Category Archives: Kategori Bebas

Peluang kedua yang Tuhan berikan kepada saya.

25 julai 2007. Pada saat itu , saya bermimpi berdiri di padang pasir yang agak luas. Lalu saya melihat ada sebuah rumah kecil. Saya menjejakkan kaki kedalam rumah itu dan melihat nenek saya sedang menidurkan sepupu saya dalam buaian. Saya bertanya kepada nenek saya, ‘Eno , mana yang lain?’ Nenek saya menjawap, ‘beginilah saya jerry.’ Saya merasa pelik dengan jawapan itu. Dengan pantas , saya tersedar kembali berdiri di padang pasir yang luas itu. Saya melihat ada sebuah gunung yang sangat tinggi. Dari Gunung itu, turun sungai yang sangat jernih yang menjadi sempadan. Saya tersedar , saya berada dipihak orang2 yang memakai baju serba hitam. Dan disebelah sungai tersebut saya melihat orang2 yg memakai baju serba putih seperti sedang berdoa dan tenang. Keadaan orang yang memakai baju htam itu agak kucar kacir. Mereka menghasut2 saya agak terus bersama mereka. Tiba2 , seorang lelaki tua memakai baju putih menegur ku, lalu bertanyakan juka saya ada nombor tersebut. Saya kurang faham apa yang dimaksudkan dengan nombor itu lalu saya bertanya , ‘nombor apa?’ Lelaki tua itu terus menyeluk saku saya dan mengambil botol kecil yang berisi kertas nombor. Saya kurang jelas melihat wajah lelaki tua itu kerana wajahnya bersinar. Dia memberitahu ku , ‘Saya bagi kau kesempatan kedua’lalu Dia membuang botol itu kedalam sungai yang mengalir dari atas gunung itu. Saya bertanya, ‘Air ini dari mana?’ Dia menjawap, ‘air ini turun dari Surga. Rendamlah kaki mu dalam air ini’ Sungguh nyaman air tersebut. Lalu saya terjaga dari tidur dalam keadaan tercungap2 dan ketakutan. Sampai sekarang, saya terus berdoa kepada Tuhan agar menyelamatkan saya dari dosa. Saya sungguh2 mahu bertobat dan kembali kepada Tuhan Yesus. Sekarang saya sudah berumur 20 tahun. Terpujilah Tuhan Yesus! Terima kasih atas kebaikkan Mu Tuhan. Amen. Sesungguhnya tiada yang mustahil bagi Tuhan. Walau sejahat mana kita, Tuhan pasti mengampuni kita.Terima kasih Allah Bapa di Surga. Terima kasih kerana menjaga ku setiap waktu. Penuhilah dunia ini dengan kemuliaan Mu Tuhan! Kami merindui Engkau Tuhan, Kami merindui kasih Mu Yesus. Terima Kasih Ya Allah Bapa di SURGA. AMEN!

Malaikat : “Doa-doamu sudah didengar oleh Allah”

Melalui sebuah mimpi tgl 18 Juli 2012, saya mau menceritakan sebuah kesaksian adanya pertemuan dengan malaikat yang menyampaikan bahwa doa kami telah didengar atau telah sampai dihadirat Allah.

FILIPI 4:6, Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur.

Didalam mimpi saat itu di dapati saya sedang menangis sedih, kemudian datanglah malaikat dihadapan saya, rupanya tidak begitu jelas terlihat (tampak transparan), malaikat itu memancarkan terang berwarna putih. Kemudian malaikat itu berkata: “Sudah…, janganlah menangis lagi, karena doa-doamu sudah didengar oleh Allah.”

Kisah Para Rasul 10:4, Ia menatap malaikat itu dan dengan takut ia berkata: “Ada apa, Tuhan?” Jawab malaikat itu: “Semua doamu dan sedekahmu telah naik ke hadirat Allah dan Allah mengingat engkau.”

Saya berreaksi terkejut dan merespon malaikat itu dengan pertanyaan spontan “Doa apa, doa yang mana?” dan kemudian malaikat itu memperlihatkan sebuah buku dari tangannya dan kemudian saya memegangnya. Buku itu kira-kira berukuran 20x26cm. Buku itu tebal seperti buku jaman dahulu yang berwarna coklat. Kemudian saya dapati sebuah halaman, berisi tulisan tangan sebanyak 5 baris (isi doa yang dicatat dalam buku itu).

MATIUS 21:22, Dan apa saja yang kamu minta dalam doa dengan penuh kepercayaan, kamu akan menerimanya.

Tulisan itu bukan seperti tulisan tinta yang kita bayangkan saat ini. Juga bukan seperti tulisan huruf-huruf timbul/relief yang kita tahu. Akan tetapi huruf yang terlihat adalah tulisan tangan yang huruf-hurufnya tenggelam (bayangkan seperti kita menulis diatas pasir). Sepintas lalu saya tidak dapat mengartikan tulisan itu, tetapi pada saat saya hendak membacanya tiba-tiba saya terbangun dari mimpi itu dan waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 2 tengah malam.

ROMA 8:26, Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Rohsendiri berdoa untuk kitakepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.

Saya mempunyai kerinduan: Sekiranya Saudara/I sekalian dapat membaca juga kesaksian perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan yang kami alami yaitu di blog yang saya buat : www.kesaksianyesusrohkudus.blogspot.com Tuhan Yesus memberkati.

Sumber: Jun Cion, Usia 35 tahun, Jakarta – Indonesia.

Imelda, Memberi Inspirasi Dari Kursi Rodanya

Namaku Imelda Saputra, aku seorang penulis. Sebenarnya dulu aku tidak pernah berpikir akan menjadi seorang penulis, namun inilah cara Tuhan memakai aku menjadi penanya untuk menyemangati banyak orang sama seperti Ia menyemangati aku untuk menjalani hidupku.

Aku terlahir sebagai anak normal, namun saat aku masih balita orangtuaku menemukan sebuah benjolan di punggungku. Ternyata saraf kaki kusut di benjolan tersebut. Dokter menyarankan untuk operasi, tetapi ketika operasi dilakukan ternyata ada efek samping yang terjadi. Setelah operasi kakiku bengkok dan menciut. Akhirnya aku tidak pernah bisa berjalan, aku lumpuh.

Orangtuaku melakukan berbagai upaya agar aku bisa berjalan lagi, mulai dengan ke dokter, tukang urut hingga ke dukun. Aku ingat, setiap kali ke dukun, aku sering disuruh minum air yang telah dijampi-jampi. Tapi usaha yang dilakukan oleh orangtuaku selama bertahun-tahun sia-sia belaka, aku pun telah lelah dan hampir putus asa. Tapi setiap kali aku bilang, “Malas ah…” Orangtuaku kembali bertanya, “Kamu mau sembuh ngga?” Hal itu membuatku bangkit lagi dan mau mencoba lagi.

Hingga suatu hari, saat kami konsultasi dengan seorang dokter, dia memberikan sebuah nasihat yang berbeda. Bukan janji kesembuhan yang diberikan, dia menyatakan dengan jujur bahwa kemungkinan untuk sembuh itu sudah tidak ada. Dia meminta orangtuaku untuk menyekolahkanku.

Mendengar aku akan sekolah, hatiku bergejolak karena sangat senang. Karena anugrah Tuhan, aku bisa sekolah di sekolah umum sekalipun aku cacat dan harus menggunakan kursi roda. Kadang memang ada orang yang memandangku dengan aneh karena keadaanku, tapi itu hanya di satu dua hari awal saja, selanjutnya, teman-teman dan guru-guruku bisa menerima keadaanku.

Sekalipun aku lumpuh dan harus beraktivitas dengan kursi roda, namun hal itu tidak menghalangiku untuk berprestasi. Bahkan ketika aku duduk di bangku SMP, aku cukup aktif dalam organisasi di sekolah. Aktivitasku sangat padat, kadang aku pulang sekolah antara jam dua atau setengah tiga. Setelah itu, kadang ada les yang ku ikuti. Namun karena aku duduk terus, dan kadang karena kesibukan aku tidak mengganti pampers, akhirnya terjadi iritasi dan membuat kesehatanku menurun.

Aku tidak pernah memberitahu orangtuaku tentang apa yang aku rasakan karena aku takut tidak diijinkan sekolah. Tapi hal itu tidak berlangsung lama, suatu hari aku jatuh pingsan karena tidak tahan lagi dengan sakitku. Dokter memvonisku dengan penyakit dekubistus dan juga tipes akut sehingga aku harus di rawat di rumah sakit. Mulai bulan Mei di tahun itu, aku berhenti sekolah. Aku sudah tidak bisa bangun lagi, jadi aku hanya terbaring di tempat tidur tanpa daya.

Aku tertekan dan putus asa karena aku tidak bisa melakukan apa-apa, padahal biasanya setiap hari aku sibuk dengan aktivitas sekolah. Sering terbersit di pikiranku, kalau aku lebih baik mati. Tapi suatu hari seorang perawat datang dan berbincang denganku. Dia menceritakan tentang kesaksian hidupnya, dulu dia juga pernah sakit, bahkan mamanya pernah berkata, “Sudahlah Tuhan, ambil saja nyawa anak saya.” Tapi perawat itu berkata pada mamanya, “Ngga ma, aku pasti sembuh. Aku pasti sehat. Aku ngga akan mati. Aku akan melayani Tuhan.”

Perawat itu berkata dengan penuh kasih kepadaku, “Kalau aku bisa sembuh, kamu juga pasti bisa sembuh.”

Ketika perawat itu keluar dari ruanganku, aku langsung berdoa. “Tuhan terima kasih karena Engkau masih sayang sama aku. Aku mengasihimu Tuhan..” Kata-kata itu sudah lama tidak pernah ku ucapkan kepada Tuhan. Hari itu, aku merasakan sesuatu yang berbeda di hidupku. Aku merasakan Tuhan melembutkan hatiku kembali.

Semangat hidupku pun bangkit, bahkan kesehatanku juga berangsung membaik. Suatu saat aku diingatkan kepada seorang kakak rohaniku. Hari itu juga aku menghubunginya. Di telephone itu dia berkata, “Mel, beberapa bulan lagi kita ada konser doa. Yuk ikut gabung melayani..”

Hal itu menjadi jawaban doa bagiku, aku ingin melupakan apa yang telah lalu dan memulai sesuatu yang baru. Hingga tiba di perayaan natal di tahun 2005, saat itu hamba Tuhan yang melayani memintaku untuk maju ke tengah.

“Saya mau berdoa buat kamu,” demikian ucap pendeta tersebut.

“Saya minta seorang perempuan untuk peluk dia..”
Aku berpikir, aku akan diapakan nih? Seorang teman datang memelukku dan hamba Tuhan itu berdoa untukku, saat itu Tuhan menyampaikan isi hati-Nya kepadaku melalui hamba Tuhan itu. Salah satunya adalah:

“Kamu akan nulis buku, kamu akan Tuhan pakai jadi penanya Tuhan.”
Sempat aku merasakan keraguan, “Bener nih Tuhan?”

Tapi saat itu juga Tuhan berbicara, “Aku yang akan melakukannya, bukan kamu.”

Waktu berlalu, karena kondisiku, aku lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Akupun mulai banyak membaca, mulai dari buku, hingga berbagai majalah. Saat membaca sebuah majalah anak-anak, aku berpikir aku juga bisa menulis seperti itu. Akupun mulai mencoba menulis, ketika ada lomba menulis, aku kirim karyaku. Tapi saat itu, semua yang ku kirimkan di tolak dan dikembalikan semua.

Waktu berbagai karyaku di tolak, aku sempat merasa, “Udahlah Tuhan, memang aku ngga berbakat.” Beberapa lama aku sempat berhenti menulis, tapi perkataan hamba Tuhan yang berdoa bagiku terus teringat olehku. Aku ingat janji Tuhan itu, aku tahu kalau aku perlu bekerja sama dengan Tuhan. Jika aku mau janji Tuhan itu terwujud, aku harus terus menulis.

Aku tidak tahu darimana datangnya inspirasi itu, terkadang seperti Tuhan sedang berbicara atau mendiktekan sesuatu kepadaku. “Nanti nulisnya seperti ini.. awalnya seperti ini..” Tuhan hanya memberi tahu aku sedikit, kemudian aku harus mengembangkannya sendiri.

Selama beberapa tahun aku hanya menulis, tanpa ada tanda-tanda janji Tuhan itu terwujud. Hingga tiba di tahun 2008, sebuah penerbit menghubungiku.

“Imelda, bukunya di terima ya, kami terbitkan.”

Aku seakan tidak percaya, “Buku… penerbit.. buku yang mana ya?”

Itulah cerita bagaimana akhirnya buku pertamaku akhirnya diterbitkan. Aku merasa sangat senang lagi, ternyata memang janji Tuhan itu tidak pernah gagal. Kini semua nubuatan itu telah menjadi kenyataan.

Aku melihat karya Tuhan begitu ajaib, apa yang tidak pernah aku pikirkan, tidak pernah timbul dalam hati, Tuhan melakukan itu dalam hidupku. Hal itulah yang membuatku merasa Tuhan itu begitu luar biasa. Jika orang heran bagaimana aku bisa menulis buku, akupun juga heran. Tapi semua itu terjadi karena Tuhan. Dari semua yang terjadi itu, aku tahu bahwa hidupku penting, bagi Tuhan dan juga bagi sesama. Aku bersyukur untuk apa yang Tuhan lakukan dalam hidupku, apa yang terlihat buruk dapat Tuhan ubahkan menjadi kebaikan, bukan hanya untukku namun juga untuk orang lain.

 

Sumber Kesaksian :
Imelda Saputra (jawaban.com)

Mujizat masih ada

Puji syukur kepada Tuhan Yesus atas kasih karunia, mujizat besar, dan
rencana indah-Nya dalam hidup saya.

Nama saya Dody, umur 33 tahun, tinggal di Bandung, inilah pengalaman
hidup yang tidak akan pernah saya lupakan. Awal tahun 2010 saya
mengidap EWING SARCOMA (tumor ganas), harus kemoterapi dengan asumsi
tumor akan mengecil kemudian dioperasi. Ternyata setelah kemoterapi
tumor tidak mengecil dan harus dioperasi dengan resiko amputasi kaki
kiri karena tumor sudah membungkus pembuluh darah utama yang
mengalirkan darah ke kaki. Saya mulai depresi dan hanya bisa berdoa
minta kesembuhan dari Tuhan dengan jalan yang dikehendaki-Nya.

Puji Tuhan, Tuhan Yesus sungguh baik, Dia memberi jawaban untuk
mengobati penyakit saya lewat informasi mengenai terapi untuk penyakit
saya lewat hamba Tuhan yang sama sekali tidak saya kenal sebelumnya.

Saya menjalani terapi TACI (Trans Arterial Chemo Infusion) dan
CRYOSUGERY THERAPY di Jakarta, berjuang melawan rasa sakit dan
bolak-balik opname di rumah sakit, Desember 2011 saya menjalani
operasi.

Mujizat Tuhan sungguh luar biasa, tumor besar kira-kira 28 cm berhasil
diangkat dan Puji Tuhan kaki kiri saya masih utuh. Saya diijinkan
pulang 25 Desember 2011, hari itu saya mendapatkan kado Natal terindah
dalam hidup, tumor besar sudah hilang dan bisa pulang ke rumah. Puji
Tuhan, sekarang saya sudah mulai bisa berjalan dan beraktivitas dengan
baik.

Buat saya sekarang tidak ada yang tak mungkin dalam nama-Nya, saya
percaya dalam nama Tuhan Yesus saya telah disembuhkan. Haleluya. Amin.

“TUHAN MENGUBAHKAN HIDUPKU DAN MENYURUH AKU TAAT KEPADANYA”

“TUHAN MENGUBAHKAN HIDUPKU DAN MENYURUH AKU TAAT KEPADANYA”

Kali ini aku memberanikan diri untuk menulis tentang kehidupanku sendiri. Persoalan besar tibul didalam keluargaku pada saat aku melanjutkan pendidikanku di sebuah universitas dimedan. Waktu itu pendidikanku semester 4, mamak sama bapak jatuh sakit akhirnya kebun jeruk terbengkalai. Semua simpanan orangtuaku habis terjual untuk biaya pendidikanku dan biaya pengobatan mereka. Hutangpun sudah banyak, akhirnya tanah dan ladang warisan kakek dari keluarga bapak tegadai juga. Saat itu aku sudah semester 6, saat itu aku sering mengeluarkan air mata karena bingung. Saat itu aku betul-betul merasa hampa, lanjut kuliah dana tidak ada berhenti kuliah tanggung. Memang saat itu kedua kakaku sering memberi bantuan kepadaku tepi mereka sudah berumah tangga jadi tidak mungkin aku biasa mengharapkan semua dari mereka.

Suatu hari ada seorang teman membawa aku kegreja, di greja itu aku sangat merasa ada kedamaian dan entah kenapa setiap minggu aku ke greja di tempat itu selalu khotbahnya menyangkut masalahku. Mulailah aku mendekatkan diri kepada TUHAN dengan sunguh-sungguh. Waktu itu aku sering makan hanya dengan nasi putih saja karena kurang biaya. Jujur persoalan semakin mencekek, semakin berat persoalan semakin tumbuh imanku. Suatu hari terjadilah muzijat bagiku tiba-tiba aku diangkat menjadi seorang asisten dosen di kampus, jujur menjadi asisten dosen gajinya tidak biasa diharapkan untuk memenuhi uang kuliah. Yang menjadi muzijatnya setelah aku diangkat menjadi seorang asisten dosen dilaboratorium, banyak pekerjaan proyek musiman yang kukerjakan. Memang kerjannya biasa hanya sekali sebulan biasa juga sama sekali tidak ada dalam sebulan itu. Tapi hasilnya biasa membiayai aku selama 5 bulan. Suatu hari aku menonton film yakup dan aku melihat yakub bernazar demikian:

Kejadian 28:20-22

28:20 Lalu bernazarlah Yakub: “Jika Allah akan menyertai dan akan melindungi aku di jalan yang kutempuh ini, memberikan kepadaku roti untuk dimakan dan pakaian untuk dipakai, 28:21 sehingga aku selamat kembali ke rumah ayahku, maka TUHAN akan menjadi Allahku. 28:22 Dan batu yang kudirikan sebagai tugu ini akan menjadi rumah Allah. Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu.”

Setelah selesai menonton film itu aku berdoa dan bernazar juga kepada ALLAH Bunyi nazaru demikian:

“ JIKA ENGKAU TUHAN MEMENUHI SEGALA KEBUTUHANKU DAN MEMBERKATI AKU BERLIMPAH-LIMPAH MAKA SEPERSEPULUH DARI BERKAT ITU AKU BAWA KERUMAHMU UNTUK PERSEDIAAN MAKANAN DIRUMAHMU” itulah nazarku.

Sejak itu mujizat terus terjadi didalam hidupku, setiap aku butuh dana pasti Tuhan aku memberi pekerjaan. Pernah sekali aku tidak punya uang lagi, ada seseorang datang dan bertanya kepadaku. Dia bertanya dan mencari orang yang mengerti menggunakan alat topografi untuk melakukan pembagian tanah warisannya. Saat itu aku langsung menjawab; akulah yang bapak cari! Ayo kita selesaikan saya bilang. Dengan bekerja 2 jam saya digaji 1,5 jt , dengan uang itu saya dapat memenuhi kebutuhan selama 4 bulan. imanku mulai bertambah, aku mulai tekun bepuasa, memuji-muji Tuhan dan berdoa. Masih banyak mujizat lainya yang aku alami.

Pada saat aku menyusun sekripsi persoalan datang lagi, biaya terancam karena aku tidak dapat pekerjaan. Tapi karena sudah akhir pendidikan kami meminjam uang kepada keluarga untuk menyelesaikan pendidikanku. Pendidikankupun selesai juga, tapi persoalan belum selesai juga. Aku bingung mau cari kerja kemana? Padahal aku telah berjanji sama bapak dan mamak aku pasti dapat pekerjaan. Maka aku putuskan untuk mengurung diri di kosku 2,5×3 m2 itu, aku berpuasa, memuji-muji nama Tuhan dan berdoa sambil menangis dihadapan Tuhan. Tapi ada suatu hal yang belum pernah terjadi dalam hidupku saat itu terjadi. Kejadiannya begini; setelah satu harian aku berpuasa dan bernyanyi memuji Tuhan dan berdoa. malamnya aku mau tidur, pada saat  badanku kuletakkan di tempat tiduruku dan aku memulai memejamkan mataku tiba-tiba ada seorang yang turun dari atas dengan bercahaya, saat itu aku belum tidur, aku mau buka mataku tapi tidak biasa,mau duduk juga tidak biasa tapi cahayanya bias dilaihat walaupun mataku terpejam dan Dia berdiri disampingku dan mengatakan” ORANG AKAN MENGENALMU” dan tiba-tiba cahaya itu naik keatas dan badanku terhentak duduk, mataku kembali terbuka. Ke esokan harinya ada orang menelpon aku untuk ikut bekerja dengan dia. MUJIZAT INI TIDAK AKAN PERNAH KULUPAKAN.

 

Setelah aku diberkati Tuhan aku dapat membeli sepeda motor, berkeluarga dengan biaya pesta dengan uangku sendiri, membeli tanah, membeli mobil membantu pendidikan adekku, membantu orang tuaku dan membangun rumah. Berkatnya begitu berlimpah bagiku.

Itu mujizat indah yang kualami tapi pada saat aku tidak taat persoalan membuat hatiku menangis seumur hidup.

Pada tahun 2010 aku memiliki pekerjaan banyak sehingga penghasilankupun besar. Saat itu istriku mengandung anak pertama, aku mendapatkan hasil dari pekerjaanku lumayan juga besarnya lalu aku lupa akan nazarku , aku merasa terlalu besar memberikan sepersepuluh dari uang itu. Aku pun tidak memberikan persepuluhanku. Saat itu usia kandungan istriku sudah 9 bulan dan dokter memfonis istriku keracunan kehamilan dan harus segera di oprasi untuk keselamatan bayi dan ibunya. Saat itu aku dan keluarga sepakat mengoperasi sesar istriku. Malam sebelum istriku oprasi aku berdoa kepada Tuhan saat itu prasaanku tidak enak, seakan aku akan kehilangan anak atau istriku. Lalu aku sujut menyembah Tuhan dan berdoa karena waswas, isi doakupun tidak karukaruan seperti kerasukan setan. Aku bekata kepada Tuhan selamatkan anak dan istriku maka akan kubawa kerumahMU persepuluhanku. Ternyata Tuhan menganggap aku telah lupa daratan keesokan harinya istriku di oprasi sesar dan oprasinya berhasil. Setelah anakku lahir tiba-tiba dia sesak dan meninggal Dunia, dan umurnya hanya 2 jam saja.

Hanya 2 jam Tuhan memberi aku kebahagiaan setelah itu hatiku menangis seumur hidup. Aku bertekat tidak akan mau lagi mempermainkan Tuhan didalam hidupku. Jika murka Tuhan telah datang tak akan ada satu orangpun mampu menghadangnya.

Saat ini semua telah kurenungkan, jika seandainya anakku tidak dipanggil Tuhan mungkin aku akan menjadi orang yang sombong dan angkuh karena telah diberkati begitu luar biasa. Ternyata Tuhan mau kalau aku setia padaNYA. Sebenarnya bukan pesepuluhan itu yang diingikan Tuhan melainkan ketaatan kita yang diinginkanNya. Lihat bangsa Israel karena tidak taat mereka harus mengembara di padang gurun selama 40 tahun sampai harus satu angkatan mati semua baru sampai ke Tanah perjanjian. Pada hal Tuha telah menyediakan apa yang mereka perlukan, saat siang hari Tuhan menurunkan tiang awan agar mereka tidak kepanasan, saat malam hari Tuhan menurunkan tiang api agar mereka tidak kedinginan dan Tuhan juga menurunkan manna sebagai makanan orang itu.

Marilah kita taat kepada Tuhan karena Tuhan baik bagi kita. Berkatnya akan melimpahi kita asal kita mau taat kepadaNYA. Tuhan Yesus baik, amat baik dan teramat baik. AMIN

Aku Kembali Seperti Anak Kecil

Apa jadinya kalau seseorang yang telah menginjak dewasa kembali melakukan kegiatan anak kecil yaitu belajar berbicara, belajar berjalan, bahkan kemampuan fisiknya seperti seorang anak kecil. Ketika masih kecil dia dididik sangat keras oleh kakeknya sehingga mempengaruhi mental dan kepribadian dia menjadi seorang yang nakal dan pemberontak. Sampai dia besar perilakunya makin buruk sehingga menjadikan dia sebagai seorang pemakai narkoba, tukang berkelahi, ugal-ugalan, kebut-kebutan di jalan, dan pemain perempuan.

Peristiwa ini dialami oleh Haryanto Budi, yang mengalami kecelakaan bermotor sehingga mengakibatkan lumpuh pada kedua kaki dan tangan serta buta pada kedua matanya.Dia tidak menyangka kalau kecelakaan itu akan mengakibatkan fatal pada dirinya.Kejadian ini dialaminya pada suatu malam, ketika dia sedang mengendarai motor, tiba-tiba dari arah depan ada mobil dan Haryanto tidak dapat menguasai kecepatan motor yang dikendarai sehingga tabrakan itu tidak dapat dihindari. Haryanto terlempar, kepalanya membentur trotoar dan berlumuran darah.

Orang-orang yang berada di sekitar lokasi kejadian mengatakan bahwa dirinya tak bernyawa lagi. Dia segera dilarikan ke rumah sakit dan dokter segera mengambil tindakan. Dokter tidak dapat berbuat banyak sebab kecelakaan yang dialami Haryanto cukup berat. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Haryanto mengalami geger otak dan harapan hidupnya tinggal duapuluh persen. Seandainya hidup, dia akan mengalami geger otak yang hebat, separuh saraf-saraf dalam tubuhnya tidak berfungsi, penglihatan kabur, kedua kaki dan tangan lumpuh dan tidak dapat berbicara.

Sekarang Haryanto tak berdaya dan semangat hidupnya hilang seketika.Hari-hari kehidupannya dilalui dengan melakukan kegiatan dia pada waktu kecil yaitu belajar berbicara dan belajar berjalan sementara penglihatan dia semakin kabur. Pada saat dia sedang sendiri dan termenung, pikirannya kembali mengingat masa lalunya yang dipenuhi dengan kehidupan ugal-ugalan, kebut-kebutan, perkelahian, pemakai narkoba, dan mempermainkan perempuan. Kini dia menyadari bahwa apa yang dilakukannya selama ini betapa menghancurkan kehidupan dan masa depannya. Dia berjanji akan meninggalkan semua kebiasaan buruknya di masa lalu. Haryanto tetap yakin bahwa masih ada harapan kehidupan dan kesembuhan yang diberikan Tuhan pada dirinya, dan oleh karena itu ia tidak putus asa untuk terus berlatih berbicara dan berjalan walaupun masih gagap dan terus terjatuh.

Pada suatu hari, di saat Haryanto duduk berdoa dan merenungkan kehidupannnya, tiba-tiba dia merasakan kekuatan baru dalam dirinya. Dia mencoba berdiri dan berjalan sambil mencoba berbicara. Memang benar, pada saat itu Haryanto dapat berjalan dan berbicara, penglihatannya juga semakin jelas. Betapa bahagianya Haryanto mengalami kesembuhan. Kebahagiaan dia tak dapat terlukiskan dengan kata-kata. Dia sangat yakin bahwa apa yang dialaminya adalah semata-mata pertolongan Tuhan. Entah dengan apa dia harus mengucapkan terima kasih pada Tuhan atas segala kasihNya yang tak berkesudahan. Namun yang pasti bahwa dia menempatkan Tuhan yang terutama dalam segala kehidupan dan pergumulan hidup yang dialaminya.

Kini dia dapat melewati masa-masa sulit selama beberapa waktu lamanya dan mempersiapkan diri menghadapi kehidupan yang baru dengan segala rencana kehidupan dan masa depan yang lebih jelas dan terarah di dalam bimbingan dan penyertaan Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Haryanto Budi (jawaban.com)

Kista Membusuk Di Kandunganku

Seorang wanita karir terpaksa berhenti melakukan pekerjaannya oleh karena mengidap suatu penyakit yang cukup berat yaitu terdapat kista di kandungannya. Ia adalah seorang ibu rumah tangga dan mantan direktur sebuah bank di Jakarta. Dia adalah Elizabet Budi. Mula-mula dia menganggap bahwa sakit di perutnya adalah sakit ringan dan tidak dihiraukannya.Setiap hari dia merasakan sakit di perut. Namun, pada suatu hari ketika dia kembali dari kantor, sakit di perut terasa hebat sehingga tak dapat ditahan. Pada hari itu juga, Elizabet bersama suaminya pergi ke dokter ahli gynekolog. Dokter memeriksa kandungan Elizabet melalui alat USG. Dari hasil pemeriksaan, ternyata di kandungan Elizabet terdapat kista yang sudah membusuk dan menghitam.

Dokter memberikan jalan keluar satu-satunya yaitu harus menjalani operasi agar kista yang ada di kandungan diangkat. Menurut diagnosa dokter bahwa jikalau tidak dilakukan operasi maka kista akan pecah dalam waktu tiga hari dan umur kehidupan Elizabet tinggal tiga hari juga. Namun Elizabet berkeras tidak mau di operasi oleh karena trauma pada saat melahirkan anak yang kedua juga melalui operasi, tidak sadarkan diri selama kurang lebih lima jam. Dalam keyakinan iman Elizabet bahwa masih ada seseorang yang mampu menyembuhkannya yaitu Tuhan. Dia sangat yakin bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakitnya. Selama tiga hari, dia terbaring di tempat tidur sambil berdoa dan meyerahkan pergumulannya pada Tuhan agar Tuhan memberikan kekuatan dan umur panjang. Ada banyak saudara dan handai taolan turut mendoakannya. Di dalam kesakitannya, dia masih menyempatkan diri menghadiri ibadah di gereja sebab dia yakin bahwa di dalam kuasa Tuhan segala sesuatu dapat terjadi.

Dari hari ke hari, penyakit Elizabet semakin memburuk, tetapi tidak melunturkan iman dan kepercayaan pada kasih dan kuasa Tuhan yang suatu saat akan menganugerahkan kesembuhan atas dirinya. Pada suatu saat, ketika dia tertidur pulas, terdengar isak tangis anaknya. Elizabet langsung bangun dan berdiri seolah-olah tidak merasa sakit dalam dirinya.Dia menghampiri anaknya yang sedang dimandikan oleh baby sitter.Ternyata anaknya menangis oleh karena sedang dimandikan. Elizabet juga merasa haus dan kemudian menuju meja makan mengambil air. Tanpa disadarinya, ia dapat berjalan dan berdiri.

Ia kemudian menyadari bahwa dirinya sedang sakit dan tak dapat bangun dari tempat tidur.Betapa terkejutnya dia pada saat itu melihat dirinya mampu berjalan, berdiri dan perutnya kempes di saat mengalami penyakit yang cukup parah yang hanya dapat terkulai lemas di tempat tidur. Elizabet masih meragukan apa yang dialaminya, kembali dia mencoba meloncat-loncat ternyata tidak merasa sakit. Elizabet kemudian membangunkan suaminya dan mengatakan bahwa dirinya sembuh. Hal pertama yang mereka lakukan adalah berdoa dan mengucap syukur pada Tuhan.

Pada keesokan harinya, mereka berdua ke dokter memeriksakan diri sambil memastikan bahwa penyakit Elizabet benar-benar sembuh. Dokter melakukan USG dan hasilnya kista yang ada di kandungan Elizabet benar-benar hilang dan itu berarti Elizabet sembuh. Dokter juga membandingkan hasil USG pada waktu kista masih ada di kandungannya. Dokter tetap tidak yakin pada hasil pemeriksaan sehingga dia bertanya apakah Elizabet pergi berobat ke dokter lain. Elizabet mengatakan bahwa dia tidak pernah berobat ke dokter lain. Selama ini yang dilakukannya adalah menyerahkan penuh segala keberadaannya pada Tuhan yang diyakininya sanggup mengobati penyakitnya.Akhirnya dokter dapat memahami bahwa ini adalah karya Tuhan dalam kehidupan seseorang yang tak dapat disangsikan.

Elizabet sekeluarga sangat bersukacita dan mengucap syukur atas pertolongan Tuhan yang terjadi dalam keluarga. Sebagai ungkapan syukur pribadi, Elizabet kini menyerahkan seluruh kehidupannya bagi pekerjaan pelayanan Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Elizabet Budi (jawaban.com)

Usia Hidupku Tinggal Sesaat

Seandainya ada seorang anggota keluarga kita yang sakit keras dan berdasarkan hasil pemeriksaan, dokter mengatakan: “Kuatkanalah hati saudara, karena harapannya sangat tipis sekali.” Apa reaksi saudara ketika mendengar hal tersebut? Ada dua kemungkinan yang terjadi. Kemungkinan yang pertama berontak dan tidak percaya, karena dibawa berobat tentu dengan harapan untuk sembuh. Kemungkinan yang kedua: pasrah pada apa yang akan terjadi, terjadilah asalkan penderitaan si sakit cepat berlalu. Lalu, kalau di antara kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi, di tengah-tengah harapan tipis yang hampir menuju pada keputusasaan, ternyata saudara kita yang sakit itu sembuh. Bagaimana pula perasaan kita? Tentunya kita merasakan “sukacita yang tidak dapat digambarkan hanya dengan kata-kata saja.”

Perasaan-perasaan semacam ini dialami oleh Yakobus Karman, ketika berusia muda dan ia adalah seorang yang sangat sibuk dengan pekerjaan di kantor. Ia bekerja pada sebuah pabrik farmasi dan memiliki posisi baik di kantornya sehingga secara finansial ia tidak mengalami kesulitan.Waktunya tidak hanya tersita pada pekerjaan tetapi juga tersita bersama teman-teman seperti berjudi dan melakukan hubungan seks. Di tengah kesibukannya, dia tidak merasa bahwa ada bahaya besar menghadang dia.Disinilah awal kehancurannya.Dia mulai merasakan ada sesuatu di lehernya yang kelihatan membengkak.Yakobus menjadi tidak tenang sebab sangat mengganggu pekerjaannya.Ia memeriksakan diri ke dokter dan dokter mengambil langkah pemeriksaan melalui CT scan. Dari hasil pemeriksaan dokter dengan menggunakan alat CT scan, ternyata Yakobus mengidap penyakit kanker kelenjar getah bening yang berukuran 1,5cm x 1,5cm. Sumsum darah juga diambil sebab kelenjar getah bening ini akan menjalar ke darah.

Pada waktu pengambilan sumsum darah, Yakobus merasakan sakit sehingga dia harus berteriak-teriak karena menahan rasa sakit. Dokter juga menyatakan bahwa kemampuan Yakobus bertahan hidup diperkirakan enam bulan jika memang dia memiliki ketahanan tubuh yang kuat. Salah seorang anggota keluarga berinisiatif mencari pertolongan lewat paranormal.Sementara paranormal mempersiapkan segala peralatan, Yakobus berbaring dengan tenang dan hanya berharap mudah-mudahan dia sembuh.Proses penyembuhan ini dijalani beberapa jam yang dipenuhi dengan pembacaan mantera.Setelah selesai, paranormal memberitahukan hasil pengobatan bahwa reaksi dari pengobatan ini adalah keluarnya darah yang berarti Yakobus sembuh dari penyakitnya. Beberapa saat kemudian, darah keluar dari tubuhnya dan mendadak Yakobus ketakutan, seperti mau mati rasanya.Harapannya untuk bertahan hidup sirna seketika.Sepertinya tidak ada harapan hidup bagi Yakobus. Keluarganya bingung melihat tingkah Yakobus yang ketakutan.

Pada saat depresi yang berat, Yakobus teringat pergi ke gereja.Kebetulan pada hari itu ada suatu acara kebaktian di gereja.Yakobus mendengar dengan seksama Firman Tuhan yang disampaikan oleh bapak Pendeta.Tema khotbah pada saat itu ialah “janganlah minta kekayaan, tetapi minta ampun pada Tuhan atas dosa yang telah diperbuat.” Hatinya tersentuh mendengar khotbah itu.Yakobus memberanikan diri maju ke depan mengaku dosa dan mohon ampun dari Tuhan atas segala dosa yang diperbuatnya selama ini.

Selama pengakuan dosa, ia merasa ada pertemuan yang indah bersama Tuhan.Pada saat yang bersamaan, ada sinar memancar yang menerangi dirinya sehingga dirinya terasa panas. Rasa sesak yang dirasakan sebelumnya mendadak hilang. Namun, ada suatu kelegaan yang mengalir dalam dirinya. Pada malam itu ia menjadi tenang, tidak merasa gelisah dan takut seperti hari-hari sebelumnya.Yakobus mengatakan pada ibunya bahwa ia tidak mau di operasi, sebab ia merasa sehat. Namun ibunya berkeras harus dioperasi. Malam itu adalam malam terakhir saat ia menunggu waktu operasi pada besok hari.

Keesokan harinya, sebelum operasi dimulai, dengan penuh keyakinan bahwa ia menerima kesembuhan dari Tuhan, Yakobus mengatakan pada dokter bahwa dirinya tidak lagi merasa sakit.Dokter tidak percaya yang dikatakan Yakobus sehingga pemeriksaan melalui CT scan dilakukan kembali.Hasil pemeriksaan menunjukan kelenjar getah bening telah hilang dan itu berarti penyakit kanker yang di deritanya sembuh. Dokter tetap tidak percaya melihat hasil pemeriksaan sehingga pemeriksaan dilakukan kembali pada beberapa bulan berikutnya.Hasilnya tetap sama, yaitu kelenjar getah bening hilang dari tubuhnya.Pembengkakan pada leher menjadi kempes.

Akhirnya dokter menyatakan bahwa Yakobus benar-benar sembuh dan operasi tidak jadi dilakukan.Yakobus dan keluarga sangat bersukacita menerima kesembuhan dari Tuhan yang menurut ilmu kedokteran, penyakit yang dideritanya sulit disembuhkan tetapi bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Sebelas tahun yang silam ia melewati penderitaan ini. Sungguh besar kasih setia Tuhan pada umatNya yang selalu mengingat, meyakini dan menyerahkan diri, hati dan hidup kita pada penyertaan Tuhan.

Sumber Kesaksian:
Yakobus Karman (jawaban.com)

Harapan Yang Pasti

Vika Patricia seorang anak kecil ketika berusia tiga tahun menderita sakit aplastik anemia yaitu suatu penyakit dimana sumsum tulang tidak mampu memproduksi elemen-elemen darah. Penyakit ini lebih berbahaya dari penyakit anemia. Gejala penyakit ini ditandai dengan wajah yang pucat, badan yang lemah, lekosit kurang dan suhu badan naik turun. Gejala ini dirasakan Vika pada pagi hari dan saat itu juga Vika dihentar oleh ayahnya ke dokter untuk memeriksakan diri. Dari hasil pemeriksaan dokter, ternyata Vika mengidap penyakit “aplastik anemia”.

Pemeriksaan terus dilakukan dan ternyata dokter juga menemukan ada kejanggalan penyakit lain. Menurut dokter, penyakit ini sulit disembuhkan.Vika harus diopname di rumah sakit. Dokter juga menganjurkan agar Vika berobat di Belanda, sebab pengobatan di Belanda lebih canggih. Orang tua Vika sangat terkejut mendengar penjelasan dokter. Orang tua Vika mengikuti anjuran dokter. Vika berobat ke Belanda namun dokter tidak dapat menyembuhkannya. Pengobatan juga dilakukan di salah satu rumah sakit di Singapura, namun tidak memberikan kesembuhan.

Akhirnya mereka kembali ke Indonesia. Mereka banyak mendapat dukungan doa dari teman-teman. Hari demi hari mereka lewati namun kondisi kesehatan Vika tidak menunjukan hasil yang menggembirkan. Orang Tua Vika pasrah menerima kenyataan yang ada. Pada saat itu, orang tua Vika belum sepenuhnya menerima Yesus sebagai Juruselamat. Mereka benar-benar mengandalkan kuasa dokter untuk menyembuhkan penyakit Vika.

Sampai tiba pada suatu hari, orang tua Vika sangat bergumul dengan penyakit yang diderita Vika. Sampai kapan Vika harus menanggung beban penderitaan ini? Ibu Vika berkata kepada ayah Vika, sebaiknya kita tidak mengandalkan kuasa dokter tetapi kita menyerahkan sepenuhnya pada Yesus Kristus yang berkuasa dan empunya kehidupan kita. Ayah Vika merenungkan hal ini. Di dalam hatinya dia berkata bahwa benar juga dan memang seharusnya demikian. Tidak ada yang mampu melawan kuasa Tuhan. Akhirnya orang tua Vika bersepakat agar semua yang mereka alami pada saat ini, sepenuhnya diserahkan kedalam kuasa dan kasih Tuhan. Orang Tua Vika yakin bahwa pasti akan ada kesembuhan yang Tuhan anugerahkan pada diri Vika. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan kepada mereka yang percaya dan menaruh pengharapan pada Tuhan. Sesulit apapun bagi manusia, Tuhan pasti memberikan yang terbaik bagi kita.

Pada beberapa hari berikutnya, dokter menyatakan bahwa penyakit Vika berangsur pulih. Hal ini dapat dibuktikan dengan bertambahnya sel darah merah (hemoglobin) yang semula 3,0 menjadi 13,0 dalam waktu satu minggu.Tuhan memang baik dan sangat mengasihi hidup kita. Orang tua Vika menyadari bahwa tanpa campur tangan Tuhan dalam kehidupan, kita tidak dapat melakukan sesuatu.

Mulai saat itu, orang tua Vika menerima Yesus sebagai Juruselamat mereka. Saat ini anak Vika berusia sebelas tahun dan bertumbuh menjadi anak yang sehat dan kreatif. Ia mengikuti berbagai macam les, seperti les vokal, les renang dan les beberapa mata pelajaran. Pengharapan itu telah diperoleh. Ini semua diyakini sebagai berkat kasih sayang Tuhan yang tidak berkesudahan bagi kehidupan umatNya.

Sumber Kesaksian:
Vika Patricia (jawaban.com)

12 Tulang Rusuk Patah!!

Suatu pagi pasangan Achin dan Yeyen pergi ke stasiun gambir untuk mengantarkan ibunya yang akan ke Bandung. Pada waktu itu ada sebuah truk yang melindas kaki Yeyen dan menabrak Achin. Lalu Achin terjatuh dan masuk ke kolong truk dan terseret untuk beberapa saat lamanya. Akhirnya ban truk itu melindas dada sebelah kirinya. Keadaannya sangat parah dan ia ditinggalkan sendirian terlentang di tengah jalan tak berdaya…..

Banyak korban kecelakaan terjadi di jalan arteri Palmerah. Pasangan Achin dan Yeyen mengalami kecelakaan yang tragis. “Pada suatu hari saya bersama suami dan anak-anak mau pergi ke stasiun gambir. Saat itu saya melihat ada truk yang berjalan di pinggir. Truk itu tiba-tiba melindas kaki saya dan saya menjatuhkan diri ke samping yang ada pohon-pohon. Lalu saya berteriak : Yesus tolong ! ”

Pengakuan pak Achin : “Saya dengar isteri saya berteriak : awas ada mobil ! Waktu saya menoleh ke belakang, mobil itu langsung menabrak muka saya” Achin terdorong dan akhirnya ia terjatuh di kolong truk. ” Saya tidak berdaya di kolong truk saat itu. Saya pasrahkan semua itu dan ternyata saya terlindas oleh ban mobil belakang” Achin terlindas mobil setelah terseret truk beberapa lama dan truk itu langsung kabur. “Waktu saya sudah terlindas truk, saya terlentang di tengah jalan dan sesudah itu dada saya terasa dingin”. Pengakuan ibu Yeyen : “Secara manusia saat itu saya berpikir suami saya tidakakan hidup”

Achin ditinggalkan di tengah jalan dalam keadaan parah tidak berdaya. “Saat itu saya menangis dan berkata kepada Tuhan : Tuhan saya tidak kuat karena saat itu saya melihat sendiri dengan mata kepala saya sendiri. Sakit rasanya…..Dia yang terlindas tapi saya juga ikut merasakannya dan sakit sekali” Pengakuan pak Achin, “Waktu saya masuk ke UGD saya berpikir hidup saya akan berakhir. Saya sudah pasrahkan hidup saya kepada Tuhan”

Keadaan sangat kritis, 12 pasang tulang rusuknya patah sehingga paru-parunya tidak dapat berfungsi normal. Dokter harus membuat 2 lubang di paru-parunya untuk dapat menyedot darah. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Ketika korban di bawa ke rumah sakit subuh itu keadaannya masih cukup sadar tetapi menurut pemeriksaan foto dada, yang kita lihat itu rusuknya hampir semua patah di depan dan di belakang. Dan sebenarnya tidak ada harapan lagi baginya untuk hidup !

Pengakuan ibu Yeyen, “Dokter secara manusia sudah angkat tangan. Hampir setiap hari saya menangis di rumah sakit dan berseru kepada Tuhan. Yeyen diliputi oleh kekuatiran dan ketakutan. Hari demi hari yang dijalani terasa lambat. “Saat saya menangis, dari dalam hati saya ada suara Roh Kudus yang berkata : Tuhan menguji kamu tidak melampaui kekuatanmu. Tuhan itu baik dan saat itu saya mendapatkan kekuatan baru. Saat itu saya menjadi tenang sekali. Ditengah kegalauan hatinya, Yeyen teringat pada Solusi sebuah program televisi yang pernah di lihatnya. “Saat saya membutuhkan doa, saya teringat akan solusi. Pada sabtu siang, saya telepon Solusi 021-6513344 untuk minta dukungan doa. Semua permohonan doa saya di doakan oleh Solusi. Saya langsung mengimani setiap doa yang didoakan dari Solusi dan memang benar-benar dahsyat Kuasa Tuhan yang saya rasakan”

Yeyen terus setia berdoa bagi suaminya. Bagi Yeyen setiap saat adalah kesempatan untuk berdoa. “Pada saat saya mau tidur, saya serhkan suami saya ke dalam tangan Tuhan. Dan pada saat saya bangun, saya bersyukur suami saya masih bernafas”

Kondisi Achin tidak stabil, sangat kecil kesempatan bagi Achin untuk pulih. Namun saat itu satu hal yang indah terjadi. “Kamis malamnya saya berkumpul bersama anak saya, saya berdoa di depanlift. Teman anak saya melihat ada suatu cahaya yang terang sekali. Ia melihat terang itu dan merasakan damai dan sejahtera. Sejak itu langsung saya berdoa : Tuhan Yesus terima kasih. Saya percaya Tuhan Yesus sedang melawat suami saya”

Doa yang tulus menggerakkan tangan Tuhan. Keadaan yang mustahil menjadi tidak mustahil. Saat iut terjadi titik balik dalam kehidupan Achin. Achin pulih dengan mengesankan. Tulang-tulang rusuknya yang patah, tertauh dan berfaal serta fungsi tubuhnya kembali normal. Pengakuan dokter Widarto Binafsihi (spesilis bedah), “Kalau 1,2,3 tulang rusuk yang patah kemudian tertaut mungkin dapat kita lihat tiap hari tapi kalau 12 pasang tulang rusuk patah depan- belakang dan tertaut kembali itu bukan karya dari dokter dan selalu saya yakin karena karya dari Kristus”

Achin mengalami pemulihan yang sempurna. Pada tanggal 30 Desember 1999 Achin berjalan keluar dari rumah sakit dan menjalani kehidupannya seperti dahulu. “Saya bersyukur kepada Tuhan yang begitu baik dan telah memulihkan kesehatan suami saya. Kini ia telah kembali bekerja seperti biasa. Achin berkata, “Saya pulang dari rumah sakit dengan kondisi sehat. Saya berterima kasih kepada Tuhan Yesus. Saya bersyukur sekali mempunyai Tuhan yang hebat”

Sumber Kesaksian:
Achin & Yeyen (jawaban.com)