Ditinggalkan Namun Tak Pernah Sendiri

Banyak wanita membayangkan pernikahan adalah sebuah dunia yang indah, demikian juga mimpi Maureen. Namun ternyata mimpi indahnya tak terwujud malah berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Inilah penuturan Maureen tentang kisah hidupnya.

Ketika aku menikah dengan suamiku, dan membentuk sebuah keluarga, kami pindah ke kota Balikpapan. Dengan sebuah pengharapan yang besar, aku memulai kehidupan yang baru. Aku memiliki cita-cita, pernikahanku akan menjadi seperti pernikahan kedua orangtuaku. Sebuah keluarga yang ideal dan bahagia.

Namun kehidupan ternyata tidak seindah bayanganku. Ketika suamiku mulai berhasil usahanya, dia mulai lupa akan keluarga. Dia melalaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah dan kepala keluarga. Saat aku mengingatkannya, semua itu berakhir dengan pertengkaran dan tak jarang pukulan dilayangkannya kepadaku. Akhirnya dia pergi meninggalkanku bersama kelima buah hatiku tanpa meninggalkan apapun untuk kami.

Aku memutuskan untuk kembali ke Jakarta, dan berjuang membesarkan kelima anakku. Aku bertekad untuk mendidik dan membesarkan anak-anakku dengan baik. Aku melakukan segala cara untuk bisa menyekolahkan dan memberi makan mereka. Saat aku sudah tidak memiliki apapun, aku jual baju-baju yang ku miliki. Lima belas tahun lalu, satu baju yang kujual harganya seribu rupiah. Dan dengan uang hasil penjualan baju-bajuku itu, aku membeli beras, minyak tanah, sayuran, dan aku atur sedemikian rupa sehingga anak-anakku dapat makan makanan yang sehat dan bergizi sekalipun sangat sederhana.

Terkadang, jika anak-anakku ingin makan apel atau jeruk, mereka harus pergi ke kuburan. Pada hari-hari tertentu, akan ada orang-orang yang datang kekuburan untuk sembahyang dan membawa makanan persembahan. Ketika anak-anakku bercerita kalau mereka harus berebutan dengan orang-orang untuk mendapatkan buah-buahan dikuburan itu, aku merasa sangat sedih.

Suatu kali, kami sudah tidak memiliki apapun untuk dimakan. Hingga jam dua siang, anak-anakku belum juga makan. Aku kumpulkan anak-anakku, dan kuajak mereka berdoa, “Ayo kita berdoa.” Kami memanjatkan doa Bapa Kami bersama-sama. Ketika kami berkata, “Amin,” tiba-tiba pintu rumahku di ketuk. Ada seseorang yang datang dan membawakan makanan sehingga kami bisa makan.

Dalam kondisi sulit seperti itu, aku terus memperjuangkan kehidupan anak-anakku. Aku mulai melamar pekerjaan dimana-mana. Sekalipun itu hanya pekerjaan part time, aku jalani dengan segenap hati. Terkadang ada teman yang telah mengenalku dengan baik sengaja memintaku bekerja ditempatnya. Sekalipun hanya bekerja selama satu minggu, tetapi hasil kerja saya itu bisa mencukupi kehidupan selama satu bulan, dari sekolah anak-anak, membayar kontrakan hingga makan sehari-hari.

Mulai saat itu aku mulai bekerja sebagai pegawai pengganti dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Aku menggantikan pegawai yang sedang cuti ataupun hamil. Jika ada pegawai yang hamil, aku sangat senang sekali, karena itu artinya aku bisa bekerja selama tiga bulan. Itu sangat lumayan sekali bagiku, karena uangnya aku bisa simpan untuk keperluan yang akan datang.

Perlahan-lahan kehidupanku dan anak-anakku mulai membaik. Satu hal yang membuatku bisa melewati semua masa sulit itu adalah adanya sebuah tekad yang tertanam dalam hatiku, “Aku harus menjadi panutan bagi anak-anakku.” Aku ingin anak-anakku bisa belajar nilai-nilai kehidupan yang benar dari diriku.

Jika orang lain berpikir aku bisa saja menghalalkan segala cara sehingga aku bisa lebih mudah melewati kesulitan-kesulitan yang menghadangku, aku berkata pada diriku, aku tidak boleh melakukan itu. Aku tidak mau menghalalkan segala cara, karena dalam hatiku ada takut akan Tuhan. Karena ada Tuhan Yesus dalam hidup keluargaku, aku tidak pernah takut dengan apa yang ada di masa depanku karena aku tahu Dia yang menjamin kehidupanku dan kehidupan anak-anakku. Aku sudah membuktikannya sejak awal ketika aku harus menjalani kehidupan seorang diri bersama kelima anak-anakku sampai saat ini, Dia selalu menyertaiku. Karena Dia adalah Immanuel.

Sumber Kesaksian :
Maureen (jawaban.com)

22 thoughts on “Ditinggalkan Namun Tak Pernah Sendiri”

  1. puji Tuhan Ternyata kehidupan yang berat ibu jalankan dengan penuh Roh kudus
    semoga ibu berserta keluarga dilimpahkan berkat selalu serta kesehatan oleh penyelamat kita YESUS KRISTUS. GBU

  2. sekalipun semua orang di sekitar kita meninggalkan kita, kita tidak akan pernah sendiri karena masih ada Yesus yang selalu setia. Dia tidak akan pernah meninggalkan dan membiarkan kita sendiri……. Dia selalu ada buat kita yang mau datang kepadaNya……

    1. Benar…. bagi Tuhan tidak ada yang tak mungkin. Tapi lebih baiknya lagi ibu mauren mendoakan suaminya agar kembali ke istri dan anak anaknya yang telah ditinggalkannya.

  3. saya tersentuh dengan kesaksian tersebut. Perjuangan seorang ibu yang luar biasa. Sekiranya kesaksian tersebut bisa dilanjutkan tentang kehidupannya yang sekarang (kondisi sekarang) pasti akan lebih lengkap.

  4. dasyat dan luar biasa kekuatan yang di berikan Tuhan Yesus lewat Roh Kudus sehinggaa ibu di mampukan melewati kehidupan yang berat….semoga kasih Kristus terus menyertai ibu dalam hidup ini…Tuhan Yesus luar biasa..

  5. Hebat…. memberi banyak inspirasi dan penguatan bagi seorang Ibu, untuk selalu menjadi teladan bagi anak-anaknya… Serta selalu mengandalkan TUhan dalam setiap asfek kehidupan… JBU….

  6. anak satu saja saya ga bisa urus dgn baik….saya merasa semakin ga punya arti untuk hidup… Tuhannnnnn…tolonglah hambamu ini..

  7. semoga saya juga boleh mjdi spt ibu ini yg sllu pcya dn teguh d dlm Tuhan Yesus..msa dpn anak2 ku kuserahkan sepenuhnya kpd Tuhan..

  8. Puji Tuhan.. Dia Allah yg luaaaaaaar biasa.. Diberkatilah ibu senantisa dan tetap kuat di dlm Dia. Sy merasa terberkati dgn pengalaman hidup ibu.. JCBU

  9. Thanx u buat kesaksian hidupnya..kasih Tuhan sungguh besar dan tak pernah berkesudahan bagi kita smua..
    I love u Jesus..^^

  10. Aminnn sangat hebat ….mudah mudah aku mampu untuk seperti anda saat ini sunguh kisah serupa yg ku alami

  11. Sangat mnyentuh bgt crtax Ibu Maureen smpet neteskan air mata…mmng Tuhan Yesus luar biasa Dia g akn biarkan umatNya mnderita…ttp smngat y Bu…GOD BLEZZ…:)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *