehidupan saya tidak akan seperti ini, dilindungi, dijaga, diberkati. Oleh sebabnya, saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas semua hal yang saya terima sekarang ini. Saya berterima kasih kepada-Nya karena telah memberi kesempatan hidup yang baru untuk saya”.

Sumber Kesaksian:
Benny Manuhutu (jawaban.com)

Ilmu Hitam dan Perdukunan Rusak Hidupku

Sejak usia lima tahun, Lastri Tampubolon telah melihat hantu dan setan yang sangat banyak. Hal itu membuatnya ketakutan. Roh jahat itu meneror hampir setiap malamnya. Akibat terganggu atas hal tersebut, tak jarang sang ayah sering bertindak kasar terhadapnya. Hal ini yang membuatnya menjadi pribadi yang kasar.

Suatu hari lastri mengalami gangguan selama satu minggu layaknya orang yang kerasukan. Hal ini membuat keluarganya memanggil seorang dukun. Namun pernyataan seorang dukun itu sungguh tidak masuk akal. Menurutnya Lastri tidak perlu diobati karena Lastri akan menjadi seorang dukun yang hebat. Karena menurut sang dukun itu, terdapat banyak roh halus didalam jiwa Lastri. Orangtua Lastri pun percaya akan hal itu karena faktor ketidaktegaan terhadap penderitaan yang dialami anaknya.

Kejadian itu belum usai. Suatu malam Lastri mengaku kemasukan roh dari nenek moyangnya. Hidupnya seketika berubah. “Ada kekuatan yang luar biasa, saya jadi suka untuk mengobati yang sakit. Dan saya digerakan oleh roh itu, untuk mengobati.” Karena hal ini, desanya pun gempar akan ketenarannya mengobati warga. Hal ini membuat sang ayahnya yang terpandang di desa itu melaranga untuk membuka praktek pengobatan itu.

Ketika tak berapa lama sang ayah meninggal, Lastri pun bertambah kuat ilmu dan membuka praktek pengobantannya. Adakalanya dirinya dapat terbang dan mengambil roh orang lain untuk digunakan memuaskan nafsunya. Namun hanya orang yang hidup didalam Tuhanlah yang tidak mampu diganggunya.

Adakalanya dirinya merasa terganggu dengan masa depannya ketika melihat teman-teman lainnya telah sukses dalam usaha, telah berumah tangga dan mencapai taraf hidup yang memuaskan. Dikala kekuatannya bertambah, namun kekhawatiran akan masa depan, terus menghantuinya.

Hingga suatu ketika dirinya berteriak disebuah kebunnya untuk mempertanyakan hadirat Tuhan. Lastri merasa ada suara yang menyuruhnya untuk memilih dua jalan, jalan kanan untuk menjadi dukun yang besar dengan konsekuensi menjadi gila, dan jalan kiri untuk mengikut Tuhan. Hal itu membuatnya meminta saran kepada salah satu karibnya. Karibnya pun menghendaki dirinya untuk tidak memilih suara menjadi dukun. Namun mendoakan yang terbaik baginya

Lastri pun memohon kepada Tuhan, agar didatangkan hamba Tuhan untuk membantunya berdiskusi dan mengenal Firman Tuhan. Ketika beberapa hamba Tuhan berdoa untuknya, Lastri pun mulai bermanifestasi. Seketika itupula dirinya melihat ada roh ular, roh babi dan roh orang mati yang membuatnya ketakutan saat ini.

Ketika roh itu keluar, Lastri merasa bebannya terangkat dan dirinya merasa kelegaan dan kelepasan. “dan disitulah saya bertobat, dan saya terima Tuhan Yesus, jadi Tuhanlah Juruselamat saya.” Ungkapnya.

Setelah mengalami pemulihan, dirinya berangkat ke Jakarta. Disanalah dirinya bertumbuh didalam Tuhan Yesus dan meninggalkan perdukunan. “Iblis atau roh perdukunan itu hanya menjatuhkan dan membodohi saya. Yesus baik telah mengubahkan kehidupan saya, telah menyembuhkan saya, telah melepaskan saya.”

Sumber Kesaksian : jawaban.com

Penyakit Kusta Buatku Beralih Pada Kuasa Gelap

Tertarik Tapi Ditolak, Ya Dukun Bertindak

“Saya sangat tertarik dengan wanita tersebut, bukan untuk main-main. Namanya seorang pria, ada tertarik dengan seorang wanita itu kan wajar. (Tapi) wanita tersebut mengeluarkan kata-kata yang tidak baik,” ujar Hermen tentang masa lalunya. Saat itu, ketika Hermen menyatakan rasa sukanya, wanita itu berkata, “Aku sudah tahu Abang. Tapi seharusnya Abang sadar, liat diri Abang. Mana mungkin aku suka sama Abang.” ujar wanita tersebut kepada Hermen.

Rasa sakit hati, langsung membuat Hermen ingin membalas wanita itu. Dia mengeluarkan rokok, membaca mantera di dalam rokok itu, lalu menyalakannya dan menghembuskan asapnya ke muka wanita itu. Di dalam hati, Hermen meminta wanita itu membuka pakaiannya dan dia lakukan.

“Tapi saya tidak menyentuhnya. Saya hanya merasa bangga, berbesar hati karena saya merasa saya sudah hebat, saya bisa melakukan apa saja. Karena apa yang selama ini saya harapkan dari Tuhan, nol!” cerita Hermen ketika itu. Hermen pun mengisahkan masa kecilnya kenapa dia berpikir bahwa Tuhan tidak bisa berbuat apa-apa di dalam hidupnya.

Entah Penyakit Apa yang Diderita Hermen

Suatu hari saat dirinya masih kecil, Hermen tiba-tiba pingsan. Dia dibawa ke sebuah rumah sakit di Jakarta. Dia diopname di sana dan didiagnosis alergi. Namun, tubuh Hermen mengalami keanehan, muncul bercak seperti panu di tubuhnya. Bertahun-tahun, Hermen tidak tahu penyakit apa yang dideritanya.

Dia sempat bertanya kepada ibunya, tapi ibunya hanya berkata agar dia berdoa minta kesembuhan. Sampai dewasa, Hermen tetap menderita penyakit yang sama. Bahkan kini, tangannya mulai bengkok, kakinya pun menekuk, sampai-sampai Hermen tidak dapat berjalan dan harus duduk di kursi roda.

Hari itu, kakaknya memberitahu bahwa dia tahu dari temannya, tanda-tanda penyakit seperti yang diderita Hermen adalah penyakit kusta. Saat itu, Hermen bertanya pada Tuhan, apakah dia benar-benar sakit kusta.

Di usianya yang masih belasan tahun itu, Hermen harus menjalani perawatan di panti buat orang berpenyakit kusta. Di sanalah, dia mendapat kabar tentang ibunya. Abangnya yang datang menjenguk, mengabarkan bahwa ibunya yang begitu dia kasihi, telah tiada. “Di situlah saya sempat marah sekali sama Tuhan, dimana kasih-Mu?” ujar Hermen sambil berlinang air mata.

Hermen Mulai Hidup Tanpa Tuhan

“Akhirnya saya bertekad, tanpa Tuhan saya sanggup untuk berjalan. Tanpa Tuhan, saya bisa berlatih, saya harus bisa berjalan kembali seperti semula. Akhirnya dengan tekad yang kuat saya coba terus, meski harus menahan sakit yang luar biasa. Sampai saya harus, katakan dengan kasar, keluar air kencing untuk menahan rasa sakitnya, saya lakukan itu semua. Saya percaya saya pun sanggup berjalan tanpa Tuhan.” Tutur Hermen. Akhirnya, setahun kemudian, Hermen bisa berjalan kembali.

Penyakitnya, Membuatnya Dipandang Rendah

Ketika Hermen berada di tengah masyarakat kembali, banyak orang yang menjauh ataupun terlihat jijik dengan dirinya. “Pada saat itu, semakin bergejolak hati saya, semkain marah. Semakin benci dan dendam yang luar biasa pada saya.” ujarnya. Kebencian yang telah menjalar di dalam hatinya, membuatnya datang kepada dukun yang ada di luar Jakarta.

Dia berguru pada dukun itu. Pada saat dia berada di kamar dan disuruh untuk tidak keluar dari kamar itu, godaan begitu luar biasa. Dia digoda oleh wanita cantik tapi dia mampu menahan godaan itu. Dia ingin menunjukkan pada masyarakat bahwa meski keadaannya seperti itu, dia tetap lebih hebat daripada masyarakat.

Kemampuan Apa yang Dimilikinya Setelah Berguru?

Hermen mendapatkan sebuah keris dari dukun tersebut. Setiap ada orang yang menyakiti Hermen, dia bisa menggunakan ilmu-ilmu yang telah didapatkannya untuk membalas mereka. Seperti yang terjadi pada wanita yang telah menolaknya itu. Bukan hanya itu, dia pun tak segan-segan menggunakan ilmunya untuk mendapatkan uang secara instant.

“Dan juga ilmu pengasihan yang pernah saya gunakan saat itu juga untuk memperdaya sesama saya. Semuanya itu dia berikan. Sewaktu itu saya banyak uang. Bahkan di bawah kasur saya, semua uang, dari ujung kaki sampai ujung kepala.” ceritanya. Namun, entah kemana, uang itu habis begitu saja. “Kalau istilah dunia orang bilang, uang setan. Dan uang setan itu dimakan jin.” Lanjutnya.

“Sehebat apapun ilmu yang saya miliki, tidak dapat merubah keadaan fisik saya, sebagai penderita cacat kusta. Akhirnya semakin lama, terjadi suatu kejenuhan di dalam hidup saya. Tidak ada damai sejahtera, tidak ada sukacita dalam kehidupan saya.” Cerita Hermen.

Berbalik Arah Kembali Kepada Tuhan

Suatu hari, teman dokter yang pernah merawat Hermen, datang mengunjunginya. Dia bermaksud untuk mengajaknya beribadah. Setelah didoakan, Hermen dinasihati tentang tujuan hidup, apa yang Hermen cari di dunia ini. “Dia menasihati, ‘Pak, cari dulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Bertobat Pak! Kalau Bapak sekarang mau bertobat, Tuhan sangat sayang pada Bapak, belum terlambat Pak!’” ujar orang tersebut kepada Hermen.

Saat itu hatinya terasa tersentuh, dia membakar semua jimat-jimat yang dia punya. Setelah itu, tiga hari tiga malam, dia mulai diganggu dan diterror. Dia tidak bisa tidur dan tidak bisa istirahat. Dia begitu ketakutan. Akhirnya, Hermen berteriak “Dalam nama Tuhan Yesus,” dan hal-hal gaib itu hilang dengan sendirinya. Dia menyadari bahwa kuasa Tuhan Yesus sungguh luar biasa, lebih hebat daripada jimat-jimat itu. Hatinya dipulihkan, dia mendapatkan hal yang berharga. Meski dalam keterbatasan, dia mendapatkan seorang wanita dan mempunyai rumah tangga yang bahagia.

Sumber Kesaksian :
Hermen Hutabarat (jawaban.com)

James Danardono : Setan Adalah Temanku Sejak Kecil

James Danardono sudah menjalin komunikasi dengan roh halus sejak kecil. Ketiadaan ayah yang sering pergi ke luar kota dan ibu yang kerap sakit-sakitan membuat James kerap melamun. Di dalam kesendirian inilah, ia berbicara dengan setan yang mendatanginya.

Tidak hanya menemani mengobrol, makhluk kasat mata ini juga memberikan bantuan ketika James sedang mengalami kesulitan dari teman-temannya. Pada saat dikerjai oleh anak-anak sebayanya, “kawan”-nya ini pun turun tangan membalas tindakan mereka.

Beranjak remaja, James pindah ke luar kota bersama keluarga. Di lingkungan barunya ini, ia bergaul karib dengan para preman. Oleh karena kedekatannya itu, ia pun selalu ikut serta dalam keributan-keributan dengan kelompok lain.

“Dan itu seringkali, kami seringkali ribut, tawuran dan tidak sedikit yang mati makanya dengan itu saya minta roh membantu saya dan rekan-rekan saya. Selain melindungi kami, juga dapat membuat kami kebal saat ditebas pedang dan benda-benda tajam lainnya,”

Berjalan dengan waktu, setan menginginkan ‘hubungan yang lebih’ dengan James. Dalam hubungan yang barunya, setan mau tinggal di diri James. Mendengar hal ini, James pun menolak permintaan setan tersebut.

Namun ternyata keputusannya ini hanya sebentar. Seiring dengan semakin banyaknya musuh yang ia miliki, James akhirnya bersedia menerima tawaran setan. Dengan kesadaran penuh, ia pun mau mengikuti sejumlah ritual-ritual menyeramkan yang dipersyaratkan kepadanya.

Hanya saja, belum setengahnya menjalani persyaratan, James sudah lari tunggang langgang. Ia pergi dari tempat dimana ia akan melakukan ritual karena ia merasakan ketakutan yang sangat.

Di tengah keadaan seperti itu, James memanggil nama Tuhan Yesus. Ia bisa melakukannya karena ia sempat diajarkan oleh sang kakak bahwa jika ia takut akan setan, sebutlah nama Tuhan Yesus.

Singkat kisah, James pun memutus hubungan dengan si setan. Akan tetapi, keputusannya ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kehidupannya semenjak itu terus diteror oleh makhluk-makhluk halus.

Tidak mendapatkan kedamaian di dalam rumahnya sendiri, James akhirnya mengungsi sejenak ke tempat sang kakak. Berharap situasi akan berubah ternyata itu salah besar. Situasi justru semakin buruk.

Bila dulu perasaan tidak nyaman hanya dirasakan oleh James, sejak kepindahannya itu sang kakak juga merasakannya.

Mengetahui adanya ketidakberesan ini, sang kakak suatu hari menawarkannya untuk didoakan oleh seorang hamba Tuhan. Walaupun dari lubuk hati terdalam enggan menyetujui, ia pun pada akhirnya mengiyakan juga.

“Udah, akhirnya dipanggil juga hamba Tuhan. Pada saat hamba Tuhan itu ketemu saya, ia langsung nembak, ‘Udah ngaku aja ilmu apa yang kamu pelajari?’ Mendengar itu saya pun langsung emosi dan memintanya langsung mendoakan saya”

“Ketika ia mulai mengangkat tangannya, saya tidak tahu mengapa seperti ada tangan yang besar yang mendorong saya ke bawah. Saya pun mulai melawannya dan membacakan mantra. Tetapi saat hendak mengucapkannya, mulut saya tidak bisa ngapain-ngapain”

Segala usaha penolakan yang dilakukan oleh James seperti sia-sia saat itu. Tubuhnya bahkan tiba-tiba menjadi kaku. Tidak lama sesudah itu, setan yang berdiam di tubuhnya pun keluar.

Kedamaian melingkupi James. Pencarian akan penerimaan dan kasih pun ikut berakhir saat ia menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya pada hari itu.

Kini, James hidup bahagia. Bersama dengan orang-orang yang ia cintai, ia menjalani hari-harinya dengan penuh sukacita dan damai sejahtera.

Sumber Kesaksian :
James Danardono (jawaban.com)

Demi Tampil Pede, Kugunakan Jimat dan Susuk

Dunia anak-anak seharusnya polos dan lugu, namun itu tidak berlaku bagi Hendrika Ade. Sejak kecil ia sudah diajak oleh oleh ibunya ke paranormal dan diperkenalkan dengan dunia mistis.

Meskipun takut pada awalnya, tetapi karena desakan dari wanita yang merupakan orangtuanya itu ia pun tetap disana. Dan dari “orang pintar” inilah, ia mendapatkan pengasihan mempercantik diri.

Beranjak dewasa, Ade yang saat itu berprofesi sebagai sekretaris mulai menggunakan apa yang telah ia dapatkan dulu. Namun, demi karir yang menanjak, ia mencari dukun dan meminta orang tersebut untuk mengisinya dengan jimat yang lebih ampuh lagi.

“Beliau (si paranormal) pun kemudian mengambil sebuah keris kecil dan keris kecil itu ditusukkan ke dalam bedak. Setelah itu, ia pun memberikannya kepada saya sambil berkata, ‘Ade, karena bedaknya sudah mami isi maka persyaratannya kamu harus mandi kembang setiap malam Jumat’”

Permintaan paranormal itu pun diikuti Ade. Setiap hari yang telah ditentukan, ia melakukan ritual seperti yang dimintakan kepada dirinya. Dunia mistis kini benar-benar telah membutakan mata hatinya.

“Karena saya sudah mempercayai bahwa di dalam benak itu ada kekuatannya, setiap kali saya pergi ke kantor, berdandan, lalu saya menggunakan bedak supaya saya mendapatkan sebuah kharisma di dalam diri saya. Kalau tidak menggunakan bedak itu, saya merasa kurang percaya diri,”

Apa yang diyakini oleh Ade ternyata terjadi di dalam kehidupannya. Setiap keinginan yang ia harapkan selalu saja terpenuhi. Hal ini akhirnya membuatnya menjadi “rakus”.

Demi mendapatkan keuntungan yang lebih banyak lagi, ia pun memasang susuk di badannya. Ia sangat percaya jimat yang ditanam di dalam wajahnya membawa hasil baginya. Sebuah pembuktian pun ia lakukan.

“Kontraktor saya ini membangun sebuah rumah. Ada satu tamu datang, seorang bapak melihat proyek yang kami bangun. Setelah mereka mendengar presentasi kami dan melihat rancangan kami, ia pun meneken kontrak dengan kami,”

Waktu terus berjalan. Keberhasilan demi keberhasilan terus Ade nikmati. Namun selaras dengan itu, hatinya menjerit. Ia bertanya-tanya, ‘apakah ia telah berbuat benar selama ini?’.

Pikiran tersebut kerap mengganggu Ade. Batinnya tersiksa. Sebuah jalan keluar kini dicarinya.

Menyadari bahwa hanya Tuhan yang sanggup melepaskannya, ia pun datang ke hadapan Tuhan. Dengan bercucuran air mata, Ade memohon agar ia dilepaskan dari semua ikatan tersebut. Tuhan pun menuntunnya untuk membuka Alkitab dan menunjukkan satu ayat di bagian perjanjian lama yakni dari Yeremia 17:5 – “Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!

Selesai membacanya, hati Ade merasa bergelora. Niat untuk menghancurkan jimat dan susuk muncul. Hanya saja ini bukan sebuah hal yang mudah dan segera.

Di saat hendak mengakhiri semua hal-hal gaib, Ade mendapatkan serangan dari kuasa gelap. Ini tidak terjadi sekali, tetapi berulang-ulang kali. Bersyukur, dalam kondisi tersebut, Allah mengirimkan seorang “penolong” yakninya boss sendiri.

Pimpinan dimana ia bekerja inilah yang membantunya terlepas dari segala ikatan yang selama ini menyiksa dirinya.

Akan tetapi, itu ternyata belum usai. Tanpa ia sadari sebuah kekuatan jahat masih menguasai dirinya. “Waktu saya didoakan terakhir oleh hamba Tuhan, saya mengalami manisfestasi seperti ular”

“Dalam nama Yesus bahwa kuasa jahat itu keluar dari tubuh Ade. Ia pun tergelap jatuh. Hamba Tuhan yang mendoakannya itu tetap mengikuti arah dia yang jatuh di lantai. Kemudian kami pun terus ikut berdoa kepada dia yang penuh dengan ketakutan,” ujar Kwee Pao Tjoe, pembimbing rohani Ade sebagaimana diungkapkan kepada tim CBN Indonesia.

“Setelah didoakan terus oleh hamba Tuhan itu dan sahabat saya juga ada disitu dan puji Tuhan saya boleh mengalami kelepasan”

Penderitaan Karena Penyakit Tumor dan Lupus

Berbagai hal mistis dan bayang-bayang ketakutan sudah tak menghantuinya, namun ternyata ini belum selesai. Ade didiagnosis rumah sakit menderita tumor. Tidak hanya itu saja, ia pun divonis menderita lupus. Lengkaplah kesakitan yang ia alami dalam hidup saat itu.

Perawatan medis panjang tak elak pun harus diikutinya. Bersamaan dengan hal tersebut, Ade mulai menyalahkan Tuhan. Ia marah kepada Tuhan karena ia merasakan ketidakadilan di dalam hidupnya.

Jalan Keluar Terbuka

Situasi sungguh sulit, seolah tidak ada harapan bagi Ade. Namun, suatu hari seorang sahabat meneleponnya. Di dalam perbincangannya itu, teman dekatnya menawarkan kepadanya apakah ia mau didoakan oleh tim Solusi.

Tanpa banyak pikiran, tawaran itu pun diambil oleh Ade. Singkat kisah, tim Solusi pun mendoakannya dan ia merasakan kelegaan.

Keesokannya hari, dokter melakukan USG kembali kepadanya. Puji Tuhan, hasil tes tersebut menunjukkan benjolan-benjolan yang ada di tubuhnya hilang sama sekali.

Ucapan Syukur Kepada Tuhan

Tak henti-hentinya ucapan syukur kepada Tuhan dinaikkan oleh Ade. Di saat tidak ada harapan, penderitaan datang silih berganti, namun melalui iman dan pengharapan, mujizat Tuhan nyata dalam hidupnya.

“Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi. ‘Terima kasih Tuhan buat apa yang Engkau kerjakan di dalam hidup saya. Kalau bukan karena Tuhan, saya tidak akan bisa kuat seperti ini. Semua karena Engkau telah menolong saya,” ujar Ade mengakhiri kesaksiannya.

 

Sumber Kesaksian:
Hendrika Ade (jawaban.com)

Setan Menuntut Bayaran Dengan Nyawa Anakku

Darah muda membuat Subur Rustandi mengandalkan jimat-jimat untuk menjadi jagoan. Dengan semua jimat itu ia menjadi kebal senjata tajam, bahkan dengan hanya sebuah sentilan, musuhnya bisa terpental jatuh.

“Sebenarnya bukan mau jadi dukun atau sejenisnya, tapi namanya anak muda ya cuma ingin jadi jagoan saja,” tutur Subur.

Jimat membuat Subur percaya diri. Setiap kali keluar rumah ia selalu membawa jimat. Jika ia keluar tanpa membawanya, Subur selalu kuatir akan menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya takut kalau di jalan nanti saya dirampok orang, atau dijahatin orang.”

Namun dengan berjalannya waktu, jimat yang dimilikinya bukan hanya untuk menjaga diri. Ia pun menambahkan koleksi jimatnya guna melancarkan usahanya. Hingga suatu hari, sebuah tragedi terjadi dalam rumah tangganya.

“Anak saya tiba-tiba sakit tanpa ada penyebabnya. Belum sempat dibawa ke rumah sakit langsung meninggal. Jadi, iblis memang tidak pernah memberikan sesuatu secara gratis,” demikian sesalnya.

Tidak berhenti disana, sebuah peristiwa yang sama kembali terjadi. Seorang anak perempuannya terserang penyakit Dipteri.

“Hari Sabtu pagi, untuk bernafas dari mulutnya sudah susah. Saya sudah tidak tahu lagi apa yang harus saya buat,” ungkap Subur.

Subur mengerahkan ilmu dan kesaktian yang ia miliki dari jimat-jimatnya, namun semua itu tidak bisa menolong anaknya. Anaknya dilarikan ke rumah sakit. Di saat kritis itu, salah satu anaknya yang mendampinginya di rumah sakit mengajaknya berdoa.

“Pi, kita berdoa yuk, pasti Tuhan bisa sembuhin. Tuhan kita dokter dari segala dokter.”

Subur pun menyerah. Ia berseru kepada Tuhan dalam doanya, “Kalau Tuhan Yesus benar ada dan bisa menyembuhkan anak saya, kami sekeluarga akan ke gereja.”

Tak pernah dinyana oleh Subur, kalau Tuhan akan mendengar doanya yang sederhana itu. Tiga hari kemudian, anak Subur yang sakit sembuh total.

“Waktu itu dokter sendiri bilang ini mukjizat. Saya bilang, Ok, mulai saat ini saya percaya Tuhan Yesus, dan kami mau menerima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat kami.”

Di tahun 1980 itu, Subur membuang semua jimat-jimat dan ilmu kesaktian yang dimilikinya. Namun pertobatannya tidak semulus yang ia harapkan. Ia masih sering diganggu oleh roh-roh jahat. Subur pun meminta didoakan oleh seorang hamba Tuhan untuk doa pelepasan, “Mulai saat itu saya berkata, saya bukan lagi anak iblis, saya anak Tuhan Yesus! Selesai.”

Kini Subur telah benar-benar bebas dari masa lalunya. Kebahagiaan sejati telah menjadi bagian hidupnya. Ia pun berpesan kepada siapapun jangan pernah mencoba bermain-main dengan iblis.

“Saya pesan untuk semua agar jangan mau diperdaya sama setan. Iblis memang bisa menyembuhkan penyakit. Iblis memang bisa memberikan kekayaan dan kenikmatan dunia, tetapi tidak ada yang gratis bagi iblis. Dia menuntut korban apa yang kita punya, bahkan yang terakhir diri kita sendiri.

Sumber Kesaksian:
Subur Rustandi (jawaban.com)